Bimtek Mekanisme Penggunaan Dana APBN bagi PTN-BLU Terbaru 2026–2027
INFORMASI ALAMAT & NOMOR TELEPON
Untuk mengirim pesan singkat kepada kami, Anda dapat menghubungi salah satu customer service yang sudah kami cantumkan
KONTAK KAMI
18 Office Park Building, 21th Floor Unit C
Jl. TB Simatupang No. 18, Pasar Minggu
Jakarta Selatan, 12520
info@bimtekedukasi.com
0821-9026-8799
Daftar Isi
TogglePerguruan Tinggi Negeri yang menerapkan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum atau PTN-BLU memiliki karakteristik pengelolaan anggaran yang berbeda dibandingkan satuan kerja pemerintah pada umumnya. Fleksibilitas pengelolaan keuangan diberikan agar PTN-BLU mampu menyelenggarakan layanan pendidikan secara efektif, efisien, produktif, dan tetap akuntabel.
Dalam praktiknya, fleksibilitas tersebut tidak berarti PTN-BLU dapat menggunakan dana tanpa batasan. Setiap penerimaan dan pengeluaran tetap harus berada dalam kerangka peraturan perundang-undangan, dokumen anggaran, rencana strategis bisnis, Rencana Bisnis dan Anggaran atau RBA, serta sistem pertanggungjawaban yang berlaku.
Memasuki periode 2026–2027, pemahaman mengenai mekanisme penggunaan dana APBN menjadi semakin penting bagi pimpinan perguruan tinggi, pejabat pengelola keuangan, pejabat perbendaharaan, SPI, pengelola anggaran, bendahara, unit pengadaan, serta pihak lain yang terlibat dalam pengelolaan keuangan PTN-BLU.
Perubahan dan penyempurnaan regulasi BLU melalui PMK 76 Tahun 2025 sebagai perubahan kedua atas PMK 129/PMK.05/2020 membawa sejumlah penyesuaian yang perlu diperhatikan, antara lain terkait Rencana Strategis Bisnis, RBA, pengelolaan pendapatan dan belanja, hibah, rekening operasional, tata kelola, pengawasan, serta kinerja BLU.
Karena itu, Bimtek Mekanisme Penggunaan Dana APBN bagi PTN-BLU Terbaru 2026–2027 menjadi relevan sebagai sarana untuk memperkuat pemahaman teknis sekaligus meningkatkan kualitas perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, dan pertanggungjawaban keuangan.
Memahami Posisi PTN-BLU dalam Pengelolaan Keuangan Negara
Badan Layanan Umum merupakan instansi pemerintah yang memberikan pelayanan kepada masyarakat melalui penyediaan barang dan/atau jasa dengan prinsip efisiensi dan produktivitas serta tidak mengutamakan pencarian keuntungan.
Dalam bidang pendidikan, perguruan tinggi dapat menjadi satuan kerja yang menerapkan pola pengelolaan keuangan BLU apabila memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Kerangka tersebut memberikan fleksibilitas tertentu dalam pengelolaan keuangan agar layanan publik dapat diselenggarakan secara lebih adaptif.
Fleksibilitas tersebut harus dipahami sebagai instrumen untuk meningkatkan kualitas layanan, bukan sebagai penghapusan prinsip akuntabilitas.
PTN-BLU tetap merupakan bagian dari pemerintah sehingga pengelolaan keuangannya harus memperhatikan:
- ketentuan APBN;
- dokumen pelaksanaan anggaran;
- Rencana Strategis Bisnis;
- Rencana Bisnis dan Anggaran;
- target kinerja;
- ketentuan perbendaharaan negara;
- ketentuan pengadaan barang dan jasa;
- sistem akuntansi dan pelaporan;
- pengendalian internal;
- pemeriksaan dan pengawasan.
Kerangka umum pengelolaan BLU berasal dari PP Nomor 23 Tahun 2005 yang kemudian diubah dengan PP Nomor 74 Tahun 2012. Sementara itu, pedoman teknis pengelolaan BLU berada dalam PMK 129/PMK.05/2020 yang telah mengalami dua kali perubahan, terakhir melalui PMK 76 Tahun 2025.
Apa yang Dimaksud Dana APBN bagi PTN-BLU?
Dalam konteks PTN-BLU, sumber dana tidak hanya berasal dari alokasi APBN. Dana BLU dapat berasal dari berbagai sumber sesuai ketentuan.
Secara umum, sumber penerimaan BLU mencakup:
| Sumber Dana | Contoh | Karakteristik |
|---|---|---|
| Anggaran/Rupiah Murni | Alokasi APBN melalui DIPA | Mengikuti mekanisme pelaksanaan APBN |
| Pendapatan jasa layanan | Pendidikan dan layanan lainnya | Dapat dikelola sesuai fleksibilitas BLU |
| Hibah | Hibah terikat/tidak terikat | Memiliki ketentuan peruntukan dan administrasi |
| Kerja sama | Kerja sama layanan atau usaha | Harus sesuai ketentuan BLU |
| Hasil usaha lainnya | Sewa, jasa keuangan, penjualan aset tertentu | Dicatat dan dipertanggungjawabkan sesuai aturan |
| Penerimaan lain yang sah | Sesuai ketentuan peraturan | Memerlukan penatausahaan yang tepat |
DJPb menjelaskan bahwa penerimaan anggaran yang berasal dari APBN/APBD merupakan penerimaan berdasarkan otorisasi kredit anggaran dan digunakan antara lain untuk belanja operasional maupun investasi. Untuk pencairan dana yang bersumber dari DIPA, satker BLU menggunakan mekanisme pengajuan SPM kepada KPPN.
Hal yang perlu diperhatikan adalah membedakan dana yang bersumber dari Rupiah Murni dengan pendapatan BLU/PNBP BLU. Keduanya dapat berada dalam ekosistem keuangan PTN-BLU, tetapi mekanisme pelaksanaan dan pengesahannya tidak selalu sama.
Dasar Regulasi Mekanisme Penggunaan Dana APBN PTN-BLU 2026–2027
Pemahaman regulasi menjadi bagian penting dalam pengelolaan dana APBN karena kesalahan interpretasi dapat berdampak pada perencanaan maupun pertanggungjawaban.
Beberapa regulasi utama yang perlu menjadi perhatian antara lain:
PP Nomor 23 Tahun 2005
PP Nomor 23 Tahun 2005 merupakan salah satu dasar utama pengelolaan keuangan BLU. Regulasi tersebut mengatur pola pengelolaan keuangan BLU dan fleksibilitas yang diberikan dalam rangka meningkatkan pelayanan publik.
PP Nomor 74 Tahun 2012
PP Nomor 74 Tahun 2012 merupakan perubahan atas PP Nomor 23 Tahun 2005. Regulasi ini tetap menjadi bagian penting dalam memahami kerangka pengelolaan keuangan BLU.
PMK 129/PMK.05/2020
PMK 129/PMK.05/2020 mengatur pedoman pengelolaan BLU secara lebih teknis, termasuk perencanaan, penganggaran, pelaksanaan anggaran, pengelolaan kas, pendapatan, belanja, piutang, aset, akuntansi, pelaporan, serta pengawasan.
PMK 202/PMK.05/2022
PMK 202/PMK.05/2022 merupakan perubahan pertama atas PMK 129/PMK.05/2020 dan menyempurnakan sejumlah aspek pengelolaan BLU.
PMK 76 Tahun 2025
Untuk periode 2026–2027, PMK 76 Tahun 2025 menjadi salah satu regulasi penting karena merupakan perubahan kedua atas PMK 129/PMK.05/2020.
Perubahan tersebut antara lain menyentuh:
- persyaratan penetapan dan pencabutan PPK-BLU;
- Rencana Strategis Bisnis;
- analisis RBA;
- pengelolaan pendapatan dan belanja;
- hibah;
- rekening operasional;
- Dewan Pengawas;
- Komite Audit;
- remunerasi;
- tata kelola dan kinerja BLU.
Dengan demikian, PTN-BLU perlu memastikan prosedur internal telah diselaraskan dengan ketentuan terbaru.
Hubungan antara RSB, RBA, DIPA, dan Pelaksanaan Anggaran
Salah satu bagian paling penting dalam pengelolaan dana PTN-BLU adalah memahami hubungan antara perencanaan strategis dan dokumen pelaksanaan anggaran.
Secara sederhana, alurnya dapat digambarkan sebagai berikut:
Rencana Strategis → RSB → RBA → Penetapan Anggaran/DIPA → Pelaksanaan → Penatausahaan → Pelaporan → Evaluasi Kinerja
Rencana Strategis Bisnis atau RSB memberikan arah strategis organisasi dalam periode tertentu.
RBA kemudian menerjemahkan strategi tersebut ke dalam rencana program, kegiatan, target pendapatan, belanja, dan keluaran yang akan dicapai.
Sementara itu, DIPA menjadi dokumen pelaksanaan anggaran untuk bagian anggaran APBN yang menjadi dasar pelaksanaan kegiatan dan pencairan dana.
DJPb menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan APBN, sebelum belanja dilakukan harus tersedia anggaran dalam dokumen pelaksanaan anggaran. Untuk satker BLU, dokumen pelaksanaan anggaran tersebut berkaitan dengan DIPA dan pencairan dana melalui mekanisme SPM kepada KPPN.
Mekanisme Penggunaan Dana APBN melalui DIPA
Penggunaan dana APBN yang tercantum dalam DIPA pada prinsipnya harus mengikuti mekanisme pelaksanaan anggaran pemerintah.
Tahapan sederhananya dapat dipahami sebagai berikut:
- Kegiatan telah direncanakan.
- Anggaran tersedia dalam dokumen pelaksanaan anggaran.
- Pelaksanaan kegiatan dilakukan sesuai perencanaan.
- Tagihan diverifikasi.
- Dokumen pembayaran disiapkan.
- SPP diproses sesuai kewenangan.
- SPM diajukan kepada KPPN.
- KPPN melakukan pengujian.
- Apabila memenuhi persyaratan, diterbitkan SP2D.
- Dana dibayarkan kepada pihak yang berhak.
- Transaksi dicatat dan dipertanggungjawabkan.
Dengan memahami alur tersebut, pengelola PTN-BLU dapat menghindari anggapan bahwa seluruh dana yang dikelola BLU dapat dibelanjakan langsung tanpa memperhatikan mekanisme APBN.
Perbedaan Mekanisme Rupiah Murni dan Pendapatan BLU
Perbedaan sumber dana merupakan salah satu materi penting dalam pengelolaan keuangan PTN-BLU.
Dana Rupiah Murni
Dana Rupiah Murni yang dialokasikan melalui APBN pada dasarnya mengikuti mekanisme pelaksanaan anggaran pemerintah.
Pencairannya berkaitan dengan:
- DIPA;
- SPP;
- SPM;
- KPPN;
- SP2D;
- pertanggungjawaban belanja;
- pencatatan akuntansi pemerintah.
Pendapatan BLU
Pendapatan BLU memiliki karakteristik fleksibilitas yang berbeda. Pendapatan dari jasa layanan dan sumber lain yang memenuhi kriteria dapat digunakan untuk membiayai kegiatan BLU sesuai RBA dan ketentuan yang berlaku.
DJPb menjelaskan bahwa pendapatan tertentu seperti pendapatan jasa layanan, hibah, dan hasil kerja sama merupakan PNBP bagi satker BLU dan dapat digunakan untuk kegiatan operasional sesuai ketentuan, dengan pengesahan melalui mekanisme BLU di KPPN.
Perbedaan ini perlu dipahami agar unit kerja tidak mencampuradukkan prosedur penggunaan masing-masing sumber dana.
Penggunaan Pendapatan BLU untuk Belanja
Salah satu karakteristik penting BLU adalah adanya fleksibilitas dalam penggunaan pendapatan untuk mendukung layanan.
Penggunaan pendapatan harus tetap memperhatikan:
- RBA;
- RSB;
- target kinerja;
- ketentuan belanja;
- ketersediaan kas;
- ketentuan pengadaan;
- kebutuhan layanan;
- pengendalian internal;
- pertanggungjawaban.
Dengan demikian, fleksibilitas tidak berarti setiap pendapatan dapat digunakan untuk kegiatan apa pun tanpa dasar perencanaan.
Dalam pengelolaan BLU, belanja harus dikaitkan dengan pencapaian output dan kualitas layanan.
Apakah Pendapatan BLU Dapat Digunakan untuk Belanja Modal?
Pertanyaan ini sering muncul dalam pengelolaan PTN-BLU.
Pendapatan BLU tidak secara otomatis terbatas hanya untuk belanja operasional. Penggunaannya dapat mencakup belanja modal sepanjang sesuai dengan RBA, ketentuan pengelolaan BLU, dan dokumen perencanaan serta anggaran yang berlaku.
Contohnya, PTN-BLU dapat merencanakan pengembangan:
- laboratorium;
- peralatan pendidikan;
- sistem teknologi informasi;
- fasilitas pembelajaran;
- sarana penelitian;
- jaringan;
- fasilitas pendukung layanan pendidikan.
Namun, setiap belanja tetap harus mempunyai dasar kebutuhan, perencanaan, ketersediaan anggaran atau sumber dana, serta proses pengadaan dan pertanggungjawaban yang sesuai.
Mekanisme Pengesahan Pendapatan dan Belanja BLU
Salah satu perbedaan penting antara satker biasa dan BLU adalah mekanisme pengesahan transaksi yang bersumber dari pendapatan BLU.
Pendapatan BLU yang digunakan untuk belanja tidak serta-merta berarti transaksi tersebut berada di luar sistem keuangan negara.
Pendapatan dan belanja tersebut tetap harus dicatat dan disahkan sesuai mekanisme yang ditetapkan.
Salah satu instrumen yang dikenal dalam mekanisme BLU adalah Surat Perintah Pengesahan Pendapatan dan Belanja atau SP3B BLU.
Secara sederhana:
Pendapatan BLU → Masuk Rekening BLU → Digunakan sesuai RBA → Belanja → Dicatat → Diajukan Pengesahan → Tercermin dalam sistem perbendaharaan
Pengesahan tersebut penting agar transaksi BLU tetap tercatat dalam sistem keuangan pemerintah dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pengelolaan Rekening PTN-BLU
Pengelolaan rekening merupakan aspek yang tidak kalah penting.
Ketentuan BLU mengatur rekening operasional untuk mendukung penerimaan dan pengeluaran BLU. Dalam kondisi tertentu terdapat pula rekening lain sesuai karakteristik dana yang dikelola.
PMK 76 Tahun 2025 antara lain memperbarui ketentuan mengenai rekening operasional dan penerimaan hibah. Penerimaan tertentu diarahkan masuk melalui rekening operasional yang sesuai dan terdapat ketentuan mengenai batas waktu penyetoran penerimaan.
Karena itu, PTN-BLU perlu memiliki pengendalian internal yang jelas mengenai:
- siapa yang menerima uang;
- kapan penerimaan disetorkan;
- rekening yang digunakan;
- siapa yang memiliki kewenangan pembayaran;
- mekanisme rekonsiliasi;
- pemeriksaan saldo;
- pelaporan rekening;
- dokumentasi transaksi.
Perencanaan Penggunaan Dana APBN PTN-BLU
Perencanaan penggunaan dana sebaiknya tidak hanya berorientasi pada penyerapan anggaran.
Perencanaan harus mempertimbangkan hubungan antara anggaran dengan hasil layanan.
Beberapa pertanyaan penting dalam perencanaan antara lain:
- Apa tujuan penggunaan dana?
- Kegiatan apa yang akan dibiayai?
- Berapa kebutuhan anggarannya?
- Sumber dana apa yang digunakan?
- Apa output yang dihasilkan?
- Apa indikator keberhasilannya?
- Apakah kegiatan tercantum dalam RBA?
- Apakah tersedia dalam DIPA apabila menggunakan Rupiah Murni?
- Apakah proses pengadaan telah direncanakan?
- Bagaimana pertanggungjawabannya?
Pendekatan tersebut membantu PTN-BLU menghindari perencanaan yang hanya mengejar realisasi anggaran tanpa mempertimbangkan manfaat dan output.
Pengadaan Barang dan Jasa dalam Penggunaan Dana PTN-BLU
Penggunaan dana untuk pengadaan barang dan jasa harus tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku bagi BLU.
Beberapa area yang perlu diperhatikan antara lain:
- perencanaan kebutuhan;
- spesifikasi teknis;
- estimasi biaya;
- metode pemilihan;
- dokumen pengadaan;
- kontrak;
- pemeriksaan hasil pekerjaan;
- pembayaran;
- pencatatan aset;
- pengendalian dan audit.
Unit keuangan, pengadaan, pengguna barang, dan unit teknis perlu berkoordinasi agar proses penggunaan dana tidak berjalan secara terpisah.
Contohnya, ketika PTN-BLU membeli peralatan laboratorium menggunakan pendapatan layanan, keputusan tersebut harus terhubung dengan kebutuhan akademik atau penelitian, rencana pengembangan fasilitas, RBA, proses pengadaan, penerimaan barang, pencatatan aset, hingga pembayaran.
Penggunaan Dana APBN dan Pengendalian Internal
Pengendalian internal berfungsi memastikan bahwa penggunaan dana:
- sesuai tujuan;
- sesuai kewenangan;
- didukung dokumen;
- tercatat;
- dapat ditelusuri;
- menghasilkan output;
- dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam pengelolaan BLU, sistem pengendalian intern mencakup lingkungan pengendalian, penilaian risiko, aktivitas pengendalian, informasi dan komunikasi, serta pemantauan.
PTN-BLU dapat memperkuat pengendalian melalui:
- pemisahan fungsi;
- otorisasi berjenjang;
- rekonsiliasi berkala;
- pemeriksaan dokumen;
- monitoring realisasi;
- pengendalian rekening;
- pemantauan kontrak;
- audit internal;
- tindak lanjut temuan;
- dokumentasi yang memadai.
Peran SPI dalam Penggunaan Dana APBN
Satuan Pengawasan Intern atau SPI memiliki posisi penting dalam menjaga tata kelola keuangan PTN-BLU.
SPI dapat membantu memastikan bahwa:
- proses berjalan sesuai kebijakan;
- risiko telah diidentifikasi;
- pengendalian berjalan efektif;
- transaksi dapat ditelusuri;
- temuan segera ditindaklanjuti;
- tata kelola terus diperbaiki.
Peran SPI tidak hanya menunggu terjadinya masalah. Pendekatan berbasis risiko dapat digunakan sejak tahap perencanaan.
Misalnya, jika PTN-BLU memiliki proyek pengadaan bernilai besar, SPI dapat melakukan pemetaan risiko sejak tahap perencanaan, kemudian melakukan monitoring pada tahapan kritis.
Pertanggungjawaban Penggunaan Dana
Pertanggungjawaban merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari penggunaan dana.
Dokumen pertanggungjawaban harus memberikan bukti bahwa transaksi:
- benar-benar terjadi;
- sesuai tujuan;
- dilakukan oleh pihak berwenang;
- memiliki bukti transaksi;
- dicatat dengan benar;
- sesuai sumber dana;
- sesuai ketentuan.
Dokumen yang diperlukan dapat berbeda sesuai jenis transaksi, tetapi secara umum dapat meliputi:
- dokumen anggaran;
- surat keputusan;
- kontrak;
- kuitansi;
- faktur;
- berita acara;
- bukti penerimaan barang;
- bukti pembayaran;
- dokumen pajak;
- laporan kegiatan;
- dokumen pendukung lainnya.
Risiko yang Sering Terjadi dalam Penggunaan Dana PTN-BLU
Beberapa risiko yang perlu diantisipasi antara lain:
| Risiko | Penyebab | Dampak |
|---|---|---|
| Salah sumber dana | Tidak membedakan RM dan pendapatan BLU | Kesalahan administrasi |
| Belanja tidak sesuai RBA | Perencanaan tidak akurat | Ketidaksesuaian anggaran |
| Dokumen tidak lengkap | Pengendalian lemah | Temuan pemeriksaan |
| Keterlambatan pengesahan | Administrasi tidak tertib | Perbedaan pencatatan |
| Saldo rekening tidak direkonsiliasi | Monitoring lemah | Risiko kesalahan kas |
| Pengadaan tidak sesuai prosedur | Kurangnya koordinasi | Risiko hukum dan keuangan |
| Output tidak tercapai | Anggaran tidak berbasis kinerja | Efektivitas rendah |
| Temuan tidak ditindaklanjuti | Monitoring lemah | Masalah berulang |
Strategi Meningkatkan Efektivitas Pengelolaan Dana PTN-BLU
PTN-BLU dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan dana melalui beberapa strategi.
Memperkuat Perencanaan
RBA harus disusun berdasarkan kebutuhan nyata, kapasitas keuangan, target layanan, dan prioritas organisasi.
Mengintegrasikan Perencanaan dan Anggaran
Rencana strategis harus diterjemahkan secara konsisten ke dalam RBA dan dokumen pelaksanaan anggaran.
Memisahkan Sumber Dana secara Jelas
Setiap transaksi perlu diidentifikasi berdasarkan sumber dana agar mekanisme penggunaannya tidak tertukar.
Meningkatkan Kompetensi SDM
Pejabat pengelola keuangan perlu memahami perkembangan regulasi dan mekanisme teknis.
Memperkuat Digitalisasi
Pemanfaatan sistem informasi dapat membantu monitoring anggaran, rekonsiliasi, dokumentasi, dan pelaporan.
Meningkatkan Peran SPI
SPI perlu terlibat dalam pengawasan berbasis risiko dan memberikan rekomendasi perbaikan.
Contoh Kasus Nyata: Pengadaan Peralatan Laboratorium PTN-BLU
Sebagai ilustrasi penerapan, sebuah PTN-BLU memiliki rencana meningkatkan kapasitas laboratorium untuk mendukung pendidikan dan penelitian.
Universitas tersebut merencanakan pembelian peralatan laboratorium senilai Rp2 miliar.
Tahap pertama adalah memastikan kebutuhan tersebut masuk dalam perencanaan organisasi dan RBA.
Selanjutnya ditentukan sumber pendanaan. Misalnya, sebagian kebutuhan berasal dari pendapatan BLU dan sebagian lainnya berasal dari alokasi APBN sesuai dokumen anggaran yang tersedia.
Kesalahan yang perlu dihindari adalah menganggap seluruh dana tersebut memiliki mekanisme pembayaran yang sama.
Untuk bagian yang bersumber dari Rupiah Murni, mekanisme pembayaran mengikuti ketentuan pelaksanaan APBN melalui dokumen anggaran dan prosedur pembayaran yang berlaku.
Sementara bagian yang bersumber dari pendapatan BLU mengikuti mekanisme pengelolaan pendapatan dan belanja BLU, termasuk pengesahan sesuai ketentuan.
Setelah peralatan diterima, PTN-BLU perlu memastikan:
- barang sesuai spesifikasi;
- terdapat berita acara penerimaan;
- pembayaran didukung dokumen;
- aset dicatat;
- transaksi dibukukan;
- penggunaan barang dapat dipantau;
- output layanan dapat dievaluasi.
Kasus tersebut menunjukkan bahwa fleksibilitas BLU harus disertai disiplin administrasi dan pengendalian.
Checklist Penggunaan Dana APBN bagi PTN-BLU
Sebelum menggunakan dana, pengelola dapat menggunakan checklist berikut:
| Pemeriksaan | Ya/Tidak |
|---|---|
| Kegiatan tercantum dalam perencanaan | ☐ |
| Sesuai RSB | ☐ |
| Sesuai RBA | ☐ |
| Sumber dana telah ditentukan | ☐ |
| Tersedia anggaran/DIPA jika menggunakan RM | ☐ |
| Output telah ditentukan | ☐ |
| Kewenangan pejabat telah jelas | ☐ |
| Mekanisme pengadaan telah ditentukan | ☐ |
| Dokumen pendukung lengkap | ☐ |
| Proses pembayaran sesuai ketentuan | ☐ |
| Pencatatan akuntansi dilakukan | ☐ |
| Pengesahan dilakukan apabila diperlukan | ☐ |
| Rekonsiliasi dilakukan | ☐ |
| Pertanggungjawaban terdokumentasi | ☐ |
Mengapa Bimtek Mekanisme Penggunaan Dana APBN bagi PTN-BLU Penting?
Perubahan regulasi dan perkembangan tata kelola BLU membuat kompetensi pengelola keuangan perlu terus diperbarui.
Bimtek dapat menjadi forum untuk menyamakan pemahaman antara:
- pimpinan PTN;
- pejabat pengelola keuangan;
- KPA;
- PPK;
- PPSPM;
- bendahara;
- pengelola RBA;
- pengelola BMN;
- unit pengadaan;
- SPI;
- perencana;
- auditor internal;
- pengelola layanan.
Materi pelatihan dapat diarahkan tidak hanya pada pemahaman regulasi, tetapi juga simulasi kasus dan penyelesaian masalah yang sering terjadi dalam pelaksanaan anggaran.
Materi Bimtek Mekanisme Penggunaan Dana APBN bagi PTN-BLU Terbaru 2026–2027
Materi dapat mencakup:
- Kebijakan terbaru pengelolaan keuangan BLU.
- Kerangka regulasi PTN-BLU.
- Update PMK 76 Tahun 2025.
- Konsep fleksibilitas pengelolaan keuangan BLU.
- Rencana Strategis Bisnis dan RBA.
- Hubungan RSB, RBA, DIPA, dan target kinerja.
- Mekanisme penggunaan Rupiah Murni.
- Mekanisme penggunaan pendapatan BLU.
- Pengelolaan PNBP BLU.
- Mekanisme SPP, SPM, dan SP2D.
- Mekanisme SP3B BLU.
- Pengelolaan rekening BLU.
- Penggunaan dana untuk belanja operasional.
- Penggunaan dana untuk belanja modal.
- Pengadaan barang dan jasa PTN-BLU.
- Pengelolaan kas dan rekonsiliasi.
- Pengelolaan hibah.
- Penatausahaan dan pertanggungjawaban.
- Akuntansi dan pelaporan BLU.
- Sistem Pengendalian Intern.
- Peran SPI dalam pengawasan.
- Manajemen risiko keuangan.
- Monitoring dan evaluasi kinerja.
- Studi kasus penggunaan dana PTN-BLU.
- Simulasi penyelesaian permasalahan pengelolaan anggaran.
Kompetensi yang Diharapkan Setelah Mengikuti Bimtek
Setelah mengikuti bimtek, peserta diharapkan mampu:
- memahami kebijakan terbaru pengelolaan dana PTN-BLU;
- membedakan sumber dana APBN dan pendapatan BLU;
- memahami mekanisme penggunaan Rupiah Murni;
- memahami mekanisme penggunaan pendapatan BLU;
- menyusun perencanaan anggaran secara lebih tepat;
- menghubungkan RSB dengan RBA;
- memahami hubungan RBA dengan DIPA;
- memahami mekanisme pembayaran melalui KPPN;
- memahami mekanisme pengesahan pendapatan dan belanja BLU;
- memperkuat dokumentasi transaksi;
- meningkatkan pengendalian internal;
- mengidentifikasi risiko penggunaan dana;
- meningkatkan kualitas pertanggungjawaban;
- mendukung pencapaian target layanan dan kinerja PTN-BLU.
FAQ Mekanisme Penggunaan Dana APBN bagi PTN-BLU
1. Apakah PTN-BLU tetap menggunakan dana APBN?
Ya. PTN-BLU tetap dapat memperoleh alokasi anggaran yang bersumber dari APBN sesuai kebijakan dan dokumen anggaran. Selain itu, PTN-BLU dapat memiliki sumber pendapatan BLU lainnya sesuai ketentuan.
2. Apakah dana APBN dan pendapatan BLU memiliki mekanisme penggunaan yang sama?
Tidak selalu. Dana yang bersumber dari Rupiah Murni mengikuti mekanisme pelaksanaan APBN, sedangkan pendapatan BLU memiliki mekanisme fleksibilitas dan pengesahan tersendiri sesuai ketentuan pengelolaan BLU.
3. Apa fungsi DIPA bagi PTN-BLU?
DIPA menjadi dokumen pelaksanaan anggaran yang memuat alokasi anggaran, program, kegiatan, dan output yang menjadi dasar pelaksanaan anggaran yang bersumber dari APBN.
4. Apakah pendapatan BLU dapat digunakan untuk belanja modal?
Pada prinsipnya dapat digunakan untuk kebutuhan belanja yang diperbolehkan, termasuk belanja modal, sepanjang sesuai dengan RBA, ketentuan pengelolaan BLU, serta peraturan terkait.
5. Apa itu SP3B BLU?
SP3B BLU merupakan dokumen yang digunakan dalam mekanisme pengesahan pendapatan dan belanja BLU kepada KPPN sesuai ketentuan yang berlaku.
6. Mengapa PTN-BLU perlu memperhatikan PMK 76 Tahun 2025?
Karena PMK 76 Tahun 2025 merupakan perubahan kedua atas PMK 129/PMK.05/2020 dan membawa sejumlah penyempurnaan terkait pengelolaan BLU, termasuk RSB, RBA, pendapatan dan belanja, hibah, rekening, tata kelola, pengawasan, dan kinerja.
7. Siapa yang perlu mengikuti Bimtek Mekanisme Penggunaan Dana APBN bagi PTN-BLU?
Pelatihan relevan bagi pimpinan PTN-BLU, pejabat pengelola keuangan, KPA, PPK, PPSPM, bendahara, pengelola RBA, perencana, pengelola pengadaan, pengelola aset, SPI, auditor internal, dan pegawai yang terlibat dalam pengelolaan anggaran.
Penutup
Pengelolaan dana APBN pada PTN-BLU membutuhkan keseimbangan antara fleksibilitas, efisiensi, kepatuhan, akuntabilitas, dan pencapaian kinerja. Fleksibilitas keuangan yang menjadi karakteristik BLU harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan institusi.
Untuk periode 2026–2027, PTN-BLU perlu memberikan perhatian terhadap perkembangan regulasi, khususnya perubahan pedoman pengelolaan BLU melalui PMK 76 Tahun 2025. Pemahaman terhadap hubungan antara RSB, RBA, DIPA, sumber dana, mekanisme pembayaran, pengesahan, pengelolaan rekening, pelaporan, dan pengendalian internal menjadi bagian penting dari tata kelola keuangan yang baik.
Penguatan kompetensi SDM melalui Bimtek Mekanisme Penggunaan Dana APBN bagi PTN-BLU Terbaru 2026–2027 dapat membantu organisasi menyamakan pemahaman, mengidentifikasi risiko, memperbaiki proses administrasi, serta meningkatkan kualitas pelaksanaan dan pertanggungjawaban anggaran.
Tingkatkan kompetensi pengelolaan keuangan PTN-BLU dan pastikan setiap penggunaan dana APBN mendukung layanan pendidikan yang efektif, akuntabel, dan berorientasi pada kinerja.
Lokasi: HI Hotel Senen
📍 Jl. Pasar Senen No.3 Jakarta Pusat 10410
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: Serela Cihampelas Hotel Bandun
📍 Jl. Cihampelas No.147, Cipaganti, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat 40131
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: Swiss-Belexpress Kuta Legian
📍 Jl. Legian Gg. Troppozone, Lingkungan Pelasa, Kuta, Kec. Kuta, Kabupaten Badung, Bali 80361
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: Hotel NEO+ - Bp
📍 Jl. Mayjend Sutoyo No.67, Gunungsari Ulu, Kec. Balikpapan Tengah, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur 7612
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: Biz Hotel - Batam
📍 Komplek Nagoya Newtown Blok T No.15 Jalan Kompleks Nagoya City Walk, Lubuk Baja Kota, Kec. Lubuk Baja, Kota Batam, Kepulauan Riau 2944
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: MaxOne Hotel Dharmahusada
📍 Jl. Dharmahusada No.189, Mojo, Kec. Gubeng, Surabaya, Jawa Timur 60285
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: Gets Hotel Malang
📍 Jl. Brigjend Slamet Riadi No.38, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65119
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: favehotel S. Parman - Medan
📍 Jl. S. Parman No.313A, Petisah Hulu, Kec. Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara 20152
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: FOX Lite Hotel Samarinda
📍 Jl. Mayor Jendral S. Parman No.15, Temindung Permai, Kec. Sungai Pinang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75119
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: Aston Inn Pantai Losari - Makassar
📍 Jl. Daeng Tompo No.28-36, Maloku, Kec. Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90112
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Jakarta Hotel HI Jakarta
Bandung Hotel Fave Serela Cihamplas
Yogjakarta Hotel Amaris Maliboro
Bali Swibell Express Kuta Legian
Surabaya Hotel Max One
Malang Hotel Gets
Bali Hotel Swisbel Inn Exsperes Kuta
Makassar Hotel Aston Inn
Balikpapan Hotel Neo
Samarinda Hotel Fox
Batam Hotel BIZ
Medan Hotel Fave Medan
dan Hotel Pilihan Sesuai Request Peserta

