Bimtek Strategi Penggunaan Dana APBN untuk Mendukung Kinerja PTN-BLU 2026–2027
INFORMASI ALAMAT & NOMOR TELEPON
Untuk mengirim pesan singkat kepada kami, Anda dapat menghubungi salah satu customer service yang sudah kami cantumkan
KONTAK KAMI
18 Office Park Building, 21th Floor Unit C
Jl. TB Simatupang No. 18, Pasar Minggu
Jakarta Selatan, 12520
info@bimtekedukasi.com
0821-9026-8799
Daftar Isi
TogglePerguruan Tinggi Negeri yang menerapkan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum (PTN-BLU) memiliki karakteristik pengelolaan keuangan yang berbeda dengan satuan kerja pemerintah pada umumnya. PTN-BLU dituntut mampu memberikan layanan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta layanan pendukung lainnya secara efektif, efisien, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan kualitas layanan.
Dalam konteks tersebut, strategi penggunaan dana APBN untuk mendukung kinerja PTN-BLU 2026–2027 menjadi salah satu aspek penting yang perlu dipahami oleh pimpinan perguruan tinggi, pejabat pengelola keuangan, perencana, pengelola anggaran, bendahara, SPI, hingga unit-unit pelaksana kegiatan.
Dana yang bersumber dari APBN bukan sekadar anggaran yang harus direalisasikan. Penggunaan dana APBN perlu diarahkan untuk mendukung target kinerja, prioritas institusi, kualitas layanan akademik, penguatan penelitian, pengembangan sarana dan prasarana, transformasi digital, serta peningkatan tata kelola perguruan tinggi.
Kerangka pengelolaan BLU sendiri berlandaskan antara lain pada PP Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan BLU sebagaimana telah diubah dengan PP Nomor 74 Tahun 2012.
Selain itu, untuk konteks 2026–2027, pengelola PTN-BLU perlu memperhatikan perkembangan regulasi terbaru, termasuk PMK Nomor 76 Tahun 2025 yang merupakan perubahan kedua atas PMK Nomor 129/PMK.05/2020 tentang Pedoman Pengelolaan BLU. Peraturan tersebut berlaku sejak 19 November 2025 dan antara lain memperbarui pengaturan mengenai Rencana Strategis Bisnis, RBA, pendapatan dan belanja, hibah, tata kelola, Dewan Pengawas, dan remunerasi BLU.
Mengapa Strategi Penggunaan Dana APBN Penting bagi PTN-BLU?
APBN memiliki fungsi penting dalam mendukung penyelenggaraan layanan publik, termasuk pendidikan tinggi. Pada PTN-BLU, dana APBN harus ditempatkan sebagai bagian dari keseluruhan strategi pendanaan dan pencapaian kinerja institusi.
Pengelolaan dana APBN yang baik tidak hanya dilihat dari persentase realisasi anggaran. Kinerja anggaran perlu dikaitkan dengan:
- pencapaian indikator kinerja;
- kualitas layanan pendidikan;
- efektivitas program;
- efisiensi penggunaan sumber daya;
- pencapaian target strategis;
- peningkatan kualitas penelitian;
- pengembangan sarana dan prasarana;
- transformasi digital;
- penguatan tata kelola;
- kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan.
Dengan demikian, keberhasilan pengelolaan APBN pada PTN-BLU seharusnya tidak berhenti pada pertanyaan “berapa besar anggaran yang telah dibelanjakan?”, tetapi berkembang menjadi “seberapa besar anggaran tersebut menghasilkan manfaat dan mendukung target kinerja perguruan tinggi?”
APBN sebagai Instrumen Pencapaian Kinerja
Penggunaan APBN perlu diarahkan pada program yang memiliki hubungan jelas antara input, aktivitas, output, dan outcome.
Contohnya, pengadaan perangkat laboratorium bukan sekadar menghasilkan barang berupa peralatan. Investasi tersebut dapat diarahkan untuk mendukung peningkatan kapasitas praktikum, penelitian, publikasi ilmiah, kerja sama industri, sertifikasi laboratorium, atau peningkatan kualitas lulusan.
Dengan pendekatan tersebut, perencanaan anggaran menjadi lebih strategis.
| Pendekatan Konvensional | Pendekatan Berbasis Kinerja |
|---|---|
| Fokus pada penyerapan anggaran | Fokus pada pencapaian hasil |
| Anggaran dipandang sebagai biaya | Anggaran dipandang sebagai instrumen pencapaian tujuan |
| Pengadaan sebagai aktivitas utama | Pengadaan dikaitkan dengan kebutuhan dan output |
| Berorientasi realisasi | Berorientasi output dan outcome |
| Evaluasi setelah kegiatan | Monitoring dilakukan sepanjang siklus kegiatan |
Memahami Karakteristik PTN-BLU dalam Pengelolaan Keuangan
BLU merupakan pola pengelolaan yang memberikan fleksibilitas tertentu kepada instansi pemerintah dalam pengelolaan keuangannya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Dalam pengelolaan PTN-BLU, fleksibilitas tersebut tetap harus berjalan bersama prinsip akuntabilitas, transparansi, efisiensi, efektivitas, dan kepatuhan.
PP Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan BLU masih tercatat berlaku dan telah diubah melalui PP Nomor 74 Tahun 2012.
Karakteristik utama PTN-BLU antara lain:
- menyelenggarakan pelayanan publik;
- memiliki fleksibilitas tertentu dalam pengelolaan keuangan;
- memperoleh sumber pendanaan yang dapat berasal dari APBN dan sumber pendapatan BLU sesuai ketentuan;
- menyusun perencanaan berbasis kinerja;
- wajib menyelenggarakan tata kelola dan pelaporan;
- tetap berada dalam kerangka pengelolaan keuangan negara.
Karena itu, pengelola PTN-BLU perlu memahami bahwa fleksibilitas BLU bukan berarti bebas dari aturan. Fleksibilitas justru harus digunakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dengan tetap mempertahankan akuntabilitas.
Hubungan APBN, PNBP, dan Pendapatan BLU
Salah satu aspek yang sering menimbulkan pertanyaan adalah hubungan antara dana APBN dengan pendapatan BLU, termasuk penerimaan negara bukan pajak (PNBP).
Dalam praktik pengelolaan BLU, sumber dana dapat berasal dari berbagai sumber sesuai ketentuan, termasuk penerimaan yang bersumber dari anggaran pemerintah, pendapatan layanan, hibah, kerja sama, dan sumber sah lainnya.
DJPb menjelaskan bahwa dana operasional BLU dapat mencakup penerimaan yang bersumber dari APBN/APBD, pendapatan jasa layanan, hibah, serta hasil kerja sama atau usaha lainnya. Pendapatan layanan, hibah tertentu, dan hasil kerja sama/usaha dapat merupakan PNBP dan pada kondisi tertentu dapat digunakan langsung oleh BLU sesuai ketentuan serta dilakukan pengesahan melalui mekanisme yang berlaku.
Dengan demikian, pengelola keuangan PTN-BLU perlu membedakan:
- sumber dana;
- status pendapatan;
- mekanisme penggunaan;
- mekanisme pengesahan;
- mekanisme pelaporan;
- tujuan penggunaan;
- hubungan dengan target kinerja.
Strategi Pertama: Menyelaraskan APBN dengan Rencana Strategis Bisnis
Salah satu fondasi penggunaan APBN yang efektif adalah memastikan bahwa anggaran tidak berjalan sendiri dari dokumen strategis perguruan tinggi.
PTN-BLU perlu memastikan adanya keterkaitan antara:
Rencana Strategis → Rencana Strategis Bisnis → RBA → DIPA → Pelaksanaan Anggaran → Output → Outcome → Evaluasi Kinerja
PMK Nomor 76 Tahun 2025 memperbarui ketentuan terkait Rencana Strategis Bisnis BLU. Regulasi tersebut antara lain mengatur format RSB sebagai rencana strategis bisnis lima tahunan yang memuat ringkasan eksekutif, analisis dan strategi, program, kegiatan, serta indikator.
Artinya, penggunaan dana APBN perlu memiliki hubungan yang jelas dengan arah strategis PTN-BLU.
Contoh Penyelarasan
Misalnya PTN-BLU menetapkan sasaran strategis:
“Meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis teknologi digital.”
Maka penggunaan APBN dapat diarahkan untuk kegiatan seperti:
- pengembangan platform pembelajaran;
- penguatan infrastruktur jaringan;
- peningkatan kapasitas dosen;
- pengembangan studio pembelajaran;
- pengadaan perangkat pendukung;
- penguatan keamanan informasi;
- peningkatan layanan digital mahasiswa.
Namun setiap pengeluaran tetap harus disesuaikan dengan dokumen perencanaan, penganggaran, standar biaya, kewenangan, serta ketentuan pelaksanaan APBN yang berlaku.
Strategi Kedua: Mengintegrasikan RBA dengan Penggunaan APBN
Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) merupakan instrumen penting dalam pengelolaan BLU.
RBA seharusnya tidak diposisikan hanya sebagai dokumen administratif. Dokumen tersebut harus menjadi alat untuk menerjemahkan strategi PTN-BLU menjadi program, kegiatan, kebutuhan anggaran, target pendapatan, serta target belanja.
PMK 76 Tahun 2025 juga melakukan perubahan pada ketentuan mengenai analisis RBA, termasuk keterkaitan target PNBP BLU, rencana belanja, dan keselarasan dengan RSB.
Prinsip Penyusunan RBA yang Strategis
RBA dapat diperkuat melalui beberapa pendekatan:
- berbasis target kinerja;
- berbasis kebutuhan layanan;
- berbasis prioritas strategis;
- berbasis data historis;
- memperhatikan kemampuan pendanaan;
- memperhitungkan risiko;
- memperhatikan proyeksi pendapatan dan belanja;
- menghindari duplikasi program;
- memiliki indikator yang dapat diukur.
Pertanyaan Kunci dalam Menyusun Anggaran
Sebelum suatu kegiatan dimasukkan dalam rencana anggaran, pengelola dapat mengajukan pertanyaan:
- Apa masalah yang hendak diselesaikan?
- Apa tujuan kegiatan?
- Apa output yang dihasilkan?
- Apa outcome yang diharapkan?
- Bagaimana kontribusinya terhadap target PTN-BLU?
- Apakah kegiatan tersebut merupakan prioritas?
- Berapa kebutuhan anggarannya?
- Apakah terdapat sumber pembiayaan lain?
- Apa risiko pelaksanaannya?
- Bagaimana hasilnya akan diukur?
Strategi Ketiga: Menentukan Prioritas Penggunaan Dana APBN
Keterbatasan anggaran membuat PTN-BLU perlu menetapkan prioritas secara objektif.
Prioritas penggunaan dana dapat mempertimbangkan:
| Kriteria | Pertanyaan Evaluasi |
|---|---|
| Strategis | Apakah mendukung sasaran strategis PTN? |
| Urgensi | Seberapa penting kegiatan dilaksanakan? |
| Dampak | Berapa besar manfaat terhadap layanan? |
| Efisiensi | Apakah biaya sebanding dengan hasil? |
| Kepatuhan | Apakah sesuai ketentuan? |
| Risiko | Apa risiko apabila kegiatan tidak dilakukan? |
| Keberlanjutan | Apakah manfaat dapat dipertahankan? |
| Kinerja | Apakah output dan outcome dapat diukur? |
Pendekatan ini membantu mencegah penggunaan anggaran hanya berdasarkan pola historis.
Strategi Keempat: Mengoptimalkan APBN untuk Peningkatan Mutu Pendidikan
Salah satu tujuan strategis PTN adalah meningkatkan mutu pendidikan.
Penggunaan dana APBN dapat mendukung program yang berkaitan dengan:
- peningkatan kualitas pembelajaran;
- pengembangan kurikulum;
- peningkatan kompetensi dosen;
- pengembangan laboratorium;
- digitalisasi pembelajaran;
- peningkatan kualitas perpustakaan;
- pengembangan sistem informasi akademik;
- peningkatan layanan mahasiswa;
- penguatan program internasionalisasi;
- peningkatan relevansi lulusan dengan dunia kerja.
Namun setiap penggunaan anggaran harus tetap memperhatikan klasifikasi belanja, dokumen perencanaan, ketentuan pengadaan, serta regulasi yang berlaku.
Mengubah Orientasi dari Belanja ke Manfaat
Misalnya sebuah fakultas membutuhkan perangkat laboratorium senilai tertentu.
Pendekatan sederhana:
“Anggaran digunakan untuk membeli perangkat laboratorium.”
Pendekatan berbasis kinerja:
“Anggaran digunakan untuk meningkatkan kapasitas praktikum dan penelitian sehingga menghasilkan peningkatan kualitas pembelajaran, kapasitas penelitian, dan layanan laboratorium.”
Perbedaan tersebut terlihat sederhana, tetapi sangat penting dalam proses perencanaan dan evaluasi.
Strategi Kelima: Mendukung Penelitian dan Inovasi
PTN-BLU juga memiliki peran penting dalam menghasilkan penelitian dan inovasi.
Dana APBN dapat mendukung ekosistem penelitian melalui:
- penguatan fasilitas penelitian;
- pengembangan laboratorium;
- penyediaan peralatan penelitian;
- pengembangan database;
- dukungan kegiatan ilmiah;
- pengembangan inovasi;
- hilirisasi hasil penelitian;
- penguatan kerja sama penelitian;
- peningkatan kapasitas peneliti.
Strategi penggunaan dana sebaiknya tidak hanya melihat jumlah kegiatan penelitian, tetapi juga hasil yang dihasilkan.
Indikator dapat mencakup:
- publikasi;
- prototipe;
- hak kekayaan intelektual;
- teknologi yang dihasilkan;
- kerja sama;
- pemanfaatan hasil penelitian;
- kontribusi terhadap masyarakat atau industri.
Strategi Keenam: Memperkuat Infrastruktur dan Sarana Prasarana
Investasi sarana dan prasarana merupakan salah satu komponen yang dapat memberikan dampak jangka panjang.
Namun pengadaan aset bernilai besar perlu dilakukan melalui perencanaan yang matang.
PTN-BLU perlu mempertimbangkan:
- kebutuhan aktual;
- utilisasi aset;
- biaya pemeliharaan;
- umur ekonomis;
- kemampuan operasional;
- integrasi dengan sistem yang sudah ada;
- risiko aset menganggur;
- manfaat jangka panjang.
Pengadaan tidak seharusnya hanya didorong oleh ketersediaan anggaran.
Prinsip “Need Before Spend”
Salah satu prinsip yang dapat digunakan adalah:
Kebutuhan → Analisis → Prioritas → Anggaran → Pengadaan → Pemanfaatan → Evaluasi
Bukan:
Anggaran tersedia → Cari kegiatan → Belanja
Perubahan pola pikir tersebut dapat membantu meningkatkan kualitas penggunaan APBN.
Strategi Ketujuh: Menghindari Duplikasi Pembiayaan
PTN-BLU memiliki lebih dari satu sumber pendanaan. Karena itu, pengelola perlu mengidentifikasi sumber pembiayaan yang tepat untuk setiap kegiatan.
Contoh sederhana:
| Kegiatan | Sumber Pendanaan | Pertimbangan |
|---|---|---|
| Program prioritas pemerintah | APBN sesuai alokasi | Mengikuti ketentuan anggaran |
| Layanan tertentu | Pendapatan BLU/PNBP | Sesuai karakteristik layanan |
| Program kerja sama | Pendapatan kerja sama | Sesuai perjanjian |
| Program hibah | Hibah | Sesuai peruntukan hibah |
| Investasi strategis | APBN/BLU sesuai ketentuan | Analisis kebutuhan dan kemampuan |
Pemetaan tersebut membantu mengurangi risiko pembiayaan ganda terhadap kegiatan yang sama.
Strategi Kedelapan: Mengelola PNBP sebagai Pelengkap Strategi Pendanaan
Penggunaan dana APBN perlu dilihat bersama kemampuan PTN-BLU mengelola pendapatan layanan.
PNBP pada PTN-BLU dapat berasal dari layanan atau sumber penerimaan lain sesuai ketentuan. Pengelolaan pendapatan tersebut harus memperhatikan legalitas sumber penerimaan, tarif, mekanisme pemungutan, pencatatan, penggunaan, serta pengesahan.
Dengan demikian, strategi keuangan PTN-BLU perlu melihat hubungan:
APBN + PNBP/Pendapatan BLU + Hibah + Kerja Sama + Sumber Sah Lainnya
sebagai satu ekosistem pendanaan.
PMK 76 Tahun 2025 juga memperbarui ketentuan terkait pendapatan, belanja, dan hibah dalam pengelolaan BLU.
Strategi Kesembilan: Menguatkan Pengendalian Realisasi Anggaran
Perencanaan yang baik tidak cukup apabila tidak diikuti monitoring.
Pengelola PTN-BLU dapat melakukan monitoring secara berkala terhadap:
- realisasi anggaran;
- realisasi fisik;
- pencapaian output;
- pencapaian indikator kinerja;
- kontrak;
- pembayaran;
- saldo anggaran;
- risiko keterlambatan;
- kebutuhan revisi;
- kesesuaian penggunaan dana.
Monitoring sebaiknya dilakukan sejak awal tahun anggaran.
Dashboard Monitoring
PTN-BLU dapat membangun dashboard sederhana yang memuat:
| Indikator | Status |
|---|---|
| Pagu anggaran | Tersedia |
| Realisasi keuangan | Dipantau |
| Realisasi fisik | Dipantau |
| Target output | Dipantau |
| Capaian kinerja | Dipantau |
| Risiko | Dipantau |
| Deviasi | Dianalisis |
| Tindak lanjut | Dicatat |
Dashboard semacam ini membantu pimpinan mengambil keputusan berdasarkan data.
Strategi Kesepuluh: Memastikan Kepatuhan dalam Proses Pengesahan
Pengelolaan BLU memiliki mekanisme administrasi dan pengesahan yang perlu dipahami oleh pejabat terkait.
Dalam proses SP3B BLU/SP2B BLU, KPPN menggunakan mekanisme elektronik melalui Aplikasi SAKTI. Standar layanan KPPN tahun 2026 menjelaskan bahwa satker menyampaikan ADK SP3B BLU dan dokumen pendukung secara elektronik melalui SAKTI. KPPN kemudian melakukan penelitian kelengkapan dan kebenaran dokumen; apabila memenuhi persyaratan, proses pengesahan SP2B dilanjutkan sesuai prosedur.
Hal ini menunjukkan pentingnya sinkronisasi antara:
- pengelola kegiatan;
- PPK;
- PPSPM;
- bendahara;
- pengelola keuangan BLU;
- operator SAKTI;
- unit perencanaan;
- SPI;
- KPPN.
Kesalahan administratif pada satu tahap dapat berdampak terhadap proses pengesahan dan pelaporan.
Peran SAKTI dalam Pengelolaan Anggaran PTN-BLU
Digitalisasi pengelolaan keuangan menuntut SDM PTN-BLU memahami sistem yang digunakan dalam proses administrasi anggaran.
Dalam proses SP3B/SP2B BLU, KPPN 2026 menetapkan penyampaian dokumen secara elektronik melalui SAKTI.
Karena itu, kompetensi pengelola tidak cukup hanya memahami substansi keuangan. Mereka juga perlu memahami:
- alur transaksi;
- dokumen sumber;
- validasi;
- rekonsiliasi;
- pengajuan;
- monitoring status;
- koreksi;
- pengesahan;
- pelaporan.
Strategi Penggunaan APBN Berdasarkan Siklus Anggaran
Penggunaan dana APBN dapat dikelola berdasarkan siklus berikut.
Tahap Perencanaan
Pada tahap ini PTN-BLU melakukan:
- identifikasi kebutuhan;
- penyusunan prioritas;
- penetapan indikator;
- penyusunan rencana kegiatan;
- penghitungan kebutuhan anggaran;
- analisis risiko.
Tahap Penganggaran
Selanjutnya dilakukan:
- penyusunan RBA;
- sinkronisasi dengan dokumen strategis;
- penyelarasan dengan DIPA;
- penetapan target output;
- pengalokasian sumber dana.
Tahap Pelaksanaan
Pada tahap pelaksanaan:
- kegiatan dijalankan;
- pengadaan dilaksanakan sesuai ketentuan;
- pembayaran diproses;
- aset atau layanan dimanfaatkan;
- administrasi transaksi dicatat.
Tahap Monitoring
Monitoring mencakup:
- realisasi keuangan;
- realisasi fisik;
- output;
- outcome;
- risiko;
- deviasi;
- kebutuhan tindak lanjut.
Tahap Evaluasi
Evaluasi dilakukan untuk mengetahui:
- apakah target tercapai;
- apakah anggaran efisien;
- apakah terdapat hambatan;
- apakah terdapat deviasi;
- apa yang perlu diperbaiki pada periode berikutnya.
Strategi Efisiensi Penggunaan Dana APBN
Efisiensi bukan berarti sekadar mengurangi belanja.
Efisiensi berarti memperoleh output atau manfaat yang optimal dengan penggunaan sumber daya yang tepat.
Beberapa strategi yang dapat diterapkan:
- konsolidasi kebutuhan;
- standardisasi spesifikasi;
- pengendalian biaya operasional;
- digitalisasi proses;
- pemanfaatan aset secara optimal;
- pengurangan aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah;
- evaluasi kontrak;
- penguatan perencanaan kebutuhan;
- monitoring harga dan volume;
- evaluasi manfaat pascapengadaan.
Contoh Efisiensi
Jika beberapa unit dalam perguruan tinggi membutuhkan perangkat yang sama, PTN dapat melakukan konsolidasi kebutuhan berdasarkan ketentuan pengadaan yang berlaku.
Tujuannya bukan sekadar mendapatkan harga lebih rendah, tetapi menciptakan:
- standardisasi;
- efisiensi proses;
- kemudahan pemeliharaan;
- kompatibilitas sistem;
- pengelolaan aset yang lebih baik.
Penggunaan APBN untuk Transformasi Digital PTN-BLU
Transformasi digital menjadi salah satu area yang dapat memberikan manfaat lintas unit.
Penggunaan anggaran dapat diarahkan untuk:
- sistem informasi akademik;
- sistem keuangan;
- sistem kepegawaian;
- digitalisasi arsip;
- integrasi data;
- keamanan siber;
- cloud infrastructure;
- layanan mahasiswa;
- dashboard kinerja;
- analitik data.
Namun digitalisasi harus dibangun berdasarkan kebutuhan, arsitektur sistem, interoperabilitas, keamanan, dan keberlanjutan biaya.
Risiko yang perlu dihindari adalah membeli sistem atau aplikasi yang tidak terintegrasi dengan sistem yang sudah ada.
Pengendalian Risiko Penggunaan APBN
Strategi penggunaan APBN juga harus memasukkan manajemen risiko.
| Risiko | Dampak | Strategi Pengendalian |
|---|---|---|
| Perencanaan tidak akurat | Anggaran tidak optimal | Analisis kebutuhan |
| Kegiatan terlambat | Output tidak tercapai | Monitoring berkala |
| Dokumen tidak lengkap | Proses pembayaran/pengesahan terhambat | Checklist dokumen |
| Pengadaan tidak sesuai kebutuhan | Aset kurang optimal | Kajian kebutuhan |
| Duplikasi anggaran | Inefisiensi | Pemetaan sumber dana |
| Data tidak sinkron | Kesalahan laporan | Rekonsiliasi |
| Output tidak tercapai | Kinerja menurun | Evaluasi berbasis indikator |
| Kesalahan administrasi | Temuan pemeriksaan | Pengendalian internal |
Peran SPI dalam Mengawal Penggunaan APBN
Satuan Pengawasan Internal (SPI) memiliki peran penting dalam menjaga kualitas tata kelola PTN-BLU.
SPI dapat mendukung melalui:
- assurance;
- konsultasi;
- reviu;
- audit berbasis risiko;
- pemantauan tindak lanjut;
- evaluasi pengendalian internal;
- pemberian rekomendasi perbaikan.
SPI sebaiknya tidak hanya bekerja ketika terjadi masalah. Pendekatan preventif dapat membantu unit mengidentifikasi risiko sejak tahap perencanaan.
Contoh Kasus Nyata: Pengesahan SP2B BLU Melalui SAKTI
Salah satu contoh praktik yang dapat diamati secara nyata berasal dari standar layanan KPPN pada 2026.
Dalam layanan penerbitan SP2B BLU, dokumen SP3B BLU dan dokumen pendukung disampaikan secara elektronik melalui SAKTI. KPPN kemudian melakukan monitoring, mengunduh dokumen, serta melakukan penelitian terhadap kelengkapan dan kebenaran dokumen. Apabila persyaratan tidak terpenuhi, dokumen elektronik dapat ditolak melalui SAKTI disertai alasan penolakan. Apabila telah sesuai, proses pengujian, validasi, reviu, approval, dan penerbitan SP2B dilanjutkan.
Kasus tersebut memberikan pelajaran penting bagi PTN-BLU bahwa strategi penggunaan APBN bukan hanya mengenai keputusan “uang digunakan untuk apa”, tetapi juga bagaimana seluruh transaksi dikelola agar:
- memiliki dasar yang jelas;
- didukung dokumen;
- tercatat dengan benar;
- dapat diuji;
- dapat disahkan;
- dapat dipertanggungjawabkan.
Contoh Kasus Ilustratif pada PTN-BLU
Sebagai ilustrasi berbasis mekanisme pengelolaan BLU, sebuah PTN-BLU memiliki target meningkatkan kualitas pembelajaran digital pada 2026–2027.
Pada tahap awal, unit akademik mengusulkan pengadaan perangkat pembelajaran. Jika hanya menggunakan pendekatan administratif, fokus utama mungkin berada pada besaran anggaran.
Namun dengan strategi berbasis kinerja, perguruan tinggi melakukan analisis:
- berapa jumlah pengguna;
- apa kondisi infrastruktur yang tersedia;
- apa gap layanan;
- berapa kebutuhan perangkat;
- berapa biaya pengadaan;
- berapa biaya pemeliharaan;
- apa target peningkatan layanan;
- bagaimana indikator keberhasilannya;
- sumber dana apa yang tepat;
- bagaimana evaluasi manfaatnya.
Hasil analisis kemudian dihubungkan dengan RSB dan RBA.
Dengan demikian, penggunaan APBN menjadi bagian dari strategi institusi, bukan sekadar kegiatan belanja.
Indikator Keberhasilan Strategi Penggunaan APBN
Untuk mengetahui apakah strategi berjalan efektif, PTN-BLU dapat menggunakan kombinasi indikator keuangan dan nonkeuangan.
Indikator Keuangan
- tingkat realisasi anggaran;
- deviasi anggaran;
- efisiensi belanja;
- ketepatan waktu pembayaran;
- ketepatan penggunaan sumber dana.
Indikator Output
- jumlah layanan yang dihasilkan;
- jumlah mahasiswa yang dilayani;
- jumlah fasilitas yang tersedia;
- jumlah sistem yang dikembangkan;
- jumlah penelitian;
- jumlah kegiatan pembelajaran.
Indikator Outcome
- peningkatan kualitas layanan;
- peningkatan kepuasan mahasiswa;
- peningkatan kualitas penelitian;
- peningkatan produktivitas;
- peningkatan efisiensi proses;
- peningkatan relevansi lulusan.
Checklist Strategi Penggunaan Dana APBN PTN-BLU 2026–2027
Sebelum melaksanakan program, pengelola dapat menggunakan checklist berikut:
-
Kegiatan sesuai RSB.
-
Kegiatan tercermin dalam RBA.
-
Terdapat alokasi anggaran yang sesuai.
-
Sumber dana telah ditentukan.
-
Output telah ditetapkan.
-
Indikator kinerja tersedia.
-
Analisis kebutuhan telah dilakukan.
-
Risiko telah diidentifikasi.
-
Dokumen pendukung tersedia.
-
Pelaksanaan sesuai ketentuan.
-
Monitoring dilakukan secara berkala.
-
Realisasi keuangan dibandingkan dengan realisasi fisik.
-
Output dievaluasi.
-
Tindak lanjut hasil evaluasi didokumentasikan.
Kompetensi yang Perlu Dimiliki Pengelola PTN-BLU
Strategi penggunaan dana APBN membutuhkan SDM yang memiliki pemahaman lintas fungsi.
Kompetensi yang perlu dikembangkan antara lain:
Kompetensi Perencanaan
Peserta perlu mampu menyusun perencanaan berbasis target dan menghubungkannya dengan RSB serta RBA.
Kompetensi Penganggaran
Pengelola perlu memahami struktur anggaran, sumber pendanaan, prioritas, serta hubungan antara program dan anggaran.
Kompetensi Pelaksanaan
SDM perlu memahami mekanisme pelaksanaan anggaran, pembayaran, pengadaan, pencatatan, dan pengesahan.
Kompetensi Pelaporan
Pelaporan harus mampu memberikan gambaran mengenai penggunaan dana sekaligus pencapaian hasil.
Kompetensi Pengendalian
Pengelola perlu memahami risiko, pengendalian internal, audit, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan.
Manfaat Bimtek Strategi Penggunaan Dana APBN untuk PTN-BLU
Bimtek Strategi Penggunaan Dana APBN untuk Mendukung Kinerja PTN-BLU 2026–2027 dapat menjadi sarana peningkatan kapasitas bagi pengelola perguruan tinggi.
Melalui kegiatan tersebut, peserta dapat memperoleh pemahaman mengenai:
- strategi perencanaan APBN;
- sinkronisasi RSB dan RBA;
- pengelolaan APBN dan pendapatan BLU;
- hubungan APBN dengan PNBP;
- strategi prioritas belanja;
- pengukuran output dan outcome;
- pengendalian realisasi anggaran;
- pengelolaan risiko;
- penguatan SPI;
- mekanisme SP3B dan SP2B BLU;
- penggunaan SAKTI dalam proses terkait;
- penyusunan monitoring dan evaluasi;
- strategi peningkatan efisiensi;
- penguatan akuntabilitas pengelolaan keuangan.
Siapa yang Perlu Mengikuti Bimtek?
Program ini relevan bagi:
- pimpinan PTN-BLU;
- wakil pimpinan bidang keuangan;
- pejabat pengelola keuangan;
- pejabat perencanaan;
- PPK;
- PPSPM;
- bendahara;
- pengelola BLU;
- pengelola PNBP;
- pengelola RBA;
- operator keuangan;
- SPI;
- pejabat pengadaan;
- pengelola program dan kegiatan;
- unit akademik yang terlibat dalam perencanaan anggaran.
Strategi Utama yang Perlu Diterapkan PTN-BLU 2026–2027
Secara keseluruhan, strategi penggunaan dana APBN dapat dirangkum dalam beberapa prinsip.
| Strategi | Fokus |
|---|---|
| Alignment | Menyelaraskan anggaran dengan strategi PTN |
| Prioritization | Menetapkan kegiatan berdasarkan kebutuhan dan dampak |
| Performance-Based Budgeting | Menghubungkan anggaran dengan output dan outcome |
| Efficiency | Mengoptimalkan sumber daya |
| Integration | Mengintegrasikan APBN dengan sumber pendanaan BLU |
| Digitalization | Memanfaatkan sistem digital dalam pengelolaan |
| Risk Management | Mengendalikan risiko sejak tahap perencanaan |
| Accountability | Memastikan seluruh transaksi dapat dipertanggungjawabkan |
| Evaluation | Mengukur manfaat penggunaan anggaran |
Tantangan Penggunaan Dana APBN pada PTN-BLU
Dalam praktiknya, PTN-BLU dapat menghadapi berbagai tantangan, seperti:
Perencanaan Belum Sepenuhnya Berbasis Kinerja
Masih terdapat risiko perencanaan yang terlalu fokus pada daftar kegiatan dan kebutuhan belanja, bukan pada hasil.
Koordinasi Antarunit
Pengelolaan keuangan melibatkan banyak unit sehingga membutuhkan koordinasi yang kuat.
Perbedaan Kompetensi SDM
Tidak semua pengelola kegiatan memiliki tingkat pemahaman yang sama mengenai pengelolaan BLU.
Perubahan Regulasi
Regulasi pengelolaan BLU dapat mengalami pembaruan. PMK 76 Tahun 2025 merupakan contoh pembaruan penting yang perlu dipahami oleh pengelola untuk konteks kebijakan setelah 2025.
Integrasi Data
Data perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pelaporan perlu dikelola secara konsisten agar keputusan berbasis data dapat dilakukan.
Langkah Implementasi Strategi Penggunaan APBN
PTN-BLU dapat menggunakan tahapan berikut sebagai kerangka implementasi:
Langkah 1 — Pemetaan Strategis
Identifikasi sasaran strategis perguruan tinggi dan kebutuhan utama.
Langkah 2 — Pemetaan Sumber Dana
Identifikasi kegiatan yang akan dibiayai melalui APBN, pendapatan BLU/PNBP, hibah, kerja sama, atau sumber sah lainnya.
Langkah 3 — Penentuan Prioritas
Prioritaskan program berdasarkan urgensi, dampak, risiko, dan kontribusi terhadap target kinerja.
Langkah 4 — Penyusunan Anggaran
Hubungkan program dengan RBA dan dokumen anggaran yang relevan.
Langkah 5 — Pelaksanaan
Pastikan seluruh kegiatan dilaksanakan sesuai ketentuan dan dokumen yang telah ditetapkan.
Langkah 6 — Monitoring
Bandingkan rencana dan realisasi secara berkala.
Langkah 7 — Evaluasi
Ukur output dan outcome.
Langkah 8 — Perbaikan
Gunakan hasil evaluasi untuk memperbaiki perencanaan periode berikutnya.
FAQ Bimtek Strategi Penggunaan Dana APBN untuk PTN-BLU
1. Apa yang dimaksud dengan strategi penggunaan dana APBN pada PTN-BLU?
Strategi penggunaan dana APBN pada PTN-BLU adalah pendekatan untuk mengalokasikan dan menggunakan anggaran pemerintah secara efektif, efisien, akuntabel, dan selaras dengan sasaran strategis serta target kinerja perguruan tinggi.
2. Apakah PTN-BLU hanya menggunakan dana APBN?
Tidak. PTN-BLU dapat memiliki berbagai sumber pendanaan sesuai ketentuan, termasuk penerimaan yang bersumber dari APBN, pendapatan layanan, hibah, kerja sama, dan sumber sah lainnya.
3. Mengapa RSB dan RBA penting dalam penggunaan APBN?
RSB memberikan arah strategis jangka menengah, sedangkan RBA menerjemahkan strategi dan kebutuhan operasional ke dalam rencana bisnis dan anggaran. PMK 76 Tahun 2025 memperbarui pengaturan terkait RSB dan analisis RBA BLU.
4. Apa hubungan APBN dengan PNBP pada PTN-BLU?
APBN dan PNBP dapat menjadi bagian dari ekosistem pendanaan PTN-BLU. Pendapatan layanan tertentu merupakan PNBP dan dapat digunakan oleh BLU sesuai ketentuan serta mekanisme pengesahan yang berlaku.
5. Apa itu SP3B dan SP2B BLU?
SP3B BLU merupakan dokumen yang digunakan dalam proses pengesahan pendapatan dan belanja BLU, sedangkan SP2B merupakan surat pengesahan yang diterbitkan melalui proses pada KPPN. Dalam layanan KPPN 2026, dokumen SP3B BLU disampaikan secara elektronik melalui SAKTI.
6. Apakah penggunaan APBN harus selalu berorientasi pada penyerapan anggaran?
Tidak cukup hanya berorientasi pada penyerapan. Pengelolaan berbasis kinerja perlu melihat hubungan antara anggaran, output, outcome, efisiensi, dan manfaat yang dihasilkan.
7. Siapa yang perlu memahami strategi penggunaan dana APBN pada PTN-BLU?
Pimpinan, pengelola keuangan, perencana, pengelola BLU, PPK, PPSPM, bendahara, SPI, operator sistem, pejabat pengadaan, dan unit pelaksana kegiatan perlu memiliki pemahaman yang memadai sesuai fungsi masing-masing.
Kesimpulan
Bimtek Strategi Penggunaan Dana APBN untuk Mendukung Kinerja PTN-BLU 2026–2027 menjadi relevan karena pengelolaan anggaran perguruan tinggi tidak lagi cukup dilihat dari aspek penyerapan.
Dana APBN perlu diarahkan untuk mendukung sasaran strategis, memperkuat kualitas pendidikan, meningkatkan kapasitas penelitian, mengembangkan sarana dan prasarana, mempercepat transformasi digital, serta meningkatkan kualitas layanan kepada mahasiswa dan masyarakat.
Kunci utamanya adalah membangun keterkaitan antara strategi, RSB, RBA, anggaran, pelaksanaan, output, outcome, pengendalian, dan evaluasi.
Untuk konteks regulasi terbaru, PTN-BLU juga perlu memperhatikan PMK Nomor 76 Tahun 2025 sebagai perubahan kedua atas PMK Nomor 129/PMK.05/2020, terutama karena terdapat pembaruan mengenai RSB, RBA, pendapatan dan belanja, hibah, tata kelola, serta aspek pengelolaan BLU lainnya.
Pada akhirnya, penggunaan APBN yang baik bukan hanya menghasilkan realisasi anggaran, tetapi menghasilkan kinerja, layanan publik, efisiensi, manfaat, dan akuntabilitas yang dapat dipertanggungjawabkan.
Tingkatkan kompetensi tim PTN-BLU dalam merencanakan, menggunakan, mengendalikan, dan mengevaluasi dana APBN secara strategis untuk mendukung pencapaian kinerja 2026–2027. Hubungi kami untuk informasi program Bimtek, materi, jadwal, dan pelaksanaan pelatihan sesuai kebutuhan instansi.
Lokasi: HI Hotel Senen
📍 Jl. Pasar Senen No.3 Jakarta Pusat 10410
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: Serela Cihampelas Hotel Bandun
📍 Jl. Cihampelas No.147, Cipaganti, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat 40131
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: Swiss-Belexpress Kuta Legian
📍 Jl. Legian Gg. Troppozone, Lingkungan Pelasa, Kuta, Kec. Kuta, Kabupaten Badung, Bali 80361
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: Hotel NEO+ - Bp
📍 Jl. Mayjend Sutoyo No.67, Gunungsari Ulu, Kec. Balikpapan Tengah, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur 7612
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: Biz Hotel - Batam
📍 Komplek Nagoya Newtown Blok T No.15 Jalan Kompleks Nagoya City Walk, Lubuk Baja Kota, Kec. Lubuk Baja, Kota Batam, Kepulauan Riau 2944
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: MaxOne Hotel Dharmahusada
📍 Jl. Dharmahusada No.189, Mojo, Kec. Gubeng, Surabaya, Jawa Timur 60285
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: Gets Hotel Malang
📍 Jl. Brigjend Slamet Riadi No.38, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65119
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: favehotel S. Parman - Medan
📍 Jl. S. Parman No.313A, Petisah Hulu, Kec. Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara 20152
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: FOX Lite Hotel Samarinda
📍 Jl. Mayor Jendral S. Parman No.15, Temindung Permai, Kec. Sungai Pinang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75119
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: Aston Inn Pantai Losari - Makassar
📍 Jl. Daeng Tompo No.28-36, Maloku, Kec. Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90112
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Jakarta Hotel HI Jakarta
Bandung Hotel Fave Serela Cihamplas
Yogjakarta Hotel Amaris Maliboro
Bali Swibell Express Kuta Legian
Surabaya Hotel Max One
Malang Hotel Gets
Bali Hotel Swisbel Inn Exsperes Kuta
Makassar Hotel Aston Inn
Balikpapan Hotel Neo
Samarinda Hotel Fox
Batam Hotel BIZ
Medan Hotel Fave Medan
dan Hotel Pilihan Sesuai Request Peserta

