Training SCADA System Performance Monitoring, Optimization & Troubleshooting untuk Meningkatkan Keandalan Sistem Otomasi Industri 2026-2027

INFORMASI ALAMAT & NOMOR TELEPON

Untuk mengirim pesan singkat kepada kami, Anda dapat menghubungi salah satu customer service yang sudah kami cantumkan

KONTAK KAMI

18 Office Park Building, 21th Floor Unit C
Jl. TB Simatupang No. 18, Pasar Minggu
Jakarta Selatan, 12520

info@bimtekedukasi.com

0821-9026-8799

346 Orang sedang melihat halaman ini
Deskripsi

Daftar Isi

Pendahuluan

Transformasi digital di sektor industri telah mendorong penggunaan sistem otomasi untuk meningkatkan efisiensi, menjaga kualitas produksi, serta mendukung pengambilan keputusan secara cepat dan akurat. Berbagai sektor, seperti minyak dan gas, pembangkit listrik, pertambangan, manufaktur, petrokimia, pengolahan air, dan infrastruktur utilitas, mengandalkan teknologi Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) untuk memantau dan mengendalikan proses operasional.

Namun, penerapan SCADA tidak berhenti setelah sistem berhasil dipasang dan dioperasikan. Seiring bertambahnya jumlah perangkat, meningkatnya volume data, perubahan konfigurasi jaringan, dan berkembangnya kebutuhan operasional, kinerja sistem dapat mengalami penurunan. Kondisi tersebut dapat ditandai oleh keterlambatan pembaruan data, komunikasi yang tidak stabil, alarm berlebihan, tampilan HMI yang lambat, gangguan pencatatan data historis, atau kesulitan dalam menemukan penyebab gangguan.

Apabila masalah tersebut tidak ditangani secara sistematis, dampaknya dapat meluas ke proses produksi, keselamatan operasional, pemeliharaan peralatan, dan pencapaian target perusahaan. Oleh karena itu, pemantauan performa, optimasi, dan troubleshooting menjadi bagian penting dari pengelolaan sistem SCADA sepanjang siklus operasionalnya.

Training SCADA System Performance Monitoring, Optimization & Troubleshooting dirancang untuk meningkatkan kompetensi teknis personel dalam mengevaluasi kinerja sistem, mengidentifikasi gejala abnormal, menganalisis akar penyebab masalah, dan menerapkan tindakan perbaikan berdasarkan bukti teknis.

Pelatihan ini relevan bagi SCADA Engineer, Automation Engineer, Instrumentation Engineer, Control System Engineer, teknisi pemeliharaan, operator ruang kontrol, network engineer industri, serta personel yang bertanggung jawab terhadap keandalan sistem kontrol.

Melalui pembahasan konsep, analisis parameter performa, simulasi gangguan, dan studi kasus industri, peserta diharapkan mampu memahami hubungan antara perangkat lapangan, PLC, RTU, jaringan komunikasi, server SCADA, HMI, historian, dan sistem pendukung lainnya. Dengan demikian, organisasi dapat membangun pendekatan pemeliharaan yang lebih terukur, mengurangi gangguan berulang, dan meningkatkan ketersediaan sistem otomasi.

Apa Itu SCADA System Performance Monitoring, Optimization & Troubleshooting?

SCADA System Performance Monitoring, Optimization & Troubleshooting merupakan rangkaian aktivitas untuk memantau, mengevaluasi, meningkatkan, dan memulihkan kinerja sistem SCADA agar tetap memenuhi kebutuhan operasional.

Ketiga aktivitas tersebut memiliki tujuan yang saling berkaitan, tetapi mempunyai fokus berbeda.

SCADA System Performance Monitoring

Performance monitoring adalah proses pemantauan kondisi dan kinerja sistem secara berkelanjutan atau berkala menggunakan indikator teknis yang relevan.

Aktivitas ini dapat mencakup pemantauan:

  • Ketersediaan server SCADA.
  • Status komunikasi PLC dan RTU.
  • Waktu pembaruan data.
  • Beban CPU dan penggunaan memori.
  • Kapasitas penyimpanan.
  • Kondisi jaringan Ethernet industri.
  • Jumlah dan pola alarm.
  • Kualitas data sensor.
  • Status layanan historian.
  • Kinerja aplikasi HMI.

Tujuan pemantauan adalah mengetahui kondisi normal sistem, mendeteksi perubahan performa, dan memberikan peringatan sebelum masalah berkembang menjadi gangguan operasional yang lebih serius.

SCADA System Optimization

Optimization adalah proses meningkatkan kinerja, efisiensi, dan keandalan sistem berdasarkan hasil pengukuran dan analisis.

Optimasi dapat dilakukan melalui penyesuaian konfigurasi komunikasi, pengurangan polling yang tidak diperlukan, perbaikan struktur aplikasi HMI, pengelolaan penyimpanan historian, penyempurnaan alarm, serta peningkatan kapasitas infrastruktur jika dibutuhkan.

Optimasi harus tetap mempertahankan integritas proses kontrol, ketepatan data, keselamatan, dan keamanan sistem.

SCADA Troubleshooting

Troubleshooting adalah proses sistematis untuk menemukan dan menangani penyebab gangguan atau ketidaksesuaian fungsi sistem.

Contohnya meliputi:

  • Data sensor tidak diperbarui.
  • PLC atau RTU kehilangan komunikasi.
  • HMI mengalami keterlambatan respons.
  • Alarm muncul secara tidak wajar.
  • Data historis tidak tersimpan.
  • Koneksi jaringan mengalami packet loss.
  • Server mengalami beban berlebihan.
  • Perintah operator tidak menghasilkan respons yang diharapkan.

Troubleshooting yang baik tidak hanya menghilangkan gejala sementara, tetapi juga mengidentifikasi akar penyebab agar gangguan yang sama tidak terus berulang.

Mengapa Performance Monitoring SCADA Sangat Penting?

Sistem SCADA merupakan bagian dari infrastruktur operasional yang menghubungkan informasi proses dengan keputusan operator. Penurunan performa pada satu komponen dapat memengaruhi komponen lain, terutama jika arsitektur sistem memiliki ketergantungan yang tinggi.

Sebagai contoh, keterlambatan komunikasi dari RTU dapat menyebabkan nilai tekanan pada HMI tidak mencerminkan kondisi terbaru. Operator yang tidak memahami kualitas dan umur data tersebut berpotensi mengambil keputusan berdasarkan informasi yang sudah tidak aktual.

1. Mendeteksi Gangguan Sejak Dini

Pemantauan yang konsisten membantu tim teknis mengenali perubahan performa sebelum gangguan berkembang lebih jauh.

Misalnya, peningkatan penggunaan memori server secara bertahap dapat menjadi indikasi kebocoran memori, pertumbuhan beban aplikasi, atau kebutuhan kapasitas tambahan. Peningkatan jumlah timeout komunikasi juga dapat menjadi tanda adanya gangguan jaringan atau perangkat.

Deteksi dini memungkinkan tim melakukan investigasi berdasarkan tren, bukan hanya menunggu laporan gangguan dari operator.

2. Menjaga Ketersediaan Sistem

Ketersediaan SCADA berpengaruh terhadap kemampuan operator memantau proses dan menerima informasi penting. Sistem yang sering mengalami restart, kehilangan komunikasi, atau kegagalan layanan dapat mengurangi kepercayaan pengguna terhadap informasi yang ditampilkan.

Performance monitoring membantu mengidentifikasi sumber gangguan dan mendukung perencanaan tindakan pemeliharaan.

3. Meningkatkan Akurasi Informasi

Data SCADA harus memiliki konteks yang jelas, seperti waktu pembaruan, satuan pengukuran, status komunikasi, dan indikator kualitas data.

Tanpa pemeriksaan kualitas data, nilai yang terlihat stabil pada HMI belum tentu menunjukkan proses yang stabil. Nilai tersebut mungkin tidak diperbarui karena komunikasi terputus.

Karena itu, pemantauan perlu mencakup kualitas dan kesegaran data, bukan hanya tampilan angka.

4. Mengurangi Downtime dan Pekerjaan Ulang

Analisis performa membantu perusahaan menemukan gangguan berulang, mengidentifikasi komponen yang paling sering bermasalah, dan menentukan prioritas perbaikan.

Dengan pendekatan berbasis data, tim pemeliharaan dapat mengurangi waktu diagnosis dan menghindari penggantian perangkat yang sebenarnya masih berfungsi baik.

5. Mendukung Keputusan Berbasis Data

Data historis, log kejadian, tren penggunaan sumber daya, dan statistik komunikasi dapat digunakan untuk mengevaluasi perubahan performa.

Informasi tersebut mendukung keputusan mengenai peningkatan kapasitas, penyesuaian konfigurasi, penggantian perangkat, atau perubahan strategi pemeliharaan.

Komponen Utama yang Memengaruhi Performa SCADA

Performa SCADA tidak ditentukan oleh satu perangkat saja. Sistem terdiri atas sejumlah lapisan yang harus bekerja secara terintegrasi.

Komponen Parameter yang dipantau Potensi masalah
Sensor dan transmitter Validitas nilai, status instrumen, kualitas sinyal Pembacaan tidak stabil atau tidak akurat
PLC dan RTU Status perangkat, waktu pemindaian, komunikasi Beban tinggi atau komunikasi terputus
Jaringan industri Latensi, packet loss, utilisasi, error Kemacetan atau gangguan konektivitas
Server SCADA CPU, memori, layanan, koneksi Aplikasi lambat atau layanan berhenti
HMI Waktu pemuatan layar, respons navigasi Tampilan lambat atau tidak responsif
Historian Laju pencatatan, kapasitas, kualitas data Data hilang atau penyimpanan penuh
Alarm management Frekuensi alarm, alarm berulang, alarm aktif Alarm berlebihan atau alarm terlewat
Infrastruktur virtual Kapasitas host, penyimpanan, sumber daya virtual Persaingan sumber daya dan penurunan performa
Keamanan sistem Log akses, perubahan konfigurasi, anomali Gangguan akibat akses atau aktivitas tidak sah

Parameter yang dipantau harus dipilih berdasarkan fungsi sistem, tingkat risiko, dan kemampuan perangkat untuk menyediakan data diagnostik.

Hubungan Antarkomponen

Dalam sistem SCADA, gangguan pada satu lapisan dapat menghasilkan gejala pada lapisan lain. Sebagai contoh, HMI yang lambat belum tentu disebabkan oleh komputer operator. Penyebabnya bisa berasal dari server, jaringan, query historian, atau aplikasi yang terlalu berat.

Oleh sebab itu, troubleshooting harus memeriksa jalur data secara menyeluruh mulai dari perangkat lapangan hingga aplikasi supervisi.

Parameter dan KPI untuk SCADA Performance Monitoring

Pengukuran performa memerlukan indikator yang dapat diamati, dibandingkan, dan ditindaklanjuti. Tidak semua indikator harus digunakan pada setiap proyek. Organisasi sebaiknya menentukan KPI berdasarkan persyaratan operasional dan karakteristik sistem.

1. System Availability

Availability menunjukkan proporsi waktu ketika sistem atau layanan tersedia sesuai definisi yang ditetapkan.

Secara sederhana, availability dapat dihitung menggunakan rumus:

[
\text{Availability}=\frac{\text{Waktu tersedia}}{\text{Total waktu pengamatan}}\times100%
]

Apabila sistem tersedia selama 718 jam dari periode pengamatan 720 jam, availability-nya sekitar 99,72%.

Pengukuran harus menjelaskan apakah waktu pemeliharaan terencana dihitung sebagai downtime serta apakah indikator berlaku untuk seluruh sistem atau hanya layanan tertentu.

2. Communication Latency

Latency adalah waktu yang diperlukan untuk mengirimkan data atau memperoleh respons melalui jalur komunikasi tertentu.

Latensi yang terlalu tinggi dapat memengaruhi pembaruan data dan respons aplikasi, terutama pada sistem yang memiliki kebutuhan waktu respons ketat.

Evaluasi sebaiknya mencakup nilai rata-rata, persentil yang relevan, variasi latensi, dan kondisi ketika keterlambatan meningkat.

3. Packet Loss dan Communication Error

Packet loss menggambarkan paket data yang tidak sampai ke tujuan dalam pengukuran jaringan yang relevan. Communication error dapat mencakup timeout, kegagalan transaksi, kesalahan protokol, atau putusnya koneksi.

Pemeriksaan harus membedakan gangguan jaringan fisik, konfigurasi, kualitas media, beban jaringan, dan masalah pada perangkat komunikasi.

4. Server Resource Utilization

Pemantauan server meliputi penggunaan CPU, memori, disk I/O, ruang penyimpanan, serta status layanan.

Nilai utilisasi yang tinggi tidak selalu menunjukkan masalah. Namun, kenaikan yang berkepanjangan, pola lonjakan yang tidak biasa, atau keterkaitan dengan penurunan respons perlu diinvestigasi.

5. Data Update Rate dan Data Quality

Data update rate menunjukkan frekuensi pembaruan data, sedangkan data quality menggambarkan apakah data valid, aktual, dan dapat dipercaya.

Indikator yang dapat digunakan antara lain:

  • Umur data terakhir yang diterima.
  • Persentase tag dengan kualitas data tidak valid.
  • Jumlah tag yang mengalami timeout.
  • Kesesuaian waktu pada timestamp.
  • Perbedaan antara nilai sumber dan nilai tampilan.
  • Frekuensi pembaruan dibandingkan dengan kebutuhan proses.

6. Alarm Performance

Alarm performance dapat dievaluasi melalui jumlah alarm per periode, alarm berulang, alarm yang tidak direspons, dan lonjakan alarm ketika terjadi gangguan.

Tujuannya bukan sekadar mengurangi jumlah alarm, melainkan memastikan alarm yang disampaikan relevan, dapat ditindaklanjuti, dan membantu operator memahami kondisi proses.

Metode Monitoring dan Analisis Performa SCADA

Pemantauan yang efektif memadukan observasi real-time dengan analisis historis. Data sesaat dapat menunjukkan gejala, sedangkan tren membantu menjelaskan pola dan perubahan yang terjadi.

1. Real-Time Monitoring

Real-time monitoring digunakan untuk memantau kondisi sistem pada interval pembaruan yang sesuai kebutuhan operasional.

Informasi dapat disajikan dalam dashboard yang mencakup status server, komunikasi perangkat, penggunaan sumber daya, kondisi alarm, dan kualitas data.

Dashboard sebaiknya menampilkan indikator yang memiliki arti operasional, bukan hanya memenuhi layar dengan grafik. Setiap indikator kritis perlu memiliki definisi, batas peringatan, dan prosedur tindak lanjut.

2. Historical Trend Analysis

Historical trend analysis membantu tim memahami perkembangan performa dari waktu ke waktu.

Contohnya adalah tren peningkatan waktu respons HMI, pertumbuhan penggunaan disk, atau kenaikan frekuensi timeout komunikasi pada jam tertentu.

Analisis tren dapat mengungkap pola yang tidak terlihat dalam pemeriksaan sesaat, termasuk hubungan antara perubahan beban produksi dan kinerja sistem.

3. Log dan Event Analysis

Log aplikasi, log sistem operasi, event jaringan, dan alarm SCADA dapat dikorelasikan berdasarkan waktu untuk mencari hubungan antarkejadian.

Contohnya, penurunan komunikasi beberapa RTU yang terjadi bersamaan dengan perubahan konfigurasi switch dapat mengarahkan investigasi ke jaringan komunikasi.

Sinkronisasi waktu antarsistem sangat membantu proses korelasi tersebut.

4. Baseline Performance

Baseline adalah gambaran kinerja normal yang digunakan sebagai pembanding. Baseline perlu dikumpulkan ketika sistem berada dalam kondisi yang diketahui dan konfigurasi yang terdokumentasi.

Baseline dapat mencakup:

  • Penggunaan CPU dan memori.
  • Waktu respons aplikasi.
  • Latensi komunikasi.
  • Frekuensi timeout.
  • Laju pencatatan historian.
  • Jumlah alarm pada kondisi operasi normal.

Baseline harus diperbarui setelah perubahan besar yang disetujui, seperti peningkatan jumlah tag, penambahan perangkat, atau perubahan arsitektur.

SCADA System Optimization: Strategi Meningkatkan Kinerja

Optimasi yang efektif dimulai dari hasil pengukuran dan analisis. Mengubah konfigurasi tanpa memahami sumber masalah dapat menimbulkan gangguan baru atau menyembunyikan gejala yang lebih serius.

1. Optimasi Komunikasi PLC dan RTU

Komunikasi dapat dioptimalkan dengan menyesuaikan interval polling, mengelompokkan pembacaan data secara tepat, dan mengurangi permintaan yang tidak diperlukan.

Hal yang perlu diperhatikan meliputi:

  • Kemampuan perangkat menangani jumlah permintaan.
  • Prioritas data berdasarkan kebutuhan operasional.
  • Batas waktu respons dan timeout.
  • Frekuensi pembaruan tiap kelompok tag.
  • Kebutuhan pemantauan status dan heartbeat.
  • Dampak perubahan terhadap fungsi kontrol.

Interval polling tidak boleh diperbesar atau diperkecil secara sembarangan. Penyesuaian harus mempertimbangkan kebutuhan waktu respons dan kemampuan perangkat.

2. Optimasi Jaringan SCADA

Optimasi jaringan bertujuan meningkatkan stabilitas dan mengurangi sumber keterlambatan komunikasi.

Langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Memeriksa kapasitas link dan utilisasi jaringan.
  • Mengevaluasi topologi dan jalur komunikasi.
  • Mengidentifikasi error port dan duplikasi alamat.
  • Memastikan konfigurasi VLAN dan routing sesuai desain.
  • Memeriksa kualitas kabel dan konektor.
  • Mengevaluasi konfigurasi multicast atau broadcast jika relevan.
  • Memverifikasi failover pada jaringan redundan.

Perubahan jaringan harus diuji dan didokumentasikan. Penggunaan perangkat atau konfigurasi baru perlu memperhatikan kompatibilitas dengan sistem kontrol yang sudah berjalan.

3. Optimasi Server SCADA

Server dapat mengalami penurunan performa akibat beban aplikasi, pertumbuhan data, query yang tidak efisien, atau kekurangan sumber daya.

Strategi optimasi meliputi:

  • Mengidentifikasi proses yang menggunakan CPU dan memori secara berlebihan.
  • Memeriksa kesehatan penyimpanan dan disk I/O.
  • Mengevaluasi layanan yang tidak diperlukan sesuai kebijakan.
  • Meninjau kapasitas server berdasarkan beban aktual.
  • Memeriksa konfigurasi database dan historian.
  • Meninjau strategi backup serta retensi data.
  • Menguji perubahan pada lingkungan yang sesuai sebelum diterapkan ke produksi.

Penambahan kapasitas perangkat keras bukan selalu solusi pertama. Penyebab mendasar perlu dianalisis untuk memastikan bahwa peningkatan kapasitas benar-benar diperlukan.

4. Optimasi HMI

HMI yang dirancang dengan baik membantu operator memperoleh informasi penting tanpa menunggu tampilan yang terlalu kompleks.

Optimasi HMI dapat meliputi:

  • Mengurangi elemen visual yang tidak diperlukan.
  • Menyederhanakan navigasi antarlayar.
  • Menghindari query data yang terlalu berat.
  • Mengoptimalkan penggunaan animasi.
  • Menyesuaikan frekuensi pembaruan objek.
  • Memperjelas indikator kualitas data.
  • Menampilkan alarm sesuai prioritas dan konteks proses.

Desain HMI harus tetap mengikuti kebutuhan operator dan prinsip human factors. Penyederhanaan tampilan tidak boleh menghilangkan informasi penting bagi keselamatan maupun pengendalian proses.

SCADA Troubleshooting: Metode Diagnosis dan Penyelesaian Gangguan

Troubleshooting SCADA memerlukan pendekatan analitis untuk membedakan gejala, penyebab langsung, dan akar masalah. Tim teknis sebaiknya tidak langsung mengganti perangkat atau mengubah konfigurasi sebelum bukti yang cukup tersedia.

1. Identifikasi Gejala dan Dampak Gangguan

Langkah pertama adalah mendokumentasikan gejala secara jelas.

Informasi yang perlu dikumpulkan meliputi:

  • Waktu awal gangguan terjadi.
  • Perangkat dan tag yang terdampak.
  • Pesan alarm atau kode kesalahan.
  • Perubahan konfigurasi terakhir.
  • Kondisi jaringan dan server.
  • Dampak terhadap operasi.
  • Apakah gangguan terjadi secara terus-menerus atau berkala.
  • Apakah gangguan hanya terjadi pada satu perangkat atau beberapa perangkat sekaligus.

Data tersebut membantu menentukan prioritas pemeriksaan dan mengurangi kemungkinan investigasi yang tidak terarah.

2. Gunakan Pendekatan Troubleshooting Berlapis

Pemeriksaan sebaiknya dilakukan secara berurutan dari komponen yang paling dekat dengan gejala hingga komponen yang lebih luas.

Lapisan pemeriksaan Hal yang diperiksa Contoh tindakan
Instrumen lapangan Catu daya, sinyal, status perangkat Verifikasi sinyal sesuai prosedur
PLC/RTU Status CPU, I/O, dan komunikasi Periksa diagnostik perangkat
Jaringan Konektivitas, error, latensi Analisis statistik jaringan
Server SCADA Layanan, CPU, memori, log Periksa kesehatan layanan
Aplikasi HMI Tag, query, navigasi Verifikasi konfigurasi aplikasi
Historian Status pencatatan dan kapasitas Periksa log dan kualitas data
Integrasi antarsistem Protokol, pemetaan data, timestamp Bandingkan data sumber dan tujuan

Pemeriksaan harus mengikuti prosedur keselamatan, batas kewenangan teknis, dan kebijakan akses yang berlaku.

3. Root Cause Analysis

Root Cause Analysis (RCA) bertujuan menemukan penyebab mendasar suatu gangguan sehingga tindakan perbaikan dapat mencegah kejadian berulang.

Metode yang dapat digunakan antara lain:

  • 5 Why Analysis: menelusuri penyebab melalui pertanyaan berulang mengenai alasan terjadinya masalah.
  • Fishbone Diagram: mengelompokkan kemungkinan penyebab berdasarkan manusia, metode, perangkat, material, pengukuran, dan lingkungan.
  • Fault Tree Analysis: menganalisis kombinasi kejadian yang dapat menghasilkan kondisi kegagalan tertentu.
  • Event Correlation: menghubungkan log, alarm, dan perubahan sistem berdasarkan urutan waktu.

Hasil RCA sebaiknya memuat bukti, penyebab yang terkonfirmasi, faktor pendukung, tindakan korektif, tindakan pencegahan, dan metode verifikasi hasil.

4. Pengujian Setelah Perbaikan

Setelah tindakan korektif dilakukan, sistem harus diuji untuk memastikan masalah telah terselesaikan dan tidak menimbulkan dampak samping.

Pengujian dapat mencakup:

  1. Verifikasi fungsi perangkat yang diperbaiki.
  2. Pemeriksaan komunikasi dan kualitas data.
  3. Validasi tampilan HMI.
  4. Pemeriksaan alarm dan pencatatan event.
  5. Pemantauan performa setelah perubahan.
  6. Konfirmasi kepada operator atau pemilik sistem.
  7. Dokumentasi hasil dan penutupan laporan gangguan.

Jika perubahan menyangkut fungsi kontrol atau sistem kritis, pengujian wajib mengikuti prosedur perubahan dan persetujuan yang berlaku.

Gangguan SCADA yang Umum Terjadi dan Cara Mengatasinya

1. Data SCADA Tidak Diperbarui

Gejala: Nilai tekanan, temperatur, level, atau aliran terlihat tetap meskipun proses berubah.

Kemungkinan penyebabnya meliputi gangguan komunikasi, kegagalan perangkat, kesalahan pemetaan tag, atau masalah layanan akuisisi data.

Langkah pemeriksaan:

  • Periksa indikator kualitas dan timestamp data.
  • Verifikasi status komunikasi PLC atau RTU.
  • Bandingkan nilai sumber dengan nilai pada SCADA.
  • Periksa konfigurasi tag dan alamat register.
  • Tinjau log komunikasi serta pesan kesalahan.

Data yang tidak diperbarui harus ditandai sesuai kemampuan sistem agar operator tidak menganggap nilai lama sebagai kondisi aktual.

2. HMI Mengalami Respons Lambat

Gejala: Layar membutuhkan waktu lama untuk dibuka, navigasi tersendat, atau perubahan tampilan tidak segera muncul.

Kemungkinan penyebabnya meliputi beban server tinggi, query berlebihan, konfigurasi grafis yang berat, atau masalah jaringan.

Solusi harus didasarkan pada pengukuran. Periksa penggunaan sumber daya, waktu respons layanan, pola pembaruan objek, dan statistik komunikasi sebelum menentukan perubahan.

3. Alarm Muncul Terlalu Banyak

Gejala: Operator menerima banyak alarm dalam waktu singkat sehingga alarm penting sulit dibedakan dari alarm lainnya.

Kemungkinan penyebabnya meliputi konfigurasi batas alarm yang tidak sesuai, alarm berulang, fluktuasi sinyal, atau satu kejadian proses yang memicu banyak alarm turunan.

Penanganan dapat mencakup peninjauan alarm rationalization, validasi batas alarm, pemeriksaan kualitas instrumen, dan analisis urutan kejadian. Alarm tidak boleh dihapus atau dinonaktifkan hanya untuk mengurangi jumlah notifikasi tanpa evaluasi risiko.

4. Data Historis Tidak Tersimpan

Gejala: Data tidak tersedia ketika operator membuka tren historis atau laporan.

Periksa status layanan historian, kapasitas disk, konfigurasi tag, koneksi database, kebijakan retensi, dan log kesalahan.

Jika ditemukan celah data, tim perlu memastikan apakah data masih dapat dipulihkan dari sumber lain. Pemulihan harus dilakukan dengan menjaga integritas data dan mendokumentasikan batasan yang ada.

5. PLC atau RTU Sering Kehilangan Komunikasi

Gejala: Perangkat sesekali offline, nilai menjadi tidak valid, atau alarm komunikasi berulang.

Pemeriksaan dapat meliputi kondisi kabel, kualitas konektor, error port switch, kestabilan catu daya, beban perangkat, konfigurasi protokol, dan kondisi jaringan.

Penggantian perangkat sebaiknya dilakukan setelah penyebab yang lebih mendasar dievaluasi, terutama jika beberapa perangkat mengalami gangguan pada waktu yang sama.

Contoh Kasus Industri: Penurunan Performa SCADA pada Fasilitas Produksi

Bagian ini merupakan ilustrasi teknis berdasarkan pola masalah yang umum ditemukan dalam pengelolaan sistem SCADA, bukan laporan terverifikasi mengenai perusahaan tertentu.

Sebuah fasilitas produksi menggunakan SCADA untuk memantau sejumlah pompa, tangki, tekanan, temperatur, dan aliran. Setelah fasilitas memperluas kapasitas produksinya, operator mulai melaporkan keterlambatan pembaruan HMI. Pada waktu tertentu, alarm komunikasi meningkat dan data historis tidak selalu tersedia.

Kondisi Awal

Tim pemeliharaan mendapati beberapa gejala:

  • Pembaruan sebagian tag lebih lambat dibandingkan kondisi sebelumnya.
  • Penggunaan CPU server meningkat pada jam produksi sibuk.
  • Timeout komunikasi muncul pada sejumlah perangkat.
  • Tren historis terkadang terlambat ditampilkan.
  • Operator kesulitan membedakan data aktual dengan data yang belum diperbarui.

Pada tahap awal, masalah tersebut tampak seperti gangguan server. Namun, tim belum memiliki bukti yang cukup untuk menyimpulkan bahwa server merupakan satu-satunya penyebab.

Proses Investigasi

Tim menerapkan pendekatan monitoring dan troubleshooting terstruktur.

Tahap pertama: pengumpulan baseline. Tim mengumpulkan data penggunaan CPU, memori, latensi jaringan, jumlah timeout, serta waktu pembaruan tag pada kondisi beban berbeda.

Tahap kedua: analisis komunikasi. Pemeriksaan menunjukkan bahwa penambahan jumlah tag diikuti peningkatan permintaan komunikasi. Beberapa perangkat menerima permintaan lebih sering daripada yang diperlukan untuk kebutuhan operasionalnya.

Tahap ketiga: analisis server dan historian. Tim memeriksa proses aplikasi, pola query, serta konfigurasi pencatatan data untuk mengetahui apakah terdapat beban yang tidak proporsional.

Tahap keempat: evaluasi desain. Tim membandingkan interval pembaruan dengan kebutuhan proses, memeriksa konfigurasi tag, dan meninjau penggunaan sumber daya jaringan serta server.

Tindakan Perbaikan

Berdasarkan hasil analisis dan persetujuan perubahan, tim melakukan beberapa tindakan:

  1. Menyesuaikan interval pembaruan tag berdasarkan prioritas operasional.
  2. Mengurangi permintaan data yang tidak diperlukan.
  3. Meninjau konfigurasi aplikasi HMI dan historian.
  4. Memperbaiki indikator kualitas data dan status komunikasi.
  5. Menetapkan pemantauan berkala terhadap CPU, latensi, dan timeout.
  6. Melakukan pengujian ulang untuk memastikan fungsi kontrol tetap memenuhi persyaratan.

Evaluasi Hasil

Tim kemudian membandingkan parameter sebelum dan sesudah perbaikan. Keberhasilan dinilai dari stabilitas komunikasi, kesegaran data, respons aplikasi, kualitas pencatatan, dan tidak adanya dampak negatif terhadap kebutuhan kontrol.

Pendekatan ini memperlihatkan pentingnya menggabungkan monitoring, analisis akar penyebab, dan pengujian pascaperbaikan. Solusi yang tepat tidak harus berupa penggantian seluruh infrastruktur; dalam beberapa kasus, perbaikan konfigurasi yang terukur dapat memberikan hasil yang lebih efektif.

SCADA Cybersecurity dan Pengaruhnya terhadap Performa

Keamanan siber merupakan bagian penting dari pengelolaan performa SCADA. Aktivitas yang tidak sah, malware, perubahan konfigurasi tanpa izin, dan gangguan terhadap jaringan dapat memengaruhi ketersediaan serta integritas data.

Namun, peningkatan keamanan juga harus dirancang dengan mempertimbangkan karakteristik sistem kontrol industri. Pengaturan keamanan yang tidak tepat dapat menghambat komunikasi yang diperlukan oleh proses.

Praktik yang dapat diterapkan antara lain:

  • Memisahkan jaringan berdasarkan fungsi dan tingkat kepercayaan.
  • Membatasi akses sesuai kebutuhan pekerjaan.
  • Menggunakan autentikasi dan pencatatan aktivitas yang memadai.
  • Mengendalikan koneksi jarak jauh.
  • Memantau perubahan konfigurasi dan aktivitas yang tidak biasa.
  • Menguji pembaruan perangkat lunak sebelum penerapan.
  • Menyimpan backup konfigurasi secara aman.
  • Menyusun prosedur respons insiden dan pemulihan.
  • Memastikan perubahan jaringan telah melalui persetujuan teknis.

Organisasi dapat menggunakan IEC 62443 sebagai salah satu referensi keamanan sistem otomasi dan kontrol industri, dengan penerapan yang disesuaikan terhadap ruang lingkup serta kebutuhan fasilitas.

Preventive Maintenance dan Predictive Maintenance SCADA

Pemeliharaan SCADA sebaiknya tidak hanya mengandalkan respons setelah terjadi gangguan. Pemantauan terencana dan analisis tren dapat membantu organisasi mengidentifikasi potensi masalah lebih awal.

Preventive Maintenance

Preventive maintenance adalah pemeliharaan yang dilakukan berdasarkan jadwal atau interval tertentu untuk mengurangi kemungkinan kegagalan.

Kegiatan yang dapat dimasukkan dalam rencana pemeliharaan meliputi:

  • Pemeriksaan status server dan layanan.
  • Verifikasi kapasitas penyimpanan.
  • Pemeriksaan backup dan hasil uji pemulihan.
  • Review log kesalahan.
  • Pemeriksaan kondisi jaringan.
  • Verifikasi konfigurasi dan dokumentasi.
  • Pemeriksaan perangkat cadangan.
  • Peninjauan alarm komunikasi berulang.

Predictive Maintenance

Predictive maintenance menggunakan data kondisi dan tren untuk memperkirakan kemungkinan terjadinya gangguan.

Contohnya adalah mengidentifikasi peningkatan error komunikasi, pertumbuhan penggunaan disk yang tidak normal, atau kenaikan waktu respons yang konsisten sebelum gangguan terjadi.

Pendekatan ini membutuhkan data yang memadai, baseline yang relevan, serta kriteria evaluasi yang jelas. Prediksi tidak boleh diperlakukan sebagai kepastian; hasil analisis perlu dikonfirmasi melalui pemeriksaan teknis.

Integrasi SCADA dengan Historian, IIoT, dan Analitik Data

Perkembangan Industrial Internet of Things (IIoT) dan analitik data membuka peluang untuk memperluas pemantauan sistem SCADA. Data operasional dapat digunakan untuk mengevaluasi kinerja aset, mendeteksi pola gangguan, dan mendukung perencanaan pemeliharaan.

Integrasi dapat mencakup:

  • Pengumpulan data historis untuk analisis tren.
  • Dashboard pemantauan performa lintas fasilitas.
  • Analisis pola gangguan berulang.
  • Pelaporan penggunaan sumber daya.
  • Pemantauan kesehatan aset.
  • Integrasi dengan sistem manajemen pemeliharaan.
  • Analisis anomali berdasarkan data operasional.

Integrasi harus mempertimbangkan segmentasi jaringan, kontrol akses, kualitas data, latensi, dan batas tanggung jawab antara sistem kontrol dan sistem analitik.

Platform analitik tidak boleh mengirimkan perintah kontrol ke sistem produksi tanpa desain, pengujian, otorisasi, dan mekanisme keselamatan yang sesuai.

Manajemen Perubahan dalam Optimasi SCADA

Optimasi sering kali memerlukan perubahan pada parameter komunikasi, aplikasi, server, jaringan, atau konfigurasi alarm. Setiap perubahan berpotensi memengaruhi fungsi lain sehingga harus dikelola secara sistematis.

Prosedur Management of Change (MoC) sebaiknya mencakup:

  1. Deskripsi masalah dan alasan perubahan.
  2. Analisis dampak teknis dan operasional.
  3. Identifikasi risiko keselamatan serta keamanan.
  4. Persetujuan personel yang berwenang.
  5. Rencana pengujian dan penerapan.
  6. Backup konfigurasi sebelum perubahan.
  7. Rencana rollback jika hasil tidak sesuai.
  8. Verifikasi hasil setelah perubahan.
  9. Pembaruan dokumen dan catatan konfigurasi.

Perubahan yang menyangkut fungsi keselamatan, kontrol kritis, atau ketersediaan sistem harus melalui penilaian yang sesuai dengan tingkat risikonya.

Materi Training SCADA System Performance Monitoring, Optimization & Troubleshooting

Materi pelatihan dapat disusun menjadi beberapa modul agar peserta memahami konsep dasar sekaligus penerapannya dalam pekerjaan.

Modul Materi pembelajaran
1 Konsep dasar SCADA dan arsitektur sistem
2 Prinsip performance monitoring dan penetapan baseline
3 KPI SCADA: availability, latency, data quality, dan communication error
4 Monitoring PLC, RTU, server, HMI, dan historian
5 Analisis jaringan Ethernet industri dan protokol komunikasi
6 Analisis log, event, alarm, dan historical trend
7 Teknik optimasi komunikasi dan polling
8 Optimasi server, aplikasi HMI, dan historian
9 Metode troubleshooting dan Root Cause Analysis
10 Preventive maintenance dan predictive maintenance
11 SCADA cybersecurity dan Management of Change
12 Studi kasus, simulasi gangguan, dan penyusunan laporan teknis

Metode Pelatihan

Untuk mendukung pemahaman, pelatihan dapat menggunakan metode:

  • Pemaparan konsep dan diskusi teknis.
  • Analisis data performa dan log sistem.
  • Latihan membaca indikator monitoring.
  • Simulasi gangguan komunikasi.
  • Studi kasus troubleshooting.
  • Latihan Root Cause Analysis.
  • Penyusunan checklist pemeliharaan.
  • Presentasi hasil evaluasi dan rekomendasi perbaikan.

Praktik menggunakan perangkat SCADA atau perangkat lunak tertentu dapat disesuaikan dengan fasilitas pelatihan dan kebutuhan peserta.

Manfaat Pelatihan bagi Perusahaan dan Peserta

Manfaat bagi Perusahaan

Penerapan kompetensi yang diperoleh dari pelatihan dapat membantu organisasi membangun pengelolaan SCADA yang lebih terukur.

Manfaat yang diharapkan meliputi:

  • Peningkatan kemampuan mendeteksi gangguan lebih dini.
  • Pengurangan waktu diagnosis dan pemulihan.
  • Penurunan frekuensi gangguan berulang.
  • Peningkatan kualitas data untuk operator.
  • Penggunaan sumber daya server dan jaringan yang lebih efisien.
  • Penguatan dokumentasi pemeliharaan.
  • Perencanaan peningkatan kapasitas berdasarkan data.
  • Pengendalian risiko teknis dan keamanan yang lebih baik.

Hasil aktual bergantung pada penerapan materi, kondisi infrastruktur, dukungan manajemen, dan ketersediaan sumber daya teknis.

Manfaat bagi Peserta

Peserta diharapkan mampu:

  • Memahami parameter penting performa SCADA.
  • Membaca dan menafsirkan data monitoring.
  • Mengenali gejala penurunan kinerja.
  • Menjalankan troubleshooting secara terstruktur.
  • Mengidentifikasi akar penyebab masalah.
  • Menyusun rekomendasi optimasi berdasarkan bukti.
  • Mendokumentasikan tindakan perbaikan.
  • Berkoordinasi dengan tim operasi, jaringan, dan pemeliharaan.

Kompetensi tersebut relevan bagi pengembangan karier di bidang automation engineering, control systems, industrial networking, commissioning, dan reliability engineering.

Strategi Implementasi Monitoring dan Optimasi SCADA

Agar hasil pelatihan dapat diterapkan secara konsisten, perusahaan perlu menyusun rencana implementasi berdasarkan prioritas operasional.

Tahap 1: Assessment Kondisi Sistem

Lakukan inventarisasi arsitektur, perangkat, jaringan, aplikasi, konfigurasi, serta prosedur pemeliharaan. Identifikasi masalah yang paling sering muncul dan komponen yang paling kritis.

Tahap 2: Penetapan Baseline dan KPI

Tentukan parameter performa yang akan diukur, metode pengumpulan data, periode pengamatan, serta batas peringatan berdasarkan kebutuhan fasilitas.

Tahap 3: Identifikasi Prioritas

Kelompokkan temuan berdasarkan dampak terhadap keselamatan, operasi, kualitas data, dan ketersediaan sistem. Masalah kritis harus ditangani sesuai prosedur eskalasi.

Tahap 4: Penerapan Tindakan Perbaikan

Lakukan optimasi berdasarkan analisis akar penyebab dan persetujuan perubahan. Hindari perubahan serentak yang menyulitkan identifikasi dampak setiap tindakan.

Tahap 5: Verifikasi dan Evaluasi

Bandingkan hasil setelah perbaikan dengan baseline. Pastikan tidak ada penurunan fungsi kontrol, kualitas data, atau aspek keselamatan.

Tahap 6: Standardisasi dan Perbaikan Berkelanjutan

Perbarui prosedur, checklist, dokumentasi, dan jadwal pemeliharaan. Gunakan hasil evaluasi sebagai masukan untuk peningkatan sistem berikutnya.

FAQ Training SCADA System Performance Monitoring, Optimization & Troubleshooting

1. Apa yang dimaksud dengan SCADA System Performance Monitoring?

SCADA System Performance Monitoring adalah kegiatan mengukur dan memantau kondisi sistem SCADA melalui indikator seperti ketersediaan server, latensi komunikasi, penggunaan sumber daya, kualitas data, dan status perangkat untuk mendeteksi penurunan kinerja.

2. Apa perbedaan optimasi SCADA dan troubleshooting SCADA?

Optimasi bertujuan meningkatkan kinerja atau efisiensi sistem berdasarkan hasil evaluasi. Troubleshooting berfokus pada diagnosis dan penyelesaian gangguan yang telah terjadi. Keduanya saling berkaitan karena hasil troubleshooting dapat menjadi dasar program optimasi.

3. Apa penyebab umum penurunan performa SCADA?

Penyebabnya dapat berupa beban server tinggi, komunikasi jaringan tidak stabil, polling berlebihan, konfigurasi tag yang keliru, query historian yang tidak efisien, gangguan perangkat, atau masalah aplikasi HMI.

4. Bagaimana cara mengurangi downtime SCADA?

Langkah yang dapat dilakukan meliputi pemantauan kondisi secara berkala, penerapan baseline performa, pemeliharaan preventif, analisis gangguan berulang, backup yang teruji, pengelolaan perubahan, serta penyusunan prosedur pemulihan.

5. Siapa yang perlu mengikuti pelatihan ini?

Pelatihan sesuai bagi SCADA Engineer, Automation Engineer, Instrumentation Engineer, Control System Engineer, teknisi pemeliharaan, operator ruang kontrol, network engineer industri, dan personel yang menangani keandalan sistem otomasi.

6. Apakah pelatihan mencakup praktik troubleshooting?

Materi dapat mencakup simulasi gangguan komunikasi, analisis log, evaluasi performa server, pemeriksaan kualitas data, dan Root Cause Analysis. Kedalaman praktik bergantung pada kurikulum dan fasilitas pelatihan.

7. Berapa lama durasi pelatihan SCADA Performance Monitoring dan Troubleshooting?

Durasi dapat disesuaikan dengan target kompetensi. Program pengenalan dapat berlangsung beberapa hari, sedangkan pelatihan dengan praktik intensif, analisis data, dan simulasi gangguan kompleks dapat memerlukan waktu tambahan.

Tingkatkan Performa dan Keandalan Sistem SCADA Anda

Pastikan sistem otomasi industri Anda bekerja secara optimal melalui pemantauan performa yang terukur, optimasi berbasis analisis, dan troubleshooting yang sistematis. Tingkatkan kompetensi tim dalam mendeteksi gangguan, mengurangi masalah berulang, serta mendukung kontinuitas operasional perusahaan.

Hubungi penyelenggara pelatihan untuk memperoleh informasi jadwal, kurikulum, metode pembelajaran, dan penyesuaian program Training SCADA System Performance Monitoring, Optimization & Troubleshooting sesuai kebutuhan organisasi Anda.

Jadwal, Lokasi & Biaya
Jadwal Bimtek & Training
Pusat Edukasi Indonesia menyelenggarakan Kegiatan Bimbingan Teknis dan Pendidikan Pelatihan yang dilaksanakan pada :

Lokasi: HI Hotel Senen

📍 Jl. Pasar Senen No.3 Jakarta Pusat 10410

Hari Tanggal / Bulan
Rabu - Kamis 14 - 15 Januari 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Januari 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Januari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Februari 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Februari 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Februari 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Februari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Maret 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Maret 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Maret 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Maret 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 April 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 April 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 April 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 April 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 April 2026
Rabu - Kamis 6 - 7 Mei 2026
Rabu - Kamis 13 - 14 Mei 2026
Rabu - Kamis 20 - 21 Mei 2026
Rabu - Kamis 27 - 28 Mei 2026
Rabu - Kamis 3 - 4 Juni 2026
Rabu - Kamis 10 - 11 Juni 2026
Rabu - Kamis 17 - 18 Juni 2026
Rabu - Kamis 24 - 25 Juni 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 Juli 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 Juli 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 Juli 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 Juli 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 Juli 2026
Rabu - Kamis 5 - 6 Agustus 2026
Rabu - Kamis 12 - 13 Agustus 2026
Rabu - Kamis 19 - 20 Agustus 2026
Rabu - Kamis 26 - 27 Agustus 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 September 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 September 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 September 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 September 2026
Rabu - Kamis 30 - 1 Oktober 2026
Rabu - Kamis 7 - 8 Oktober 2026
Rabu - Kamis 14 - 15 Oktober 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Oktober 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Oktober 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 November 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 November 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 November 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 November 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 Desember 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 Desember 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 Desember 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 Desember 2026
Rabu - Kamis 30 - 31 Desember 2026

Lokasi: Serela Cihampelas Hotel Bandun

📍 Jl. Cihampelas No.147, Cipaganti, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat 40131

Hari Tanggal / Bulan
Rabu - Kamis 14 - 15 Januari 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Januari 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Januari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Februari 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Februari 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Februari 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Februari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Maret 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Maret 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Maret 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Maret 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 April 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 April 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 April 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 April 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 April 2026
Rabu - Kamis 6 - 7 Mei 2026
Rabu - Kamis 13 - 14 Mei 2026
Rabu - Kamis 20 - 21 Mei 2026
Rabu - Kamis 27 - 28 Mei 2026
Rabu - Kamis 3 - 4 Juni 2026
Rabu - Kamis 10 - 11 Juni 2026
Rabu - Kamis 17 - 18 Juni 2026
Rabu - Kamis 24 - 25 Juni 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 Juli 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 Juli 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 Juli 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 Juli 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 Juli 2026
Rabu - Kamis 5 - 6 Agustus 2026
Rabu - Kamis 12 - 13 Agustus 2026
Rabu - Kamis 19 - 20 Agustus 2026
Rabu - Kamis 26 - 27 Agustus 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 September 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 September 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 September 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 September 2026
Rabu - Kamis 30 - 1 Oktober 2026
Rabu - Kamis 7 - 8 Oktober 2026
Rabu - Kamis 14 - 15 Oktober 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Oktober 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Oktober 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 November 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 November 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 November 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 November 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 Desember 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 Desember 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 Desember 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 Desember 2026
Rabu - Kamis 30 - 31 Desember 2026

Lokasi: Swiss-Belexpress Kuta Legian

📍 Jl. Legian Gg. Troppozone, Lingkungan Pelasa, Kuta, Kec. Kuta, Kabupaten Badung, Bali 80361

Hari Tanggal / Bulan
Rabu - Kamis 14 - 15 Januari 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Januari 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Januari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Februari 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Februari 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Februari 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Februari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Maret 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Maret 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Maret 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Maret 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 April 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 April 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 April 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 April 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 April 2026
Rabu - Kamis 6 - 7 Mei 2026
Rabu - Kamis 13 - 14 Mei 2026
Rabu - Kamis 20 - 21 Mei 2026
Rabu - Kamis 27 - 28 Mei 2026
Rabu - Kamis 3 - 4 Juni 2026
Rabu - Kamis 10 - 11 Juni 2026
Rabu - Kamis 17 - 18 Juni 2026
Rabu - Kamis 24 - 25 Juni 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 Juli 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 Juli 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 Juli 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 Juli 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 Juli 2026
Rabu - Kamis 5 - 6 Agustus 2026
Rabu - Kamis 12 - 13 Agustus 2026
Rabu - Kamis 19 - 20 Agustus 2026
Rabu - Kamis 26 - 27 Agustus 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 September 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 September 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 September 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 September 2026
Rabu - Kamis 30 - 1 Oktober 2026
Rabu - Kamis 7 - 8 Oktober 2026
Rabu - Kamis 14 - 15 Oktober 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Oktober 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Oktober 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 November 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 November 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 November 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 November 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 Desember 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 Desember 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 Desember 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 Desember 2026
Rabu - Kamis 30 - 31 Desember 2026

Lokasi: Hotel NEO+ - Bp

📍 Jl. Mayjend Sutoyo No.67, Gunungsari Ulu, Kec. Balikpapan Tengah, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur 7612

Hari Tanggal / Bulan
Rabu - Kamis 14 - 15 Januari 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Januari 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Januari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Februari 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Februari 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Februari 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Februari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Maret 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Maret 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Maret 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Maret 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 April 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 April 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 April 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 April 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 April 2026
Rabu - Kamis 6 - 7 Mei 2026
Rabu - Kamis 13 - 14 Mei 2026
Rabu - Kamis 20 - 21 Mei 2026
Rabu - Kamis 27 - 28 Mei 2026
Rabu - Kamis 3 - 4 Juni 2026
Rabu - Kamis 10 - 11 Juni 2026
Rabu - Kamis 17 - 18 Juni 2026
Rabu - Kamis 24 - 25 Juni 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 Juli 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 Juli 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 Juli 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 Juli 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 Juli 2026
Rabu - Kamis 5 - 6 Agustus 2026
Rabu - Kamis 12 - 13 Agustus 2026
Rabu - Kamis 19 - 20 Agustus 2026
Rabu - Kamis 26 - 27 Agustus 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 September 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 September 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 September 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 September 2026
Rabu - Kamis 30 - 1 Oktober 2026
Rabu - Kamis 7 - 8 Oktober 2026
Rabu - Kamis 14 - 15 Oktober 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Oktober 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Oktober 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 November 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 November 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 November 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 November 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 Desember 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 Desember 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 Desember 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 Desember 2026
Rabu - Kamis 30 - 31 Desember 2026
Hari Tanggal / Bulan
Rabu - Kamis 14 - 15 Januari 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Januari 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Januari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Februari 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Februari 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Februari 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Februari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Maret 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Maret 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Maret 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Maret 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 April 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 April 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 April 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 April 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 April 2026
Rabu - Kamis 6 - 7 Mei 2026
Rabu - Kamis 13 - 14 Mei 2026
Rabu - Kamis 20 - 21 Mei 2026
Rabu - Kamis 27 - 28 Mei 2026
Rabu - Kamis 3 - 4 Juni 2026
Rabu - Kamis 10 - 11 Juni 2026
Rabu - Kamis 17 - 18 Juni 2026
Rabu - Kamis 24 - 25 Juni 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 Juli 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 Juli 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 Juli 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 Juli 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 Juli 2026
Rabu - Kamis 5 - 6 Agustus 2026
Rabu - Kamis 12 - 13 Agustus 2026
Rabu - Kamis 19 - 20 Agustus 2026
Rabu - Kamis 26 - 27 Agustus 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 September 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 September 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 September 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 September 2026
Rabu - Kamis 30 - 1 Oktober 2026
Rabu - Kamis 7 - 8 Oktober 2026
Rabu - Kamis 14 - 15 Oktober 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Oktober 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Oktober 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 November 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 November 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 November 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 November 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 Desember 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 Desember 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 Desember 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 Desember 2026
Rabu - Kamis 30 - 31 Desember 2026

Lokasi: Biz Hotel - Batam

📍 Komplek Nagoya Newtown Blok T No.15 Jalan Kompleks Nagoya City Walk, Lubuk Baja Kota, Kec. Lubuk Baja, Kota Batam, Kepulauan Riau 2944

Hari Tanggal / Bulan
Rabu - Kamis 14 - 15 Januari 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Januari 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Januari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Februari 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Februari 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Februari 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Februari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Maret 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Maret 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Maret 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Maret 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 April 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 April 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 April 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 April 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 April 2026
Rabu - Kamis 6 - 7 Mei 2026
Rabu - Kamis 13 - 14 Mei 2026
Rabu - Kamis 20 - 21 Mei 2026
Rabu - Kamis 27 - 28 Mei 2026
Rabu - Kamis 3 - 4 Juni 2026
Rabu - Kamis 10 - 11 Juni 2026
Rabu - Kamis 17 - 18 Juni 2026
Rabu - Kamis 24 - 25 Juni 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 Juli 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 Juli 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 Juli 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 Juli 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 Juli 2026
Rabu - Kamis 5 - 6 Agustus 2026
Rabu - Kamis 12 - 13 Agustus 2026
Rabu - Kamis 19 - 20 Agustus 2026
Rabu - Kamis 26 - 27 Agustus 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 September 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 September 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 September 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 September 2026
Rabu - Kamis 30 - 1 Oktober 2026
Rabu - Kamis 7 - 8 Oktober 2026
Rabu - Kamis 14 - 15 Oktober 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Oktober 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Oktober 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 November 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 November 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 November 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 November 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 Desember 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 Desember 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 Desember 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 Desember 2026
Rabu - Kamis 30 - 31 Desember 2026

Lokasi: MaxOne Hotel Dharmahusada

📍 Jl. Dharmahusada No.189, Mojo, Kec. Gubeng, Surabaya, Jawa Timur 60285

Hari Tanggal / Bulan
Rabu - Kamis 14 - 15 Januari 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Januari 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Januari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Februari 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Februari 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Februari 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Februari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Maret 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Maret 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Maret 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Maret 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 April 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 April 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 April 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 April 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 April 2026
Rabu - Kamis 6 - 7 Mei 2026
Rabu - Kamis 13 - 14 Mei 2026
Rabu - Kamis 20 - 21 Mei 2026
Rabu - Kamis 27 - 28 Mei 2026
Rabu - Kamis 3 - 4 Juni 2026
Rabu - Kamis 10 - 11 Juni 2026
Rabu - Kamis 17 - 18 Juni 2026
Rabu - Kamis 24 - 25 Juni 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 Juli 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 Juli 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 Juli 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 Juli 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 Juli 2026
Rabu - Kamis 5 - 6 Agustus 2026
Rabu - Kamis 12 - 13 Agustus 2026
Rabu - Kamis 19 - 20 Agustus 2026
Rabu - Kamis 26 - 27 Agustus 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 September 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 September 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 September 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 September 2026
Rabu - Kamis 30 - 1 Oktober 2026
Rabu - Kamis 7 - 8 Oktober 2026
Rabu - Kamis 14 - 15 Oktober 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Oktober 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Oktober 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 November 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 November 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 November 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 November 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 Desember 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 Desember 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 Desember 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 Desember 2026
Rabu - Kamis 30 - 31 Desember 2026

Lokasi: Gets Hotel Malang

📍 Jl. Brigjend Slamet Riadi No.38, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65119

Hari Tanggal / Bulan
Rabu - Kamis 14 - 15 Januari 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Januari 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Januari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Februari 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Februari 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Februari 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Februari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Maret 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Maret 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Maret 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Maret 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 April 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 April 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 April 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 April 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 April 2026
Rabu - Kamis 6 - 7 Mei 2026
Rabu - Kamis 13 - 14 Mei 2026
Rabu - Kamis 20 - 21 Mei 2026
Rabu - Kamis 27 - 28 Mei 2026
Rabu - Kamis 3 - 4 Juni 2026
Rabu - Kamis 10 - 11 Juni 2026
Rabu - Kamis 17 - 18 Juni 2026
Rabu - Kamis 24 - 25 Juni 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 Juli 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 Juli 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 Juli 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 Juli 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 Juli 2026
Rabu - Kamis 5 - 6 Agustus 2026
Rabu - Kamis 12 - 13 Agustus 2026
Rabu - Kamis 19 - 20 Agustus 2026
Rabu - Kamis 26 - 27 Agustus 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 September 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 September 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 September 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 September 2026
Rabu - Kamis 30 - 1 Oktober 2026
Rabu - Kamis 7 - 8 Oktober 2026
Rabu - Kamis 14 - 15 Oktober 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Oktober 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Oktober 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 November 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 November 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 November 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 November 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 Desember 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 Desember 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 Desember 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 Desember 2026
Rabu - Kamis 30 - 31 Desember 2026

Lokasi: favehotel S. Parman - Medan

📍 Jl. S. Parman No.313A, Petisah Hulu, Kec. Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara 20152

Hari Tanggal / Bulan
Rabu - Kamis 14 - 15 Januari 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Januari 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Januari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Februari 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Februari 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Februari 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Februari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Maret 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Maret 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Maret 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Maret 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 April 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 April 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 April 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 April 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 April 2026
Rabu - Kamis 6 - 7 Mei 2026
Rabu - Kamis 13 - 14 Mei 2026
Rabu - Kamis 20 - 21 Mei 2026
Rabu - Kamis 27 - 28 Mei 2026
Rabu - Kamis 3 - 4 Juni 2026
Rabu - Kamis 10 - 11 Juni 2026
Rabu - Kamis 17 - 18 Juni 2026
Rabu - Kamis 24 - 25 Juni 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 Juli 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 Juli 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 Juli 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 Juli 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 Juli 2026
Rabu - Kamis 5 - 6 Agustus 2026
Rabu - Kamis 12 - 13 Agustus 2026
Rabu - Kamis 19 - 20 Agustus 2026
Rabu - Kamis 26 - 27 Agustus 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 September 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 September 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 September 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 September 2026
Rabu - Kamis 30 - 1 Oktober 2026
Rabu - Kamis 7 - 8 Oktober 2026
Rabu - Kamis 14 - 15 Oktober 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Oktober 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Oktober 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 November 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 November 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 November 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 November 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 Desember 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 Desember 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 Desember 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 Desember 2026
Rabu - Kamis 30 - 31 Desember 2026

Lokasi: FOX Lite Hotel Samarinda

📍 Jl. Mayor Jendral S. Parman No.15, Temindung Permai, Kec. Sungai Pinang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75119

Hari Tanggal / Bulan
Rabu - Kamis 14 - 15 Januari 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Januari 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Januari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Februari 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Februari 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Februari 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Februari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Maret 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Maret 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Maret 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Maret 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 April 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 April 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 April 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 April 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 April 2026
Rabu - Kamis 6 - 7 Mei 2026
Rabu - Kamis 13 - 14 Mei 2026
Rabu - Kamis 20 - 21 Mei 2026
Rabu - Kamis 27 - 28 Mei 2026
Rabu - Kamis 3 - 4 Juni 2026
Rabu - Kamis 10 - 11 Juni 2026
Rabu - Kamis 17 - 18 Juni 2026
Rabu - Kamis 24 - 25 Juni 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 Juli 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 Juli 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 Juli 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 Juli 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 Juli 2026
Rabu - Kamis 5 - 6 Agustus 2026
Rabu - Kamis 12 - 13 Agustus 2026
Rabu - Kamis 19 - 20 Agustus 2026
Rabu - Kamis 26 - 27 Agustus 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 September 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 September 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 September 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 September 2026
Rabu - Kamis 30 - 1 Oktober 2026
Rabu - Kamis 7 - 8 Oktober 2026
Rabu - Kamis 14 - 15 Oktober 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Oktober 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Oktober 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 November 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 November 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 November 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 November 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 Desember 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 Desember 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 Desember 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 Desember 2026
Rabu - Kamis 30 - 31 Desember 2026

Lokasi: Aston Inn Pantai Losari - Makassar

📍 Jl. Daeng Tompo No.28-36, Maloku, Kec. Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90112

Hari Tanggal / Bulan
Rabu - Kamis 14 - 15 Januari 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Januari 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Januari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Februari 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Februari 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Februari 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Februari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Maret 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Maret 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Maret 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Maret 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 April 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 April 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 April 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 April 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 April 2026
Rabu - Kamis 6 - 7 Mei 2026
Rabu - Kamis 13 - 14 Mei 2026
Rabu - Kamis 20 - 21 Mei 2026
Rabu - Kamis 27 - 28 Mei 2026
Rabu - Kamis 3 - 4 Juni 2026
Rabu - Kamis 10 - 11 Juni 2026
Rabu - Kamis 17 - 18 Juni 2026
Rabu - Kamis 24 - 25 Juni 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 Juli 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 Juli 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 Juli 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 Juli 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 Juli 2026
Rabu - Kamis 5 - 6 Agustus 2026
Rabu - Kamis 12 - 13 Agustus 2026
Rabu - Kamis 19 - 20 Agustus 2026
Rabu - Kamis 26 - 27 Agustus 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 September 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 September 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 September 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 September 2026
Rabu - Kamis 30 - 1 Oktober 2026
Rabu - Kamis 7 - 8 Oktober 2026
Rabu - Kamis 14 - 15 Oktober 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Oktober 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Oktober 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 November 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 November 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 November 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 November 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 Desember 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 Desember 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 Desember 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 Desember 2026
Rabu - Kamis 30 - 31 Desember 2026
Hubungi kami untuk lokasi pelaksanaan bimtek & training terdekat, kami melayani beberapa kota besar diantaranya:

Jakarta Hotel HI Jakarta
Bandung Hotel Fave Serela Cihamplas
Yogjakarta Hotel Amaris Maliboro
Bali Swibell Express Kuta Legian
Surabaya Hotel Max One
Malang Hotel Gets
Bali Hotel Swisbel Inn Exsperes Kuta
Makassar Hotel Aston Inn
Balikpapan Hotel Neo
Samarinda Hotel Fox
Batam Hotel BIZ
Medan Hotel Fave Medan

dan Hotel Pilihan Sesuai Request Peserta

TANPA PENGINAPAN
Rp. 4.000.000
Mengikuti kelas tatap muka selama 2 hari.
Modul materi dan softcopy materi
Bimtek kit & Tas eksklusif
Sertifikat pelatihan.
Makan siang selama kegiatan berlangsung.
Coffebreak sebanyak 2 kali selama kegiatan berlangsung.
PENGINAPAN (Twin Sharing)
Rp. 5.000.000
Mengikuti kelas tatap muka selama 2 hari.
Modul materi dan softcopy materi
Bimtek kit & Tas eksklusif
Sertifikat pelatihan.
Menginap 1 kamar untuk 2 orang, selama 4 hari 3 malam.
Sarapan pagi dan Makan siang Selama Kegiatan Berlangsung.
Coffebreak sebanyak 2 kali selama kegiatan berlangsung.
PENGINAPAN (Suite Room)
Rp. 5.500.000
Mengikuti kelas tatap muka selama 2 hari.
Modul materi dan softcopy materi
Bimtek kit dan Tas eksklusif
Sertifikat pelatihan.
Menginap 1 kamar untuk 1 orang, selama 4 hari 3 malam.
Sarapan pagi, Makan siang dan Makan malam selama kegiatan berlangsung.
Coffebreak sebanyak 2 kali selama kegiatan berlangsung.