Training Petroleum Economics dan Economic Evaluation Proyek Migas: Strategi Evaluasi Ekonomi dan Investasi Minyak dan Gas 2026–2027

INFORMASI ALAMAT & NOMOR TELEPON

Untuk mengirim pesan singkat kepada kami, Anda dapat menghubungi salah satu customer service yang sudah kami cantumkan

KONTAK KAMI

18 Office Park Building, 21th Floor Unit C
Jl. TB Simatupang No. 18, Pasar Minggu
Jakarta Selatan, 12520

info@bimtekedukasi.com

0821-9026-8799

328 Orang sedang melihat halaman ini
Deskripsi

Daftar Isi

Pendahuluan

Industri minyak dan gas bumi (migas) merupakan sektor yang membutuhkan investasi besar, teknologi kompleks, serta perencanaan jangka panjang. Setiap keputusan bisnis, mulai dari eksplorasi, pengembangan lapangan, pengeboran sumur, pembangunan fasilitas produksi, hingga peningkatan perolehan minyak dan gas, memiliki konsekuensi ekonomi yang signifikan. Oleh karena itu, keputusan investasi tidak cukup hanya didasarkan pada potensi cadangan atau kemampuan teknis untuk memproduksikan hidrokarbon. Perusahaan juga perlu memahami apakah suatu proyek layak secara finansial, seberapa besar nilai ekonominya, kapan investasi dapat kembali, dan bagaimana risiko dapat memengaruhi hasil akhirnya.

Di sinilah Petroleum Economics dan Economic Evaluation Proyek Migas memiliki peran penting. Petroleum economics mempelajari hubungan antara sumber daya hidrokarbon, biaya operasi, pendapatan, fiskal, risiko, dan nilai ekonomi. Sementara itu, economic evaluation merupakan proses sistematis untuk menilai kelayakan finansial suatu proyek berdasarkan proyeksi produksi, investasi, biaya, harga komoditas, ketentuan kontrak, serta indikator keuangan.

Melalui Training Petroleum Economics dan Economic Evaluation Proyek Migas, peserta dapat mempelajari metode evaluasi ekonomi yang relevan untuk mendukung pengambilan keputusan investasi. Materi pelatihan dapat mencakup penyusunan model ekonomi, analisis arus kas, Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period, sensitivitas, skenario, dan analisis risiko.

Kompetensi tersebut dibutuhkan oleh perusahaan migas, kontraktor, konsultan teknik, analis keuangan, tim perencanaan, serta organisasi yang terlibat dalam pengembangan dan pengelolaan aset migas. Dengan analisis yang terstruktur, perusahaan dapat membandingkan berbagai alternatif proyek, mengalokasikan modal secara lebih efektif, dan mengantisipasi perubahan kondisi pasar.

Apa Itu Petroleum Economics?

Petroleum economics adalah bidang analisis yang menggabungkan aspek teknik perminyakan, keuangan, bisnis, dan kebijakan fiskal untuk menilai nilai ekonomi kegiatan eksplorasi dan produksi minyak serta gas bumi.

Berbeda dengan analisis teknis yang berfokus pada kemampuan reservoir menghasilkan hidrokarbon, petroleum economics melihat apakah potensi produksi tersebut dapat menghasilkan manfaat ekonomi yang memadai setelah memperhitungkan seluruh biaya, waktu, ketidakpastian, dan kewajiban yang berlaku.

Sebagai contoh, sebuah lapangan mungkin memiliki cadangan minyak yang cukup besar. Namun, apabila lokasi lapangan berada di wilayah laut dalam, membutuhkan fasilitas produksi berbiaya tinggi, dan memiliki tantangan logistik, nilai ekonominya belum tentu lebih baik dibandingkan lapangan yang lebih kecil tetapi dekat dengan infrastruktur yang sudah tersedia.

Oleh karena itu, petroleum economics membantu menjawab pertanyaan penting seperti:

  • Apakah proyek layak dikembangkan berdasarkan asumsi ekonomi yang digunakan?
  • Berapa besar kebutuhan investasi awal dan biaya sepanjang umur proyek?
  • Berapa proyeksi pendapatan dari penjualan minyak dan gas?
  • Bagaimana perubahan harga minyak memengaruhi keuntungan?
  • Berapa nilai proyek apabila memperhitungkan nilai waktu uang?
  • Bagaimana pembagian hasil antara pemerintah dan kontraktor sesuai ketentuan kontrak?
  • Apakah proyek tetap layak ketika biaya meningkat atau produksi lebih rendah dari perkiraan?

Ruang Lingkup Petroleum Economics

Secara umum, petroleum economics mencakup beberapa komponen utama berikut.

Komponen Fokus Analisis Tujuan
Estimasi produksi Profil produksi minyak dan gas Memperkirakan volume yang dapat dijual
Capital Expenditure (CAPEX) Investasi fasilitas, sumur, dan infrastruktur Menentukan kebutuhan modal
Operating Expenditure (OPEX) Biaya operasi dan pemeliharaan Menghitung biaya produksi
Harga komoditas Asumsi harga minyak dan gas Memproyeksikan pendapatan
Fiscal regime Pajak, royalti, bagi hasil, dan kewajiban fiskal Menghitung arus kas sesuai ketentuan
Discount rate Tingkat diskonto Menghitung nilai sekarang arus kas
Risiko dan ketidakpastian Harga, biaya, produksi, jadwal, dan regulasi Mengukur ketahanan proyek
Indikator ekonomi NPV, IRR, dan Payback Period Menilai kelayakan investasi

Setiap komponen saling berkaitan. Perubahan asumsi produksi, misalnya, dapat memengaruhi pendapatan, biaya per unit, pajak, arus kas, dan akhirnya nilai proyek.

Mengapa Economic Evaluation Proyek Migas Sangat Penting?

Evaluasi ekonomi merupakan bagian penting dari proses pengambilan keputusan investasi. Tanpa analisis yang memadai, perusahaan berisiko memilih proyek yang terlihat menarik dari sisi teknis, tetapi menghasilkan pengembalian modal yang rendah atau menghadapi risiko kerugian yang besar.

1. Mendukung Keputusan Investasi

Proyek migas sering membutuhkan investasi besar sebelum menghasilkan pendapatan. Biaya pengeboran, pembangunan fasilitas, instalasi pipa, pengadaan peralatan, dan pengembangan infrastruktur dapat muncul beberapa tahun sebelum produksi komersial.

Evaluasi ekonomi membantu manajemen menentukan apakah manfaat finansial yang diperkirakan sebanding dengan modal dan risiko yang ditanggung.

2. Membandingkan Alternatif Pengembangan

Satu lapangan dapat dikembangkan melalui beberapa pilihan, seperti pembangunan fasilitas baru, penggunaan fasilitas bersama, tie-back ke fasilitas eksisting, atau pengembangan secara bertahap.

Masing-masing alternatif memiliki kebutuhan modal, jadwal, kapasitas produksi, biaya operasi, dan risiko yang berbeda. Analisis ekonomi memungkinkan pilihan tersebut dibandingkan menggunakan dasar perhitungan yang konsisten.

3. Mengoptimalkan Penggunaan Modal

Perusahaan biasanya memiliki anggaran investasi yang terbatas. Karena itu, proyek perlu diprioritaskan berdasarkan nilai ekonomi, risiko, kesesuaian strategis, dan keterbatasan operasional.

Evaluasi ekonomi membantu mengidentifikasi proyek yang memberikan nilai paling menarik sesuai kriteria investasi perusahaan, bukan hanya proyek dengan volume cadangan terbesar.

4. Mengukur Dampak Perubahan Harga Minyak dan Gas

Harga minyak dan gas dapat berubah akibat keseimbangan pasokan dan permintaan, kondisi geopolitik, kebijakan energi, perkembangan teknologi, dan perubahan pola konsumsi.

Melalui analisis sensitivitas dan skenario, perusahaan dapat menilai bagaimana perubahan harga memengaruhi NPV, IRR, dan kemampuan proyek menghasilkan arus kas positif.

5. Mendukung Tata Kelola dan Akuntabilitas

Dokumentasi asumsi, sumber data, metode perhitungan, serta hasil evaluasi penting untuk mendukung proses persetujuan investasi dan audit internal.

Model ekonomi yang transparan membantu manajemen, pemegang saham, mitra, dan pemangku kepentingan memahami dasar keputusan yang diambil.

Hubungan Petroleum Economics dengan Teknik Perminyakan

Petroleum economics tidak berdiri sendiri. Hasilnya sangat dipengaruhi oleh data dan asumsi teknis yang disediakan oleh tim geologi, reservoir, pengeboran, fasilitas produksi, serta operasi lapangan.

Data teknis menjadi dasar untuk membangun proyeksi ekonomi yang masuk akal. Kesalahan dalam memperkirakan produksi atau jadwal pengembangan dapat menghasilkan penilaian investasi yang menyesatkan, sekalipun rumus keuangannya benar.

Integrasi Data Reservoir dan Produksi

Tim reservoir memberikan estimasi cadangan atau sumber daya yang dapat diproduksikan serta profil produksi berdasarkan skenario teknis. Data tersebut kemudian diterjemahkan menjadi volume penjualan dan pendapatan.

Analisis perlu mempertimbangkan beberapa hal:

  • Perkiraan laju produksi awal dan penurunan produksi.
  • Jadwal pengeboran dan penyelesaian sumur.
  • Kebutuhan pengeboran sumur tambahan.
  • Perkiraan water cut dan penanganan air terproduksi.
  • Ketersediaan fasilitas pemrosesan dan kapasitas pipa.
  • Risiko gangguan operasi serta waktu henti.
  • Batas ekonomi lapangan ketika pendapatan tidak lagi menutup biaya yang relevan.

Integrasi dengan Drilling dan Facility Engineering

Jadwal pengeboran memengaruhi waktu dimulainya produksi. Keterlambatan sumur atau fasilitas dapat menunda pendapatan, sementara sebagian biaya investasi mungkin sudah dikeluarkan.

Tim engineering perlu menyampaikan estimasi biaya dan jadwal yang realistis agar model ekonomi dapat mengukur konsekuensi finansial dari perubahan desain, kapasitas, atau metode pelaksanaan.

Integrasi dengan Procurement dan Project Management

Pengadaan peralatan, kontrak jasa, logistik, dan manajemen proyek memengaruhi CAPEX serta risiko keterlambatan. Informasi tersebut harus diperbarui ketika asumsi anggaran atau jadwal berubah secara material.

Model ekonomi yang baik tidak hanya menggunakan angka awal saat studi konsep, tetapi juga diperbarui mengikuti kemajuan proyek dan kualitas data terbaru.

Tahapan Economic Evaluation Proyek Migas

Economic evaluation dilakukan melalui tahapan yang sistematis agar hasil perhitungan dapat ditelusuri dan digunakan untuk mengambil keputusan.

1. Menentukan Tujuan dan Batas Evaluasi

Tahap awal adalah menetapkan objek yang akan dinilai, misalnya satu sumur, satu lapangan, proyek fasilitas produksi, program pengeboran, atau portofolio aset.

Batas evaluasi perlu menjelaskan periode analisis, alternatif yang dibandingkan, dasar harga, mata uang, asumsi inflasi, tingkat diskonto, serta perspektif analisis. Evaluasi pada tingkat proyek tidak selalu menghasilkan kesimpulan yang sama dengan evaluasi dari perspektif kontraktor, pemerintah, atau pemegang saham.

2. Mengumpulkan Data Teknis dan Ekonomi

Data yang dikumpulkan biasanya meliputi:

  • Profil produksi minyak dan gas.
  • Estimasi cadangan atau sumber daya yang relevan.
  • Jadwal investasi dan pengembangan.
  • CAPEX dan OPEX.
  • Asumsi harga minyak dan gas.
  • Biaya transportasi, pemrosesan, dan pemasaran.
  • Ketentuan kontrak dan kewajiban fiskal.
  • Tarif pajak, royalti, serta mekanisme pembagian hasil yang berlaku.
  • Asumsi inflasi, kurs, dan discount rate.
  • Risiko jadwal, operasi, pasar, dan regulasi.

Setiap data sebaiknya dilengkapi sumber, tanggal, satuan, pemilik data, serta status validasinya.

3. Menyusun Asumsi dan Skenario Dasar

Asumsi dasar atau base case merupakan skenario utama yang digunakan sebagai titik pembanding. Asumsi tersebut perlu realistis, konsisten, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Selain base case, perusahaan dapat membuat skenario rendah dan tinggi untuk melihat rentang kemungkinan hasil. Skenario tidak boleh dipilih hanya untuk membuat proyek terlihat layak; seluruh asumsi perlu didukung data dan alasan yang jelas.

4. Membuat Model Arus Kas

Model arus kas memetakan waktu pengeluaran dan penerimaan selama periode proyek. Model biasanya disusun secara periodik, misalnya tahunan atau kuartalan, sesuai kebutuhan keputusan.

Komponen utamanya meliputi pendapatan, biaya operasi, belanja modal, pajak dan kewajiban fiskal, serta arus kas bersih berdasarkan perspektif yang digunakan.

5. Menghitung Indikator Ekonomi

Setelah model arus kas dibangun, indikator ekonomi dihitung untuk mengukur nilai dan tingkat pengembalian proyek. Indikator yang umum digunakan adalah NPV, IRR, Payback Period, serta metrik tambahan seperti profitability index dan breakeven price.

6. Melakukan Analisis Sensitivitas dan Risiko

Model dasar kemudian diuji terhadap perubahan asumsi utama, seperti harga komoditas, volume produksi, biaya investasi, biaya operasi, dan keterlambatan proyek.

Tujuannya bukan sekadar melihat apakah angka keuntungan berubah, tetapi juga memahami faktor mana yang paling memengaruhi keputusan dan tindakan mitigasi apa yang dapat dilakukan.

7. Menyusun Rekomendasi Investasi

Tahap terakhir adalah merangkum hasil analisis menjadi rekomendasi yang jelas. Rekomendasi dapat berupa melanjutkan proyek, melakukan optimasi desain, menunda keputusan hingga data tambahan tersedia, mengembangkan secara bertahap, atau menghentikan proyek jika tidak memenuhi kriteria.

Rekomendasi perlu menjelaskan asumsi utama, risiko material, batasan model, dan kondisi yang dapat mengubah keputusan investasi.

Indikator Utama dalam Economic Evaluation

Indikator ekonomi memiliki fungsi yang berbeda. Karena itu, keputusan sebaiknya tidak didasarkan pada satu metrik saja.

Net Present Value (NPV)

NPV mengukur nilai sekarang dari arus kas masa depan setelah memperhitungkan investasi dan tingkat diskonto.

Secara umum, rumusnya adalah:

NPV = Σ [CFₜ / (1 + r)ᵗ] − I₀

Keterangan:

  • CFₜ adalah arus kas bersih pada periode ke-t.
  • r adalah tingkat diskonto per periode.
  • t adalah periode arus kas.
  • I₀ adalah investasi awal jika belum dimasukkan dalam arus kas periode pertama.

Dalam model yang telah memasukkan seluruh arus kas proyek, termasuk investasi awal, NPV dapat dihitung sebagai jumlah nilai sekarang seluruh arus kas tersebut tanpa mengurangkan investasi awal kembali.

Secara umum, NPV positif menunjukkan bahwa proyek menghasilkan nilai di atas tingkat pengembalian yang direpresentasikan oleh discount rate yang digunakan. Namun, keputusan tetap perlu mempertimbangkan risiko, keterbatasan modal, ketentuan kontrak, dan kriteria perusahaan.

Internal Rate of Return (IRR)

IRR adalah tingkat diskonto yang membuat NPV sama dengan nol. Indikator ini sering digunakan untuk membandingkan tingkat pengembalian proyek dengan hurdle rate atau tingkat pengembalian minimum perusahaan.

IRR memiliki keterbatasan. Proyek dengan pola arus kas tidak konvensional dapat menghasilkan lebih dari satu IRR atau hasil yang sulit diinterpretasikan. Karena itu, IRR sebaiknya dibaca bersama NPV dan karakteristik arus kas.

Payback Period

Payback Period menunjukkan waktu yang dibutuhkan agar arus kas kumulatif menutup investasi awal.

Indikator ini mudah dipahami, tetapi Payback Period sederhana tidak memperhitungkan nilai waktu uang dan mengabaikan arus kas setelah modal kembali. Discounted Payback Period mengatasi sebagian keterbatasan tersebut dengan menggunakan arus kas yang telah didiskontokan.

Profitability Index

Profitability Index membandingkan nilai sekarang arus kas masuk dengan investasi yang dibutuhkan, sesuai definisi yang digunakan dalam model. Metrik ini dapat membantu ketika perusahaan perlu memilih kombinasi proyek di bawah batas anggaran tertentu.

Breakeven Price

Breakeven price adalah harga komoditas yang membuat suatu ukuran ekonomi mencapai batas yang ditentukan, misalnya NPV sama dengan nol pada discount rate tertentu.

Hasilnya sangat bergantung pada definisi yang digunakan, struktur biaya, fiskal, kualitas hidrokarbon, serta titik penyerahan produk. Karena itu, breakeven price antarproyek hanya dapat dibandingkan apabila metodologinya konsisten.

Indikator Pertanyaan yang Dijawab Keterbatasan
NPV Berapa nilai ekonomi bersih dalam nilai sekarang? Sensitif terhadap asumsi dan discount rate
IRR Berapa tingkat pengembalian tersirat dari arus kas? Dapat menyesatkan pada arus kas nonkonvensional atau proyek berbeda skala
Payback Period Kapan investasi awal kembali? Metode sederhana mengabaikan nilai waktu uang dan arus kas setelah payback
Profitability Index Seberapa besar nilai sekarang relatif terhadap modal? Bergantung pada definisi dan dapat kurang tepat untuk memilih proyek yang saling eksklusif
Breakeven Price Berapa harga yang diperlukan untuk mencapai ambang ekonomi tertentu? Sangat bergantung pada definisi, biaya, dan fiskal

Memahami CAPEX dan OPEX dalam Proyek Migas

CAPEX dan OPEX merupakan komponen utama yang menentukan besarnya kebutuhan dana serta profitabilitas proyek.

Capital Expenditure (CAPEX)

CAPEX adalah pengeluaran untuk memperoleh, membangun, atau meningkatkan aset yang digunakan dalam proyek. Dalam industri migas, komponen ini dapat meliputi:

  • Pengeboran dan penyelesaian sumur.
  • Pembangunan fasilitas produksi.
  • Instalasi pipa dan infrastruktur pendukung.
  • Pengadaan peralatan utama.
  • Modifikasi fasilitas eksisting.
  • Pengembangan sistem kelistrikan, instrumentasi, dan kontrol.
  • Biaya proyek lain yang memenuhi klasifikasi investasi perusahaan.

Estimasi CAPEX perlu mempertimbangkan kontingensi, eskalasi harga, jadwal pengeluaran, dan kemungkinan perubahan lingkup proyek. Pengeluaran yang terlambat atau membengkak dapat menurunkan nilai ekonomi karena pendapatan tertunda dan modal yang dibutuhkan meningkat.

Operating Expenditure (OPEX)

OPEX merupakan biaya yang dibutuhkan untuk menjalankan kegiatan operasi. Komponennya dapat mencakup tenaga kerja, bahan kimia, energi, pemeliharaan, jasa operasi, transportasi, pemrosesan, serta pengelolaan limbah dan keselamatan.

Dalam proyek tertentu, biaya dekomisioning, penutupan sumur, atau pemulihan lokasi juga harus diperhitungkan sesuai ruang lingkup, kewajiban, dan periode terjadinya.

Mengapa Estimasi Biaya Harus Konsisten?

Perbandingan proyek dapat menjadi keliru jika satu model memasukkan biaya tertentu sementara model lain tidak. Misalnya, biaya transportasi mungkin diperhitungkan sebagai pengurang pendapatan pada satu model, tetapi dicatat sebagai OPEX pada model lain.

Klasifikasi dapat berbeda, tetapi total arus kas harus mencerminkan seluruh biaya yang relevan tanpa menghitung komponen yang sama dua kali. Model juga perlu membedakan biaya tunai, biaya akuntansi, dan biaya yang relevan untuk keputusan incremental.

Analisis Pendapatan dan Harga Minyak dan Gas

Pendapatan proyek ditentukan oleh volume produk yang dapat dijual, harga realisasi, kualitas produk, serta mekanisme penjualan yang berlaku.

Harga minyak tidak selalu sama dengan harga acuan pasar. Harga realisasi dapat dipengaruhi oleh kualitas minyak, lokasi penyerahan, biaya transportasi, ketentuan kontrak, dan penyesuaian komersial lainnya.

Untuk gas bumi, analisis dapat menjadi lebih kompleks karena harga, volume, dan pendapatan dipengaruhi oleh kontrak penjualan, kapasitas infrastruktur, persyaratan pengiriman, kualitas gas, serta fleksibilitas pasar.

Unsur yang Perlu Diperiksa

  • Perbedaan antara volume produksi dan volume penjualan.
  • Kualitas dan spesifikasi minyak atau gas.
  • Harga acuan dan formula harga kontrak.
  • Biaya pemrosesan dan transportasi.
  • Susut atau kehilangan produk yang relevan.
  • Jadwal mulai penjualan dan kapasitas pasar.
  • Risiko pembatasan produksi atau keterbatasan fasilitas.

Model ekonomi harus menggunakan harga dan volume pada dasar yang konsisten. Jika pendapatan menggunakan volume penjualan bersih, biaya atau kehilangan produk tidak boleh dihitung kembali secara tidak konsisten.

Fiscal Regime dan Production Sharing Contract

Ketentuan fiskal dan kontrak berpengaruh langsung terhadap arus kas yang diterima masing-masing pihak. Dalam industri migas, model ekonomi dapat digunakan untuk menilai proyek dari perspektif kontraktor, pemerintah, atau proyek secara keseluruhan.

Pada skema Production Sharing Contract (PSC), perhitungan dapat melibatkan mekanisme pengembalian biaya, pembagian produksi atau hasil, pajak, kewajiban lainnya, serta ketentuan spesifik yang berlaku pada kontrak terkait. Detailnya tidak boleh diasumsikan seragam untuk semua proyek.

Komponen Fiskal yang Perlu Dipahami

  • Ketentuan pengembalian biaya yang memenuhi syarat, jika berlaku.
  • Mekanisme pembagian hasil produksi atau pendapatan.
  • Pajak dan kewajiban fiskal lainnya.
  • Batasan biaya yang dapat diperhitungkan.
  • Ketentuan pengalihan atau pemulihan biaya.
  • Ketentuan khusus kontrak dan perubahan regulasi yang relevan.

Pentingnya Model Fiskal yang Tepat

Model fiskal yang salah dapat menghasilkan estimasi arus kas kontraktor yang terlalu tinggi atau terlalu rendah. Karena itu, tim ekonomi perlu bekerja sama dengan fungsi legal, pajak, komersial, dan keuangan untuk memastikan interpretasi kontrak serta peraturan telah diverifikasi.

Analisis juga perlu mencatat tanggal dan versi ketentuan yang digunakan. Untuk evaluasi investasi 2026–2027, asumsi tidak boleh sekadar menyalin model lama tanpa pemeriksaan terhadap perubahan kontrak, peraturan, dan kondisi komersial yang relevan.

Analisis Risiko dan Sensitivitas Proyek Migas

Proyek migas menghadapi berbagai ketidakpastian, mulai dari harga komoditas hingga hasil pengeboran dan perubahan jadwal pengembangan. Analisis risiko diperlukan untuk memahami bagaimana ketidakpastian tersebut dapat memengaruhi hasil ekonomi.

Analisis Sensitivitas

Analisis sensitivitas mengubah satu asumsi pada satu waktu sambil mempertahankan asumsi lain, untuk mengidentifikasi variabel yang paling memengaruhi hasil.

Variabel yang umum diuji meliputi:

  • Harga minyak dan gas.
  • Volume produksi dan tingkat penurunan produksi.
  • CAPEX.
  • OPEX.
  • Jadwal produksi pertama.
  • Tingkat keberhasilan pengeboran.
  • Kurs dan inflasi.
  • Discount rate.
  • Ketentuan fiskal yang relevan.

Hasilnya dapat disajikan dalam tabel atau tornado chart. Analisis ini membantu mengidentifikasi faktor yang membutuhkan pemantauan lebih ketat atau strategi mitigasi.

Analisis Skenario

Analisis skenario mengubah beberapa asumsi yang saling berkaitan untuk menggambarkan kondisi yang mungkin terjadi. Contohnya, skenario rendah dapat menggabungkan harga yang lebih lemah, produksi yang lebih rendah, dan keterlambatan proyek; sedangkan skenario tinggi menggunakan asumsi yang lebih menguntungkan tetapi tetap dapat dipertanggungjawabkan.

Analisis Probabilistik

Untuk proyek dengan ketidakpastian tinggi, simulasi Monte Carlo atau metode probabilistik lain dapat digunakan jika data dan model memadai. Pendekatan ini menghasilkan distribusi kemungkinan hasil ekonomi, bukan hanya satu angka.

Kualitas hasil sangat bergantung pada kualitas distribusi input, hubungan antarvariabel, dan validasi model. Simulasi yang rumit tidak otomatis membuat prediksi lebih akurat apabila inputnya lemah.

Penggunaan Model Ekonomi untuk Keputusan Pengembangan Lapangan

Model ekonomi dapat digunakan sejak tahap awal studi konsep hingga evaluasi aset yang sedang beroperasi.

Pada tahap awal, data biasanya masih terbatas sehingga hasil model perlu diperlakukan sebagai estimasi dengan tingkat ketidakpastian yang lebih besar. Ketika data pengeboran, pengujian sumur, desain fasilitas, dan kontrak semakin matang, model dapat diperbarui untuk mendukung keputusan yang lebih terperinci.

Contoh keputusan yang dapat didukung oleh model ekonomi antara lain:

  1. Memilih alternatif konsep pengembangan.
  2. Menentukan urutan pengeboran sumur.
  3. Membandingkan pengembangan mandiri dan penggunaan fasilitas bersama.
  4. Mengevaluasi investasi artificial lift atau intervensi sumur.
  5. Menilai manfaat penambahan kompresi gas.
  6. Memutuskan kelanjutan proyek yang mengalami kenaikan biaya.
  7. Mengidentifikasi waktu ekonomi untuk menghentikan operasi.
  8. Memprioritaskan proyek dalam portofolio investasi.

Keputusan tersebut sebaiknya menggabungkan nilai ekonomi, keselamatan, kepatuhan, keandalan operasi, dampak lingkungan, serta tujuan strategis perusahaan.

Kesalahan Umum dalam Economic Evaluation

Kesalahan pada model ekonomi dapat muncul bukan hanya akibat rumus yang salah, tetapi juga karena asumsi yang tidak konsisten atau data yang tidak diperbarui.

1. Menggunakan Profil Produksi yang Terlalu Optimistis

Jika proyeksi produksi tidak mencerminkan kemampuan reservoir, keterbatasan fasilitas, atau risiko operasional, pendapatan akan terlalu tinggi. Solusinya adalah menyelaraskan asumsi produksi dengan studi teknis dan mendokumentasikan dasar estimasi.

2. Mengabaikan Jadwal Pengeluaran dan Pendapatan

Menganggap seluruh investasi terjadi pada satu waktu atau pendapatan dimulai terlalu cepat dapat mengubah NPV secara signifikan. Arus kas perlu ditempatkan pada periode yang sesuai dengan jadwal aktual atau asumsi proyek yang disepakati.

3. Mencampur Arus Kas Nominal dan Riil

Arus kas nominal memasukkan eskalasi harga dan biaya, sedangkan arus kas riil menggunakan basis harga konstan. Discount rate harus konsisten dengan pendekatan arus kas yang digunakan.

4. Mengabaikan Ketentuan Fiskal

Penggunaan skema fiskal generik tanpa memeriksa kontrak dan peraturan dapat menghasilkan estimasi pendapatan bersih yang salah. Validasi lintas fungsi diperlukan sebelum model digunakan untuk persetujuan investasi.

5. Mengandalkan Satu Indikator

IRR yang tinggi tidak selalu berarti proyek memberikan nilai terbesar. Skala investasi, waktu arus kas, risiko, dan kebutuhan modal juga perlu dipertimbangkan. NPV, IRR, Payback Period, serta analisis risiko sebaiknya digunakan secara saling melengkapi.

6. Tidak Memperbarui Model

Asumsi harga, biaya, jadwal, dan produksi dapat berubah selama proyek berjalan. Model yang tidak diperbarui berisiko tidak lagi mencerminkan kondisi aktual dan dapat mengganggu keputusan pengembangan.

Contoh Kasus Industri: Evaluasi Ekonomi Pengembangan Lapangan Migas

Catatan: Contoh berikut merupakan simulasi ilustratif dengan angka hipotetis, bukan data proyek perusahaan tertentu. Angka ini digunakan untuk menjelaskan metode evaluasi dan tidak mewakili estimasi biaya atau pendapatan aktual industri.

Sebuah operator mempertimbangkan pengembangan lapangan minyak dengan fasilitas produksi yang dapat dihubungkan ke infrastruktur terdekat. Tim proyek membandingkan dua alternatif:

  • Alternatif A: membangun fasilitas baru dengan kapasitas lebih besar.
  • Alternatif B: menggunakan fasilitas eksisting melalui skema tie-back, dengan kebutuhan modifikasi tertentu.

Setelah studi teknis awal, tim menyusun proyeksi produksi, estimasi CAPEX dan OPEX, harga realisasi, jadwal pengeluaran, serta asumsi fiskal sesuai kerangka evaluasi yang ditetapkan perusahaan.

Untuk menyederhanakan ilustrasi, hasil model pada tabel berikut diasumsikan telah dihitung menggunakan basis arus kas dan tingkat diskonto yang sama.

Parameter Evaluasi Alternatif A Alternatif B
Estimasi CAPEX awal US$180 juta US$125 juta
Estimasi OPEX sepanjang periode analisis US$90 juta US$82 juta
NPV pada discount rate yang disepakati US$24 juta US$36 juta
IRR 14% 18%
Payback Period sederhana 6,5 tahun 5 tahun
Risiko keterlambatan fasilitas Lebih tinggi Lebih rendah, tetapi bergantung pada kapasitas fasilitas eksisting

Angka di atas adalah hasil ilustratif yang diasumsikan, bukan hasil perhitungan ulang dari data produksi rinci. Dalam studi aktual, NPV dan IRR harus dihitung dari arus kas periodik lengkap, termasuk pajak, kewajiban fiskal, jadwal belanja modal, dan asumsi produksi.

Analisis Hasil

Berdasarkan hasil ilustratif, Alternatif B menunjukkan NPV lebih tinggi, IRR lebih besar, kebutuhan CAPEX lebih rendah, dan periode pengembalian modal lebih pendek. Temuan ini dapat menjadi dasar untuk memprioritaskan studi lanjutan terhadap alternatif tie-back.

Namun, keputusan tidak boleh dibuat hanya berdasarkan tabel tersebut. Tim perlu memastikan kapasitas fasilitas eksisting mencukupi, kualitas produk sesuai persyaratan, integrasi teknis dapat dilakukan, dan risiko gangguan terhadap operasi yang sudah berjalan dapat dikelola.

Uji Sensitivitas

Selanjutnya, tim menguji dampak beberapa kondisi:

  • Harga minyak turun dari asumsi dasar.
  • Produksi aktual lebih rendah dari profil yang direncanakan.
  • Biaya modifikasi fasilitas meningkat.
  • Jadwal sambungan ke fasilitas eksisting terlambat.
  • Biaya operasi meningkat akibat kebutuhan pemrosesan tambahan.

Jika keunggulan Alternatif B tetap bertahan dalam skenario yang masuk akal, pilihan tersebut menjadi lebih kuat. Jika hasilnya berubah drastis pada satu variabel, perusahaan dapat mempertimbangkan mitigasi, negosiasi kontrak, pengumpulan data tambahan, atau penyesuaian desain.

Pembelajaran dari Kasus

Kasus ini memperlihatkan bahwa proyek dengan investasi lebih rendah tidak otomatis selalu lebih baik, tetapi dapat menghasilkan nilai yang lebih tinggi apabila jadwal, biaya, dan profil pendapatannya mendukung.

Petroleum economics membantu menghubungkan hasil kajian teknis dengan keputusan bisnis secara terukur. Hasilnya paling berguna ketika asumsi transparan, alternatif dibandingkan pada dasar yang setara, dan risiko utama diuji sebelum persetujuan investasi.

Peran Training Petroleum Economics dan Economic Evaluation Proyek Migas

Pelatihan Petroleum Economics dan Economic Evaluation Proyek Migas dirancang untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam menghubungkan informasi teknis, operasional, kontraktual, dan finansial menjadi analisis yang mendukung keputusan investasi.

Dalam praktiknya, profesional migas tidak selalu berasal dari latar belakang keuangan. Insinyur reservoir, drilling engineer, production engineer, project manager, dan staf perencanaan juga perlu memahami konsekuensi ekonomi dari keputusan teknis yang mereka rekomendasikan.

Sebaliknya, staf keuangan dan analis investasi perlu memahami bagaimana profil produksi, cadangan, jadwal pengeboran, dan kondisi fasilitas memengaruhi proyeksi arus kas.

Tujuan Training

Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu:

  1. Memahami konsep dasar petroleum economics dan penerapannya dalam industri migas.
  2. Mengidentifikasi komponen utama pendapatan, CAPEX, OPEX, dan kewajiban fiskal proyek.
  3. Menyusun proyeksi arus kas berdasarkan asumsi teknis dan ekonomi.
  4. Menghitung dan menginterpretasikan NPV, IRR, Payback Period, serta breakeven price.
  5. Melakukan analisis sensitivitas dan skenario untuk mengukur dampak ketidakpastian.
  6. Membandingkan alternatif pengembangan lapangan berdasarkan kriteria ekonomi.
  7. Mengidentifikasi kesalahan umum dalam penyusunan model ekonomi.
  8. Menyusun rekomendasi investasi yang didukung data dan dokumentasi analisis.

Materi Training Petroleum Economics dan Economic Evaluation Proyek Migas

Modul Materi Pembelajaran Kompetensi yang Diharapkan
Modul 1 Pengantar Petroleum Economics Memahami konsep keekonomian industri migas
Modul 2 Karakteristik Proyek Hulu Migas Memahami tahapan proyek dan faktor penentu nilai ekonomi
Modul 3 Estimasi Produksi dan Pendapatan Menghubungkan profil produksi dengan pendapatan
Modul 4 CAPEX dan OPEX Mengidentifikasi kebutuhan investasi dan biaya operasi
Modul 5 Cash Flow Modeling Menyusun model arus kas proyek
Modul 6 NPV, IRR, dan Payback Period Menghitung serta menginterpretasikan indikator ekonomi
Modul 7 Fiskal dan Kontrak Migas Memahami dampak kontrak dan kewajiban fiskal
Modul 8 Sensitivity dan Scenario Analysis Mengukur pengaruh perubahan asumsi
Modul 9 Risk Analysis Mengevaluasi ketidakpastian ekonomi proyek
Modul 10 Studi Kasus dan Presentasi Menyusun rekomendasi berbasis hasil evaluasi

Materi dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan, tingkat pengalaman peserta, jenis aset, dan tujuan pelatihan. Untuk peserta yang telah menguasai dasar ekonomi migas, pembelajaran dapat diperdalam dengan pemodelan arus kas, analisis portofolio, evaluasi keputusan pengembangan, dan penggunaan perangkat lunak spreadsheet.

Metode Pelatihan

Agar materi tidak berhenti pada pemahaman teori, pelatihan sebaiknya menggabungkan beberapa metode pembelajaran, yaitu:

  • Pemaparan konsep: membahas prinsip petroleum economics, indikator ekonomi, dan struktur model.
  • Latihan perhitungan: menyusun arus kas dan menghitung indikator kelayakan investasi.
  • Studi kasus: membandingkan beberapa alternatif pengembangan lapangan.
  • Simulasi skenario: menguji perubahan harga, biaya, produksi, dan jadwal proyek.
  • Diskusi kelompok: mengidentifikasi risiko serta menentukan prioritas mitigasi.
  • Presentasi hasil: menyampaikan rekomendasi investasi dengan asumsi yang transparan.

Melalui metode tersebut, peserta diharapkan mampu memahami proses analisis dari pengumpulan data hingga penyusunan rekomendasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Siapa yang Perlu Mengikuti Pelatihan Ini?

Training Petroleum Economics dan Economic Evaluation Proyek Migas relevan bagi tenaga profesional yang terlibat dalam perencanaan, pengembangan, evaluasi, dan pengambilan keputusan proyek migas.

Kelompok peserta yang dapat memperoleh manfaat meliputi:

  • Petroleum engineer, reservoir engineer, dan production engineer.
  • Drilling engineer dan well intervention engineer.
  • Project engineer, project manager, dan tim pengembangan lapangan.
  • Analis ekonomi, analis investasi, dan staf perencanaan bisnis.
  • Staf keuangan, akuntansi, dan pengendalian biaya proyek.
  • Profesional yang menangani komersial, kontrak, dan perencanaan portofolio.
  • Manajer aset, manajer operasi, dan pengambil keputusan investasi.
  • Konsultan energi serta profesional yang mendukung evaluasi proyek hulu migas.

Peserta dengan latar belakang teknis dapat memperkuat pemahaman mengenai nilai ekonomi dari keputusan engineering. Sementara itu, peserta dari fungsi keuangan dapat memahami hubungan antara asumsi teknis dan kinerja finansial proyek.

Perangkat Pendukung untuk Economic Evaluation

Model ekonomi dapat dibuat menggunakan spreadsheet atau perangkat lunak khusus. Pemilihan alat bergantung pada kompleksitas proyek, kebutuhan integrasi data, standar perusahaan, dan kemampuan pengguna.

Spreadsheet untuk Model Ekonomi

Spreadsheet banyak digunakan untuk menyusun proyeksi produksi, pendapatan, biaya, pajak, dan arus kas. Keunggulannya adalah fleksibel, mudah disesuaikan, dan dapat digunakan untuk analisis sensitivitas.

Akan tetapi, model spreadsheet perlu dirancang dengan pengendalian yang memadai, seperti:

  • Pemisahan input, perhitungan, dan output.
  • Dokumentasi sumber serta tanggal asumsi.
  • Pemeriksaan formula dan satuan.
  • Pengendalian versi model.
  • Pemeriksaan konsistensi arus kas.
  • Validasi hasil oleh pihak yang kompeten.
  • Pembatasan akses terhadap asumsi dan formula penting.

Integrasi Data Teknis dan Finansial

Pada proyek yang kompleks, model ekonomi perlu menerima data dari berbagai fungsi, termasuk reservoir, produksi, pengeboran, proyek, pengadaan, dan keuangan.

Integrasi ini membantu mengurangi perbedaan asumsi antarbagian. Sebagai contoh, jadwal produksi yang digunakan oleh tim ekonomi harus konsisten dengan jadwal sumur dan kesiapan fasilitas yang disetujui tim proyek.

Data yang terintegrasi juga mempermudah pembaruan model ketika terjadi perubahan desain, estimasi biaya, atau kondisi lapangan.

Praktik Terbaik dalam Menyusun Model Ekonomi Migas

Model ekonomi yang baik harus dapat digunakan untuk pengambilan keputusan sekaligus diperiksa oleh pihak lain. Oleh sebab itu, kualitas model tidak hanya ditentukan oleh kompleksitas formula, tetapi juga oleh konsistensi, transparansi, dan keterlacakan data.

Gunakan Asumsi yang Terdokumentasi

Setiap asumsi utama perlu memiliki sumber, tanggal, satuan, pemilik data, dan penjelasan mengenai alasan pemilihannya. Asumsi yang belum pasti harus ditandai agar tidak disalahartikan sebagai fakta yang sudah terverifikasi.

Terapkan Pemeriksaan Model

Pemeriksaan model dapat meliputi pengujian formula, rekonsiliasi arus kas, pemeriksaan tanda positif dan negatif, serta pembandingan hasil dengan perhitungan independen.

Untuk proyek besar, proses pemeriksaan sebaiknya melibatkan pihak yang tidak menyusun model awal sehingga potensi kesalahan lebih mudah ditemukan.

Selaraskan Basis Perhitungan

Beberapa pasangan asumsi harus konsisten, antara lain:

  • Arus kas nominal dengan discount rate nominal.
  • Arus kas riil dengan discount rate riil.
  • Mata uang dan asumsi kurs yang digunakan.
  • Periode arus kas dan periode discount rate.
  • Volume produksi dan volume penjualan.
  • Perlakuan pajak serta kewajiban fiskal.
  • Batas ruang lingkup biaya dan pendapatan.

Ketidakkonsistenan kecil dapat menghasilkan perbedaan material pada hasil ekonomi, terutama untuk proyek dengan periode investasi dan produksi yang panjang.

Perbarui Evaluasi Sepanjang Siklus Proyek

Evaluasi ekonomi tidak seharusnya berhenti setelah persetujuan investasi awal. Model perlu diperbarui ketika terdapat informasi baru yang material, misalnya hasil pengeboran, revisi estimasi cadangan, perubahan biaya, keterlambatan proyek, atau perubahan harga.

Pembaruan tersebut membantu perusahaan membandingkan kinerja aktual dengan rencana dan menentukan apakah tindakan korektif diperlukan.

Tren Petroleum Economics dan Evaluasi Investasi Migas 2026–2027

Keputusan investasi migas pada 2026–2027 perlu memperhatikan perubahan kondisi pasar energi, disiplin alokasi modal, efisiensi biaya, dan tuntutan pengelolaan risiko. Walaupun prospek setiap aset berbeda, beberapa pendekatan berikut semakin penting dalam proses evaluasi proyek.

Evaluasi Investasi Berbasis Skenario

Ketidakpastian harga komoditas dan biaya proyek membuat penggunaan satu proyeksi tunggal kurang memadai. Skenario rendah, dasar, dan tinggi dapat membantu manajemen memahami rentang hasil yang mungkin terjadi.

Skenario perlu didukung asumsi yang konsisten dan tidak sekadar menggunakan perubahan persentase tanpa dasar. Hubungan antara harga, produksi, biaya, dan jadwal juga perlu dipertimbangkan.

Disiplin Modal dan Prioritas Portofolio

Perusahaan perlu membandingkan proyek berdasarkan nilai ekonomi, kebutuhan modal, profil risiko, dan kesesuaiannya dengan strategi bisnis. Proyek dengan NPV positif belum tentu menjadi prioritas pertama apabila terdapat proyek lain dengan kombinasi nilai, risiko, dan kebutuhan modal yang lebih menarik.

Analisis portofolio dapat membantu perusahaan menentukan urutan investasi serta mengidentifikasi proyek yang membutuhkan perbaikan desain sebelum disetujui.

Integrasi Risiko Operasional dan Lingkungan

Gangguan produksi, keselamatan kerja, kewajiban lingkungan, dan penutupan fasilitas dapat memengaruhi biaya maupun arus kas. Karena itu, evaluasi ekonomi perlu memperhitungkan kewajiban yang relevan sesuai ruang lingkup proyek dan ketentuan yang berlaku.

Analisis ekonomi yang baik bukan berarti mengabaikan aspek keselamatan atau kepatuhan demi mengejar keuntungan. Faktor tersebut merupakan bagian penting dari pengelolaan aset yang berkelanjutan.

Penggunaan Data yang Lebih Terintegrasi

Digitalisasi membantu menghubungkan informasi produksi, jadwal proyek, estimasi biaya, dan kinerja keuangan. Data yang lebih konsisten dapat mempercepat pembaruan model serta mempermudah analisis perubahan asumsi.

Namun, digitalisasi tetap membutuhkan tata kelola data, pengendalian akses, validasi input, dan pengawasan model. Hasil otomatisasi tetap harus diperiksa sebelum digunakan untuk keputusan investasi material.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Petroleum Economics dan Economic Evaluation Proyek Migas

1. Apa yang dimaksud dengan Petroleum Economics?

Petroleum economics adalah bidang analisis yang menilai aspek ekonomi kegiatan minyak dan gas bumi dengan menggabungkan data teknis, biaya, pendapatan, kontrak, kewajiban fiskal, serta risiko. Tujuannya adalah membantu menentukan nilai ekonomi dan mendukung keputusan investasi.

2. Apa perbedaan Petroleum Economics dan Economic Evaluation?

Petroleum economics merupakan bidang kajian yang lebih luas mengenai aspek ekonomi industri migas. Economic evaluation adalah proses penilaian kelayakan ekonomi suatu proyek atau alternatif investasi menggunakan data, asumsi, model arus kas, serta indikator seperti NPV dan IRR.

3. Mengapa NPV penting dalam proyek migas?

NPV menunjukkan nilai sekarang bersih dari arus kas proyek setelah memperhitungkan tingkat diskonto. Indikator ini membantu menilai apakah proyek menghasilkan nilai di atas tingkat pengembalian yang dipersyaratkan, berdasarkan asumsi dan perspektif analisis yang digunakan.

4. Apakah proyek dengan IRR tertinggi selalu menjadi pilihan terbaik?

Tidak. IRR perlu dibaca bersama NPV, kebutuhan modal, waktu arus kas, risiko, dan karakteristik proyek. Untuk proyek yang saling eksklusif atau memiliki skala investasi berbeda, NPV sering menjadi ukuran penting dalam membandingkan nilai yang diciptakan.

5. Apa saja data yang dibutuhkan untuk evaluasi ekonomi proyek migas?

Data umumnya mencakup profil produksi, estimasi cadangan atau sumber daya, CAPEX, OPEX, harga realisasi, jadwal proyek, biaya transportasi, asumsi fiskal dan kontrak, inflasi, kurs, discount rate, serta faktor risiko yang relevan.

6. Apakah peserta harus menguasai pemrograman untuk mengikuti training ini?

Tidak selalu. Pelatihan dasar dapat menggunakan spreadsheet dan pemahaman konsep keuangan. Untuk analisis yang lebih kompleks, kemampuan pemodelan lanjutan atau penggunaan perangkat lunak khusus dapat menjadi nilai tambah, bergantung pada tingkat pelatihan dan kebutuhan pekerjaan.

7. Apa manfaat Training Petroleum Economics dan Economic Evaluation Proyek Migas bagi perusahaan?

Pelatihan membantu meningkatkan kualitas analisis investasi, menyelaraskan asumsi teknis dan finansial, mengidentifikasi risiko ekonomi, membandingkan alternatif pengembangan, serta menyusun rekomendasi yang lebih transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kesimpulan

Petroleum economics dan economic evaluation merupakan fondasi penting dalam pengambilan keputusan investasi industri minyak dan gas bumi. Keduanya membantu perusahaan memahami hubungan antara potensi produksi, kebutuhan modal, biaya operasi, pendapatan, ketentuan fiskal, serta risiko sepanjang umur proyek.

Melalui evaluasi yang sistematis, perusahaan dapat menilai kelayakan pengembangan lapangan, membandingkan alternatif investasi, menguji sensitivitas terhadap perubahan asumsi, dan menentukan prioritas penggunaan modal. Indikator seperti NPV, IRR, Payback Period, dan breakeven price memberikan sudut pandang yang berbeda sehingga perlu digunakan secara saling melengkapi.

Kualitas evaluasi sangat bergantung pada data yang andal, asumsi yang konsisten, pemodelan arus kas yang tepat, serta dokumentasi yang transparan. Model ekonomi juga perlu diperbarui ketika kondisi teknis, komersial, atau operasional berubah secara material.

Tingkatkan kompetensi tim Anda melalui Training Petroleum Economics dan Economic Evaluation Proyek Migas. Pelajari teknik analisis keekonomian, pemodelan arus kas, evaluasi risiko, dan penilaian kelayakan investasi untuk mendukung keputusan proyek migas yang lebih terukur, efektif, dan akuntabel. Hubungi penyelenggara pelatihan untuk mendapatkan informasi jadwal, kurikulum, dan program yang sesuai dengan kebutuhan organisasi Anda.

Jadwal, Lokasi & Biaya
Jadwal Bimtek & Training
Pusat Edukasi Indonesia menyelenggarakan Kegiatan Bimbingan Teknis dan Pendidikan Pelatihan yang dilaksanakan pada :

Lokasi: HI Hotel Senen

📍 Jl. Pasar Senen No.3 Jakarta Pusat 10410

Hari Tanggal / Bulan
Rabu - Kamis 14 - 15 Januari 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Januari 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Januari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Februari 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Februari 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Februari 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Februari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Maret 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Maret 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Maret 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Maret 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 April 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 April 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 April 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 April 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 April 2026
Rabu - Kamis 6 - 7 Mei 2026
Rabu - Kamis 13 - 14 Mei 2026
Rabu - Kamis 20 - 21 Mei 2026
Rabu - Kamis 27 - 28 Mei 2026
Rabu - Kamis 3 - 4 Juni 2026
Rabu - Kamis 10 - 11 Juni 2026
Rabu - Kamis 17 - 18 Juni 2026
Rabu - Kamis 24 - 25 Juni 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 Juli 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 Juli 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 Juli 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 Juli 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 Juli 2026
Rabu - Kamis 5 - 6 Agustus 2026
Rabu - Kamis 12 - 13 Agustus 2026
Rabu - Kamis 19 - 20 Agustus 2026
Rabu - Kamis 26 - 27 Agustus 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 September 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 September 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 September 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 September 2026
Rabu - Kamis 30 - 1 Oktober 2026
Rabu - Kamis 7 - 8 Oktober 2026
Rabu - Kamis 14 - 15 Oktober 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Oktober 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Oktober 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 November 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 November 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 November 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 November 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 Desember 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 Desember 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 Desember 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 Desember 2026
Rabu - Kamis 30 - 31 Desember 2026

Lokasi: Serela Cihampelas Hotel Bandun

📍 Jl. Cihampelas No.147, Cipaganti, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat 40131

Hari Tanggal / Bulan
Rabu - Kamis 14 - 15 Januari 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Januari 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Januari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Februari 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Februari 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Februari 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Februari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Maret 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Maret 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Maret 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Maret 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 April 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 April 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 April 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 April 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 April 2026
Rabu - Kamis 6 - 7 Mei 2026
Rabu - Kamis 13 - 14 Mei 2026
Rabu - Kamis 20 - 21 Mei 2026
Rabu - Kamis 27 - 28 Mei 2026
Rabu - Kamis 3 - 4 Juni 2026
Rabu - Kamis 10 - 11 Juni 2026
Rabu - Kamis 17 - 18 Juni 2026
Rabu - Kamis 24 - 25 Juni 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 Juli 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 Juli 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 Juli 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 Juli 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 Juli 2026
Rabu - Kamis 5 - 6 Agustus 2026
Rabu - Kamis 12 - 13 Agustus 2026
Rabu - Kamis 19 - 20 Agustus 2026
Rabu - Kamis 26 - 27 Agustus 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 September 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 September 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 September 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 September 2026
Rabu - Kamis 30 - 1 Oktober 2026
Rabu - Kamis 7 - 8 Oktober 2026
Rabu - Kamis 14 - 15 Oktober 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Oktober 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Oktober 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 November 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 November 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 November 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 November 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 Desember 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 Desember 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 Desember 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 Desember 2026
Rabu - Kamis 30 - 31 Desember 2026

Lokasi: Swiss-Belexpress Kuta Legian

📍 Jl. Legian Gg. Troppozone, Lingkungan Pelasa, Kuta, Kec. Kuta, Kabupaten Badung, Bali 80361

Hari Tanggal / Bulan
Rabu - Kamis 14 - 15 Januari 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Januari 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Januari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Februari 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Februari 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Februari 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Februari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Maret 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Maret 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Maret 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Maret 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 April 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 April 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 April 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 April 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 April 2026
Rabu - Kamis 6 - 7 Mei 2026
Rabu - Kamis 13 - 14 Mei 2026
Rabu - Kamis 20 - 21 Mei 2026
Rabu - Kamis 27 - 28 Mei 2026
Rabu - Kamis 3 - 4 Juni 2026
Rabu - Kamis 10 - 11 Juni 2026
Rabu - Kamis 17 - 18 Juni 2026
Rabu - Kamis 24 - 25 Juni 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 Juli 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 Juli 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 Juli 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 Juli 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 Juli 2026
Rabu - Kamis 5 - 6 Agustus 2026
Rabu - Kamis 12 - 13 Agustus 2026
Rabu - Kamis 19 - 20 Agustus 2026
Rabu - Kamis 26 - 27 Agustus 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 September 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 September 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 September 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 September 2026
Rabu - Kamis 30 - 1 Oktober 2026
Rabu - Kamis 7 - 8 Oktober 2026
Rabu - Kamis 14 - 15 Oktober 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Oktober 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Oktober 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 November 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 November 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 November 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 November 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 Desember 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 Desember 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 Desember 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 Desember 2026
Rabu - Kamis 30 - 31 Desember 2026

Lokasi: Hotel NEO+ - Bp

📍 Jl. Mayjend Sutoyo No.67, Gunungsari Ulu, Kec. Balikpapan Tengah, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur 7612

Hari Tanggal / Bulan
Rabu - Kamis 14 - 15 Januari 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Januari 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Januari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Februari 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Februari 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Februari 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Februari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Maret 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Maret 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Maret 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Maret 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 April 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 April 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 April 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 April 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 April 2026
Rabu - Kamis 6 - 7 Mei 2026
Rabu - Kamis 13 - 14 Mei 2026
Rabu - Kamis 20 - 21 Mei 2026
Rabu - Kamis 27 - 28 Mei 2026
Rabu - Kamis 3 - 4 Juni 2026
Rabu - Kamis 10 - 11 Juni 2026
Rabu - Kamis 17 - 18 Juni 2026
Rabu - Kamis 24 - 25 Juni 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 Juli 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 Juli 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 Juli 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 Juli 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 Juli 2026
Rabu - Kamis 5 - 6 Agustus 2026
Rabu - Kamis 12 - 13 Agustus 2026
Rabu - Kamis 19 - 20 Agustus 2026
Rabu - Kamis 26 - 27 Agustus 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 September 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 September 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 September 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 September 2026
Rabu - Kamis 30 - 1 Oktober 2026
Rabu - Kamis 7 - 8 Oktober 2026
Rabu - Kamis 14 - 15 Oktober 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Oktober 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Oktober 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 November 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 November 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 November 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 November 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 Desember 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 Desember 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 Desember 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 Desember 2026
Rabu - Kamis 30 - 31 Desember 2026
Hari Tanggal / Bulan
Rabu - Kamis 14 - 15 Januari 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Januari 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Januari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Februari 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Februari 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Februari 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Februari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Maret 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Maret 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Maret 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Maret 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 April 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 April 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 April 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 April 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 April 2026
Rabu - Kamis 6 - 7 Mei 2026
Rabu - Kamis 13 - 14 Mei 2026
Rabu - Kamis 20 - 21 Mei 2026
Rabu - Kamis 27 - 28 Mei 2026
Rabu - Kamis 3 - 4 Juni 2026
Rabu - Kamis 10 - 11 Juni 2026
Rabu - Kamis 17 - 18 Juni 2026
Rabu - Kamis 24 - 25 Juni 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 Juli 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 Juli 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 Juli 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 Juli 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 Juli 2026
Rabu - Kamis 5 - 6 Agustus 2026
Rabu - Kamis 12 - 13 Agustus 2026
Rabu - Kamis 19 - 20 Agustus 2026
Rabu - Kamis 26 - 27 Agustus 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 September 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 September 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 September 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 September 2026
Rabu - Kamis 30 - 1 Oktober 2026
Rabu - Kamis 7 - 8 Oktober 2026
Rabu - Kamis 14 - 15 Oktober 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Oktober 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Oktober 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 November 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 November 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 November 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 November 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 Desember 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 Desember 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 Desember 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 Desember 2026
Rabu - Kamis 30 - 31 Desember 2026

Lokasi: Biz Hotel - Batam

📍 Komplek Nagoya Newtown Blok T No.15 Jalan Kompleks Nagoya City Walk, Lubuk Baja Kota, Kec. Lubuk Baja, Kota Batam, Kepulauan Riau 2944

Hari Tanggal / Bulan
Rabu - Kamis 14 - 15 Januari 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Januari 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Januari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Februari 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Februari 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Februari 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Februari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Maret 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Maret 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Maret 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Maret 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 April 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 April 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 April 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 April 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 April 2026
Rabu - Kamis 6 - 7 Mei 2026
Rabu - Kamis 13 - 14 Mei 2026
Rabu - Kamis 20 - 21 Mei 2026
Rabu - Kamis 27 - 28 Mei 2026
Rabu - Kamis 3 - 4 Juni 2026
Rabu - Kamis 10 - 11 Juni 2026
Rabu - Kamis 17 - 18 Juni 2026
Rabu - Kamis 24 - 25 Juni 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 Juli 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 Juli 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 Juli 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 Juli 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 Juli 2026
Rabu - Kamis 5 - 6 Agustus 2026
Rabu - Kamis 12 - 13 Agustus 2026
Rabu - Kamis 19 - 20 Agustus 2026
Rabu - Kamis 26 - 27 Agustus 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 September 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 September 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 September 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 September 2026
Rabu - Kamis 30 - 1 Oktober 2026
Rabu - Kamis 7 - 8 Oktober 2026
Rabu - Kamis 14 - 15 Oktober 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Oktober 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Oktober 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 November 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 November 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 November 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 November 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 Desember 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 Desember 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 Desember 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 Desember 2026
Rabu - Kamis 30 - 31 Desember 2026

Lokasi: MaxOne Hotel Dharmahusada

📍 Jl. Dharmahusada No.189, Mojo, Kec. Gubeng, Surabaya, Jawa Timur 60285

Hari Tanggal / Bulan
Rabu - Kamis 14 - 15 Januari 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Januari 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Januari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Februari 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Februari 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Februari 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Februari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Maret 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Maret 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Maret 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Maret 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 April 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 April 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 April 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 April 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 April 2026
Rabu - Kamis 6 - 7 Mei 2026
Rabu - Kamis 13 - 14 Mei 2026
Rabu - Kamis 20 - 21 Mei 2026
Rabu - Kamis 27 - 28 Mei 2026
Rabu - Kamis 3 - 4 Juni 2026
Rabu - Kamis 10 - 11 Juni 2026
Rabu - Kamis 17 - 18 Juni 2026
Rabu - Kamis 24 - 25 Juni 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 Juli 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 Juli 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 Juli 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 Juli 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 Juli 2026
Rabu - Kamis 5 - 6 Agustus 2026
Rabu - Kamis 12 - 13 Agustus 2026
Rabu - Kamis 19 - 20 Agustus 2026
Rabu - Kamis 26 - 27 Agustus 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 September 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 September 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 September 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 September 2026
Rabu - Kamis 30 - 1 Oktober 2026
Rabu - Kamis 7 - 8 Oktober 2026
Rabu - Kamis 14 - 15 Oktober 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Oktober 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Oktober 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 November 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 November 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 November 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 November 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 Desember 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 Desember 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 Desember 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 Desember 2026
Rabu - Kamis 30 - 31 Desember 2026

Lokasi: Gets Hotel Malang

📍 Jl. Brigjend Slamet Riadi No.38, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65119

Hari Tanggal / Bulan
Rabu - Kamis 14 - 15 Januari 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Januari 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Januari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Februari 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Februari 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Februari 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Februari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Maret 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Maret 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Maret 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Maret 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 April 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 April 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 April 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 April 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 April 2026
Rabu - Kamis 6 - 7 Mei 2026
Rabu - Kamis 13 - 14 Mei 2026
Rabu - Kamis 20 - 21 Mei 2026
Rabu - Kamis 27 - 28 Mei 2026
Rabu - Kamis 3 - 4 Juni 2026
Rabu - Kamis 10 - 11 Juni 2026
Rabu - Kamis 17 - 18 Juni 2026
Rabu - Kamis 24 - 25 Juni 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 Juli 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 Juli 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 Juli 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 Juli 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 Juli 2026
Rabu - Kamis 5 - 6 Agustus 2026
Rabu - Kamis 12 - 13 Agustus 2026
Rabu - Kamis 19 - 20 Agustus 2026
Rabu - Kamis 26 - 27 Agustus 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 September 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 September 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 September 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 September 2026
Rabu - Kamis 30 - 1 Oktober 2026
Rabu - Kamis 7 - 8 Oktober 2026
Rabu - Kamis 14 - 15 Oktober 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Oktober 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Oktober 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 November 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 November 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 November 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 November 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 Desember 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 Desember 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 Desember 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 Desember 2026
Rabu - Kamis 30 - 31 Desember 2026

Lokasi: favehotel S. Parman - Medan

📍 Jl. S. Parman No.313A, Petisah Hulu, Kec. Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara 20152

Hari Tanggal / Bulan
Rabu - Kamis 14 - 15 Januari 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Januari 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Januari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Februari 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Februari 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Februari 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Februari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Maret 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Maret 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Maret 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Maret 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 April 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 April 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 April 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 April 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 April 2026
Rabu - Kamis 6 - 7 Mei 2026
Rabu - Kamis 13 - 14 Mei 2026
Rabu - Kamis 20 - 21 Mei 2026
Rabu - Kamis 27 - 28 Mei 2026
Rabu - Kamis 3 - 4 Juni 2026
Rabu - Kamis 10 - 11 Juni 2026
Rabu - Kamis 17 - 18 Juni 2026
Rabu - Kamis 24 - 25 Juni 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 Juli 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 Juli 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 Juli 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 Juli 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 Juli 2026
Rabu - Kamis 5 - 6 Agustus 2026
Rabu - Kamis 12 - 13 Agustus 2026
Rabu - Kamis 19 - 20 Agustus 2026
Rabu - Kamis 26 - 27 Agustus 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 September 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 September 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 September 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 September 2026
Rabu - Kamis 30 - 1 Oktober 2026
Rabu - Kamis 7 - 8 Oktober 2026
Rabu - Kamis 14 - 15 Oktober 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Oktober 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Oktober 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 November 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 November 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 November 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 November 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 Desember 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 Desember 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 Desember 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 Desember 2026
Rabu - Kamis 30 - 31 Desember 2026

Lokasi: FOX Lite Hotel Samarinda

📍 Jl. Mayor Jendral S. Parman No.15, Temindung Permai, Kec. Sungai Pinang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75119

Hari Tanggal / Bulan
Rabu - Kamis 14 - 15 Januari 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Januari 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Januari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Februari 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Februari 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Februari 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Februari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Maret 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Maret 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Maret 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Maret 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 April 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 April 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 April 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 April 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 April 2026
Rabu - Kamis 6 - 7 Mei 2026
Rabu - Kamis 13 - 14 Mei 2026
Rabu - Kamis 20 - 21 Mei 2026
Rabu - Kamis 27 - 28 Mei 2026
Rabu - Kamis 3 - 4 Juni 2026
Rabu - Kamis 10 - 11 Juni 2026
Rabu - Kamis 17 - 18 Juni 2026
Rabu - Kamis 24 - 25 Juni 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 Juli 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 Juli 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 Juli 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 Juli 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 Juli 2026
Rabu - Kamis 5 - 6 Agustus 2026
Rabu - Kamis 12 - 13 Agustus 2026
Rabu - Kamis 19 - 20 Agustus 2026
Rabu - Kamis 26 - 27 Agustus 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 September 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 September 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 September 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 September 2026
Rabu - Kamis 30 - 1 Oktober 2026
Rabu - Kamis 7 - 8 Oktober 2026
Rabu - Kamis 14 - 15 Oktober 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Oktober 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Oktober 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 November 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 November 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 November 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 November 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 Desember 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 Desember 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 Desember 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 Desember 2026
Rabu - Kamis 30 - 31 Desember 2026

Lokasi: Aston Inn Pantai Losari - Makassar

📍 Jl. Daeng Tompo No.28-36, Maloku, Kec. Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90112

Hari Tanggal / Bulan
Rabu - Kamis 14 - 15 Januari 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Januari 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Januari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Februari 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Februari 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Februari 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Februari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Maret 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Maret 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Maret 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Maret 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 April 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 April 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 April 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 April 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 April 2026
Rabu - Kamis 6 - 7 Mei 2026
Rabu - Kamis 13 - 14 Mei 2026
Rabu - Kamis 20 - 21 Mei 2026
Rabu - Kamis 27 - 28 Mei 2026
Rabu - Kamis 3 - 4 Juni 2026
Rabu - Kamis 10 - 11 Juni 2026
Rabu - Kamis 17 - 18 Juni 2026
Rabu - Kamis 24 - 25 Juni 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 Juli 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 Juli 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 Juli 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 Juli 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 Juli 2026
Rabu - Kamis 5 - 6 Agustus 2026
Rabu - Kamis 12 - 13 Agustus 2026
Rabu - Kamis 19 - 20 Agustus 2026
Rabu - Kamis 26 - 27 Agustus 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 September 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 September 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 September 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 September 2026
Rabu - Kamis 30 - 1 Oktober 2026
Rabu - Kamis 7 - 8 Oktober 2026
Rabu - Kamis 14 - 15 Oktober 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Oktober 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Oktober 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 November 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 November 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 November 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 November 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 Desember 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 Desember 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 Desember 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 Desember 2026
Rabu - Kamis 30 - 31 Desember 2026
Hubungi kami untuk lokasi pelaksanaan bimtek & training terdekat, kami melayani beberapa kota besar diantaranya:

Jakarta Hotel HI Jakarta
Bandung Hotel Fave Serela Cihamplas
Yogjakarta Hotel Amaris Maliboro
Bali Swibell Express Kuta Legian
Surabaya Hotel Max One
Malang Hotel Gets
Bali Hotel Swisbel Inn Exsperes Kuta
Makassar Hotel Aston Inn
Balikpapan Hotel Neo
Samarinda Hotel Fox
Batam Hotel BIZ
Medan Hotel Fave Medan

dan Hotel Pilihan Sesuai Request Peserta

TANPA PENGINAPAN
Rp. 4.000.000
Mengikuti kelas tatap muka selama 2 hari.
Modul materi dan softcopy materi
Bimtek kit & Tas eksklusif
Sertifikat pelatihan.
Makan siang selama kegiatan berlangsung.
Coffebreak sebanyak 2 kali selama kegiatan berlangsung.
PENGINAPAN (Twin Sharing)
Rp. 5.000.000
Mengikuti kelas tatap muka selama 2 hari.
Modul materi dan softcopy materi
Bimtek kit & Tas eksklusif
Sertifikat pelatihan.
Menginap 1 kamar untuk 2 orang, selama 4 hari 3 malam.
Sarapan pagi dan Makan siang Selama Kegiatan Berlangsung.
Coffebreak sebanyak 2 kali selama kegiatan berlangsung.
PENGINAPAN (Suite Room)
Rp. 5.500.000
Mengikuti kelas tatap muka selama 2 hari.
Modul materi dan softcopy materi
Bimtek kit dan Tas eksklusif
Sertifikat pelatihan.
Menginap 1 kamar untuk 1 orang, selama 4 hari 3 malam.
Sarapan pagi, Makan siang dan Makan malam selama kegiatan berlangsung.
Coffebreak sebanyak 2 kali selama kegiatan berlangsung.