Training Production Optimization dan Nodal Analysis: Strategi Optimasi Produksi Migas dan Peningkatan Kinerja Sumur 2026–2027

INFORMASI ALAMAT & NOMOR TELEPON

Untuk mengirim pesan singkat kepada kami, Anda dapat menghubungi salah satu customer service yang sudah kami cantumkan

KONTAK KAMI

18 Office Park Building, 21th Floor Unit C
Jl. TB Simatupang No. 18, Pasar Minggu
Jakarta Selatan, 12520

info@bimtekedukasi.com

0821-9026-8799

358 Orang sedang melihat halaman ini
Deskripsi

Daftar Isi

Pendahuluan

Produksi minyak dan gas bumi merupakan salah satu aktivitas utama dalam industri hulu migas yang menentukan keberhasilan operasional dan nilai ekonomi suatu lapangan. Dalam kondisi lapangan yang semakin kompleks, perusahaan tidak cukup hanya mengandalkan pengeboran sumur baru untuk meningkatkan produksi. Optimalisasi sumur yang telah beroperasi, peningkatan efisiensi sistem pengangkatan buatan, pengendalian tekanan, serta evaluasi kemampuan aliran fluida menjadi strategi penting untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi.

Salah satu pendekatan yang banyak digunakan dalam kegiatan tersebut adalah Production Optimization dan Nodal Analysis. Production Optimization merupakan proses sistematis untuk meningkatkan kinerja produksi dengan mempertimbangkan kondisi reservoir, kemampuan sumur, sistem pengangkatan buatan, jaringan pipa, dan fasilitas permukaan. Sementara itu, Nodal Analysis merupakan metode analisis yang mengevaluasi hubungan antara tekanan dan laju alir pada berbagai titik dalam sistem produksi untuk mengidentifikasi hambatan aliran dan menentukan kondisi operasi yang paling sesuai.

Kedua pendekatan ini saling melengkapi. Production Optimization memberikan kerangka kerja untuk meningkatkan kinerja sistem secara menyeluruh, sedangkan Nodal Analysis membantu engineer memahami hubungan antara kemampuan reservoir memasok fluida dan kemampuan sistem produksi mengalirkannya ke permukaan.

Melalui Training Production Optimization dan Nodal Analysis, peserta dapat mempelajari cara mengevaluasi kinerja sumur, menganalisis kurva inflow dan outflow, mengidentifikasi bottleneck produksi, mengevaluasi parameter operasi, serta menyusun rekomendasi optimasi berdasarkan data teknis.

Pelatihan ini relevan bagi perusahaan minyak dan gas bumi, kontraktor hulu migas, perusahaan jasa perminyakan, konsultan teknik, serta profesional yang terlibat dalam pengelolaan reservoir, produksi, dan fasilitas permukaan.

Artikel ini membahas konsep dasar, metode analisis, parameter teknis, tahapan optimasi, contoh kasus industri, tantangan implementasi, dan manfaat Training Production Optimization dan Nodal Analysis untuk meningkatkan kompetensi tenaga profesional migas pada periode 2026–2027.

Mengenal Production Optimization dan Nodal Analysis

Pengertian Production Optimization

Production Optimization adalah proses meningkatkan kinerja produksi minyak dan gas dengan mengoptimalkan interaksi antara reservoir, sumur, sistem pengangkatan buatan, jaringan produksi, dan fasilitas permukaan.

Optimasi tidak selalu berarti meningkatkan laju produksi sebesar mungkin. Sasaran optimasi harus mempertimbangkan kemampuan reservoir, batas tekanan, kapasitas fasilitas, integritas sumur, keselamatan operasi, kualitas hidrokarbon, serta keekonomian.

Beberapa tujuan utama Production Optimization meliputi:

  • Meningkatkan laju produksi minyak dan gas secara berkelanjutan.
  • Mengurangi kehilangan produksi akibat hambatan aliran.
  • Mengidentifikasi sumur dengan kinerja di bawah potensi teknisnya.
  • Mengoptimalkan penggunaan artificial lift.
  • Mengurangi konsumsi energi per unit produksi.
  • Mengendalikan produksi air dan gas yang tidak diinginkan.
  • Meningkatkan ketersediaan fasilitas produksi.
  • Memperpanjang umur produktif sumur dan lapangan.
  • Meningkatkan nilai ekonomi aset migas.

Strategi optimasi harus disesuaikan dengan karakteristik masing-masing lapangan. Sumur dengan tekanan reservoir tinggi memerlukan pendekatan berbeda dibandingkan sumur tua dengan tekanan rendah atau sumur yang mengalami peningkatan produksi air.

Pengertian Nodal Analysis

Nodal Analysis adalah metode analisis sistem produksi yang menggunakan prinsip keseimbangan tekanan pada suatu titik atau node dalam sistem aliran fluida.

Metode ini mengevaluasi hubungan antara kemampuan reservoir mengalirkan fluida menuju sumur dan kemampuan sistem produksi mengalirkannya dari reservoir ke fasilitas permukaan.

Dalam sistem produksi minyak dan gas, titik analisis dapat ditempatkan pada dasar sumur, kepala sumur, atau titik lain yang sesuai dengan tujuan evaluasi.

Secara umum, Nodal Analysis membandingkan dua karakteristik utama:

  • Inflow Performance Relationship (IPR): menggambarkan hubungan antara tekanan alir dasar sumur dan laju produksi yang dapat disuplai reservoir.
  • Outflow atau Vertical Lift Performance (VLP): menggambarkan kebutuhan tekanan untuk mengalirkan fluida melalui tubing dan sistem produksi menuju titik keluaran tertentu.

Titik perpotongan kurva inflow dan outflow menunjukkan kondisi operasi yang konsisten dengan kedua karakteristik tersebut, untuk asumsi dan kondisi batas yang digunakan.

Hubungan Production Optimization dan Nodal Analysis

Nodal Analysis merupakan salah satu alat penting dalam Production Optimization. Analisis ini membantu engineer menentukan apakah hambatan utama berada pada kemampuan reservoir, konfigurasi sumur, sistem pengangkatan buatan, atau jaringan produksi.

Aspek Production Optimization Nodal Analysis
Fokus Peningkatan kinerja sistem produksi secara menyeluruh Hubungan tekanan dan laju alir pada sistem produksi
Cakupan Reservoir, sumur, artificial lift, flowline, fasilitas Titik node, inflow, outflow, dan kondisi batas
Data utama Produksi, tekanan, operasi, fasilitas, biaya IPR, VLP, tekanan, laju alir, sifat fluida
Hasil Rekomendasi optimasi operasional dan pengembangan Estimasi titik operasi dan evaluasi skenario aliran
Tujuan Meningkatkan produksi dan nilai ekonomi Mengidentifikasi hambatan dan kondisi aliran yang sesuai

Kombinasi keduanya membantu perusahaan membuat keputusan yang lebih terukur daripada hanya mengubah parameter operasi berdasarkan perkiraan.

Mengapa Production Optimization Penting dalam Industri Migas?

Menghadapi Penurunan Produksi Alami

Seiring waktu, tekanan reservoir dapat menurun dan produktivitas sumur dapat berubah. Kondisi ini berpotensi menurunkan laju produksi meskipun sumur masih memiliki hidrokarbon yang dapat dipulihkan.

Production Optimization membantu membedakan penurunan produksi akibat deplesi reservoir dari masalah yang dapat diperbaiki melalui tindakan operasional.

Contohnya meliputi:

  • Hambatan aliran akibat endapan atau penyumbatan.
  • Penurunan efisiensi pompa.
  • Perubahan tekanan pada jaringan produksi.
  • Peningkatan water cut.
  • Perubahan rasio gas-minyak.
  • Pembatasan kapasitas fasilitas.
  • Masalah pada tubing atau peralatan sumur.

Identifikasi penyebab yang tepat sangat penting agar perusahaan tidak mengeluarkan biaya untuk intervensi yang tidak menyelesaikan akar masalah.

Meningkatkan Produksi dari Aset yang Sudah Ada

Peningkatan produksi tidak selalu membutuhkan pengeboran sumur baru. Dalam beberapa kasus, evaluasi dan perbaikan sistem produksi yang telah tersedia dapat memberikan tambahan produksi dengan kebutuhan investasi yang lebih rendah.

Misalnya, optimasi tekanan kepala sumur, penyesuaian kecepatan pompa, perbaikan sistem gas lift, atau pengurangan hambatan pada flowline dapat meningkatkan kinerja sumur jika masalah utamanya memang berasal dari sistem tersebut.

Namun, setiap perubahan harus diuji terhadap batas tekanan, kapasitas fasilitas, integritas peralatan, dan respons reservoir.

Mengurangi Biaya Produksi

Optimasi dapat membantu menekan konsumsi energi, penggunaan bahan kimia, kebutuhan intervensi, dan kehilangan produksi.

Penghematan biaya harus dinilai secara menyeluruh. Pengaturan operasi yang meningkatkan produksi tetapi mempercepat kerusakan peralatan atau meningkatkan kebutuhan pemeliharaan belum tentu menghasilkan manfaat ekonomi bersih.

Meningkatkan Keandalan dan Keselamatan Operasi

Optimasi produksi yang baik juga mempertimbangkan batas operasi aman, tekanan maksimum yang diizinkan, integritas sumur, kapasitas separator, dan ketentuan keselamatan fasilitas.

Peningkatan produksi yang melampaui batas desain peralatan tidak dapat dianggap sebagai keberhasilan optimasi.

Prinsip Dasar Nodal Analysis

Konsep Keseimbangan Tekanan

Nodal Analysis menggunakan prinsip bahwa tekanan yang tersedia dari reservoir harus konsisten dengan kehilangan tekanan dan kebutuhan tekanan di sepanjang sistem produksi.

Untuk sistem sederhana, hubungan tersebut dapat dijelaskan sebagai:

[
P_r-\Delta P_{\text{inflow}}=P_{wf}
]

dan

[
P_{wf}=P_{\text{out}}+\Delta P_{\text{outflow}}
]

Keterangan:

  • (P_r): tekanan reservoir.
  • (\Delta P_{\text{inflow}}): penurunan tekanan dari reservoir menuju node.
  • (P_{wf}): tekanan alir dasar sumur.
  • (P_{\text{out}}): tekanan pada titik keluaran sistem.
  • (\Delta P_{\text{outflow}}): kebutuhan tekanan untuk mengalirkan fluida dari node ke titik keluaran.

Persamaan tersebut merupakan ilustrasi konseptual. Pada aplikasi nyata, perhitungan harus mempertimbangkan elevasi, gesekan, perubahan energi kinetik, sifat fluida, geometri pipa, serta kontribusi peralatan pengangkatan buatan.

Inflow Performance Relationship

IPR menggambarkan kemampuan reservoir memasok fluida ke dalam sumur pada berbagai kondisi tekanan alir dasar sumur.

Bentuk hubungan IPR dipengaruhi oleh jenis fluida, tekanan reservoir, tekanan gelembung, permeabilitas, ketebalan produktif, kondisi kerusakan formasi, dan mekanisme aliran.

Pada reservoir minyak satu fase dengan pendekatan aliran radial tertentu, hubungan tekanan dan laju alir dapat terlihat mendekati linear. Namun, pada reservoir minyak di bawah tekanan gelembung, aliran multifase dan pelepasan gas terlarut dapat membuat hubungan tersebut menjadi nonlinier.

Karena itu, pemilihan model IPR harus disesuaikan dengan kondisi reservoir dan data pengujian sumur.

Vertical Lift Performance

VLP menggambarkan kebutuhan tekanan untuk mengalirkan fluida dari dasar sumur menuju titik keluaran melalui tubing.

Kebutuhan tekanan tersebut dipengaruhi oleh:

  • Kedalaman dan geometri sumur.
  • Diameter serta kekasaran tubing.
  • Laju alir minyak, gas, dan air.
  • Densitas dan viskositas fluida.
  • Rasio gas-minyak.
  • Fraksi gas dan pola aliran multifase.
  • Tekanan kepala sumur.
  • Temperatur sepanjang sumur.
  • Keberadaan gas lift atau artificial lift lainnya.

Kurva VLP membantu menunjukkan bagaimana perubahan kondisi operasi dapat mengubah kebutuhan tekanan untuk mengalirkan fluida ke permukaan.

Titik Operasi Sumur

Titik operasi merupakan kondisi ketika kurva IPR dan VLP berpotongan untuk parameter dan kondisi batas yang dianalisis.

Titik ini menunjukkan kombinasi laju alir dan tekanan yang konsisten dengan kemampuan inflow reservoir dan kebutuhan outflow sistem.

Engineer dapat membandingkan beberapa skenario, misalnya:

  • Mengubah tekanan kepala sumur.
  • Mengganti diameter tubing.
  • Mengoptimalkan laju injeksi gas lift.
  • Mengubah kecepatan pompa.
  • Mengevaluasi tekanan separator.
  • Menilai dampak stimulasi terhadap produktivitas reservoir.

Perbandingan tersebut membantu menentukan perubahan yang berpotensi meningkatkan produksi tanpa mengabaikan batas teknis dan keselamatan.

Data yang Dibutuhkan untuk Production Optimization dan Nodal Analysis

Data Reservoir

Data reservoir digunakan untuk menilai kemampuan inflow dan karakteristik produksi. Informasi yang dibutuhkan dapat meliputi:

  • Tekanan reservoir.
  • Tekanan alir dasar sumur.
  • Permeabilitas dan ketebalan produktif.
  • Porositas dan saturasi fluida.
  • Produktivitas sumur.
  • Tekanan gelembung minyak.
  • Riwayat tekanan dan produksi.
  • Informasi kerusakan formasi atau skin factor.

Kualitas data sangat menentukan ketepatan hasil analisis. Tekanan yang tidak representatif atau data uji sumur yang tidak konsisten dapat menghasilkan kurva IPR yang keliru.

Data Fluida dan PVT

Data PVT diperlukan untuk memahami sifat fluida pada kondisi tekanan dan temperatur tertentu.

Parameter yang umum digunakan meliputi:

  • Faktor volume formasi minyak dan gas.
  • Rasio gas terlarut terhadap minyak.
  • Faktor kompresibilitas gas.
  • Densitas dan viskositas fluida.
  • Komposisi gas.
  • Water cut.
  • Rasio gas-minyak aktual.
  • Tegangan antarmuka jika relevan.

Untuk sistem multifase, pemilihan korelasi sifat fluida dan model aliran harus sesuai dengan karakteristik fluida serta rentang operasi yang dianalisis.

Data Sumur dan Artificial Lift

Data sumur membantu menentukan kehilangan tekanan dan karakteristik sistem pengangkatan.

Contoh data yang diperlukan adalah:

  • Kedalaman dan konfigurasi sumur.
  • Diameter tubing dan casing.
  • Tekanan kepala sumur.
  • Ukuran serta kondisi choke.
  • Jenis sistem artificial lift.
  • Parameter pompa atau gas lift.
  • Riwayat intervensi.
  • Batas tekanan peralatan.
  • Kondisi integritas sumur.

Data Jaringan dan Fasilitas Permukaan

Kinerja sumur juga dipengaruhi oleh jaringan pipa, separator, kompresor, dan fasilitas pengolahan.

Data yang perlu diperiksa antara lain:

  • Diameter dan panjang flowline.
  • Tekanan jaringan.
  • Tekanan separator.
  • Kapasitas fasilitas.
  • Penurunan tekanan pada pipa.
  • Kondisi kompresor dan pompa.
  • Batas operasi fasilitas.
  • Potensi bottleneck pada sistem pengumpulan produksi.

Mengoptimalkan sumur tanpa mengevaluasi kapasitas fasilitas dapat memindahkan hambatan produksi dari sumur ke sistem permukaan.

Metode dan Teknik Production Optimization

Evaluasi Produktivitas Sumur

Evaluasi produktivitas sumur bertujuan mengetahui kemampuan sumur menghasilkan minyak, gas, dan air pada kondisi operasi tertentu.

Salah satu parameter yang digunakan pada reservoir minyak dengan pendekatan aliran satu fase adalah Productivity Index (PI), yang secara sederhana dirumuskan sebagai:

[
J=\frac{q_o}{P_r-P_{wf}}
]

Keterangan:

  • (J): indeks produktivitas sumur.
  • (q_o): laju produksi minyak.
  • (P_r): tekanan reservoir.
  • (P_{wf}): tekanan alir dasar sumur.

Rumus tersebut berlaku untuk kondisi dan asumsi tertentu. Pada reservoir multifase atau kondisi di bawah tekanan gelembung, hubungan produktivitas dapat bersifat nonlinier sehingga diperlukan model yang lebih sesuai.

Evaluasi PI membantu membandingkan kinerja sumur, tetapi hasilnya perlu ditafsirkan bersama perubahan tekanan reservoir, water cut, rasio gas-minyak, dan kondisi operasi.

Optimasi Tekanan Kepala Sumur

Tekanan kepala sumur memengaruhi kebutuhan tekanan untuk mengalirkan fluida dari reservoir menuju fasilitas permukaan. Penurunan tekanan keluaran dapat meningkatkan laju alir dalam kondisi tertentu karena mengurangi kebutuhan tekanan pada sisi outflow.

Namun, pengurangan tekanan kepala sumur harus memperhatikan kapasitas separator, tekanan jaringan, karakteristik fluida, risiko pembentukan hidrat, dan batas keselamatan.

Langkah evaluasi yang dapat dilakukan meliputi:

  1. Mengukur tekanan kepala sumur dan tekanan separator.
  2. Memeriksa kehilangan tekanan pada choke dan flowline.
  3. Membandingkan hasil pengukuran dengan model nodal.
  4. Menjalankan skenario perubahan tekanan keluaran.
  5. Mengevaluasi dampak terhadap laju produksi dan fasilitas.
  6. Memvalidasi hasil melalui pengujian lapangan yang terkendali.

Optimasi Choke

Choke digunakan untuk mengendalikan aliran fluida dan membantu menjaga operasi sumur dalam rentang yang ditetapkan.

Perubahan bukaan choke dapat memengaruhi laju alir dan tekanan sumur. Akan tetapi, pembukaan choke secara berlebihan tidak selalu meningkatkan produksi secara berkelanjutan. Pada kondisi tertentu, tindakan tersebut dapat mempercepat penurunan tekanan, meningkatkan produksi pasir atau air, atau menimbulkan masalah pada fasilitas.

Karena itu, optimasi choke harus didasarkan pada data tekanan, laju produksi, karakteristik reservoir, dan batas operasi yang disetujui.

Optimasi Tubing

Diameter tubing memengaruhi kecepatan fluida, kehilangan tekanan akibat gesekan, dan kemampuan mengangkat cairan ke permukaan.

Tubing yang lebih besar dapat mengurangi kehilangan tekanan akibat gesekan pada kondisi tertentu, tetapi juga dapat menurunkan kecepatan aliran sehingga berpotensi menyebabkan akumulasi cairan pada sumur gas.

Sebaliknya, tubing yang terlalu kecil dapat menghasilkan kehilangan tekanan tinggi ketika laju alir meningkat.

Nodal Analysis memungkinkan engineer membandingkan beberapa ukuran tubing untuk mencari konfigurasi yang paling sesuai dengan kondisi sumur dan target produksi.

Optimasi Artificial Lift

Artificial lift digunakan ketika energi alami reservoir tidak cukup untuk mengangkat fluida ke permukaan pada laju yang diinginkan.

Teknik yang umum digunakan meliputi:

  • Gas lift.
  • Electric Submersible Pump (ESP).
  • Sucker Rod Pump (SRP).
  • Progressive Cavity Pump (PCP).
  • Hydraulic pumping pada aplikasi yang sesuai.

Setiap teknologi memiliki karakteristik, kebutuhan energi, batas operasi, dan biaya yang berbeda. Pemilihan sistem harus mempertimbangkan kedalaman sumur, laju produksi, kandungan gas, produksi pasir, viskositas fluida, serta ketersediaan fasilitas.

Penerapan Nodal Analysis pada Sistem Produksi

Analisis pada Sumur Minyak

Pada sumur minyak, Nodal Analysis digunakan untuk mengevaluasi kemampuan reservoir memasok minyak dan kemampuan sistem produksi mengalirkannya ke permukaan.

Analisis dapat membantu menjawab pertanyaan seperti:

  • Apakah penurunan produksi berasal dari reservoir atau sistem outflow?
  • Apakah perubahan diameter tubing berpotensi meningkatkan laju alir?
  • Apakah tekanan separator membatasi kinerja sumur?
  • Apakah sistem artificial lift bekerja pada rentang yang sesuai?
  • Apakah stimulasi reservoir berpotensi memberikan peningkatan produksi yang ekonomis?

Hasil analisis harus dikaitkan dengan pengujian sumur, kondisi aktual peralatan, dan batas operasi yang berlaku.

Analisis pada Sumur Gas

Pada sumur gas, hubungan antara laju alir dan tekanan dipengaruhi oleh sifat gas, tekanan reservoir, konfigurasi sumur, serta kebutuhan tekanan pada jaringan pengumpulan.

Salah satu masalah yang dapat terjadi pada sumur gas adalah akumulasi cairan di dalam sumur. Jika kecepatan gas tidak cukup untuk mengangkat cairan, tekanan hidrostatik dapat meningkat dan mengurangi kemampuan produksi.

Analisis nodal dapat digunakan untuk mengevaluasi kebutuhan laju alir minimum, ukuran tubing, tekanan kepala sumur, serta pilihan metode pengangkatan cairan. Pemilihan solusi harus mempertimbangkan kondisi sumur dan risiko operasional.

Analisis pada Sumur dengan Water Cut Tinggi

Peningkatan water cut dapat menambah beban pengangkatan cairan dan meningkatkan kebutuhan kapasitas pemrosesan air. Pada sumur dengan produksi air tinggi, optimasi perlu mencakup aspek reservoir dan fasilitas.

Engineer perlu menilai apakah air berasal dari water breakthrough, komunikasi antarlapisan, masalah integritas sumur, atau sumber lain.

Solusi dapat berupa pengaturan laju produksi, evaluasi zona produksi, perbaikan sumur, atau pengendalian air sesuai hasil diagnosis. Nodal Analysis membantu mengevaluasi konsekuensi perubahan aliran, tetapi tidak dengan sendirinya mengidentifikasi sumber air.

Analisis Jaringan Produksi

Pada lapangan dengan banyak sumur yang terhubung ke jaringan yang sama, perubahan produksi satu sumur dapat memengaruhi tekanan dan kinerja sumur lainnya.

Analisis jaringan memungkinkan evaluasi interaksi antara sumur, flowline, manifold, separator, dan fasilitas pengolahan.

Pendekatan ini bermanfaat ketika perusahaan menghadapi keterbatasan kapasitas kompresor, tekanan separator yang tinggi, atau kehilangan tekanan besar pada jaringan.

Tahapan Melakukan Nodal Analysis Secara Sistematis

Menentukan Tujuan dan Titik Analisis

Tahap pertama adalah menetapkan persoalan yang ingin diselesaikan. Misalnya, peningkatan produksi sumur minyak, evaluasi ukuran tubing, penyesuaian gas lift, atau identifikasi hambatan jaringan.

Titik analisis dipilih berdasarkan tujuan tersebut. Penempatan node di dasar sumur dapat sesuai untuk mengevaluasi inflow reservoir dan outflow sumur, sedangkan analisis jaringan dapat memerlukan node tambahan pada kepala sumur, manifold, dan fasilitas.

Mengumpulkan dan Memvalidasi Data

Data harus berasal dari pengukuran yang dapat dipercaya dan merepresentasikan kondisi operasi yang akan dianalisis.

Pemeriksaan meliputi:

  • Konsistensi satuan tekanan dan laju alir.
  • Waktu pengukuran dan kondisi sumur.
  • Kesesuaian data PVT.
  • Kondisi choke dan tubing.
  • Tekanan separator dan jaringan.
  • Status artificial lift.
  • Riwayat intervensi dan perubahan operasi.

Jika terdapat perbedaan antara model dan pengukuran, penyebabnya perlu diperiksa sebelum melakukan optimasi.

Membangun Kurva IPR

Kurva IPR dibangun berdasarkan data uji sumur atau model inflow yang sesuai dengan kondisi reservoir.

Pemilihan model harus mempertimbangkan apakah aliran satu fase atau multifase, tekanan reservoir terhadap tekanan gelembung, serta ketersediaan data.

Jika model IPR tidak merepresentasikan kondisi sumur, hasil perpotongan kurva dapat memberikan estimasi titik operasi yang tidak akurat.

Membangun Kurva VLP

Kurva VLP dibuat dengan memperhitungkan kebutuhan tekanan untuk mengalirkan fluida melalui tubing dan sistem produksi.

Model harus mempertimbangkan geometri sumur, sifat fluida, laju alir, tekanan keluaran, dan metode artificial lift apabila digunakan.

Kalibrasi dengan data lapangan membantu meningkatkan keandalan hasil.

Menentukan Titik Operasi

Setelah kurva IPR dan VLP tersedia, titik perpotongan digunakan untuk memperkirakan laju alir dan tekanan operasi yang konsisten dengan model.

Jika kurva tidak berpotongan dalam rentang yang dievaluasi, engineer perlu memeriksa asumsi, kondisi batas, rentang laju alir, dan kemungkinan adanya batasan fisik atau konfigurasi sistem yang tidak sesuai.

Menjalankan Analisis Sensitivitas

Engineer kemudian mengubah parameter secara sistematis untuk menilai pengaruhnya terhadap titik operasi.

Contoh parameter yang diuji:

  • Tekanan reservoir.
  • Tekanan kepala sumur.
  • Diameter tubing.
  • Bukaan choke.
  • Laju injeksi gas lift.
  • Kecepatan pompa.
  • Tekanan separator.
  • Karakteristik fluida.

Analisis sensitivitas membantu mengidentifikasi parameter yang memberikan pengaruh paling signifikan terhadap produksi.

Memvalidasi dan Menerapkan Rekomendasi

Hasil model perlu dibandingkan dengan data aktual. Jika perubahan operasi dilakukan, penerapannya harus melalui prosedur kerja yang disetujui, penilaian risiko, dan pemantauan hasil.

Rekomendasi yang efektif mencakup dasar teknis, perkiraan dampak produksi, kebutuhan biaya, risiko, dan indikator keberhasilan yang dapat diukur.

Contoh Kasus Industri Berbasis Skenario

Contoh berikut merupakan skenario ilustratif berdasarkan persoalan yang lazim ditemukan dalam operasi migas. Angka dan kondisi disederhanakan untuk tujuan pembelajaran, bukan klaim hasil lapangan tertentu.

Kasus 1: Optimasi Sumur Minyak dengan Tekanan Keluaran Tinggi

Sebuah sumur minyak mengalami penurunan produksi meskipun tekanan reservoir masih cukup untuk mendukung aliran. Tim produksi menduga bahwa tekanan keluaran yang tinggi dan kehilangan tekanan pada sistem permukaan berkontribusi terhadap rendahnya laju alir.

Tim melakukan pengukuran tekanan kepala sumur, tekanan separator, laju produksi, dan kondisi choke. Selanjutnya, model IPR dan VLP dibangun menggunakan data yang telah divalidasi.

Hasil analisis menunjukkan bahwa perubahan tekanan keluaran berpotensi meningkatkan laju produksi, tetapi peningkatannya bergantung pada kapasitas fasilitas dan respons reservoir.

Langkah yang dilakukan meliputi:

  1. Memvalidasi data tekanan dan produksi.
  2. Menyesuaikan model nodal dengan kondisi aktual.
  3. Membandingkan beberapa skenario tekanan separator.
  4. Mengevaluasi kehilangan tekanan pada flowline.
  5. Memeriksa kapasitas fasilitas penerima.
  6. Menentukan skenario operasi yang memenuhi batas keselamatan.
  7. Memantau perubahan produksi setelah implementasi.

Pelajaran utama dari kasus ini adalah bahwa hambatan produksi tidak selalu berada di reservoir. Kondisi jaringan dan fasilitas dapat memengaruhi titik operasi, sehingga evaluasi sistem secara menyeluruh diperlukan sebelum mengambil tindakan.

Kasus 2: Evaluasi Kinerja Sumur dengan Artificial Lift

Dalam skenario lain, sebuah sumur menggunakan ESP tetapi produksi aktual berada di bawah target. Tim menduga bahwa kondisi operasi pompa belum sesuai dengan karakteristik inflow sumur.

Tim mengumpulkan data tekanan, laju produksi, konsumsi listrik, frekuensi gangguan, water cut, serta parameter operasi pompa. Data tersebut digunakan untuk mengevaluasi titik operasi dan membandingkan beberapa skenario kecepatan pompa.

Evaluasi juga mempertimbangkan risiko operasi di luar rentang yang direkomendasikan pabrikan, termasuk kemungkinan kerusakan peralatan dan perubahan beban motor.

Tindakan yang dilakukan:

  • Memeriksa kinerja aktual pompa.
  • Mengevaluasi kemampuan inflow reservoir.
  • Membandingkan titik operasi pada beberapa pengaturan.
  • Memeriksa batas operasi dan kebutuhan pendinginan motor.
  • Menghitung kebutuhan energi serta dampak biaya.
  • Menguji perubahan parameter secara terkendali.
  • Membandingkan produksi aktual sebelum dan sesudah perubahan.

Kasus tersebut memperlihatkan bahwa peningkatan laju pompa tidak selalu menghasilkan peningkatan produksi yang sebanding. Optimasi harus mempertimbangkan hubungan antara kemampuan reservoir, kapasitas pompa, dan biaya energi.

Pelajaran dari Kedua Kasus

Kedua skenario menegaskan pentingnya menggunakan data yang valid, memahami sumber hambatan produksi, dan menguji rekomendasi melalui analisis sistem.

Nodal Analysis membantu memperkirakan dampak perubahan kondisi operasi, sedangkan Production Optimization memastikan bahwa tindakan yang dipilih tetap sesuai dengan sasaran teknis, ekonomi, dan keselamatan.

Tantangan dalam Production Optimization dan Nodal Analysis

Keterbatasan Data Lapangan

Data tekanan dasar sumur, sifat fluida, dan laju produksi terkadang tidak tersedia secara lengkap atau tidak diukur pada kondisi yang sebanding.

Solusinya adalah menetapkan prosedur validasi, memperbaiki kualitas pengukuran, serta mencatat ketidakpastian input yang digunakan.

Kompleksitas Aliran Multifase

Aliran minyak, gas, dan air dalam sumur dapat membentuk berbagai pola aliran yang memengaruhi kehilangan tekanan. Pemilihan korelasi yang tidak sesuai dapat menghasilkan kurva VLP yang menyimpang.

Karena itu, model perlu diuji terhadap data lapangan dan dikalibrasi ketika diperlukan.

Perubahan Kondisi Reservoir

Penurunan tekanan, peningkatan water cut, dan perubahan rasio gas-minyak dapat mengubah kemampuan inflow dari waktu ke waktu.

Model yang dibangun berdasarkan kondisi lama harus diperbarui ketika data baru menunjukkan perubahan perilaku reservoir.

Keterbatasan Fasilitas Permukaan

Sumur dapat memiliki potensi produksi lebih tinggi, tetapi fasilitas pengumpulan, separator, kompresor, atau sistem pengolahan mungkin tidak mampu menerima tambahan aliran.

Optimasi harus dilakukan pada tingkat sistem agar peningkatan di satu bagian tidak menimbulkan bottleneck di bagian lain.

Risiko Operasional dan Integritas Sumur

Perubahan laju produksi, tekanan, atau pengaturan artificial lift dapat memengaruhi integritas sumur dan keandalan peralatan.

Seluruh rekomendasi harus memperhatikan batas desain, prosedur keselamatan, penilaian risiko, dan ketentuan operasi perusahaan.

Indikator Keberhasilan Production Optimization

Keberhasilan optimasi harus dinilai berdasarkan hasil produksi, efisiensi operasi, keselamatan, dan nilai ekonomi. Peningkatan laju produksi saja tidak cukup untuk menunjukkan bahwa suatu tindakan optimasi memberikan manfaat yang berkelanjutan.

Beberapa indikator kinerja utama yang dapat digunakan adalah:

Indikator Tujuan Evaluasi
Laju produksi minyak dan gas Mengukur perubahan produksi aktual
Production availability Menilai ketersediaan sistem untuk berproduksi
Water cut Memantau proporsi air dalam produksi cairan
Gas-oil ratio (GOR) Mengevaluasi perubahan perilaku produksi gas
Konsumsi energi per unit produksi Menilai efisiensi penggunaan energi
Frekuensi gangguan sumur Mengevaluasi keandalan operasi
Biaya operasi per unit produksi Mengukur efisiensi biaya
Realisasi terhadap target produksi Menilai efektivitas pelaksanaan rencana

Indikator tersebut harus ditetapkan sesuai karakteristik lapangan. Perbandingan sebelum dan sesudah optimasi juga perlu memperhitungkan perubahan tekanan reservoir, jumlah sumur aktif, kondisi fasilitas, dan faktor lain yang memengaruhi produksi.

Manfaat Training Production Optimization dan Nodal Analysis

Training Production Optimization dan Nodal Analysis membantu peserta mengembangkan kemampuan untuk menganalisis kinerja sumur secara terstruktur serta menyusun rekomendasi yang didukung data.

Tujuan Pelatihan

Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu:

  1. Memahami prinsip Production Optimization dalam industri migas.
  2. Memahami konsep IPR, VLP, dan titik operasi sumur.
  3. Mengidentifikasi faktor yang memengaruhi produktivitas sumur.
  4. Mengevaluasi kehilangan tekanan dalam sistem produksi.
  5. Memahami penerapan Nodal Analysis pada sumur minyak dan gas.
  6. Menganalisis pengaruh tubing, choke, tekanan kepala sumur, dan artificial lift.
  7. Mengidentifikasi bottleneck pada jaringan dan fasilitas produksi.
  8. Melakukan analisis sensitivitas untuk berbagai skenario operasi.
  9. Mengevaluasi hasil optimasi berdasarkan indikator teknis dan ekonomi.
  10. Menyusun rekomendasi optimasi yang mempertimbangkan keselamatan dan integritas sumur.

Materi Training

Sesi Materi Fokus Pembelajaran
1 Dasar Production Optimization Konsep dan strategi peningkatan produksi
2 Dasar Nodal Analysis Keseimbangan tekanan dan titik operasi
3 Inflow Performance Relationship Evaluasi kemampuan inflow reservoir
4 Vertical Lift Performance Analisis kehilangan tekanan dalam tubing
5 Data PVT dan aliran multifase Pengaruh karakteristik fluida
6 Optimasi choke dan tubing Evaluasi parameter sistem sumur
7 Artificial Lift Optimization Evaluasi gas lift, ESP, dan sistem pompa
8 Flowline dan surface network Identifikasi hambatan jaringan produksi
9 Analisis sensitivitas Perbandingan skenario optimasi
10 Studi kasus dan evaluasi ekonomi Penyusunan rekomendasi teknis

Materi dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta, jenis lapangan, dan tingkat pengalaman. Pelatihan lanjutan dapat mencakup pemodelan menggunakan perangkat lunak produksi, kalibrasi model terhadap data lapangan, dan evaluasi sistem produksi terintegrasi.

Metode Pembelajaran

Metode pelatihan dapat mencakup:

  • Presentasi konsep dan teori teknis.
  • Pembahasan contoh perhitungan IPR dan VLP.
  • Latihan membaca kurva Nodal Analysis.
  • Diskusi kasus optimasi sumur.
  • Simulasi perubahan parameter operasi.
  • Evaluasi kinerja artificial lift.
  • Penyusunan rekomendasi berbasis data.
  • Diskusi penerapan hasil pelatihan di lingkungan kerja.

Sasaran Peserta

Pelatihan ini direkomendasikan bagi:

  • Petroleum engineer.
  • Production engineer.
  • Reservoir engineer.
  • Well performance engineer.
  • Artificial lift engineer.
  • Production technologist.
  • Supervisor dan manajer produksi migas.
  • Profesional yang menangani optimasi sumur dan fasilitas.
  • Konsultan serta tenaga teknis perusahaan jasa perminyakan.

Manfaat bagi Perusahaan

Penerapan kompetensi hasil pelatihan dapat membantu perusahaan meningkatkan kualitas analisis kinerja sumur, mengidentifikasi hambatan produksi, serta mengevaluasi alternatif optimasi dengan lebih sistematis.

Manfaat yang diharapkan meliputi:

  • Meningkatkan kemampuan diagnosis masalah produksi.
  • Mendukung peningkatan produksi dari sumur eksisting.
  • Mengurangi keputusan operasi yang hanya berdasarkan perkiraan.
  • Mengoptimalkan penggunaan artificial lift dan energi.
  • Meningkatkan koordinasi antara tim reservoir, produksi, dan fasilitas.
  • Mendukung pengambilan keputusan teknis berdasarkan data.
  • Memperkuat evaluasi biaya dan manfaat tindakan optimasi.

Hasil aktual tetap bergantung pada kondisi reservoir, kualitas data, batasan fasilitas, dan efektivitas penerapan rekomendasi di lapangan.

FAQ tentang Training Production Optimization dan Nodal Analysis

1. Apa yang dimaksud dengan Production Optimization?

Production Optimization adalah proses meningkatkan kinerja produksi minyak dan gas dengan mengevaluasi reservoir, sumur, artificial lift, jaringan pipa, dan fasilitas permukaan. Tujuannya adalah memperoleh produksi yang optimal dengan tetap memperhatikan keselamatan, integritas peralatan, dan keekonomian.

2. Apa fungsi Nodal Analysis dalam industri migas?

Nodal Analysis digunakan untuk mengevaluasi hubungan antara kemampuan reservoir memasok fluida dan kemampuan sistem produksi mengalirkannya ke permukaan. Analisis ini membantu menentukan titik operasi sumur serta mengidentifikasi hambatan aliran.

3. Apa perbedaan IPR dan VLP?

IPR menggambarkan hubungan tekanan alir dasar sumur dengan laju alir yang dapat disuplai reservoir. VLP menggambarkan kebutuhan tekanan untuk mengangkat fluida dari dasar sumur menuju titik keluaran. Perpotongan kedua kurva menunjukkan titik operasi yang konsisten dengan model.

4. Data apa saja yang dibutuhkan untuk Nodal Analysis?

Data yang dibutuhkan dapat mencakup tekanan reservoir, tekanan alir dasar sumur, laju produksi, data PVT, geometri sumur, diameter tubing, tekanan kepala sumur, tekanan separator, dan parameter artificial lift. Data yang digunakan harus mewakili kondisi operasi yang sedang dievaluasi.

5. Apakah Nodal Analysis dapat digunakan untuk sumur minyak dan gas?

Ya. Nodal Analysis dapat diterapkan pada sumur minyak maupun gas. Namun, model inflow, korelasi aliran multifase, dan kondisi operasi harus disesuaikan dengan sifat fluida serta karakteristik reservoir.

6. Apakah Production Optimization selalu membutuhkan pengeboran sumur baru?

Tidak. Optimasi dapat dilakukan melalui evaluasi tekanan, pengaturan choke, perubahan konfigurasi tubing, optimalisasi artificial lift, perbaikan hambatan aliran, atau peningkatan kinerja fasilitas. Pengeboran sumur baru hanya menjadi salah satu alternatif jika didukung evaluasi teknis dan ekonomi.

7. Siapa yang perlu mengikuti Training Production Optimization dan Nodal Analysis?

Pelatihan ini relevan bagi production engineer, petroleum engineer, reservoir engineer, artificial lift engineer, well performance engineer, serta personel yang terlibat dalam evaluasi dan pengelolaan produksi migas.

Kesimpulan

Production Optimization dan Nodal Analysis merupakan dua pendekatan penting untuk meningkatkan kinerja sistem produksi minyak dan gas bumi. Production Optimization memberikan kerangka kerja untuk mengevaluasi sistem secara menyeluruh, sedangkan Nodal Analysis membantu memahami hubungan tekanan dan laju alir serta menentukan titik operasi yang sesuai dengan kondisi reservoir dan sistem produksi.

Penerapan kedua pendekatan tersebut membutuhkan data yang valid, pemilihan model yang tepat, evaluasi sensitivitas, dan pemahaman terhadap batas operasi. Optimasi yang berhasil tidak hanya ditentukan oleh peningkatan produksi, tetapi juga oleh efisiensi energi, keandalan peralatan, keselamatan, dan manfaat ekonomi.

Melalui Training Production Optimization dan Nodal Analysis, tenaga profesional dapat meningkatkan keterampilan dalam mengevaluasi produktivitas sumur, mengidentifikasi bottleneck, mengoptimalkan artificial lift, dan menyusun rekomendasi teknis yang lebih terukur. Kompetensi ini menjadi bagian penting dari upaya perusahaan dalam meningkatkan kinerja aset dan menjaga keberlanjutan produksi migas pada periode 2026–2027.

Tingkatkan kompetensi tim Anda melalui Training Production Optimization dan Nodal Analysis. Pelajari strategi optimasi sumur, analisis IPR dan VLP, evaluasi artificial lift, serta identifikasi hambatan produksi untuk mendukung keputusan operasional yang lebih efektif. Hubungi penyelenggara pelatihan untuk mendapatkan informasi jadwal, materi, dan program yang sesuai dengan kebutuhan organisasi Anda.

Jadwal, Lokasi & Biaya
Jadwal Bimtek & Training
Pusat Edukasi Indonesia menyelenggarakan Kegiatan Bimbingan Teknis dan Pendidikan Pelatihan yang dilaksanakan pada :

Lokasi: HI Hotel Senen

📍 Jl. Pasar Senen No.3 Jakarta Pusat 10410

Hari Tanggal / Bulan
Rabu - Kamis 14 - 15 Januari 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Januari 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Januari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Februari 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Februari 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Februari 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Februari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Maret 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Maret 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Maret 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Maret 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 April 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 April 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 April 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 April 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 April 2026
Rabu - Kamis 6 - 7 Mei 2026
Rabu - Kamis 13 - 14 Mei 2026
Rabu - Kamis 20 - 21 Mei 2026
Rabu - Kamis 27 - 28 Mei 2026
Rabu - Kamis 3 - 4 Juni 2026
Rabu - Kamis 10 - 11 Juni 2026
Rabu - Kamis 17 - 18 Juni 2026
Rabu - Kamis 24 - 25 Juni 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 Juli 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 Juli 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 Juli 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 Juli 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 Juli 2026
Rabu - Kamis 5 - 6 Agustus 2026
Rabu - Kamis 12 - 13 Agustus 2026
Rabu - Kamis 19 - 20 Agustus 2026
Rabu - Kamis 26 - 27 Agustus 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 September 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 September 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 September 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 September 2026
Rabu - Kamis 30 - 1 Oktober 2026
Rabu - Kamis 7 - 8 Oktober 2026
Rabu - Kamis 14 - 15 Oktober 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Oktober 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Oktober 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 November 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 November 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 November 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 November 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 Desember 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 Desember 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 Desember 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 Desember 2026
Rabu - Kamis 30 - 31 Desember 2026

Lokasi: Serela Cihampelas Hotel Bandun

📍 Jl. Cihampelas No.147, Cipaganti, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat 40131

Hari Tanggal / Bulan
Rabu - Kamis 14 - 15 Januari 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Januari 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Januari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Februari 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Februari 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Februari 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Februari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Maret 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Maret 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Maret 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Maret 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 April 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 April 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 April 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 April 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 April 2026
Rabu - Kamis 6 - 7 Mei 2026
Rabu - Kamis 13 - 14 Mei 2026
Rabu - Kamis 20 - 21 Mei 2026
Rabu - Kamis 27 - 28 Mei 2026
Rabu - Kamis 3 - 4 Juni 2026
Rabu - Kamis 10 - 11 Juni 2026
Rabu - Kamis 17 - 18 Juni 2026
Rabu - Kamis 24 - 25 Juni 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 Juli 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 Juli 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 Juli 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 Juli 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 Juli 2026
Rabu - Kamis 5 - 6 Agustus 2026
Rabu - Kamis 12 - 13 Agustus 2026
Rabu - Kamis 19 - 20 Agustus 2026
Rabu - Kamis 26 - 27 Agustus 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 September 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 September 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 September 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 September 2026
Rabu - Kamis 30 - 1 Oktober 2026
Rabu - Kamis 7 - 8 Oktober 2026
Rabu - Kamis 14 - 15 Oktober 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Oktober 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Oktober 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 November 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 November 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 November 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 November 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 Desember 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 Desember 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 Desember 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 Desember 2026
Rabu - Kamis 30 - 31 Desember 2026

Lokasi: Swiss-Belexpress Kuta Legian

📍 Jl. Legian Gg. Troppozone, Lingkungan Pelasa, Kuta, Kec. Kuta, Kabupaten Badung, Bali 80361

Hari Tanggal / Bulan
Rabu - Kamis 14 - 15 Januari 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Januari 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Januari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Februari 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Februari 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Februari 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Februari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Maret 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Maret 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Maret 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Maret 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 April 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 April 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 April 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 April 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 April 2026
Rabu - Kamis 6 - 7 Mei 2026
Rabu - Kamis 13 - 14 Mei 2026
Rabu - Kamis 20 - 21 Mei 2026
Rabu - Kamis 27 - 28 Mei 2026
Rabu - Kamis 3 - 4 Juni 2026
Rabu - Kamis 10 - 11 Juni 2026
Rabu - Kamis 17 - 18 Juni 2026
Rabu - Kamis 24 - 25 Juni 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 Juli 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 Juli 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 Juli 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 Juli 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 Juli 2026
Rabu - Kamis 5 - 6 Agustus 2026
Rabu - Kamis 12 - 13 Agustus 2026
Rabu - Kamis 19 - 20 Agustus 2026
Rabu - Kamis 26 - 27 Agustus 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 September 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 September 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 September 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 September 2026
Rabu - Kamis 30 - 1 Oktober 2026
Rabu - Kamis 7 - 8 Oktober 2026
Rabu - Kamis 14 - 15 Oktober 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Oktober 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Oktober 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 November 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 November 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 November 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 November 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 Desember 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 Desember 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 Desember 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 Desember 2026
Rabu - Kamis 30 - 31 Desember 2026

Lokasi: Hotel NEO+ - Bp

📍 Jl. Mayjend Sutoyo No.67, Gunungsari Ulu, Kec. Balikpapan Tengah, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur 7612

Hari Tanggal / Bulan
Rabu - Kamis 14 - 15 Januari 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Januari 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Januari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Februari 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Februari 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Februari 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Februari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Maret 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Maret 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Maret 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Maret 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 April 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 April 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 April 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 April 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 April 2026
Rabu - Kamis 6 - 7 Mei 2026
Rabu - Kamis 13 - 14 Mei 2026
Rabu - Kamis 20 - 21 Mei 2026
Rabu - Kamis 27 - 28 Mei 2026
Rabu - Kamis 3 - 4 Juni 2026
Rabu - Kamis 10 - 11 Juni 2026
Rabu - Kamis 17 - 18 Juni 2026
Rabu - Kamis 24 - 25 Juni 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 Juli 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 Juli 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 Juli 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 Juli 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 Juli 2026
Rabu - Kamis 5 - 6 Agustus 2026
Rabu - Kamis 12 - 13 Agustus 2026
Rabu - Kamis 19 - 20 Agustus 2026
Rabu - Kamis 26 - 27 Agustus 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 September 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 September 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 September 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 September 2026
Rabu - Kamis 30 - 1 Oktober 2026
Rabu - Kamis 7 - 8 Oktober 2026
Rabu - Kamis 14 - 15 Oktober 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Oktober 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Oktober 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 November 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 November 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 November 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 November 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 Desember 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 Desember 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 Desember 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 Desember 2026
Rabu - Kamis 30 - 31 Desember 2026
Hari Tanggal / Bulan
Rabu - Kamis 14 - 15 Januari 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Januari 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Januari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Februari 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Februari 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Februari 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Februari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Maret 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Maret 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Maret 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Maret 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 April 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 April 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 April 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 April 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 April 2026
Rabu - Kamis 6 - 7 Mei 2026
Rabu - Kamis 13 - 14 Mei 2026
Rabu - Kamis 20 - 21 Mei 2026
Rabu - Kamis 27 - 28 Mei 2026
Rabu - Kamis 3 - 4 Juni 2026
Rabu - Kamis 10 - 11 Juni 2026
Rabu - Kamis 17 - 18 Juni 2026
Rabu - Kamis 24 - 25 Juni 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 Juli 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 Juli 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 Juli 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 Juli 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 Juli 2026
Rabu - Kamis 5 - 6 Agustus 2026
Rabu - Kamis 12 - 13 Agustus 2026
Rabu - Kamis 19 - 20 Agustus 2026
Rabu - Kamis 26 - 27 Agustus 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 September 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 September 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 September 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 September 2026
Rabu - Kamis 30 - 1 Oktober 2026
Rabu - Kamis 7 - 8 Oktober 2026
Rabu - Kamis 14 - 15 Oktober 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Oktober 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Oktober 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 November 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 November 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 November 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 November 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 Desember 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 Desember 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 Desember 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 Desember 2026
Rabu - Kamis 30 - 31 Desember 2026

Lokasi: Biz Hotel - Batam

📍 Komplek Nagoya Newtown Blok T No.15 Jalan Kompleks Nagoya City Walk, Lubuk Baja Kota, Kec. Lubuk Baja, Kota Batam, Kepulauan Riau 2944

Hari Tanggal / Bulan
Rabu - Kamis 14 - 15 Januari 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Januari 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Januari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Februari 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Februari 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Februari 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Februari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Maret 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Maret 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Maret 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Maret 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 April 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 April 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 April 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 April 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 April 2026
Rabu - Kamis 6 - 7 Mei 2026
Rabu - Kamis 13 - 14 Mei 2026
Rabu - Kamis 20 - 21 Mei 2026
Rabu - Kamis 27 - 28 Mei 2026
Rabu - Kamis 3 - 4 Juni 2026
Rabu - Kamis 10 - 11 Juni 2026
Rabu - Kamis 17 - 18 Juni 2026
Rabu - Kamis 24 - 25 Juni 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 Juli 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 Juli 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 Juli 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 Juli 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 Juli 2026
Rabu - Kamis 5 - 6 Agustus 2026
Rabu - Kamis 12 - 13 Agustus 2026
Rabu - Kamis 19 - 20 Agustus 2026
Rabu - Kamis 26 - 27 Agustus 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 September 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 September 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 September 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 September 2026
Rabu - Kamis 30 - 1 Oktober 2026
Rabu - Kamis 7 - 8 Oktober 2026
Rabu - Kamis 14 - 15 Oktober 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Oktober 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Oktober 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 November 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 November 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 November 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 November 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 Desember 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 Desember 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 Desember 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 Desember 2026
Rabu - Kamis 30 - 31 Desember 2026

Lokasi: MaxOne Hotel Dharmahusada

📍 Jl. Dharmahusada No.189, Mojo, Kec. Gubeng, Surabaya, Jawa Timur 60285

Hari Tanggal / Bulan
Rabu - Kamis 14 - 15 Januari 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Januari 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Januari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Februari 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Februari 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Februari 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Februari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Maret 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Maret 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Maret 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Maret 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 April 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 April 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 April 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 April 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 April 2026
Rabu - Kamis 6 - 7 Mei 2026
Rabu - Kamis 13 - 14 Mei 2026
Rabu - Kamis 20 - 21 Mei 2026
Rabu - Kamis 27 - 28 Mei 2026
Rabu - Kamis 3 - 4 Juni 2026
Rabu - Kamis 10 - 11 Juni 2026
Rabu - Kamis 17 - 18 Juni 2026
Rabu - Kamis 24 - 25 Juni 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 Juli 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 Juli 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 Juli 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 Juli 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 Juli 2026
Rabu - Kamis 5 - 6 Agustus 2026
Rabu - Kamis 12 - 13 Agustus 2026
Rabu - Kamis 19 - 20 Agustus 2026
Rabu - Kamis 26 - 27 Agustus 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 September 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 September 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 September 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 September 2026
Rabu - Kamis 30 - 1 Oktober 2026
Rabu - Kamis 7 - 8 Oktober 2026
Rabu - Kamis 14 - 15 Oktober 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Oktober 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Oktober 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 November 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 November 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 November 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 November 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 Desember 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 Desember 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 Desember 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 Desember 2026
Rabu - Kamis 30 - 31 Desember 2026

Lokasi: Gets Hotel Malang

📍 Jl. Brigjend Slamet Riadi No.38, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65119

Hari Tanggal / Bulan
Rabu - Kamis 14 - 15 Januari 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Januari 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Januari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Februari 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Februari 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Februari 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Februari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Maret 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Maret 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Maret 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Maret 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 April 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 April 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 April 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 April 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 April 2026
Rabu - Kamis 6 - 7 Mei 2026
Rabu - Kamis 13 - 14 Mei 2026
Rabu - Kamis 20 - 21 Mei 2026
Rabu - Kamis 27 - 28 Mei 2026
Rabu - Kamis 3 - 4 Juni 2026
Rabu - Kamis 10 - 11 Juni 2026
Rabu - Kamis 17 - 18 Juni 2026
Rabu - Kamis 24 - 25 Juni 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 Juli 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 Juli 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 Juli 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 Juli 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 Juli 2026
Rabu - Kamis 5 - 6 Agustus 2026
Rabu - Kamis 12 - 13 Agustus 2026
Rabu - Kamis 19 - 20 Agustus 2026
Rabu - Kamis 26 - 27 Agustus 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 September 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 September 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 September 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 September 2026
Rabu - Kamis 30 - 1 Oktober 2026
Rabu - Kamis 7 - 8 Oktober 2026
Rabu - Kamis 14 - 15 Oktober 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Oktober 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Oktober 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 November 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 November 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 November 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 November 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 Desember 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 Desember 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 Desember 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 Desember 2026
Rabu - Kamis 30 - 31 Desember 2026

Lokasi: favehotel S. Parman - Medan

📍 Jl. S. Parman No.313A, Petisah Hulu, Kec. Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara 20152

Hari Tanggal / Bulan
Rabu - Kamis 14 - 15 Januari 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Januari 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Januari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Februari 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Februari 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Februari 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Februari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Maret 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Maret 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Maret 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Maret 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 April 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 April 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 April 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 April 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 April 2026
Rabu - Kamis 6 - 7 Mei 2026
Rabu - Kamis 13 - 14 Mei 2026
Rabu - Kamis 20 - 21 Mei 2026
Rabu - Kamis 27 - 28 Mei 2026
Rabu - Kamis 3 - 4 Juni 2026
Rabu - Kamis 10 - 11 Juni 2026
Rabu - Kamis 17 - 18 Juni 2026
Rabu - Kamis 24 - 25 Juni 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 Juli 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 Juli 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 Juli 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 Juli 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 Juli 2026
Rabu - Kamis 5 - 6 Agustus 2026
Rabu - Kamis 12 - 13 Agustus 2026
Rabu - Kamis 19 - 20 Agustus 2026
Rabu - Kamis 26 - 27 Agustus 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 September 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 September 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 September 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 September 2026
Rabu - Kamis 30 - 1 Oktober 2026
Rabu - Kamis 7 - 8 Oktober 2026
Rabu - Kamis 14 - 15 Oktober 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Oktober 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Oktober 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 November 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 November 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 November 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 November 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 Desember 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 Desember 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 Desember 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 Desember 2026
Rabu - Kamis 30 - 31 Desember 2026

Lokasi: FOX Lite Hotel Samarinda

📍 Jl. Mayor Jendral S. Parman No.15, Temindung Permai, Kec. Sungai Pinang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75119

Hari Tanggal / Bulan
Rabu - Kamis 14 - 15 Januari 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Januari 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Januari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Februari 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Februari 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Februari 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Februari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Maret 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Maret 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Maret 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Maret 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 April 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 April 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 April 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 April 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 April 2026
Rabu - Kamis 6 - 7 Mei 2026
Rabu - Kamis 13 - 14 Mei 2026
Rabu - Kamis 20 - 21 Mei 2026
Rabu - Kamis 27 - 28 Mei 2026
Rabu - Kamis 3 - 4 Juni 2026
Rabu - Kamis 10 - 11 Juni 2026
Rabu - Kamis 17 - 18 Juni 2026
Rabu - Kamis 24 - 25 Juni 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 Juli 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 Juli 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 Juli 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 Juli 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 Juli 2026
Rabu - Kamis 5 - 6 Agustus 2026
Rabu - Kamis 12 - 13 Agustus 2026
Rabu - Kamis 19 - 20 Agustus 2026
Rabu - Kamis 26 - 27 Agustus 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 September 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 September 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 September 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 September 2026
Rabu - Kamis 30 - 1 Oktober 2026
Rabu - Kamis 7 - 8 Oktober 2026
Rabu - Kamis 14 - 15 Oktober 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Oktober 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Oktober 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 November 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 November 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 November 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 November 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 Desember 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 Desember 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 Desember 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 Desember 2026
Rabu - Kamis 30 - 31 Desember 2026

Lokasi: Aston Inn Pantai Losari - Makassar

📍 Jl. Daeng Tompo No.28-36, Maloku, Kec. Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90112

Hari Tanggal / Bulan
Rabu - Kamis 14 - 15 Januari 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Januari 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Januari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Februari 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Februari 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Februari 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Februari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Maret 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Maret 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Maret 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Maret 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 April 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 April 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 April 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 April 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 April 2026
Rabu - Kamis 6 - 7 Mei 2026
Rabu - Kamis 13 - 14 Mei 2026
Rabu - Kamis 20 - 21 Mei 2026
Rabu - Kamis 27 - 28 Mei 2026
Rabu - Kamis 3 - 4 Juni 2026
Rabu - Kamis 10 - 11 Juni 2026
Rabu - Kamis 17 - 18 Juni 2026
Rabu - Kamis 24 - 25 Juni 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 Juli 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 Juli 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 Juli 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 Juli 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 Juli 2026
Rabu - Kamis 5 - 6 Agustus 2026
Rabu - Kamis 12 - 13 Agustus 2026
Rabu - Kamis 19 - 20 Agustus 2026
Rabu - Kamis 26 - 27 Agustus 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 September 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 September 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 September 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 September 2026
Rabu - Kamis 30 - 1 Oktober 2026
Rabu - Kamis 7 - 8 Oktober 2026
Rabu - Kamis 14 - 15 Oktober 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Oktober 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Oktober 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 November 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 November 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 November 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 November 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 Desember 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 Desember 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 Desember 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 Desember 2026
Rabu - Kamis 30 - 31 Desember 2026
Hubungi kami untuk lokasi pelaksanaan bimtek & training terdekat, kami melayani beberapa kota besar diantaranya:

Jakarta Hotel HI Jakarta
Bandung Hotel Fave Serela Cihamplas
Yogjakarta Hotel Amaris Maliboro
Bali Swibell Express Kuta Legian
Surabaya Hotel Max One
Malang Hotel Gets
Bali Hotel Swisbel Inn Exsperes Kuta
Makassar Hotel Aston Inn
Balikpapan Hotel Neo
Samarinda Hotel Fox
Batam Hotel BIZ
Medan Hotel Fave Medan

dan Hotel Pilihan Sesuai Request Peserta

TANPA PENGINAPAN
Rp. 4.000.000
Mengikuti kelas tatap muka selama 2 hari.
Modul materi dan softcopy materi
Bimtek kit & Tas eksklusif
Sertifikat pelatihan.
Makan siang selama kegiatan berlangsung.
Coffebreak sebanyak 2 kali selama kegiatan berlangsung.
PENGINAPAN (Twin Sharing)
Rp. 5.000.000
Mengikuti kelas tatap muka selama 2 hari.
Modul materi dan softcopy materi
Bimtek kit & Tas eksklusif
Sertifikat pelatihan.
Menginap 1 kamar untuk 2 orang, selama 4 hari 3 malam.
Sarapan pagi dan Makan siang Selama Kegiatan Berlangsung.
Coffebreak sebanyak 2 kali selama kegiatan berlangsung.
PENGINAPAN (Suite Room)
Rp. 5.500.000
Mengikuti kelas tatap muka selama 2 hari.
Modul materi dan softcopy materi
Bimtek kit dan Tas eksklusif
Sertifikat pelatihan.
Menginap 1 kamar untuk 1 orang, selama 4 hari 3 malam.
Sarapan pagi, Makan siang dan Makan malam selama kegiatan berlangsung.
Coffebreak sebanyak 2 kali selama kegiatan berlangsung.