Training Field Development Planning (FDP) untuk Lapangan Migas: Strategi Pengembangan Lapangan Minyak dan Gas 2026–2027
INFORMASI ALAMAT & NOMOR TELEPON
Untuk mengirim pesan singkat kepada kami, Anda dapat menghubungi salah satu customer service yang sudah kami cantumkan
KONTAK KAMI
18 Office Park Building, 21th Floor Unit C
Jl. TB Simatupang No. 18, Pasar Minggu
Jakarta Selatan, 12520
info@bimtekedukasi.com
0821-9026-8799
Daftar Isi
TogglePendahuluan
Pengembangan lapangan minyak dan gas bumi merupakan proses strategis yang membutuhkan integrasi antara kajian geologi, reservoir engineering, pengeboran, fasilitas produksi, keekonomian, manajemen proyek, keselamatan, serta kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku. Setiap keputusan yang diambil pada tahap awal pengembangan dapat memengaruhi biaya investasi, kapasitas produksi, tingkat perolehan hidrokarbon, risiko operasional, dan nilai ekonomi lapangan selama bertahun-tahun.
Oleh karena itu, perusahaan migas membutuhkan perencanaan pengembangan lapangan yang sistematis, terukur, dan berbasis data. Salah satu instrumen penting untuk mencapai tujuan tersebut adalah Field Development Planning (FDP) atau perencanaan pengembangan lapangan migas.
FDP merupakan proses penyusunan strategi pengembangan suatu lapangan berdasarkan pemahaman kondisi bawah permukaan, potensi cadangan, profil produksi, pilihan teknologi, kebutuhan fasilitas, jadwal proyek, dan kelayakan ekonomi. Dokumen FDP membantu perusahaan menentukan bagaimana lapangan akan dikembangkan, berapa banyak sumur yang diperlukan, fasilitas apa yang harus dibangun, bagaimana produksi akan dikelola, serta kapan investasi perlu dilaksanakan.
Dalam praktiknya, FDP bukan sekadar dokumen teknis. FDP juga menjadi landasan untuk menyelaraskan keputusan lintas fungsi, menilai berbagai alternatif pengembangan, mengelola ketidakpastian, dan mendukung proses persetujuan investasi. Perencanaan yang tidak matang dapat menyebabkan pembengkakan biaya, keterlambatan produksi pertama, kapasitas fasilitas yang tidak optimal, atau cadangan yang tidak dapat diproduksikan secara ekonomis.
Melalui Training Field Development Planning (FDP) untuk Lapangan Migas, peserta dapat mempelajari pendekatan terintegrasi untuk menyusun rencana pengembangan lapangan, mulai dari pengumpulan data dan evaluasi reservoir hingga perencanaan sumur, desain fasilitas, proyeksi produksi, analisis ekonomi, manajemen risiko, dan penyusunan rekomendasi pengembangan.
Pelatihan ini relevan bagi petroleum engineer, reservoir engineer, production engineer, drilling engineer, facility engineer, project manager, analis ekonomi migas, serta profesional yang terlibat dalam perencanaan dan pengelolaan aset hulu migas.
Apa Itu Field Development Planning (FDP)?
Field Development Planning adalah proses terintegrasi untuk menentukan strategi teknis, operasional, komersial, dan ekonomi dalam mengembangkan lapangan minyak dan gas bumi. Tujuannya adalah memaksimalkan nilai lapangan dengan tetap mempertimbangkan keselamatan, keandalan operasi, ketidakpastian bawah permukaan, kebutuhan investasi, dan persyaratan yang berlaku.
FDP menghubungkan hasil eksplorasi dan evaluasi reservoir dengan rencana pengembangan yang dapat dilaksanakan. Prosesnya mencakup pemilihan konsep pengembangan, penentuan jumlah dan lokasi sumur, perancangan fasilitas produksi, penyusunan profil produksi, estimasi biaya, analisis keekonomian, serta perencanaan jadwal implementasi.
Rencana pengembangan dapat berbeda untuk setiap lapangan. Lapangan darat dengan fasilitas terdekat memiliki tantangan yang berbeda dibandingkan lapangan lepas pantai, lapangan laut dalam, atau lapangan gas yang membutuhkan infrastruktur pemrosesan dan penyaluran khusus.
Tujuan Utama FDP
Beberapa tujuan utama Field Development Planning meliputi:
- Menentukan strategi pengembangan lapangan berdasarkan data geologi dan reservoir.
- Memperkirakan potensi produksi dan perolehan hidrokarbon.
- Menentukan kebutuhan jumlah, tipe, dan lokasi sumur.
- Memilih konsep fasilitas produksi yang sesuai dengan karakteristik lapangan.
- Mengintegrasikan jadwal pengeboran, konstruksi, commissioning, dan produksi.
- Memperkirakan CAPEX, OPEX, serta kebutuhan pendanaan.
- Menilai kelayakan ekonomi dan risiko pengembangan.
- Mengidentifikasi kebutuhan data tambahan untuk mengurangi ketidakpastian.
- Menyusun dasar teknis dan ekonomi bagi pengambilan keputusan investasi.
Mengapa FDP Harus Terintegrasi?
Keputusan dalam pengembangan lapangan saling memengaruhi. Sebagai contoh, penambahan jumlah sumur dapat meningkatkan potensi produksi, tetapi juga menambah biaya pengeboran, kebutuhan fasilitas, dan beban operasi. Sebaliknya, pengurangan jumlah sumur mungkin menekan investasi, tetapi dapat menyebabkan sebagian cadangan tidak dapat diproduksikan secara optimal.
FDP membantu menilai hubungan tersebut secara menyeluruh. Tim tidak hanya memilih alternatif dengan produksi tertinggi, tetapi juga mempertimbangkan biaya, jadwal, risiko, kemampuan fasilitas, serta nilai ekonomi sepanjang umur proyek.
Mengapa Field Development Planning Penting bagi Industri Migas?
Pengembangan lapangan membutuhkan keputusan investasi yang berjangka panjang. Kesalahan pada tahap perencanaan dapat sulit diperbaiki setelah sumur dibor, fasilitas dibangun, dan kontrak utama ditandatangani.
1. Mengoptimalkan Perolehan Hidrokarbon
FDP membantu menentukan strategi pengembangan reservoir yang sesuai dengan karakteristik batuan, distribusi fluida, tekanan, mekanisme pendorong reservoir, dan tingkat ketidakpastian geologi.
Strategi ini dapat mencakup pola penempatan sumur, urutan pengeboran, pengelolaan tekanan, injeksi air atau gas, serta opsi peningkatan perolehan apabila secara teknis dan ekonomi layak.
2. Mengendalikan Investasi dan Biaya Operasional
Pengembangan lapangan biasanya melibatkan belanja modal untuk pengeboran, fasilitas produksi, pipa, sistem utilitas, dan infrastruktur pendukung. Di sisi lain, biaya operasi terus muncul selama lapangan berproduksi.
Melalui FDP, perusahaan dapat membandingkan alternatif desain untuk menemukan keseimbangan antara kebutuhan investasi, kemampuan produksi, keandalan fasilitas, dan biaya sepanjang umur lapangan.
3. Mempercepat First Oil atau First Gas
Waktu produksi pertama sangat memengaruhi arus kas proyek. Keterlambatan penyelesaian sumur atau fasilitas dapat menunda pendapatan sekaligus meningkatkan biaya proyek.
FDP mengintegrasikan jadwal pengeboran, pengadaan peralatan, konstruksi, integrasi sistem, dan commissioning sehingga ketergantungan antaraktivitas dapat dikenali lebih awal.
4. Mengelola Ketidakpastian Reservoir
Model reservoir selalu memiliki ketidakpastian. Informasi mengenai geometri struktur, sifat batuan, distribusi fluida, konektivitas reservoir, dan karakteristik produksi mungkin belum lengkap pada awal pengembangan.
FDP perlu mempertimbangkan beberapa skenario, menetapkan asumsi secara transparan, dan menentukan program pengumpulan data untuk memperbaiki pemahaman reservoir.
5. Mendukung Keputusan Investasi
FDP menghubungkan pilihan teknis dengan hasil ekonomi. Perusahaan dapat menilai apakah suatu konsep pengembangan memenuhi kriteria investasi berdasarkan NPV, IRR, kebutuhan modal, risiko, serta sasaran strategis.
Dengan demikian, keputusan investasi tidak hanya berdasarkan besarnya cadangan atau tingkat produksi, tetapi juga nilai yang dihasilkan dan ketidakpastian yang menyertainya.
Tahapan Penyusunan Field Development Planning
Penyusunan FDP dilakukan melalui tahapan yang saling berkaitan. Urutan dan kedalaman setiap tahap dapat disesuaikan dengan tingkat kematangan lapangan, jenis hidrokarbon, kompleksitas fasilitas, dan persyaratan proyek.
1. Pengumpulan dan Validasi Data
Tahap awal adalah mengumpulkan data yang diperlukan untuk memahami kondisi lapangan. Data harus diperiksa kelengkapan, kualitas, konsistensi satuan, serta keterbatasan penggunaannya.
Data yang umumnya diperlukan meliputi:
- Data seismik dan interpretasi geologi.
- Data sumur eksplorasi dan sumur appraisal.
- Hasil well logging dan core analysis.
- Data tekanan, temperatur, dan pengujian sumur.
- Data fluida reservoir dan hasil PVT analysis.
- Estimasi sumber daya dan cadangan sesuai kerangka pelaporan yang digunakan.
- Data produksi aktual apabila lapangan telah beroperasi.
- Data fasilitas, jaringan pipa, utilitas, dan akses infrastruktur.
- Estimasi biaya, jadwal, dan kondisi komersial.
- Informasi keselamatan, lingkungan, serta persyaratan perizinan.
Validasi data penting untuk menghindari keputusan yang didasarkan pada informasi tidak konsisten. Apabila terdapat kekurangan data yang material, tim perlu menentukan apakah pengumpulan data tambahan diperlukan sebelum konsep pengembangan dipilih.
2. Evaluasi Geologi dan Reservoir
Evaluasi bawah permukaan digunakan untuk memahami distribusi hidrokarbon, sifat batuan, karakteristik fluida, tekanan reservoir, dan potensi produksi.
Kegiatan yang dapat dilakukan mencakup:
- Interpretasi struktur dan stratigrafi.
- Pemetaan reservoir dan distribusi properti batuan.
- Evaluasi porositas, permeabilitas, dan saturasi.
- Analisis tekanan dan temperatur reservoir.
- Analisis PVT untuk memahami sifat fluida.
- Estimasi cadangan atau sumber daya berdasarkan metode yang sesuai.
- Pembuatan model statik dan dinamik reservoir jika diperlukan.
- Identifikasi ketidakpastian dan alternatif interpretasi.
Hasil evaluasi menjadi dasar untuk menentukan lokasi sumur, target zona produktif, perkiraan laju produksi, serta strategi pengelolaan reservoir.
3. Menyusun Konsep Pengembangan
Pada tahap ini, tim menyusun beberapa alternatif pengembangan yang layak untuk dievaluasi. Pilihan konsep dapat mencakup pengeboran sumur baru, penggunaan fasilitas eksisting, pengembangan bertahap, pembangunan fasilitas mandiri, atau integrasi dengan infrastruktur di sekitar lapangan.
Setiap alternatif perlu dinilai berdasarkan:
- Potensi produksi dan perolehan hidrokarbon.
- Kebutuhan jumlah dan jenis sumur.
- Kompleksitas teknologi.
- Kebutuhan fasilitas dan kapasitas pemrosesan.
- Estimasi biaya investasi dan operasi.
- Jadwal pelaksanaan.
- Risiko teknis dan komersial.
- Kelayakan ekonomi dan kemampuan implementasi.
Alternatif yang dipilih tidak harus menjadi alternatif dengan produksi paling besar. Pilihan terbaik adalah alternatif yang paling sesuai dengan tujuan proyek, batasan teknis, risiko, dan kriteria investasi yang telah ditetapkan.
4. Perencanaan Sumur
Rencana sumur menjelaskan kebutuhan pengeboran untuk mencapai target produksi dan perolehan hidrokarbon. Perencanaan mencakup jumlah sumur, lokasi, lintasan, target reservoir, jenis sumur, urutan pengeboran, serta kebutuhan penyelesaian sumur.
Pertimbangan utamanya meliputi:
- Distribusi zona produktif.
- Jarak antar-sumur dan potensi interferensi.
- Risiko pengeboran.
- Kemampuan mencapai target reservoir.
- Kebutuhan completion dan artificial lift.
- Perkiraan biaya dan durasi pengeboran.
- Persyaratan integritas sumur dan keselamatan.
- Kebutuhan sumur injeksi atau sumur observasi jika relevan.
Rencana pengeboran perlu terintegrasi dengan model reservoir dan desain fasilitas. Kapasitas produksi yang direncanakan harus dapat ditangani oleh sistem pengumpulan dan pemrosesan yang tersedia.
5. Perancangan Fasilitas Produksi
Fasilitas produksi dirancang untuk menangani fluida yang dihasilkan sumur hingga memenuhi spesifikasi penjualan atau kebutuhan proses selanjutnya.
Fasilitas dapat mencakup separator, sistem pemrosesan minyak dan gas, kompresor, pompa, tangki, sistem injeksi, jaringan pipa, utilitas, serta sistem keselamatan dan kontrol.
Aspek penting dalam perancangan fasilitas antara lain:
- Kapasitas produksi awal dan profil produksi jangka panjang.
- Komposisi serta sifat fluida.
- Tekanan dan temperatur operasi.
- Kebutuhan pemrosesan air terproduksi.
- Persyaratan kualitas minyak dan gas.
- Ketersediaan energi dan utilitas.
- Keandalan dan kemudahan pemeliharaan.
- Ruang untuk ekspansi atau penambahan sumur.
- Keselamatan proses dan pengendalian emisi.
Fasilitas yang terlalu kecil dapat membatasi produksi ketika laju alir meningkat. Sebaliknya, fasilitas yang terlalu besar berpotensi menambah biaya investasi dan beban pemeliharaan tanpa menghasilkan manfaat yang sepadan.
6. Penyusunan Profil Produksi
Profil produksi menggambarkan perkiraan laju dan volume minyak, gas, serta fluida lain sepanjang periode pengembangan.
Profil ini dibangun berdasarkan model reservoir, kemampuan sumur, rencana pengeboran, kapasitas fasilitas, batas operasi, dan asumsi jadwal proyek.
Profil produksi biasanya mencakup:
- Waktu produksi pertama.
- Laju produksi awal.
- Penurunan produksi dari waktu ke waktu.
- Kontribusi masing-masing sumur.
- Perkiraan kebutuhan sumur tambahan.
- Batas kapasitas fasilitas.
- Kebutuhan intervensi atau pemeliharaan.
- Perkiraan penghentian operasi berdasarkan pertimbangan teknis dan ekonomi.
Profil produksi perlu diuji menggunakan skenario yang mencerminkan ketidakpastian utama. Pendekatan ini membantu perusahaan memahami perbedaan antara proyeksi dasar dan kemungkinan hasil yang lebih rendah atau lebih tinggi.
7. Evaluasi Ekonomi
Evaluasi ekonomi mengukur nilai finansial setiap alternatif pengembangan. Analisis dilakukan dengan menggabungkan profil produksi, harga komoditas, biaya investasi, biaya operasi, jadwal, serta ketentuan fiskal dan kontrak yang relevan.
Indikator yang umum digunakan meliputi NPV, IRR, Payback Period, dan breakeven price.
Model ekonomi juga perlu memasukkan jadwal arus kas. Investasi yang dikeluarkan lebih awal dan pendapatan yang diterima lebih lambat akan memengaruhi nilai sekarang proyek.
8. Analisis Risiko dan Mitigasi
Risiko harus dinilai sejak tahap awal, bukan hanya setelah konsep pengembangan dipilih. Risiko dapat berasal dari ketidakpastian reservoir, kegagalan pengeboran, kenaikan biaya, keterlambatan pengadaan, keterbatasan fasilitas, perubahan harga, atau kendala perizinan.
Setiap risiko perlu dinilai berdasarkan kemungkinan kejadian, dampak, serta opsi mitigasi. Hasilnya dapat digunakan untuk menetapkan kontingensi biaya, jadwal cadangan, kebutuhan data tambahan, dan strategi implementasi bertahap.
9. Penyusunan Dokumen FDP dan Persetujuan
Dokumen FDP merangkum hasil kajian teknis, ekonomi, dan risiko menjadi rencana pengembangan yang dapat dievaluasi oleh manajemen serta pihak berwenang sesuai ketentuan yang berlaku.
Dokumen dapat memuat dasar data, konsep pengembangan terpilih, alternatif yang dipertimbangkan, rencana sumur, desain fasilitas, profil produksi, estimasi biaya, analisis ekonomi, jadwal, risiko, dan rencana implementasi.
Persyaratan isi, format, dan proses persetujuan dapat berbeda menurut yurisdiksi, kontrak, serta ketentuan regulator. Oleh karena itu, dokumen yang disusun perlu diperiksa terhadap persyaratan aktual yang berlaku pada proyek terkait.
Integrasi Reservoir Engineering dalam FDP
Reservoir engineering berperan penting dalam menentukan strategi produksi dan perolehan hidrokarbon. Kesalahan dalam memahami karakteristik reservoir dapat berdampak pada jumlah sumur, desain fasilitas, estimasi produksi, serta nilai ekonomi proyek.
Model Reservoir dan Prediksi Produksi
Model reservoir membantu memperkirakan respons lapangan terhadap strategi pengembangan yang berbeda. Model statik memberikan gambaran geometri dan distribusi properti batuan, sedangkan model dinamik digunakan untuk mengevaluasi perilaku aliran fluida serta respons tekanan dan produksi terhadap waktu.
Model harus dikalibrasi terhadap data yang tersedia. Jika data masih terbatas, hasil simulasi perlu disertai penjelasan mengenai asumsi dan ketidakpastian.
Penempatan dan Optimasi Sumur
Penempatan sumur bertujuan mengakses zona produktif secara efektif sekaligus mengelola risiko seperti interferensi sumur, terobosan air atau gas, dan penurunan tekanan.
Alternatif lokasi serta jumlah sumur dapat diuji melalui studi teknis dan ekonomi. Hasilnya digunakan untuk menentukan program pengeboran yang memberikan keseimbangan antara produksi, biaya, dan perolehan cadangan.
Strategi Pengelolaan Tekanan
Strategi pengelolaan tekanan dapat mencakup pengaturan laju produksi, injeksi air, injeksi gas, atau metode lain yang sesuai dengan karakteristik reservoir.
Pemilihan metode harus mempertimbangkan mekanisme pendorong reservoir, ketersediaan fasilitas, kebutuhan energi, risiko operasi, dan kelayakan ekonomi. Tidak semua metode cocok untuk setiap lapangan.
Perencanaan Pengeboran dan Penyelesaian Sumur
Perencanaan pengeboran menjadi bagian penting dalam FDP karena biaya sumur dan jadwal pengeboran dapat mendominasi kebutuhan investasi pada banyak proyek hulu migas.
Rencana pengeboran harus diselaraskan dengan target reservoir, desain sumur, kondisi geologi, ketersediaan rig, rantai pasok, dan kebutuhan fasilitas produksi.
Faktor Penentu Program Pengeboran
Beberapa faktor yang perlu dievaluasi adalah:
- Jumlah dan urutan pengeboran sumur.
- Durasi pengeboran dan biaya per sumur.
- Ketersediaan rig dan jasa pendukung.
- Kompleksitas formasi dan risiko tekanan.
- Desain casing, cementing, dan completion.
- Kebutuhan pengujian sumur.
- Kesiapan fasilitas untuk menerima produksi.
- Rencana kontingensi untuk kejadian tidak terduga.
Jadwal pengeboran yang tidak terintegrasi dengan kesiapan fasilitas dapat menyebabkan sumur selesai lebih awal tetapi belum dapat berproduksi. Kondisi tersebut dapat meningkatkan biaya tanpa menghasilkan pendapatan sesuai rencana.
Desain Fasilitas dan Infrastruktur Lapangan
Konsep fasilitas perlu disusun berdasarkan kebutuhan produksi dan karakteristik fluida. Dalam FDP, tim harus menentukan apakah fasilitas baru diperlukan atau fasilitas yang sudah tersedia dapat dimanfaatkan.
Opsi Pengembangan Fasilitas
| Opsi | Kelebihan | Hal yang Perlu Dievaluasi |
|---|---|---|
| Fasilitas mandiri | Fleksibilitas desain dan operasi | Investasi awal dan kebutuhan infrastruktur |
| Tie-back ke fasilitas eksisting | Berpotensi menekan CAPEX dan mempercepat pengembangan | Kapasitas, jarak, kompatibilitas, dan biaya integrasi |
| Pengembangan bertahap | Investasi dapat disesuaikan dengan kematangan proyek | Potensi keterlambatan manfaat dan biaya ekspansi |
| Fasilitas bersama | Dapat berbagi biaya dan infrastruktur | Tata kelola, alokasi kapasitas, dan ketergantungan operasional |
| Modifikasi fasilitas eksisting | Dapat memanfaatkan aset yang sudah tersedia | Kondisi aset, downtime, dan keterbatasan desain |
Tidak ada satu opsi yang selalu paling unggul. Pemilihan harus didasarkan pada kajian teknis, risiko, biaya sepanjang umur aset, serta kebutuhan produksi.
Keandalan dan Fleksibilitas Fasilitas
Fasilitas perlu dirancang agar mampu menangani perubahan komposisi fluida, penurunan tekanan, peningkatan air terproduksi, atau penambahan sumur jika kondisi tersebut diperkirakan terjadi.
Analisis keandalan, pemeliharaan, keselamatan proses, dan kemudahan akses peralatan juga penting. Desain dengan CAPEX terendah belum tentu menghasilkan biaya siklus hidup terendah apabila kebutuhan pemeliharaan dan gangguan operasi tinggi.
Evaluasi Ekonomi dan Pemilihan Konsep Pengembangan
Setelah beberapa alternatif pengembangan disusun, setiap alternatif perlu dinilai menggunakan dasar asumsi yang konsisten. Perbandingan harus memperhitungkan waktu investasi, profil produksi, biaya, harga, fiskal, dan risiko.
Indikator Ekonomi yang Digunakan
| Indikator | Fungsi dalam FDP | Catatan |
|---|---|---|
| NPV | Mengukur nilai sekarang bersih proyek | Sangat dipengaruhi asumsi dan discount rate |
| IRR | Menunjukkan tingkat pengembalian tersirat dari arus kas | Perlu dibaca bersama NPV |
| Payback Period | Mengukur waktu pengembalian modal | Tidak menggambarkan seluruh nilai proyek |
| Breakeven Price | Menilai harga yang dibutuhkan untuk mencapai ambang ekonomi tertentu | Definisi perhitungan harus konsisten |
| CAPEX | Mengukur kebutuhan investasi | Perlu mempertimbangkan kontingensi dan jadwal |
| OPEX | Mengukur biaya operasi | Harus mencakup biaya relevan sepanjang umur proyek |
Analisis ekonomi juga perlu membedakan perspektif yang digunakan. Evaluasi proyek secara keseluruhan dapat berbeda dari evaluasi kontraktor atau pemerintah karena pajak, bagi hasil, dan kewajiban kontraktual.
Analisis Sensitivitas
Variabel yang dapat diuji dalam analisis sensitivitas meliputi:
- Harga minyak dan gas.
- Volume produksi.
- CAPEX dan OPEX.
- Durasi pengeboran.
- Waktu produksi pertama.
- Biaya transportasi dan pemrosesan.
- Tingkat keberhasilan sumur.
- Discount rate.
- Asumsi fiskal yang relevan.
Analisis ini membantu menentukan faktor mana yang paling memengaruhi nilai proyek serta area yang perlu mendapat perhatian manajemen.
Penggunaan Skenario
Skenario rendah, dasar, dan tinggi dapat digunakan untuk menggambarkan hasil ekonomi pada kondisi yang berbeda. Skenario perlu dirancang berdasarkan pengetahuan teknis dan komersial, bukan sekadar mengubah seluruh angka secara seragam.
Untuk proyek dengan ketidakpastian yang besar, analisis probabilistik dapat dipertimbangkan apabila tersedia data dan model yang memadai.
Contoh Kasus Pengembangan Lapangan Migas
Catatan: Contoh berikut adalah ilustrasi berbasis skenario industri, bukan laporan proyek perusahaan tertentu. Angka dan kondisi yang digunakan bersifat hipotetis untuk menunjukkan bagaimana FDP dapat mendukung pengambilan keputusan.
Sebuah perusahaan migas menemukan potensi reservoir minyak di dekat lapangan yang telah beroperasi. Tim perlu menentukan apakah lapangan baru sebaiknya dikembangkan menggunakan fasilitas mandiri atau dihubungkan ke fasilitas eksisting melalui konsep tie-back.
Hasil kajian awal menunjukkan bahwa kedua alternatif berpotensi menghasilkan produksi komersial. Namun, perbedaan kebutuhan investasi, jadwal, kapasitas fasilitas, dan risiko integrasi dapat memengaruhi nilai ekonomi.
Alternatif A: Fasilitas Produksi Mandiri
Alternatif pertama membangun fasilitas produksi baru yang dirancang khusus untuk lapangan tersebut.
Keunggulan pendekatan ini adalah fleksibilitas desain, kendali lebih besar atas kapasitas, serta peluang ekspansi sesuai kebutuhan lapangan. Namun, perusahaan harus menanggung investasi fasilitas, infrastruktur, dan sistem pendukung yang relatif besar.
Risiko yang perlu dikelola meliputi durasi konstruksi, pengadaan peralatan, integrasi sistem, commissioning, serta potensi keterlambatan produksi pertama.
Alternatif B: Tie-Back ke Fasilitas Eksisting
Alternatif kedua menghubungkan sumur dari lapangan baru ke fasilitas produksi yang telah beroperasi.
Pendekatan ini berpotensi mengurangi kebutuhan CAPEX dan memanfaatkan infrastruktur yang tersedia. Meskipun demikian, tim harus memastikan kapasitas pemrosesan, tekanan operasi, kompatibilitas fluida, ketersediaan sistem kontrol, dan keandalan fasilitas.
Ketergantungan pada fasilitas eksisting juga dapat meningkatkan dampak apabila terjadi gangguan operasi atau kebutuhan pemeliharaan yang menghentikan penerimaan produksi.
Perbandingan Alternatif
| Aspek Evaluasi | Fasilitas Mandiri | Tie-Back |
|---|---|---|
| Investasi awal | Cenderung lebih tinggi | Berpotensi lebih rendah |
| Fleksibilitas desain | Tinggi | Bergantung pada fasilitas eksisting |
| Jadwal pengembangan | Bergantung pada konstruksi baru | Dapat lebih singkat jika integrasi sederhana |
| Risiko integrasi | Berfokus pada fasilitas baru | Berfokus pada kompatibilitas dan kapasitas fasilitas |
| Kebutuhan kajian | Desain, konstruksi, dan commissioning | Kapasitas, hidraulika, integrasi, dan ketergantungan operasi |
| Penentu kelayakan | Nilai ekonomi dan manfaat fasilitas mandiri | Nilai penghematan dibandingkan risiko integrasi |
Hasil Kajian dan Rekomendasi
Dalam skenario ilustratif ini, kajian awal menunjukkan bahwa tie-back berpotensi menghasilkan nilai ekonomi lebih baik apabila fasilitas eksisting memiliki kapasitas yang memadai dan biaya integrasinya tetap terkendali.
Sebelum keputusan final dibuat, tim FDP perlu melakukan verifikasi teknis, termasuk analisis kapasitas, kondisi peralatan, kebutuhan modifikasi, biaya sambungan, dan dampak terhadap operasi lapangan yang sudah berjalan.
Tim juga perlu menguji skenario apabila kapasitas fasilitas lebih rendah dari perkiraan atau jadwal integrasi mengalami keterlambatan. Apabila hasil evaluasi menunjukkan risiko ketergantungan yang terlalu besar, fasilitas mandiri atau pengembangan bertahap dapat kembali dipertimbangkan.
Pembelajaran dari Kasus
Kasus ini menunjukkan bahwa konsep pengembangan tidak dapat dipilih hanya berdasarkan besarnya produksi atau rendahnya investasi awal. Keputusan harus mempertimbangkan seluruh siklus hidup proyek, kesiapan infrastruktur, risiko, jadwal, dan nilai ekonomi.
FDP menyediakan kerangka untuk membandingkan alternatif secara terstruktur, mengidentifikasi data yang masih dibutuhkan, serta menyusun rekomendasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Risiko dan Tantangan dalam Penyusunan FDP
Penyusunan FDP menghadapi tantangan karena informasi bawah permukaan, biaya proyek, kondisi pasar, dan kemampuan teknologi tidak selalu dapat diketahui secara pasti pada tahap awal.
Ketidakpastian Geologi dan Reservoir
Keterbatasan data seismik, sumur, dan pengujian dapat menimbulkan ketidakpastian dalam estimasi cadangan serta prediksi produksi. Mitigasinya dapat mencakup program appraisal, pengujian tambahan, pembaruan model reservoir, dan evaluasi beberapa skenario.
Pembengkakan Biaya
Kenaikan harga peralatan, perubahan lingkup pekerjaan, masalah logistik, atau kompleksitas teknis dapat menyebabkan biaya melampaui estimasi awal. Pengelolaan risiko membutuhkan estimasi biaya yang transparan, kontingensi yang sesuai, dan pengendalian perubahan.
Keterlambatan Proyek
Keterlambatan pengeboran, pengadaan, konstruksi, perizinan, atau commissioning dapat menunda produksi pertama. Integrasi jadwal dan pemantauan aktivitas kritis membantu mengurangi risiko tersebut.
Ketidaksesuaian Kapasitas Fasilitas
Perubahan profil produksi atau komposisi fluida dapat membuat fasilitas yang dirancang tidak sesuai dengan kebutuhan aktual. Evaluasi kapasitas dan fleksibilitas desain perlu dilakukan sejak tahap konseptual.
Perubahan Kondisi Komersial dan Regulasi
Harga komoditas, ketentuan kontrak, perpajakan, dan persyaratan regulator dapat memengaruhi kelayakan proyek. Asumsi yang digunakan dalam FDP perlu diperiksa dan diperbarui sesuai perubahan yang relevan.
Praktik Terbaik untuk Meningkatkan Kualitas FDP
Agar FDP dapat digunakan secara efektif, perusahaan perlu menerapkan tata kelola proses dan kualitas data yang konsisten.
1. Bentuk Tim Lintas Fungsi
Tim FDP sebaiknya melibatkan geologi, reservoir, pengeboran, produksi, fasilitas, ekonomi, keuangan, proyek, keselamatan, lingkungan, serta fungsi legal dan komersial sesuai kebutuhan.
Kolaborasi tersebut membantu memastikan bahwa asumsi teknis dan ekonomi tidak saling bertentangan.
2. Dokumentasikan Asumsi dan Ketidakpastian
Setiap keputusan penting perlu didukung sumber data, asumsi, dasar pemilihan, dan batasan analisis. Dokumentasi ini memudahkan peninjauan ulang ketika informasi baru tersedia.
3. Bandingkan Beberapa Alternatif
Jangan hanya menyusun satu konsep pengembangan sejak awal. Membandingkan beberapa alternatif dapat mengungkap peluang penghematan, peningkatan produksi, atau pengurangan risiko yang mungkin tidak terlihat pada konsep awal.
4. Lakukan Review dan Validasi
Model reservoir, profil produksi, estimasi biaya, dan model ekonomi perlu diperiksa secara independen sesuai tingkat kompleksitas serta risiko proyek.
Review dapat dilakukan pada tahap pemilihan konsep, sebelum keputusan investasi, dan ketika terdapat perubahan material pada rencana pengembangan.
5. Perbarui FDP Berdasarkan Data Aktual
FDP perlu diperlakukan sebagai rencana yang dapat diperbarui melalui tata kelola perubahan yang jelas. Pembaruan dilakukan ketika hasil pengeboran, data produksi, desain fasilitas, biaya, atau kondisi eksternal menunjukkan bahwa asumsi awal perlu ditinjau kembali.
Materi Training Field Development Planning (FDP) untuk Lapangan Migas
Pelatihan yang terstruktur membantu peserta memahami keterkaitan antara kajian reservoir, perencanaan sumur, fasilitas, produksi, dan evaluasi ekonomi.
| Modul | Pokok Bahasan | Hasil Pembelajaran |
|---|---|---|
| 1 | Konsep dan tahapan Field Development Planning | Memahami kerangka kerja FDP |
| 2 | Data geologi dan evaluasi reservoir | Mengidentifikasi data utama pengembangan |
| 3 | Reservoir modeling dan prediksi produksi | Memahami dasar proyeksi produksi |
| 4 | Well planning dan drilling strategy | Menyusun pertimbangan program sumur |
| 5 | Production system dan artificial lift | Memahami kebutuhan sistem produksi |
| 6 | Facility design dan infrastructure planning | Membandingkan alternatif fasilitas |
| 7 | Production profile dan development schedule | Mengintegrasikan produksi dengan jadwal |
| 8 | CAPEX, OPEX, dan economic evaluation | Menilai kelayakan alternatif |
| 9 | Risk assessment dan sensitivity analysis | Mengidentifikasi serta mengevaluasi risiko |
| 10 | Penyusunan rekomendasi dan studi kasus FDP | Menyampaikan rencana pengembangan terintegrasi |
Materi dapat dikembangkan untuk tingkat dasar, menengah, atau lanjutan. Untuk peserta yang telah berpengalaman, latihan dapat berfokus pada integrasi model reservoir dengan model ekonomi, optimasi konsep pengembangan, dan penyusunan rekomendasi investasi.
Manfaat Training FDP bagi Perusahaan dan Peserta
Training Field Development Planning memberikan manfaat bagi perusahaan maupun individu yang terlibat dalam pengembangan aset migas.
Bagi perusahaan, pelatihan dapat membantu:
- Meningkatkan koordinasi lintas fungsi.
- Memperkuat kualitas perencanaan pengembangan.
- Mengidentifikasi risiko teknis dan ekonomi lebih awal.
- Meningkatkan konsistensi asumsi produksi, biaya, dan jadwal.
- Mendukung perbandingan alternatif pengembangan.
- Memperbaiki dokumentasi dasar keputusan investasi.
- Meningkatkan kemampuan evaluasi perubahan rencana.
Bagi peserta, pelatihan dapat membantu:
- Memahami tahapan FDP secara menyeluruh.
- Mengenali hubungan antara data reservoir dan strategi pengembangan.
- Memahami kebutuhan perencanaan sumur dan fasilitas.
- Menginterpretasikan profil produksi serta indikator ekonomi.
- Berpartisipasi lebih efektif dalam tim multidisiplin.
- Menyusun analisis dan rekomendasi berbasis data.
Manfaat aktual bergantung pada pengalaman peserta, kualitas materi, metode pembelajaran, serta kesempatan menerapkan hasil pelatihan pada pekerjaan.
FAQ tentang Field Development Planning (FDP)
1. Apa yang dimaksud dengan Field Development Planning?
Field Development Planning adalah proses terintegrasi untuk merencanakan pengembangan lapangan migas, meliputi evaluasi reservoir, perencanaan sumur, desain fasilitas, profil produksi, estimasi biaya, analisis ekonomi, risiko, dan jadwal implementasi.
2. Mengapa FDP penting dalam proyek migas?
FDP membantu perusahaan memilih konsep pengembangan yang sesuai dengan potensi reservoir, kebutuhan investasi, kemampuan fasilitas, risiko, dan target produksi. Perencanaan yang baik juga membantu mengurangi risiko pembengkakan biaya serta keterlambatan produksi pertama.
3. Apa saja data yang dibutuhkan untuk menyusun FDP?
Data yang diperlukan dapat mencakup data seismik, interpretasi geologi, data sumur, hasil logging dan pengujian, data PVT, estimasi cadangan, profil produksi, informasi fasilitas, estimasi biaya, jadwal, serta asumsi ekonomi dan komersial.
4. Siapa yang perlu mengikuti Training Field Development Planning?
Pelatihan relevan bagi reservoir engineer, petroleum engineer, drilling engineer, production engineer, facility engineer, project manager, analis ekonomi migas, dan profesional lain yang terlibat dalam pengembangan aset hulu migas.
5. Apa hubungan FDP dengan economic evaluation?
FDP menyediakan asumsi teknis dan jadwal pengembangan yang digunakan dalam economic evaluation. Model ekonomi kemudian membandingkan kebutuhan investasi, biaya operasi, pendapatan, risiko, dan nilai proyek untuk mendukung keputusan investasi.
6. Apakah FDP dapat diperbarui setelah pengembangan dimulai?
Ya. Rencana dapat diperbarui apabila terdapat data baru atau perubahan material pada produksi, kondisi reservoir, desain fasilitas, biaya, jadwal, atau kondisi komersial. Pembaruan perlu mengikuti proses pengendalian perubahan dan persyaratan persetujuan yang berlaku.
7. Apa keluaran utama dari proses FDP?
Keluaran utama umumnya berupa rencana pengembangan terintegrasi yang menjelaskan konsep terpilih, dasar teknis, rencana sumur, fasilitas, profil produksi, estimasi biaya, evaluasi ekonomi, jadwal, risiko, dan strategi implementasi. Isi serta format final bergantung pada kebutuhan proyek dan ketentuan yang berlaku.
Kesimpulan
Field Development Planning merupakan elemen penting dalam memastikan pengembangan lapangan migas dilakukan secara terintegrasi, realistis, dan berorientasi pada penciptaan nilai. Proses ini menghubungkan pemahaman bawah permukaan dengan keputusan mengenai sumur, fasilitas, produksi, investasi, jadwal, dan pengelolaan risiko.
Penyusunan FDP yang berkualitas membutuhkan data yang dapat diandalkan, kolaborasi lintas fungsi, evaluasi beberapa alternatif, serta pengujian terhadap ketidakpastian teknis dan ekonomi. Rencana juga harus diperbarui ketika kondisi aktual berbeda secara material dari asumsi awal.
Melalui Training Field Development Planning (FDP) untuk Lapangan Migas, peserta dapat memperkuat pemahaman mengenai proses perencanaan pengembangan lapangan dan keterkaitan antara keputusan teknis dengan hasil bisnis. Kompetensi tersebut dapat membantu organisasi menyusun rencana yang lebih matang, meningkatkan kualitas evaluasi investasi, serta mendukung pengelolaan aset migas secara efektif dan bertanggung jawab.
Tingkatkan kompetensi tim Anda melalui Training Field Development Planning (FDP) untuk Lapangan Migas. Pelajari pendekatan perencanaan pengembangan lapangan, evaluasi reservoir, strategi pengeboran, desain fasilitas, proyeksi produksi, dan analisis ekonomi dalam satu kerangka pembelajaran terintegrasi. Hubungi penyelenggara pelatihan untuk mendapatkan informasi jadwal, kurikulum, dan program yang sesuai dengan kebutuhan organisasi Anda.
Lokasi: HI Hotel Senen
📍 Jl. Pasar Senen No.3 Jakarta Pusat 10410
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: Serela Cihampelas Hotel Bandun
📍 Jl. Cihampelas No.147, Cipaganti, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat 40131
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: Swiss-Belexpress Kuta Legian
📍 Jl. Legian Gg. Troppozone, Lingkungan Pelasa, Kuta, Kec. Kuta, Kabupaten Badung, Bali 80361
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: Hotel NEO+ - Bp
📍 Jl. Mayjend Sutoyo No.67, Gunungsari Ulu, Kec. Balikpapan Tengah, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur 7612
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: Biz Hotel - Batam
📍 Komplek Nagoya Newtown Blok T No.15 Jalan Kompleks Nagoya City Walk, Lubuk Baja Kota, Kec. Lubuk Baja, Kota Batam, Kepulauan Riau 2944
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: MaxOne Hotel Dharmahusada
📍 Jl. Dharmahusada No.189, Mojo, Kec. Gubeng, Surabaya, Jawa Timur 60285
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: Gets Hotel Malang
📍 Jl. Brigjend Slamet Riadi No.38, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65119
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: favehotel S. Parman - Medan
📍 Jl. S. Parman No.313A, Petisah Hulu, Kec. Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara 20152
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: FOX Lite Hotel Samarinda
📍 Jl. Mayor Jendral S. Parman No.15, Temindung Permai, Kec. Sungai Pinang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75119
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: Aston Inn Pantai Losari - Makassar
📍 Jl. Daeng Tompo No.28-36, Maloku, Kec. Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90112
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Jakarta Hotel HI Jakarta
Bandung Hotel Fave Serela Cihamplas
Yogjakarta Hotel Amaris Maliboro
Bali Swibell Express Kuta Legian
Surabaya Hotel Max One
Malang Hotel Gets
Bali Hotel Swisbel Inn Exsperes Kuta
Makassar Hotel Aston Inn
Balikpapan Hotel Neo
Samarinda Hotel Fox
Batam Hotel BIZ
Medan Hotel Fave Medan
dan Hotel Pilihan Sesuai Request Peserta

