Training Integrated Asset Modeling (IAM) untuk Industri Migas: Strategi Integrasi Model Reservoir, Sumur, dan Fasilitas Produksi 2026–2027
INFORMASI ALAMAT & NOMOR TELEPON
Untuk mengirim pesan singkat kepada kami, Anda dapat menghubungi salah satu customer service yang sudah kami cantumkan
KONTAK KAMI
18 Office Park Building, 21th Floor Unit C
Jl. TB Simatupang No. 18, Pasar Minggu
Jakarta Selatan, 12520
info@bimtekedukasi.com
0821-9026-8799
Daftar Isi
TogglePendahuluan
Industri minyak dan gas bumi (migas) menghadapi tantangan yang semakin kompleks dalam mengelola aset produksi. Perubahan tekanan reservoir, penurunan laju produksi, peningkatan water cut, keterbatasan kapasitas fasilitas, gangguan operasi, serta perubahan biaya dapat memengaruhi kinerja lapangan secara keseluruhan. Dalam kondisi tersebut, pengambilan keputusan yang hanya mengandalkan satu model teknis sering kali belum cukup untuk menggambarkan hubungan antarbagian sistem produksi.
Reservoir, sumur, jaringan pipa, dan fasilitas permukaan merupakan bagian dari satu sistem yang saling memengaruhi. Perubahan pada satu bagian dapat memberikan dampak terhadap bagian lainnya. Sebagai contoh, peningkatan tekanan balik pada jaringan pipa dapat mengurangi kemampuan sumur mengalirkan fluida. Perubahan laju produksi kemudian dapat memengaruhi tekanan reservoir, kapasitas pemrosesan, kebutuhan kompresi, serta nilai ekonomi aset.
Untuk memahami hubungan tersebut secara lebih menyeluruh, perusahaan migas dapat menerapkan Integrated Asset Modeling (IAM). Pendekatan ini mengintegrasikan model teknis dari berbagai bagian aset agar perilaku sistem dapat dianalisis secara konsisten dan keputusan optimasi tidak dibuat secara terpisah.
Training Integrated Asset Modeling (IAM) untuk Industri Migas dirancang untuk memperkuat pemahaman peserta mengenai prinsip pemodelan terintegrasi, hubungan reservoir dengan sumur dan fasilitas, integrasi data, analisis skenario, optimasi produksi, serta pemanfaatan hasil model untuk mendukung keputusan operasional dan investasi.
Pelatihan ini relevan bagi reservoir engineer, production engineer, petroleum engineer, facility engineer, production technologist, analis aset, dan profesional lain yang terlibat dalam pengelolaan lapangan minyak dan gas.
Apa Itu Integrated Asset Modeling (IAM)?
Integrated Asset Modeling adalah pendekatan pemodelan yang menghubungkan beberapa komponen utama aset migas untuk mengevaluasi perilaku sistem secara terintegrasi. Komponen tersebut dapat mencakup reservoir, sumur, completion, artificial lift, jaringan pengumpulan, fasilitas pemrosesan, kompresi gas, sistem injeksi, dan batasan ekspor produk.
Tujuan IAM adalah memahami bagaimana seluruh komponen berinteraksi, sehingga keputusan pada satu bagian tidak mengabaikan konsekuensinya terhadap bagian lain.
Dalam pendekatan konvensional, tim reservoir mungkin menyusun proyeksi produksi berdasarkan model reservoir, sedangkan tim produksi mengevaluasi kemampuan sumur dan tim fasilitas menganalisis kapasitas pemrosesan. Setiap analisis dapat benar dalam ruang lingkupnya masing-masing, tetapi hasilnya belum tentu konsisten apabila asumsi dan batas sistem berbeda.
IAM berupaya menyelaraskan model-model tersebut. Dengan menghubungkan data dan perhitungan antarkomponen, tim dapat mengevaluasi dampak perubahan kondisi operasi secara lebih menyeluruh.
Tujuan Utama Integrated Asset Modeling
Penerapan IAM umumnya bertujuan untuk:
- Mengintegrasikan model reservoir, sumur, jaringan pipa, dan fasilitas produksi.
- Memahami interaksi tekanan, laju alir, dan kapasitas sistem.
- Mengidentifikasi bottleneck yang membatasi produksi.
- Mengevaluasi strategi optimasi sumur dan jaringan.
- Membandingkan skenario operasi dan pengembangan.
- Mendukung perencanaan produksi berdasarkan batasan sistem aktual.
- Meningkatkan konsistensi antara analisis reservoir dan fasilitas permukaan.
- Membantu mengevaluasi kebutuhan investasi dan perubahan desain.
- Menyediakan dasar analisis yang lebih transparan untuk pengambilan keputusan.
Komponen Utama dalam Model Terintegrasi
| Komponen | Fungsi Model | Contoh Data |
|---|---|---|
| Reservoir | Memperkirakan respons tekanan dan produksi reservoir | Tekanan, permeabilitas, saturasi, model dinamik |
| Sumur | Menghubungkan aliran reservoir dengan sistem produksi | IPR, completion, tekanan kepala sumur |
| Artificial lift | Mengevaluasi bantuan pengangkatan fluida | ESP, gas lift, pompa, kebutuhan energi |
| Jaringan pipa | Menghitung aliran dan kehilangan tekanan | Diameter, panjang pipa, kekasaran, elevasi |
| Fasilitas produksi | Menilai kemampuan pemrosesan fluida | Kapasitas separator, kompresor, pemrosesan air |
| Sistem injeksi | Mengevaluasi injeksi air atau gas | Tekanan injeksi, kapasitas, kebutuhan energi |
| Ekspor dan penjualan | Mengidentifikasi batas penyaluran produk | Kapasitas pipa ekspor, spesifikasi produk |
| Model ekonomi | Menghubungkan skenario teknis dengan nilai bisnis | CAPEX, OPEX, harga, arus kas |
Tidak semua proyek memerlukan seluruh komponen tersebut. Batas model ditentukan berdasarkan tujuan analisis, kompleksitas lapangan, ketersediaan data, dan keputusan yang ingin didukung.
Mengapa IAM Penting bagi Industri Migas?
IAM penting karena kinerja aset migas ditentukan oleh hubungan antara berbagai subsistem. Optimasi yang dilakukan pada satu bagian belum tentu menghasilkan peningkatan produksi bersih apabila bagian lain sudah mencapai batas kapasitas.
1. Mengidentifikasi Bottleneck Produksi
Bottleneck merupakan titik pembatas yang menghalangi sistem mencapai kapasitas atau kinerja yang diharapkan. Pembatas dapat berada pada reservoir, sumur, jaringan pipa, kompresor, separator, sistem injeksi, atau fasilitas ekspor.
Sebagai contoh, peningkatan laju produksi dari beberapa sumur dapat meningkatkan tekanan pada jaringan pengumpulan. Jika kapasitas kompresi gas sudah terbatas, tekanan balik pada sumur mungkin meningkat dan mengurangi tambahan produksi yang semula diharapkan.
IAM membantu mengidentifikasi hubungan tersebut sehingga perusahaan dapat mengevaluasi apakah tindakan yang diperlukan berupa optimasi sumur, modifikasi jaringan, penambahan kompresi, atau pengaturan ulang distribusi produksi.
2. Meningkatkan Efisiensi Operasi
Model terintegrasi memungkinkan tim membandingkan berbagai strategi operasi sebelum perubahan diterapkan di lapangan. Strategi tersebut dapat meliputi pengaturan choke, perubahan target produksi, optimasi gas lift, pengaturan tekanan jaringan, atau penyesuaian pembagian aliran antar-sumur.
Dengan analisis yang tepat, perusahaan dapat menghindari perubahan operasi yang hanya memindahkan bottleneck dari satu bagian sistem ke bagian lainnya.
3. Menyelaraskan Perencanaan Reservoir dan Fasilitas
Rencana produksi dari sisi reservoir harus sesuai dengan kapasitas sumur dan fasilitas. Jika proyeksi reservoir menunjukkan potensi produksi tinggi tetapi fasilitas tidak mampu memproses volume tersebut, manfaat teknisnya mungkin tidak dapat direalisasikan.
IAM membantu mempertemukan asumsi produksi bawah permukaan dengan batasan fasilitas, sehingga proyeksi dapat digunakan untuk perencanaan yang lebih realistis.
4. Mendukung Keputusan Investasi
Perusahaan dapat menggunakan IAM untuk menilai apakah investasi pada sumur baru, kompresor, modifikasi pipa, atau peningkatan kapasitas pemrosesan benar-benar menghasilkan manfaat pada tingkat aset.
Model memungkinkan perbandingan kondisi sebelum dan sesudah perubahan serta membantu memperkirakan tambahan produksi yang dapat direalisasikan setelah seluruh batasan sistem diperhitungkan.
5. Mengelola Penurunan Produksi
Ketika tekanan reservoir turun atau water cut meningkat, kemampuan sistem menghasilkan dan menyalurkan fluida dapat berubah. IAM membantu mengevaluasi apakah penurunan produksi disebabkan oleh kondisi reservoir, performa sumur, jaringan pipa, atau keterbatasan fasilitas.
Pemisahan penyebab secara lebih baik membantu tim memilih tindakan yang sesuai, alih-alih menerapkan solusi yang tidak menyasar akar permasalahan.
Hubungan Reservoir, Sumur, Jaringan Pipa, dan Fasilitas
Inti IAM adalah memahami interaksi antarbagian sistem produksi. Setiap komponen memiliki karakteristik tersendiri, tetapi kinerja aktual ditentukan oleh kondisi operasi bersama.
Reservoir dan Performa Sumur
Reservoir menyediakan energi untuk mendorong fluida menuju sumur. Tekanan reservoir, sifat batuan, karakteristik fluida, dan kondisi aliran memengaruhi kemampuan sumur menghasilkan minyak dan gas.
Hubungan antara tekanan alir dasar sumur dan laju produksi dapat dijelaskan melalui konsep Inflow Performance Relationship (IPR). IPR menggambarkan kemampuan fluida mengalir dari reservoir menuju lubang sumur berdasarkan kondisi reservoir dan model aliran yang digunakan.
Namun, kemampuan reservoir memasok fluida tidak otomatis sama dengan laju produksi yang dapat dicapai. Aliran juga harus melewati completion, tubing, kepala sumur, jaringan pipa, dan fasilitas permukaan.
Sumur dan Vertical Lift Performance
Vertical Lift Performance (VLP) menggambarkan hubungan antara laju alir dengan tekanan yang dibutuhkan untuk mengangkat fluida melalui sumur menuju permukaan.
Performa ini dipengaruhi oleh karakteristik fluida, geometri tubing, tekanan kepala sumur, temperatur, dan pola aliran multiphase. Untuk sumur dengan artificial lift, karakteristik peralatan pengangkatan juga menjadi bagian penting dari evaluasi.
Interaksi antara IPR dan VLP membantu menentukan titik operasi sumur. IAM memperluas analisis ini dengan memasukkan tekanan dan batasan jaringan serta fasilitas.
Jaringan Pipa dan Tekanan Balik
Jaringan pipa mengalirkan fluida dari sumur menuju fasilitas pemrosesan. Kehilangan tekanan dipengaruhi oleh panjang dan diameter pipa, elevasi, laju alir, kekasaran, serta karakteristik fluida.
Apabila beberapa sumur terhubung pada jaringan yang sama, perubahan produksi dari satu sumur dapat memengaruhi tekanan dan kapasitas aliran pada sumur lain. Karena itu, evaluasi jaringan perlu mempertimbangkan sistem secara keseluruhan.
Fasilitas Produksi
Fasilitas menerima dan memproses fluida sesuai kapasitas desain serta batas operasi. Pembatas dapat berupa kapasitas separator, kompresor, sistem pendinginan, pengolahan air terproduksi, atau spesifikasi ekspor.
Dalam IAM, batas fasilitas menjadi bagian dari perhitungan agar target produksi tidak melampaui kemampuan sistem.
Tahapan Penerapan Integrated Asset Modeling
Penerapan IAM membutuhkan proses yang terstruktur. Model yang kompleks tidak akan menghasilkan keputusan yang andal jika data, asumsi, atau batas sistem tidak jelas.
1. Menentukan Tujuan dan Ruang Lingkup
Langkah pertama adalah menentukan masalah yang ingin diselesaikan. Tujuannya dapat berupa peningkatan produksi, identifikasi bottleneck, evaluasi kebutuhan kompresi, optimasi gas lift, penentuan target produksi, atau evaluasi pengembangan lapangan.
Ruang lingkup harus menjelaskan komponen yang dimodelkan, periode analisis, kondisi batas, tingkat detail, dan keputusan yang akan didukung.
2. Mengumpulkan dan Memvalidasi Data
Data yang diperlukan bergantung pada ruang lingkup model, tetapi dapat mencakup:
- Data tekanan dan produksi reservoir.
- Model statik dan dinamik reservoir.
- Data PVT dan karakteristik fluida.
- Data completion dan geometri sumur.
- Data IPR dan VLP.
- Data artificial lift.
- Data jaringan pipa dan fasilitas.
- Data tekanan, temperatur, dan laju alir aktual.
- Kapasitas peralatan dan batas operasi.
- Data historis gangguan serta pemeliharaan.
Data perlu diperiksa satuan, waktu pengukuran, kualitas instrumen, dan konsistensinya. Perbedaan data aktual dan asumsi model harus dicatat sebelum kalibrasi dilakukan.
3. Membangun Model Setiap Subsistem
Setiap subsistem dibangun menggunakan metode yang sesuai. Model reservoir dapat menggunakan simulasi reservoir atau pendekatan lain yang relevan. Model sumur dapat menggabungkan inflow dan outflow, sedangkan model jaringan menghitung aliran serta kehilangan tekanan.
Model fasilitas menggambarkan kapasitas dan batas operasi peralatan yang relevan. Tingkat detailnya harus seimbang dengan tujuan analisis agar model tetap dapat dikelola.
4. Mengintegrasikan Model
Setelah subsistem tersedia, model dihubungkan melalui variabel pertukaran yang relevan, seperti tekanan, laju alir, temperatur, komposisi fluida, atau kondisi batas operasi.
Integrasi dapat dilakukan melalui pertukaran data, iterasi antarmodel, atau platform simulasi terintegrasi. Metode yang digunakan bergantung pada perangkat lunak, arsitektur model, dan kebutuhan sinkronisasi.
5. Melakukan Kalibrasi dan Validasi
Model terintegrasi harus dibandingkan dengan data operasi aktual. Tujuannya adalah memastikan model dapat merepresentasikan kondisi lapangan dalam batas akurasi yang dapat diterima.
Kalibrasi dapat mencakup penyesuaian parameter yang memiliki dasar teknis, sedangkan validasi mengevaluasi kemampuan model mereproduksi data yang tidak digunakan secara langsung untuk kalibrasi, apabila data yang memadai tersedia.
Perubahan parameter tidak boleh dilakukan hanya untuk memaksakan model cocok dengan data. Setiap penyesuaian perlu didukung alasan teknis dan dokumentasi.
6. Menjalankan Skenario dan Optimasi
Setelah model memenuhi kriteria validasi, tim dapat menjalankan skenario operasi. Skenario dapat mencakup perubahan target produksi, tekanan jaringan, kapasitas kompresi, konfigurasi sumur, atau strategi artificial lift.
Hasil skenario kemudian dibandingkan menggunakan indikator teknis dan, bila diperlukan, indikator ekonomi.
7. Menyusun Rekomendasi dan Memantau Hasil
Hasil model perlu diterjemahkan menjadi rekomendasi operasional atau investasi yang jelas. Rekomendasi dapat berupa perubahan set point, program intervensi sumur, modifikasi jaringan, atau studi lanjutan.
Setelah tindakan diterapkan, hasil aktual perlu dipantau dan dibandingkan dengan prediksi. Perbedaan yang signifikan dapat menjadi dasar pembaruan model.
Metode dan Pendekatan dalam Integrated Asset Modeling
Pendekatan IAM dapat berbeda berdasarkan karakteristik aset, ketersediaan data, dan tujuan evaluasi. Perusahaan tidak harus langsung menggunakan model paling kompleks. Pendekatan yang sesuai adalah pendekatan yang dapat menjawab pertanyaan operasional secara andal dengan tingkat detail yang proporsional.
Integrated Production Modeling
Integrated Production Modeling menghubungkan performa sumur dengan jaringan produksi dan fasilitas permukaan. Pendekatan ini membantu mengevaluasi kemampuan sistem menghasilkan serta menyalurkan hidrokarbon pada kondisi operasi tertentu.
Analisis dapat digunakan untuk:
- Mengevaluasi target produksi masing-masing sumur.
- Mengidentifikasi tekanan balik yang membatasi laju alir.
- Membandingkan konfigurasi jaringan pipa.
- Menilai pengaruh perubahan tekanan separator.
- Menguji kebutuhan kompresi gas.
- Mengevaluasi distribusi produksi antar-sumur.
Pendekatan ini sangat bermanfaat ketika aset memiliki banyak sumur yang terhubung ke jaringan bersama dan menghadapi keterbatasan kapasitas fasilitas.
Reservoir-to-Surface Integration
Pendekatan ini menghubungkan model reservoir dengan model sumur dan fasilitas permukaan. Tujuannya adalah memahami bagaimana kondisi reservoir memengaruhi performa produksi sekaligus bagaimana batasan permukaan memengaruhi kemampuan reservoir untuk diproduksikan.
Sebagai contoh, penurunan tekanan reservoir dapat mengurangi kemampuan aliran sumur. Pada saat yang sama, peningkatan tekanan jaringan dapat memperburuk kondisi aliran keluar sumur. Kedua faktor tersebut perlu dianalisis bersama untuk mengetahui tindakan yang paling efektif.
Steady-State dan Transient Modeling
Model steady-state digunakan untuk mengevaluasi kondisi operasi yang diasumsikan stabil pada suatu titik waktu. Pendekatan ini sering berguna untuk analisis kapasitas, pembagian aliran, dan identifikasi bottleneck pada kondisi tertentu.
Sementara itu, transient modeling digunakan untuk mempelajari perubahan kondisi terhadap waktu, seperti respons tekanan setelah perubahan choke, proses startup, penghentian produksi, atau perubahan kondisi operasi.
Kedua pendekatan memiliki fungsi berbeda. Pemilihan metode harus didasarkan pada pertanyaan yang ingin dijawab dan karakteristik dinamika sistem.
Model Deterministik dan Probabilistik
Model deterministik menggunakan satu set asumsi untuk menghasilkan satu hasil utama. Model ini cocok untuk analisis dasar ketika asumsi yang digunakan telah disepakati.
Model probabilistik mengevaluasi berbagai kemungkinan input untuk memahami rentang hasil dan ketidakpastian. Pendekatan ini dapat digunakan ketika ketidakpastian reservoir, produksi, atau parameter operasi berpengaruh besar terhadap keputusan.
Model probabilistik membutuhkan distribusi input yang masuk akal dan pemahaman hubungan antarvariabel. Banyaknya simulasi tidak otomatis menjamin hasil yang lebih akurat.
Optimasi Produksi Menggunakan IAM
Optimasi produksi merupakan salah satu manfaat utama IAM. Tujuannya bukan hanya meningkatkan laju produksi sesaat, tetapi mencari kondisi operasi yang memberikan hasil terbaik dengan mempertimbangkan keterbatasan seluruh sistem.
Optimasi Choke dan Target Produksi
Perubahan bukaan choke dapat memengaruhi tekanan alir, laju produksi, dan kondisi operasi sumur. Namun, peningkatan produksi pada satu sumur dapat meningkatkan beban jaringan dan fasilitas.
IAM memungkinkan tim mengevaluasi kombinasi target produksi beberapa sumur untuk melihat apakah peningkatan laju alir dapat direalisasikan tanpa melampaui batas operasi sistem.
Keputusan juga perlu mempertimbangkan risiko produksi pasir, perubahan water cut, kestabilan aliran, dan dampak terhadap pengelolaan reservoir apabila relevan.
Optimasi Gas Lift
Pada sumur yang menggunakan gas lift, injeksi gas membantu mengurangi densitas kolom fluida dan mendukung aliran menuju permukaan. Namun, penambahan gas injeksi tidak selalu menghasilkan peningkatan produksi yang sebanding.
Gas injeksi dapat dibatasi oleh kapasitas kompresor, ketersediaan gas, tekanan injeksi, atau kebutuhan gas untuk proses lain. IAM dapat digunakan untuk mengevaluasi pembagian gas lift antar-sumur dan menentukan strategi yang lebih efektif pada tingkat aset.
Optimasi Sistem Kompresi
Kompresor sering menjadi komponen penting dalam pengelolaan produksi gas dan pengurangan tekanan balik. Kapasitas, tekanan suction, tekanan discharge, efisiensi, dan kebutuhan energi memengaruhi kinerja sistem.
Model terintegrasi membantu mengevaluasi apakah perubahan konfigurasi kompresor, pengaturan tekanan, atau penambahan kapasitas berpotensi memberikan manfaat produksi yang sepadan dengan biaya dan kebutuhan energi.
Optimasi Jaringan Pipa
Perubahan konfigurasi jaringan, diameter pipa, atau distribusi aliran dapat memengaruhi kehilangan tekanan dan kemampuan sistem menyalurkan produksi.
IAM membantu mengevaluasi pilihan tersebut sebelum perusahaan melakukan modifikasi fisik. Dengan demikian, keputusan investasi dapat didasarkan pada perkiraan dampak teknis yang lebih menyeluruh.
Data dan Teknologi Pendukung IAM
Keberhasilan IAM tidak hanya ditentukan oleh perangkat lunak. Kualitas data, metode integrasi, pengelolaan model, dan kemampuan tim dalam menginterpretasikan hasil merupakan faktor yang sama pentingnya.
Sumber Data Utama
| Sumber Data | Informasi yang Digunakan | Kegunaan |
|---|---|---|
| Reservoir simulation | Tekanan, saturasi, distribusi fluida, dan profil produksi | Memodelkan respons reservoir |
| Well test dan production test | Tekanan serta laju alir sumur | Mengevaluasi performa sumur |
| PVT analysis | Sifat fluida pada kondisi tekanan dan temperatur tertentu | Mendukung perhitungan aliran |
| SCADA dan historian | Data operasi yang tercatat sepanjang waktu | Membandingkan kondisi aktual dan model |
| Well surveillance | Tekanan, temperatur, dan parameter sumur | Memantau perubahan performa |
| Pipeline network data | Geometri pipa, elevasi, dan kondisi operasi | Menghitung aliran serta kehilangan tekanan |
| Facility data | Kapasitas, batas operasi, dan kondisi peralatan | Menentukan kendala fasilitas |
| Economic data | Biaya, harga, dan kebutuhan investasi | Menilai dampak bisnis dari skenario |
Data dari sistem operasi harus diperiksa sebelum digunakan. Instrumen yang tidak terkalibrasi, pengukuran yang tidak sinkron, atau data yang hilang dapat memengaruhi hasil kalibrasi dan interpretasi model.
Integrasi Perangkat Lunak
Implementasi IAM dapat melibatkan perangkat lunak reservoir simulation, well modeling, pipeline network simulation, facility modeling, serta perangkat analisis data.
Dalam sebagian lingkungan kerja, subsistem dihubungkan melalui antarmuka perangkat lunak atau pertukaran data. Pada lingkungan lain, perhitungan dijalankan secara terintegrasi menggunakan platform yang mendukung iterasi antarmodel.
Pemilihan perangkat lunak perlu mempertimbangkan kompatibilitas, kemampuan pertukaran data, kemudahan pemeliharaan model, kebutuhan komputasi, biaya lisensi, dan kompetensi pengguna.
Digitalisasi dan Pemantauan Operasi
Data operasi yang tersedia secara lebih cepat dapat membantu memperbarui pemahaman mengenai kondisi aset. Ketika terintegrasi dengan model, data tersebut dapat digunakan untuk membandingkan prediksi dengan kondisi aktual dan mendeteksi penyimpangan yang perlu diselidiki.
Namun, model yang terhubung dengan data aktual tidak selalu otomatis menjadi digital twin. Digital twin biasanya membutuhkan integrasi data dan model yang lebih luas, pengelolaan kondisi terkini, serta mekanisme pembaruan dan validasi yang sesuai dengan tujuan penggunaannya.
Contoh Kasus Industri: Mengatasi Bottleneck pada Lapangan Gas
Catatan: Contoh berikut merupakan skenario ilustratif yang mencerminkan masalah umum dalam operasi lapangan migas. Ini bukan laporan kasus dari perusahaan tertentu dan tidak menggunakan data aktual aset tertentu.
Sebuah lapangan gas memiliki beberapa sumur yang terhubung ke jaringan pengumpulan dan fasilitas pemrosesan bersama. Pada awal pengembangan, sistem mampu menangani produksi sesuai target. Setelah beberapa waktu, sebagian sumur mengalami penurunan laju alir meskipun masih menunjukkan potensi produksi berdasarkan evaluasi sumur.
Tim operasi menduga penurunan tersebut berkaitan dengan tekanan jaringan yang meningkat. Namun, tim reservoir juga mencatat bahwa tekanan reservoir secara bertahap menurun. Kedua faktor ini berpotensi memengaruhi produksi, sehingga diperlukan analisis terintegrasi untuk menentukan penyebab dominan.
Kondisi Awal
Evaluasi awal menemukan beberapa hal:
- Tekanan jaringan pengumpulan meningkat ketika produksi gabungan mendekati kapasitas fasilitas.
- Beberapa sumur menunjukkan sensitivitas tinggi terhadap tekanan kepala sumur.
- Kapasitas kompresi gas mendekati batas operasi pada kondisi tertentu.
- Profil produksi reservoir menunjukkan penurunan tekanan yang perlu diperhitungkan.
- Penambahan laju alir pada satu kelompok sumur berpotensi memengaruhi kelompok lainnya.
Jika tim hanya mengevaluasi performa masing-masing sumur secara terpisah, rekomendasi yang muncul mungkin berupa peningkatan bukaan choke atau perubahan target produksi. Namun, langkah tersebut berpotensi meningkatkan tekanan jaringan dan tidak selalu menghasilkan tambahan produksi bersih.
Pembangunan Model Terintegrasi
Tim kemudian menghubungkan model reservoir, model performa sumur, jaringan pipa, dan model fasilitas. Data operasi digunakan untuk memeriksa apakah model dapat merepresentasikan tekanan serta laju alir aktual.
Setelah proses validasi, tim menyusun beberapa skenario:
- Mengubah target produksi pada kelompok sumur tertentu.
- Mengevaluasi pengaturan tekanan jaringan.
- Menguji perubahan distribusi aliran antar-sumur.
- Mengevaluasi optimasi kapasitas kompresi.
- Membandingkan manfaat modifikasi fasilitas dengan kondisi operasi dasar.
Hasil Analisis
Dalam skenario ilustratif ini, model menunjukkan bahwa sebagian penurunan produksi disebabkan oleh interaksi antara tekanan jaringan dan keterbatasan kompresi, sementara penurunan tekanan reservoir juga berkontribusi terhadap penurunan kemampuan alir.
Temuan tersebut mengubah pendekatan pemecahan masalah. Alih-alih meningkatkan produksi seluruh sumur secara bersamaan, tim mengevaluasi kombinasi target sumur dan tekanan operasi yang lebih sesuai dengan kapasitas sistem.
Analisis juga menunjukkan bahwa tindakan operasional tertentu dapat diuji terlebih dahulu sebelum investasi besar dipertimbangkan. Jika peningkatan kompresi tetap dibutuhkan, model ekonomi dapat digunakan untuk membandingkan biaya investasi dengan potensi tambahan produksi.
Rekomendasi
Berdasarkan hasil evaluasi, tim dapat menyusun rekomendasi berupa:
- Mengatur target produksi berdasarkan respons sistem.
- Mengoptimalkan distribusi aliran antar-sumur.
- Menetapkan batas operasi untuk mencegah fasilitas mengalami kelebihan beban.
- Memantau tekanan jaringan dan performa kompresor.
- Melakukan evaluasi ekonomi untuk opsi modifikasi fasilitas.
- Memperbarui model ketika tersedia data operasi baru.
Rekomendasi final harus mengikuti batas keselamatan, integritas peralatan, persyaratan kualitas produk, dan prosedur perubahan operasi yang berlaku.
Pembelajaran dari Kasus
Kasus ini memperlihatkan bahwa penyebab penurunan produksi tidak selalu berada pada reservoir atau sumur saja. Hambatan dapat muncul dari interaksi beberapa bagian sistem.
IAM membantu tim menguji penyebab yang berbeda, membandingkan skenario, dan memilih tindakan yang berpotensi memberikan manfaat pada tingkat aset secara keseluruhan.
Tantangan dalam Implementasi Integrated Asset Modeling
Walaupun IAM memberikan manfaat yang signifikan, implementasinya memiliki tantangan teknis dan organisasi yang perlu diantisipasi.
1. Kualitas Data yang Tidak Konsisten
Data dari reservoir, sumur, jaringan pipa, dan fasilitas sering dikumpulkan oleh sistem berbeda dengan satuan, frekuensi, atau standar validasi yang tidak sama.
Solusinya adalah menetapkan standar data, memeriksa kualitas pengukuran, menyelaraskan waktu pencatatan, serta mendokumentasikan sumber dan batasan data.
2. Kesulitan Integrasi Model
Setiap model dapat menggunakan asumsi dan metode perhitungan yang berbeda. Integrasi membutuhkan kesepakatan mengenai variabel pertukaran, kondisi batas, frekuensi pembaruan, dan cara menangani perbedaan hasil.
Proses ini harus dirancang secara sistematis agar integrasi tidak sekadar memindahkan data tanpa menjaga konsistensi fisik.
3. Keterbatasan Kompetensi
IAM membutuhkan pemahaman lintas disiplin. Seorang ahli reservoir perlu memahami bagaimana batasan permukaan memengaruhi produksi, sementara ahli fasilitas perlu memahami hubungan perubahan tekanan jaringan dengan performa sumur.
Pelatihan dan kerja sama lintas fungsi dapat membantu membangun kemampuan tersebut.
4. Kompleksitas Model
Model yang terlalu sederhana mungkin tidak dapat menjawab pertanyaan penting. Sebaliknya, model yang terlalu kompleks dapat memerlukan data, waktu komputasi, dan pemeliharaan yang tidak sebanding dengan manfaatnya.
Tingkat kompleksitas sebaiknya ditentukan berdasarkan keputusan yang akan didukung, bukan berdasarkan banyaknya komponen atau fitur perangkat lunak yang tersedia.
5. Model Tidak Diperbarui
Kondisi reservoir, sumur, dan fasilitas berubah seiring waktu. Model yang tidak diperbarui dapat kehilangan kemampuan untuk merepresentasikan operasi aktual.
Karena itu, perusahaan perlu menetapkan pemilik model, jadwal review, prosedur pembaruan, dan kriteria validasi.
Praktik Terbaik untuk Meningkatkan Kualitas IAM
Implementasi IAM yang efektif membutuhkan tata kelola yang jelas dan orientasi pada masalah operasional yang nyata.
Tetapkan Tujuan yang Terukur
Tentukan terlebih dahulu masalah yang ingin diselesaikan, misalnya mengidentifikasi penyebab kehilangan produksi, mengevaluasi kapasitas kompresi, atau membandingkan alternatif intervensi sumur.
Tujuan yang jelas membantu menentukan data, tingkat detail model, dan indikator keberhasilan.
Bangun Model secara Bertahap
Mulailah dari komponen yang paling relevan terhadap masalah. Setelah model dasar tervalidasi, komponen lain dapat ditambahkan apabila dibutuhkan.
Pendekatan bertahap memudahkan pengujian dan mengurangi risiko membangun model besar yang sulit dipelihara.
Lakukan Kalibrasi dan Validasi Berkala
Model perlu dibandingkan dengan data operasi pada kondisi yang representatif. Penyimpangan antara prediksi dan data aktual harus dianalisis untuk menentukan apakah penyebabnya berasal dari kualitas data, perubahan kondisi lapangan, atau keterbatasan model.
Dokumentasikan Asumsi
Setiap asumsi penting perlu dicatat, termasuk kondisi batas, sumber data, parameter yang dikalibrasi, dan batasan penggunaan model. Dokumentasi ini membantu pengguna memahami konteks hasil simulasi.
Hubungkan Hasil Model dengan Keputusan
Output model sebaiknya diterjemahkan menjadi tindakan yang jelas. Contohnya, hasil analisis dapat menjadi dasar perubahan target produksi, studi kompresi, evaluasi intervensi sumur, atau penyusunan kebutuhan investasi.
Hasil model bukan pengganti pertimbangan engineering, prosedur keselamatan, atau proses persetujuan perubahan operasi.
Materi Training Integrated Asset Modeling (IAM) untuk Industri Migas
Pelatihan IAM dapat dirancang untuk memberikan pemahaman dari konsep dasar hingga studi kasus integrasi model.
| Modul | Materi Pembelajaran | Hasil yang Diharapkan |
|---|---|---|
| 1 | Pengantar Integrated Asset Modeling | Memahami konsep dan manfaat IAM |
| 2 | Reservoir Modeling dan Production Forecast | Memahami data serta prediksi reservoir |
| 3 | Well Performance dan Nodal Analysis | Mengevaluasi hubungan inflow dan outflow |
| 4 | Artificial Lift Modeling | Memahami pengaruh sistem pengangkatan buatan |
| 5 | Pipeline Network Modeling | Mengevaluasi aliran dan kehilangan tekanan |
| 6 | Surface Facility Modeling | Mengidentifikasi batas kapasitas fasilitas |
| 7 | Model Integration dan Data Exchange | Memahami proses integrasi antarsubsistem |
| 8 | Calibration dan Validation | Memeriksa konsistensi model terhadap data |
| 9 | Production Optimization dan Scenario Analysis | Mengevaluasi pilihan optimasi aset |
| 10 | Studi Kasus IAM dan Penyusunan Rekomendasi | Menghubungkan hasil model dengan keputusan operasional |
Materi dapat disesuaikan berdasarkan tingkat pengalaman peserta, jenis lapangan, perangkat lunak yang digunakan, dan kebutuhan organisasi. Pelatihan tingkat lanjutan dapat menambahkan latihan pemodelan terintegrasi, analisis sensitivitas, dan evaluasi ekonomi skenario optimasi.
Siapa yang Perlu Mengikuti Training IAM?
Training Integrated Asset Modeling relevan bagi profesional yang bekerja pada pengembangan, optimasi, dan pengelolaan aset hulu migas, antara lain:
- Reservoir engineer dan petroleum engineer.
- Production engineer dan production technologist.
- Well performance dan artificial lift engineer.
- Facility engineer dan pipeline engineer.
- Production optimization engineer.
- Asset engineer dan field development planner.
- Analis teknis dan ekonomi aset.
- Supervisor produksi dan manajer operasi.
- Profesional yang terlibat dalam integrasi model dan analisis data produksi.
Peserta dari fungsi reservoir dapat memperluas pemahaman tentang batasan permukaan. Sebaliknya, peserta dari fungsi produksi dan fasilitas dapat memahami bagaimana kondisi reservoir memengaruhi kemampuan produksi jangka panjang.
Manfaat Training IAM bagi Perusahaan
Penerapan hasil pelatihan dapat mendukung perusahaan dalam meningkatkan kualitas analisis dan koordinasi antarbagian.
Manfaat yang dapat dituju meliputi:
- Analisis produksi lebih menyeluruh. Hubungan antara reservoir, sumur, jaringan, dan fasilitas dapat dipahami dalam satu kerangka.
- Identifikasi bottleneck lebih sistematis. Tim dapat menguji penyebab pembatas produksi sebelum menentukan tindakan.
- Pengambilan keputusan lebih konsisten. Asumsi antarbagian dapat diselaraskan sehingga rekomendasi tidak saling bertentangan.
- Evaluasi investasi lebih terarah. Alternatif teknis dapat dibandingkan berdasarkan manfaat dan keterbatasan sistem.
- Peningkatan kompetensi lintas fungsi. Tim dapat bekerja lebih efektif ketika membahas persoalan yang melibatkan beberapa disiplin.
- Pemantauan kinerja lebih baik. Hasil aktual dapat dibandingkan dengan prediksi untuk mendukung pembaruan model.
Keberhasilan implementasi tetap bergantung pada kualitas data, dukungan organisasi, kompetensi tim, dan penerapan hasil analisis dalam proses kerja.
FAQ tentang Integrated Asset Modeling (IAM)
1. Apa yang dimaksud dengan Integrated Asset Modeling dalam industri migas?
Integrated Asset Modeling adalah pendekatan yang mengintegrasikan model reservoir, sumur, jaringan pipa, dan fasilitas produksi untuk menganalisis perilaku sistem migas secara menyeluruh. Pendekatan ini membantu memahami interaksi antarbagian dan mendukung optimasi produksi.
2. Apa perbedaan IAM dengan reservoir simulation?
Reservoir simulation berfokus pada perilaku reservoir, termasuk tekanan, distribusi fluida, dan prediksi produksi. IAM menghubungkan informasi reservoir dengan performa sumur, jaringan produksi, dan fasilitas sehingga batasan sistem permukaan juga diperhitungkan.
3. Apa manfaat utama IAM untuk optimasi produksi?
IAM membantu mengidentifikasi bottleneck, mengevaluasi target produksi, menguji strategi artificial lift, menilai tekanan jaringan, dan membandingkan alternatif operasi. Dengan demikian, optimasi dapat mempertimbangkan dampak pada seluruh sistem, bukan hanya satu sumur.
4. Data apa saja yang dibutuhkan untuk membangun model IAM?
Data yang dibutuhkan bergantung pada ruang lingkup, tetapi umumnya mencakup data reservoir, PVT, performa sumur, tekanan dan laju alir, jaringan pipa, kapasitas fasilitas, serta batas operasi peralatan. Data perlu divalidasi sebelum digunakan.
5. Apakah IAM membutuhkan perangkat lunak khusus?
Model dapat menggunakan satu atau beberapa perangkat lunak untuk reservoir simulation, well modeling, pipeline network modeling, dan facility modeling. Pilihan alat bergantung pada kompleksitas aset, kebutuhan integrasi, ketersediaan data, dan sistem yang digunakan perusahaan.
6. Siapa yang sebaiknya mengikuti Training Integrated Asset Modeling?
Pelatihan relevan bagi reservoir engineer, production engineer, petroleum engineer, facility engineer, pipeline engineer, production technologist, dan profesional lain yang terlibat dalam optimasi serta pengelolaan aset migas.
7. Bagaimana cara mengetahui apakah model IAM sudah cukup akurat?
Model perlu dibandingkan dengan data operasi aktual pada kondisi yang relevan. Validasi mencakup pemeriksaan tekanan, laju alir, dan parameter penting lainnya. Akurasi yang memadai harus ditentukan berdasarkan tujuan analisis, kualitas data, dan toleransi teknis yang disepakati.
Kesimpulan
Integrated Asset Modeling merupakan pendekatan penting untuk memahami dan mengoptimalkan kinerja aset migas secara menyeluruh. Dengan mengintegrasikan model reservoir, sumur, jaringan pipa, dan fasilitas produksi, perusahaan dapat menganalisis hubungan antarbagian sistem dan mengidentifikasi penyebab pembatas produksi secara lebih sistematis.
IAM membantu tim mengevaluasi skenario operasi, mengoptimalkan distribusi produksi, menilai kebutuhan kompresi, membandingkan alternatif investasi, dan menyelaraskan keputusan teknis dengan sasaran bisnis. Namun, hasil yang andal membutuhkan data berkualitas, integrasi model yang konsisten, kalibrasi yang memadai, serta pembaruan berdasarkan kondisi aktual.
Melalui Training Integrated Asset Modeling (IAM) untuk Industri Migas, peserta dapat memperkuat kompetensi dalam pemodelan terintegrasi, analisis performa aset, identifikasi bottleneck, dan optimasi produksi. Kompetensi ini dapat mendukung pengambilan keputusan yang lebih terukur, meningkatkan kolaborasi lintas fungsi, dan membantu perusahaan mengelola aset migas secara lebih efektif.
Tingkatkan kompetensi tim Anda melalui Training Integrated Asset Modeling (IAM) untuk Industri Migas. Pelajari integrasi model reservoir, sumur, jaringan pipa, dan fasilitas produksi untuk mendukung optimasi aset berbasis data. Hubungi penyelenggara pelatihan untuk memperoleh informasi jadwal, kurikulum, dan program yang sesuai dengan kebutuhan organisasi Anda.
Lokasi: HI Hotel Senen
📍 Jl. Pasar Senen No.3 Jakarta Pusat 10410
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: Serela Cihampelas Hotel Bandun
📍 Jl. Cihampelas No.147, Cipaganti, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat 40131
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: Swiss-Belexpress Kuta Legian
📍 Jl. Legian Gg. Troppozone, Lingkungan Pelasa, Kuta, Kec. Kuta, Kabupaten Badung, Bali 80361
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: Hotel NEO+ - Bp
📍 Jl. Mayjend Sutoyo No.67, Gunungsari Ulu, Kec. Balikpapan Tengah, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur 7612
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: Biz Hotel - Batam
📍 Komplek Nagoya Newtown Blok T No.15 Jalan Kompleks Nagoya City Walk, Lubuk Baja Kota, Kec. Lubuk Baja, Kota Batam, Kepulauan Riau 2944
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: MaxOne Hotel Dharmahusada
📍 Jl. Dharmahusada No.189, Mojo, Kec. Gubeng, Surabaya, Jawa Timur 60285
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: Gets Hotel Malang
📍 Jl. Brigjend Slamet Riadi No.38, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65119
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: favehotel S. Parman - Medan
📍 Jl. S. Parman No.313A, Petisah Hulu, Kec. Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara 20152
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: FOX Lite Hotel Samarinda
📍 Jl. Mayor Jendral S. Parman No.15, Temindung Permai, Kec. Sungai Pinang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75119
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: Aston Inn Pantai Losari - Makassar
📍 Jl. Daeng Tompo No.28-36, Maloku, Kec. Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90112
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Jakarta Hotel HI Jakarta
Bandung Hotel Fave Serela Cihamplas
Yogjakarta Hotel Amaris Maliboro
Bali Swibell Express Kuta Legian
Surabaya Hotel Max One
Malang Hotel Gets
Bali Hotel Swisbel Inn Exsperes Kuta
Makassar Hotel Aston Inn
Balikpapan Hotel Neo
Samarinda Hotel Fox
Batam Hotel BIZ
Medan Hotel Fave Medan
dan Hotel Pilihan Sesuai Request Peserta

