Training Oil & Gas Facilities Engineering dan Surface Facilities: Panduan Desain, Operasi, dan Optimasi Fasilitas Migas 2026–2027
INFORMASI ALAMAT & NOMOR TELEPON
Untuk mengirim pesan singkat kepada kami, Anda dapat menghubungi salah satu customer service yang sudah kami cantumkan
KONTAK KAMI
18 Office Park Building, 21th Floor Unit C
Jl. TB Simatupang No. 18, Pasar Minggu
Jakarta Selatan, 12520
info@bimtekedukasi.com
0821-9026-8799
Daftar Isi
TogglePendahuluan
Industri minyak dan gas bumi membutuhkan sistem fasilitas produksi yang mampu mengolah fluida reservoir menjadi minyak, gas, dan air terproduksi secara aman, efisien, andal, serta sesuai dengan standar teknis dan lingkungan. Keberhasilan produksi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan pengeboran atau karakteristik reservoir, tetapi juga oleh kinerja fasilitas permukaan yang menerima, memisahkan, mengolah, menyimpan, dan menyalurkan hidrokarbon.
Dalam konteks tersebut, Oil & Gas Facilities Engineering dan Surface Facilities menjadi bidang penting yang menghubungkan aspek teknik proses, mekanikal, perpipaan, instrumentasi, kelistrikan, keselamatan proses, dan operasi produksi. Fasilitas yang dirancang dengan baik dapat membantu meningkatkan kapasitas produksi, mengurangi kehilangan hidrokarbon, mengendalikan biaya operasi, serta meminimalkan risiko kecelakaan dan gangguan produksi.
Training Oil & Gas Facilities Engineering dan Surface Facilities dirancang untuk membantu tenaga profesional memahami prinsip perancangan fasilitas migas, pemilihan peralatan, integrasi antarsistem, evaluasi kapasitas, pengendalian risiko, dan peningkatan kinerja fasilitas produksi. Program ini relevan bagi perusahaan minyak dan gas, kontraktor EPC (Engineering, Procurement, and Construction), perusahaan jasa teknik, serta organisasi yang terlibat dalam pengembangan dan pengoperasian lapangan migas.
Pada periode 2026–2027, kebutuhan kompetensi tersebut semakin penting karena fasilitas migas dituntut beroperasi dengan standar keselamatan tinggi, efisiensi energi, keandalan peralatan, pemantauan berbasis data, dan pengendalian dampak lingkungan.
Apa Itu Oil & Gas Facilities Engineering dan Surface Facilities?
Oil & Gas Facilities Engineering adalah bidang rekayasa yang berfokus pada perencanaan, desain, pemilihan, integrasi, pengoperasian, dan peningkatan fasilitas yang digunakan untuk memproduksi serta menangani minyak dan gas bumi.
Sementara itu, Surface Facilities merupakan fasilitas di permukaan yang menerima fluida dari sumur atau sistem pengumpulan, kemudian melakukan pemisahan, pengolahan, pengukuran, penyimpanan, dan penyaluran produk sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan.
Fasilitas permukaan dapat ditemukan pada berbagai jenis pengembangan lapangan, antara lain:
- Lapangan minyak dan gas darat (onshore field).
- Lapangan lepas pantai (offshore field).
- Fasilitas produksi awal atau early production facility.
- Stasiun pengumpul dan pemisah produksi.
- Fasilitas pengolahan gas.
- Terminal penyimpanan dan penyaluran hidrokarbon.
- Fasilitas produksi terapung, termasuk FPSO (Floating Production Storage and Offloading).
Oil & Gas Facilities Engineering memiliki cakupan lebih luas daripada pengoperasian peralatan. Bidang ini juga melibatkan analisis kebutuhan kapasitas, penentuan konfigurasi proses, pemilihan material, evaluasi keselamatan, penghitungan biaya siklus hidup, serta pengembangan strategi pemeliharaan.
Mengapa Training Oil & Gas Facilities Engineering Penting?
Fasilitas produksi migas terdiri atas banyak sistem yang saling berkaitan. Gangguan pada satu peralatan dapat memengaruhi seluruh rangkaian produksi. Sebagai contoh, kapasitas separator yang tidak mencukupi dapat menyebabkan keterbatasan laju alir, sedangkan gangguan pada kompresor gas dapat menurunkan kemampuan pengolahan dan meningkatkan risiko penghentian produksi.
Pelatihan yang terstruktur membantu peserta memahami hubungan antarsistem dan membuat keputusan teknik berdasarkan data, standar, serta analisis risiko.
1. Meningkatkan pemahaman desain fasilitas
Peserta mempelajari cara menerjemahkan karakteristik fluida, target produksi, tekanan operasi, dan spesifikasi produk menjadi kebutuhan desain fasilitas.
2. Mengoptimalkan kapasitas produksi
Analisis kapasitas peralatan membantu mengidentifikasi hambatan produksi, termasuk keterbatasan separator, kompresor, pompa, sistem perpipaan, dan fasilitas pengolahan air terproduksi.
3. Memperkuat keselamatan proses
Fasilitas migas menangani fluida mudah terbakar, gas bertekanan, bahan berbahaya, dan peralatan berenergi tinggi. Pemahaman mengenai process safety membantu mencegah kebocoran, kebakaran, ledakan, dan pelepasan bahan berbahaya.
4. Mengendalikan biaya investasi dan operasi
Keputusan desain yang tepat dapat mengurangi kebutuhan modifikasi, pekerjaan ulang, konsumsi energi, dan biaya pemeliharaan sepanjang umur fasilitas.
5. Mendukung kepatuhan terhadap standar
Perancangan dan operasi fasilitas perlu mempertimbangkan regulasi yang berlaku, persyaratan keselamatan, standar teknis, spesifikasi pemilik fasilitas, serta ketentuan lingkungan.
Ruang Lingkup Surface Facilities dalam Industri Migas
Surface Facilities mencakup sejumlah sistem yang dirancang untuk menangani aliran produksi dari sumur hingga titik penyerahan produk.
| Sistem fasilitas | Fungsi utama | Contoh peralatan |
|---|---|---|
| Wellhead dan flowline | Menerima dan mengalirkan fluida dari sumur | Wellhead, valve, flowline |
| Gathering system | Mengumpulkan produksi dari beberapa sumur | Manifold, header, jaringan pipa |
| Separation system | Memisahkan minyak, gas, dan air | Separator dua atau tiga fase |
| Gas processing | Mengolah gas agar memenuhi spesifikasi | Scrubber, dehydrator, kompresor |
| Oil treatment | Mengurangi air dan kontaminan pada minyak | Heater treater, desalter sesuai kebutuhan |
| Produced water treatment | Mengolah air terproduksi | Hydrocyclone, flotation unit, filter |
| Compression system | Meningkatkan tekanan gas | Compressor, cooler, scrubber |
| Storage and export | Menyimpan dan menyalurkan produk | Tanki, metering skid, loading system |
| Utilities | Menyediakan kebutuhan pendukung operasi | Power generation, instrument air, cooling system |
| Flare and relief | Menangani pelepasan fluida dalam kondisi tertentu | Flare stack, relief valve, flare header |
Pemilihan konfigurasi fasilitas bergantung pada karakteristik reservoir, komposisi fluida, laju produksi, tekanan, temperatur, lokasi, kondisi lingkungan, persyaratan produk, serta rencana pengembangan lapangan.
Prinsip Dasar Desain Fasilitas Produksi Migas
Desain fasilitas tidak dapat dilakukan hanya dengan memilih peralatan berdasarkan kapasitas produksi awal. Insinyur harus mempertimbangkan kondisi operasi normal, variasi produksi, skenario gangguan, potensi perubahan komposisi fluida, dan kebutuhan pengembangan pada masa mendatang.
1. Menentukan basis desain
Design basis merupakan dokumen yang menetapkan asumsi dan parameter utama untuk perancangan fasilitas.
Informasi yang biasanya dicantumkan meliputi:
- Target produksi minyak, gas, dan air.
- Tekanan serta temperatur operasi.
- Komposisi dan sifat fluida.
- Kandungan air, gas asam, pasir, atau kontaminan lainnya.
- Spesifikasi produk akhir.
- Kondisi lingkungan dan lokasi fasilitas.
- Persyaratan keselamatan, keandalan, dan lingkungan.
- Target umur desain serta rencana ekspansi fasilitas.
Basis desain yang jelas membantu seluruh disiplin teknik menggunakan asumsi yang konsisten.
2. Memahami karakteristik fluida
Karakteristik fluida memengaruhi pemilihan peralatan dan konfigurasi proses. Parameter yang perlu diperhatikan antara lain densitas, viskositas, faktor kompresibilitas gas, tekanan uap, kandungan air, kecenderungan pembentukan emulsi, dan komposisi hidrokarbon.
Perubahan karakteristik fluida sepanjang umur lapangan juga harus diperhitungkan. Lapangan yang pada awalnya menghasilkan minyak dalam jumlah dominan dapat mengalami peningkatan rasio gas atau air seiring penurunan tekanan reservoir dan perubahan kondisi produksi.
3. Menyusun Process Flow Diagram
Process Flow Diagram (PFD) menggambarkan aliran utama fluida, peralatan proses, dan hubungan antarsistem.
PFD digunakan untuk memahami urutan proses, memperkirakan neraca massa dan energi, serta mengevaluasi konfigurasi fasilitas. Dokumen ini menjadi salah satu dasar bagi pengembangan diagram perpipaan dan instrumentasi.
4. Menentukan kapasitas peralatan
Kapasitas peralatan harus sesuai dengan kondisi operasi yang diperkirakan. Desain perlu mempertimbangkan laju alir normal, maksimum, minimum, variasi tekanan, serta kebutuhan fleksibilitas operasi.
Kapasitas yang terlalu kecil dapat menjadi hambatan produksi. Sebaliknya, kapasitas berlebihan dapat meningkatkan investasi, kebutuhan ruang, konsumsi energi, dan biaya pemeliharaan tanpa manfaat yang sebanding.
5. Mempertimbangkan keandalan dan pemeliharaan
Desain fasilitas perlu memperhatikan kemudahan inspeksi, akses pemeliharaan, ketersediaan suku cadang, strategi redundansi, serta kemungkinan penggantian komponen.
Pada peralatan kritis, keputusan untuk menyediakan konfigurasi cadangan harus didasarkan pada analisis risiko, konsekuensi kegagalan, target ketersediaan, dan pertimbangan ekonomi.
Sistem Pemisahan Minyak, Gas, dan Air
Pemisahan merupakan salah satu proses utama dalam fasilitas produksi migas. Fluida dari sumur umumnya terdiri atas campuran hidrokarbon dan air, dengan kemungkinan mengandung gas terlarut, pasir, atau padatan lainnya.
Separator dua fase dan tiga fase
Separator dua fase memisahkan gas dari cairan, sedangkan separator tiga fase dirancang untuk memisahkan gas, minyak, dan air secara terpisah.
Kinerja separator dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti:
- Laju alir dan komposisi fluida.
- Tekanan serta temperatur operasi.
- Perbedaan densitas antarfase.
- Waktu tinggal cairan.
- Ukuran dan distribusi droplet.
- Kestabilan level cairan.
- Kondisi internal separator dan perangkat pengendali aliran.
Pemilihan separator perlu mempertimbangkan karakteristik fluida dan kondisi operasi yang diharapkan. Analisis yang tidak memadai dapat mengakibatkan liquid carryover, yaitu cairan terbawa ke jalur gas, atau gas carry-under, yaitu gas ikut terbawa ke jalur cairan.
Oil treatment
Setelah pemisahan awal, minyak dapat memerlukan pengolahan tambahan untuk mengurangi kandungan air dan garam atau mencapai spesifikasi penjualan.
Metode pengolahan bergantung pada sifat minyak, tingkat emulsi, kebutuhan pemanasan, dan spesifikasi produk. Penggunaan bahan kimia, pemanasan, serta teknologi pemisahan perlu dievaluasi berdasarkan efektivitas dan biaya operasinya.
Produced water treatment
Air terproduksi dapat mengandung minyak, padatan, bahan kimia, dan komponen lain yang perlu dikendalikan sebelum digunakan kembali atau dibuang sesuai ketentuan.
Sistem pengolahan harus dirancang berdasarkan karakteristik air, target kualitas keluaran, persyaratan lingkungan, dan tujuan pengelolaannya.
Gas Processing dan Compression System
Gas yang keluar dari separator belum tentu memenuhi spesifikasi untuk dijual, digunakan sebagai bahan bakar, atau dialirkan ke fasilitas hilir. Oleh karena itu, gas dapat memerlukan proses pengolahan tambahan.
Gas dehydration
Dehidrasi gas bertujuan mengurangi kandungan air untuk membantu mencegah korosi dan pembentukan hidrat pada kondisi operasi tertentu. Teknologi yang dipilih bergantung pada spesifikasi kadar air, tekanan, temperatur, dan karakteristik gas.
Gas sweetening
Gas yang mengandung hidrogen sulfida (H₂S) atau karbon dioksida (CO₂) mungkin membutuhkan proses penghilangan komponen asam. Pemilihan teknologi perlu mempertimbangkan komposisi gas, persyaratan produk, risiko paparan bahan berbahaya, dan kebutuhan pengelolaan limbah proses.
Gas compression
Kompresor digunakan untuk menaikkan tekanan gas agar sesuai dengan kebutuhan proses, transportasi, injeksi, atau penyerahan kepada pembeli.
Evaluasi sistem kompresi perlu meliputi:
- Kebutuhan tekanan masuk dan keluar.
- Laju alir dan variasi kondisi gas.
- Konsumsi energi.
- Sistem pendinginan.
- Pengendalian getaran dan temperatur.
- Sistem pelumasan dan proteksi.
- Ketersediaan serta kebutuhan pemeliharaan.
Pemilihan kompresor harus dilakukan melalui analisis teknik yang sesuai dengan kondisi aktual. Operasi di luar batas yang direkomendasikan produsen dapat menyebabkan penurunan efisiensi dan meningkatkan risiko kerusakan.
Engineering Perpipaan dan Pipeline Facilities
Sistem perpipaan menghubungkan sumur, separator, kompresor, tangki, sistem pengolahan, dan titik penyerahan produk. Desain perpipaan harus memenuhi kebutuhan kapasitas aliran sekaligus memperhatikan keselamatan, integritas mekanis, dan kemudahan operasi.
Aspek penting desain perpipaan
- Hydraulic analysis: mengevaluasi tekanan, laju alir, kehilangan tekanan, dan kemungkinan terbentuknya aliran multifase.
- Material selection: memilih material berdasarkan tekanan, temperatur, komposisi fluida, korosi, dan kondisi lingkungan.
- Stress analysis: mengevaluasi tegangan akibat tekanan, temperatur, beban, getaran, dan pergerakan struktur.
- Corrosion management: menentukan strategi pengendalian korosi internal maupun eksternal.
- Valve selection: memilih jenis valve sesuai fungsi isolasi, pengaturan aliran, proteksi, dan kebutuhan pemeliharaan.
- Layout design: memastikan akses operasi, jalur evakuasi, jarak aman, dan ruang untuk inspeksi.
Perancangan perpipaan juga perlu mempertimbangkan kemungkinan slugging, pembentukan hidrat, penumpukan cairan, dan perubahan kondisi operasi. Risiko-risiko tersebut dapat memengaruhi kestabilan produksi dan kebutuhan sistem proteksi.
Instrumentasi, Kontrol, dan Otomasi Fasilitas
Instrumentasi dan sistem kontrol membantu operator menjaga fasilitas pada kondisi operasi yang aman dan stabil. Pengukuran tekanan, temperatur, laju alir, level, serta komposisi fluida menjadi dasar pengendalian proses.
Peralatan instrumentasi utama
- Pressure transmitter untuk mengukur tekanan.
- Temperature transmitter untuk mengukur temperatur.
- Flow meter untuk mengukur laju alir.
- Level transmitter untuk memantau level cairan.
- Control valve untuk mengatur aliran atau tekanan.
- Sistem alarm untuk memberi peringatan terhadap kondisi abnormal.
- Distributed Control System (DCS) atau Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA), sesuai arsitektur fasilitas.
Sistem kontrol dasar dan sistem keselamatan instrumentasi memiliki fungsi yang berbeda. Sistem keselamatan, termasuk Safety Instrumented System (SIS), dirancang untuk membawa proses ke kondisi aman ketika kondisi tertentu terpenuhi. Tingkat integritas keselamatan yang diperlukan harus ditentukan melalui analisis risiko dan metodologi yang sesuai, bukan sekadar berdasarkan preferensi desain.
Keamanan siber juga perlu menjadi bagian dari pengelolaan fasilitas yang menggunakan sistem kendali digital. Pengendalian akses, pengelolaan perubahan konfigurasi, pencadangan data, segmentasi jaringan, dan pemantauan sistem membantu mengurangi risiko gangguan operasional.
Process Safety dan Manajemen Risiko Fasilitas Migas
Fasilitas minyak dan gas memiliki potensi bahaya besar karena melibatkan hidrokarbon mudah terbakar, gas bertekanan, bahan kimia, serta peralatan mekanis dan elektrikal. Oleh sebab itu, keselamatan proses harus dipertimbangkan sejak tahap konseptual hingga fasilitas dihentikan operasinya.
Hazard Identification dan HAZOP
Hazard Identification (HAZID) digunakan untuk mengidentifikasi bahaya utama pada tahap perencanaan atau evaluasi fasilitas. Sementara itu, Hazard and Operability Study (HAZOP) mengkaji kemungkinan penyimpangan proses dari kondisi yang direncanakan, penyebabnya, konsekuensinya, dan kebutuhan pengamanan.
Contoh penyimpangan yang dapat dianalisis meliputi:
- Tekanan terlalu tinggi.
- Aliran tidak ada atau terlalu rendah.
- Temperatur melebihi batas.
- Level separator terlalu tinggi.
- Aliran balik yang tidak diinginkan.
- Kebocoran fluida berbahaya.
- Kegagalan utilitas yang memengaruhi proses utama.
Hasil kajian perlu ditindaklanjuti melalui penetapan rekomendasi, penanggung jawab, tenggat waktu, dan verifikasi penyelesaian.
Relief dan flare system
Sistem pelepas tekanan dirancang untuk melindungi peralatan dari kondisi tekanan berlebih yang ditentukan dalam basis desain. Fluida yang dilepas kemudian ditangani oleh sistem yang sesuai, termasuk sistem flare apabila diperlukan.
Desain sistem relief dan flare memerlukan evaluasi skenario pelepasan, kapasitas, tekanan balik, radiasi panas, dispersi, serta konsekuensi lingkungan. Perancangan harus dilakukan oleh personel kompeten menggunakan standar dan metode analisis yang sesuai.
Emergency shutdown
Emergency Shutdown System (ESD) membantu menghentikan atau mengisolasi bagian fasilitas ketika kondisi tertentu mengharuskannya. Desain ESD perlu memperhatikan filosofi penghentian operasi, pembagian zona, logika interlock, posisi aman valve, dan hubungan dengan sistem deteksi kebakaran serta gas.
Prosedur tanggap darurat, pelatihan personel, dan pengujian berkala tetap dibutuhkan karena keberadaan perangkat keselamatan saja tidak menjamin kesiapan organisasi dalam menghadapi keadaan darurat.
Contoh Kasus Nyata: Pelajaran dari Kecelakaan Piper Alpha
Salah satu peristiwa nyata yang sering menjadi rujukan dalam pembahasan keselamatan fasilitas migas adalah kecelakaan Piper Alpha di Laut Utara pada 6 Juli 1988. Insiden tersebut menyebabkan 167 orang meninggal dunia dan menjadi salah satu tragedi terbesar dalam sejarah industri minyak lepas pantai.
Investigasi terhadap tragedi ini mengungkap pentingnya pengelolaan pekerjaan pemeliharaan, komunikasi antartim, sistem izin kerja, isolasi peralatan, prosedur serah terima, dan pengendalian bahaya pada fasilitas yang saling terhubung. Rekomendasi setelah kejadian tersebut turut memengaruhi perkembangan pendekatan keselamatan instalasi lepas pantai, termasuk penguatan sistem manajemen keselamatan.
Kasus Piper Alpha menunjukkan bahwa keselamatan fasilitas tidak cukup ditentukan oleh kualitas desain mekanis atau keberadaan perangkat proteksi. Sistem operasional, kualitas komunikasi, disiplin pelaksanaan prosedur, dan pemahaman konsekuensi kegagalan juga berperan penting.
Relevansi bagi Oil & Gas Facilities Engineering
Pelajaran dari kasus tersebut dapat diterapkan melalui beberapa langkah berikut:
- Memperkuat permit to work: pekerjaan pemeliharaan harus memiliki otorisasi dan koordinasi yang jelas.
- Memastikan isolasi peralatan: status peralatan yang sedang diperbaiki harus dipahami oleh pihak yang berwenang sebelum peralatan dioperasikan kembali.
- Meningkatkan kualitas serah terima: perubahan status peralatan, pekerjaan yang belum selesai, dan potensi bahaya harus dikomunikasikan secara sistematis.
- Mengevaluasi skenario kecelakaan berantai: desain harus mempertimbangkan kemungkinan satu kejadian memengaruhi bagian fasilitas lain.
- Menguji kesiapan tanggap darurat: prosedur, alarm, komunikasi, dan latihan evakuasi harus dievaluasi secara berkala.
Kasus ini merupakan contoh historis nyata tentang pentingnya integrasi antara desain fasilitas, manajemen risiko, dan tata kelola operasi. Penerapannya pada fasilitas lain tetap harus mempertimbangkan karakteristik teknis, regulasi, dan hasil analisis risiko masing-masing instalasi.
Integrasi Multidisiplin dalam Proyek Fasilitas Migas
Proyek fasilitas migas umumnya melibatkan beberapa disiplin teknik yang harus bekerja dengan basis desain dan data yang konsisten.
| Disiplin | Tanggung jawab utama | Dokumen atau keluaran |
|---|---|---|
| Process engineering | Menentukan konfigurasi proses dan kebutuhan kapasitas | Design basis, PFD, heat and material balance |
| Mechanical engineering | Memilih dan mengevaluasi peralatan mekanis | Datasheet, spesifikasi peralatan |
| Piping engineering | Merancang jalur dan sistem perpipaan | P&ID, piping layout, isometric |
| Instrumentation and control | Menetapkan pengukuran dan strategi kontrol | Instrument index, control narrative |
| Electrical engineering | Menentukan kebutuhan tenaga dan distribusi listrik | Single-line diagram, load list |
| Civil and structural | Merancang fondasi, struktur, dan akses | Layout, foundation drawing |
| Safety engineering | Mengevaluasi bahaya dan pengamanan | HAZID, HAZOP, safety studies |
| Project engineering | Mengintegrasikan jadwal, biaya, lingkup, dan antardisiplin | Project execution plan, progress report |
Koordinasi multidisiplin perlu dilakukan sejak tahap awal. Perubahan desain proses dapat berdampak pada ukuran peralatan, kebutuhan daya, tata letak, perpipaan, sistem kontrol, dan biaya proyek.
Karena itu, proses design review, pemeriksaan antarmuka, pengelolaan perubahan (management of change), dan pengendalian dokumen menjadi bagian penting dalam tata kelola proyek.
Tahapan Pengembangan Proyek Surface Facilities
Pengembangan fasilitas migas biasanya berlangsung melalui beberapa tahapan. Nama dan batas setiap tahap dapat berbeda menurut sistem pengelolaan proyek perusahaan.
1. Conceptual engineering
Tahap konseptual mengevaluasi alternatif pengembangan fasilitas, kebutuhan kapasitas, lokasi, teknologi, serta perkiraan biaya dan risiko.
2. Pre-FEED dan FEED
Pada tahap Front-End Engineering Design (FEED), basis desain diperinci agar lingkup proyek, konfigurasi proses, spesifikasi utama, kebutuhan utilitas, dan estimasi biaya dapat dikembangkan dengan tingkat kematangan yang memadai.
3. Detailed engineering
Tahap ini menghasilkan dokumen desain terperinci untuk mendukung pengadaan, fabrikasi, konstruksi, instalasi, dan pengujian.
4. Procurement dan construction
Peralatan dan material diadakan sesuai spesifikasi. Selanjutnya, pekerjaan fabrikasi, konstruksi, instalasi, inspeksi, dan pengujian dilaksanakan sesuai rencana mutu dan keselamatan.
5. Commissioning dan start-up
Commissioning memastikan sistem telah dipasang, diperiksa, diuji, dan dipersiapkan untuk dioperasikan. Start-up dilakukan secara terkendali sesuai prosedur yang telah disetujui dan setelah persyaratan keselamatan terpenuhi.
6. Operation dan maintenance
Setelah fasilitas beroperasi, pemantauan kinerja, inspeksi, pemeliharaan, pengendalian perubahan, dan evaluasi risiko dilakukan sepanjang umur fasilitas.
Optimasi Kinerja dan Efisiensi Fasilitas
Optimasi fasilitas bertujuan meningkatkan nilai produksi sekaligus menjaga keselamatan, keandalan, dan efisiensi biaya. Peningkatan produksi tidak selalu membutuhkan pembangunan fasilitas baru; dalam sejumlah kasus, perbaikan operasi dan penghilangan hambatan proses dapat memberikan manfaat yang signifikan.
Mengidentifikasi bottleneck
Bottleneck adalah titik dalam rangkaian proses yang membatasi kapasitas sistem secara keseluruhan. Hambatan dapat berasal dari separator, kompresor, pompa, jaringan perpipaan, kapasitas pendinginan, sistem pengolahan air, atau batasan ekspor.
Analisis bottleneck sebaiknya menggunakan data operasi aktual, kondisi desain, tren kinerja peralatan, dan batas operasi yang diperbolehkan.
Mengurangi konsumsi energi
Konsumsi energi dapat dievaluasi melalui pemantauan daya kompresor dan pompa, efisiensi motor, kondisi sistem pendinginan, kehilangan tekanan, serta pola operasi peralatan.
Setiap rekomendasi penghematan perlu diuji terhadap dampaknya pada kapasitas, stabilitas proses, dan keselamatan.
Meningkatkan keandalan
Program peningkatan keandalan dapat mencakup analisis kegagalan, pemantauan kondisi peralatan, inspeksi berbasis risiko, analisis akar penyebab, serta penjadwalan pemeliharaan berdasarkan tingkat kekritisan.
Memanfaatkan data operasi
Data historis dari sistem kontrol dan historian dapat digunakan untuk melihat tren tekanan, temperatur, laju alir, konsumsi energi, frekuensi alarm, dan waktu henti peralatan. Data tersebut membantu mengidentifikasi penyimpangan sebelum berkembang menjadi gangguan besar.
Analisis digital tetap memerlukan validasi data, pemahaman proses, dan pengawasan personel yang kompeten.
Standar dan Referensi Teknis
Penerapan standar harus disesuaikan dengan jenis fasilitas, yurisdiksi, kontrak, spesifikasi pemilik, dan persyaratan regulator. Beberapa referensi yang lazim digunakan dalam industri migas antara lain:
| Standar atau referensi | Bidang penerapan |
|---|---|
| API 520 dan API 521 | Pemilihan perangkat pelepas tekanan dan sistem depressuring/relief |
| API 12J | Referensi desain dan konstruksi separator minyak dan gas, dengan memperhatikan edisi dan ruang lingkup yang berlaku |
| API 14C | Analisis, desain, instalasi, dan pengujian sistem keselamatan permukaan pada aplikasi produksi lepas pantai dalam ruang lingkup standarnya |
| ASME B31.3 | Perpipaan proses |
| ASME B31.4 | Sistem perpipaan transportasi cairan tertentu dalam ruang lingkup standar |
| ASME B31.8 | Sistem perpipaan transmisi dan distribusi gas dalam ruang lingkup standar |
| IEC 61511 | Keselamatan fungsional sistem instrumentasi keselamatan pada industri proses |
| ISO 20815 | Jaminan produksi dan manajemen keandalan dalam industri minyak dan gas |
| ISO 13702 | Pengendalian dan mitigasi kebakaran serta ledakan pada instalasi produksi lepas pantai dalam ruang lingkup standar |
Daftar tersebut merupakan pengantar, bukan pengganti pemeriksaan standar resmi. Edisi terbaru, status keberlakuan, ketentuan regulator, serta penerapan spesifik harus diverifikasi sebelum digunakan dalam desain atau audit.
Tantangan dalam Desain dan Pengoperasian Surface Facilities
Perusahaan migas menghadapi berbagai tantangan teknis dan operasional dalam menjaga kinerja fasilitas.
1. Perubahan karakteristik produksi
Penurunan tekanan reservoir, peningkatan produksi air, perubahan rasio gas-minyak, dan munculnya padatan dapat mengubah kebutuhan pemrosesan. Fasilitas perlu dievaluasi terhadap kondisi aktual agar tetap sesuai dengan kebutuhan lapangan.
2. Keterbatasan ruang
Fasilitas lepas pantai dan lokasi dengan keterbatasan lahan memiliki tantangan tata letak. Penempatan peralatan harus mempertimbangkan keselamatan, akses pemeliharaan, jalur evakuasi, berat, dan kebutuhan ekspansi.
3. Korosi dan degradasi peralatan
Korosi, erosi, kelelahan material, getaran, dan mekanisme degradasi lainnya dapat menurunkan integritas fasilitas. Program inspeksi dan pemeliharaan perlu didasarkan pada risiko serta mekanisme kerusakan yang relevan.
4. Keterbatasan data
Data desain dan operasi yang tidak konsisten dapat mengakibatkan keputusan teknik yang kurang tepat. Pengelolaan dokumen, verifikasi instrumen, rekonsiliasi data, dan pembaruan basis data fasilitas perlu dilakukan secara disiplin.
5. Integrasi sistem lama dan teknologi baru
Fasilitas yang telah beroperasi selama bertahun-tahun mungkin menggunakan perangkat dan arsitektur kontrol yang berbeda dengan teknologi baru. Modernisasi harus mempertimbangkan kompatibilitas, keamanan siber, keberlangsungan operasi, dan pengujian perubahan.
Materi Training Oil & Gas Facilities Engineering dan Surface Facilities
Program training dapat disusun sesuai kebutuhan peserta, jenis fasilitas, dan tingkat kedalaman teknis yang diharapkan. Berikut contoh susunan materi yang dapat digunakan sebagai acuan.
| Modul | Materi pembelajaran |
|---|---|
| Modul 1 | Pengantar Oil & Gas Facilities Engineering dan Surface Facilities |
| Modul 2 | Karakteristik fluida produksi, PVT, dan basis desain |
| Modul 3 | Process Flow Diagram dan Piping and Instrumentation Diagram |
| Modul 4 | Desain separator dua fase dan tiga fase |
| Modul 5 | Oil treatment, gas processing, dan produced water treatment |
| Modul 6 | Gas compression, pumping system, dan utility facilities |
| Modul 7 | Piping design, material selection, dan hydraulic analysis |
| Modul 8 | Instrumentasi, process control, SCADA, dan sistem keselamatan |
| Modul 9 | HAZID, HAZOP, relief system, dan emergency shutdown |
| Modul 10 | Project engineering, FEED, detailed engineering, dan commissioning |
| Modul 11 | Reliability, maintenance, troubleshooting, dan analisis bottleneck |
| Modul 12 | Studi kasus, diskusi teknis, dan penyusunan rekomendasi peningkatan fasilitas |
Materi dapat diperdalam melalui simulasi perhitungan, pembacaan PFD dan P&ID, evaluasi datasheet, analisis skenario operasi, serta diskusi kasus yang relevan dengan pekerjaan peserta.
Tujuan Training Oil & Gas Facilities Engineering dan Surface Facilities
Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu:
- Memahami prinsip dasar rekayasa fasilitas produksi minyak dan gas.
- Mengidentifikasi komponen utama dan fungsi setiap sistem Surface Facilities.
- Memahami basis desain dan parameter penting dalam pemilihan peralatan.
- Menjelaskan prinsip pemisahan minyak, gas, dan air serta pengolahan hidrokarbon.
- Memahami dasar desain perpipaan, kompresi, instrumentasi, dan utilitas.
- Mengenali potensi bahaya proses dan pentingnya sistem proteksi fasilitas.
- Melakukan evaluasi awal terhadap hambatan produksi dan kinerja fasilitas.
- Memahami integrasi antardisiplin dalam proyek rekayasa fasilitas migas.
- Mengembangkan rekomendasi peningkatan keandalan, efisiensi, dan keselamatan berdasarkan data.
Capaian aktual bergantung pada durasi pelatihan, pengalaman awal peserta, kedalaman materi, dan penggunaan perangkat lunak atau studi kasus.
Siapa yang Perlu Mengikuti Pelatihan Ini?
Training ini relevan bagi profesional yang terlibat dalam perencanaan, desain, konstruksi, operasi, pemeliharaan, dan evaluasi fasilitas migas, antara lain:
- Process engineer.
- Facilities engineer.
- Production engineer.
- Mechanical engineer.
- Piping engineer.
- Instrumentation and control engineer.
- Electrical engineer.
- Project engineer dan project manager.
- Operation dan maintenance supervisor.
- Reliability engineer.
- HSE dan process safety personnel.
- Profesional kontraktor EPC dan perusahaan jasa teknik.
- Staf teknis yang dipersiapkan untuk pengembangan fasilitas produksi.
Program dapat diikuti oleh personel berpengalaman maupun tenaga profesional yang ingin memperkuat pemahaman lintas disiplin. Untuk materi perhitungan desain yang mendalam, pemahaman dasar teknik proses, mekanikal, atau bidang terkait akan menjadi nilai tambah.
Manfaat Pelatihan bagi Perusahaan
Investasi dalam pengembangan kompetensi fasilitas migas dapat memberikan manfaat pada aspek teknis, operasional, dan organisasi.
Manfaat teknis
- Meningkatkan pemahaman mengenai hubungan antarsistem fasilitas.
- Membantu mengidentifikasi keterbatasan kapasitas dan potensi masalah operasi.
- Meningkatkan kualitas diskusi teknis lintas disiplin.
- Memperkuat pemahaman terhadap dokumen desain dan batas operasi peralatan.
Manfaat operasional
- Mendukung evaluasi gangguan dan penentuan prioritas perbaikan.
- Membantu mengurangi kesalahan akibat pemahaman proses yang tidak memadai.
- Memperkuat koordinasi antara engineering, operasi, pemeliharaan, dan HSE.
- Mendukung peningkatan ketersediaan fasilitas dan efisiensi energi.
Manfaat organisasi
- Membantu menyelaraskan kompetensi teknis dengan kebutuhan proyek.
- Mendukung transfer pengetahuan antaranggota tim.
- Menjadi dasar pengembangan program kompetensi lanjutan.
- Mendorong budaya keselamatan, keandalan, dan perbaikan berkelanjutan.
Manfaat tersebut tidak terjadi secara otomatis setelah pelatihan. Perusahaan perlu menghubungkan hasil pembelajaran dengan penerapan di tempat kerja, pembinaan teknis, pengukuran kinerja, dan evaluasi tindak lanjut.
FAQ: Pertanyaan yang Sering Diajukan
1. Apa yang dimaksud dengan Oil & Gas Facilities Engineering?
Oil & Gas Facilities Engineering adalah bidang rekayasa yang mencakup perencanaan, desain, pemilihan, integrasi, operasi, dan peningkatan fasilitas yang digunakan untuk menangani minyak dan gas bumi dari sumur hingga titik pengolahan atau penyerahan produk.
2. Apa perbedaan Surface Facilities dengan fasilitas bawah permukaan?
Surface Facilities mencakup peralatan dan sistem di permukaan, seperti separator, kompresor, jaringan perpipaan, sistem pengolahan, dan tangki. Fasilitas bawah permukaan berkaitan dengan sistem di dalam sumur atau formasi, seperti tubing, completion, dan komponen bawah sumur lainnya. Keduanya harus terintegrasi agar produksi dapat berlangsung secara efektif.
3. Siapa yang cocok mengikuti training ini?
Pelatihan ini cocok bagi engineer, supervisor operasi, personel pemeliharaan, project engineer, staf HSE, dan profesional lain yang bekerja pada proyek atau fasilitas produksi minyak dan gas. Kedalaman materi dapat disesuaikan dengan latar belakang peserta.
4. Apakah pelatihan membahas desain separator dan kompresor?
Ya. Kurikulum dapat mencakup prinsip kerja, parameter pemilihan, kebutuhan kapasitas, kondisi operasi, serta pertimbangan keselamatan dan pemeliharaan separator dan kompresor. Perhitungan desain terperinci dapat dimasukkan sesuai durasi dan tingkat pelatihan.
5. Mengapa process safety penting dalam desain Surface Facilities?
Process safety membantu mengidentifikasi dan mengendalikan bahaya besar seperti kebocoran hidrokarbon, tekanan berlebih, kebakaran, ledakan, dan pelepasan bahan berbahaya. Pendekatan ini perlu diterapkan sejak tahap desain hingga operasi dan pemeliharaan.
6. Apakah training ini membahas standar internasional?
Pelatihan dapat memperkenalkan standar teknis yang relevan, seperti API, ASME, IEC, dan ISO. Penerapan setiap standar perlu disesuaikan dengan jenis fasilitas, edisi yang berlaku, ketentuan regulator, serta persyaratan proyek.
7. Apa hasil yang diharapkan setelah mengikuti pelatihan?
Peserta diharapkan memiliki pemahaman lebih baik mengenai sistem fasilitas migas, dasar desain, integrasi antardisiplin, keselamatan proses, dan optimasi kinerja. Hasil pembelajaran dapat digunakan sebagai dasar untuk analisis teknis dan pengembangan kompetensi lebih lanjut.
Kesimpulan
Training Oil & Gas Facilities Engineering dan Surface Facilities merupakan program pengembangan kompetensi yang penting bagi tenaga profesional di industri minyak dan gas. Fasilitas produksi yang aman, andal, dan efisien memerlukan integrasi antara desain proses, pemilihan peralatan, perpipaan, instrumentasi, keselamatan, operasi, serta pemeliharaan.
Melalui pelatihan yang terstruktur, peserta dapat memperkuat pemahaman mengenai basis desain, sistem pemisahan, pengolahan gas, jaringan perpipaan, sistem kontrol, manajemen risiko, dan evaluasi kinerja fasilitas. Pemahaman tersebut mendukung pengambilan keputusan teknis yang lebih sistematis dan membantu perusahaan mengelola fasilitas sepanjang siklus hidupnya.
Pada periode 2026–2027, pengembangan kompetensi ini dapat menjadi bagian dari strategi peningkatan kualitas proyek, keandalan operasi, efisiensi energi, dan penguatan budaya keselamatan di industri migas.
Tingkatkan kompetensi tim Anda melalui Training Oil & Gas Facilities Engineering dan Surface Facilities. Perkuat kemampuan desain, optimasi, dan pengelolaan fasilitas migas untuk mendukung operasi yang lebih aman, andal, dan efisien. Hubungi penyelenggara pelatihan untuk memperoleh informasi program, jadwal, dan penyesuaian materi sesuai kebutuhan organisasi Anda.
Lokasi: HI Hotel Senen
📍 Jl. Pasar Senen No.3 Jakarta Pusat 10410
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: Serela Cihampelas Hotel Bandun
📍 Jl. Cihampelas No.147, Cipaganti, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat 40131
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: Swiss-Belexpress Kuta Legian
📍 Jl. Legian Gg. Troppozone, Lingkungan Pelasa, Kuta, Kec. Kuta, Kabupaten Badung, Bali 80361
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: Hotel NEO+ - Bp
📍 Jl. Mayjend Sutoyo No.67, Gunungsari Ulu, Kec. Balikpapan Tengah, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur 7612
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: Biz Hotel - Batam
📍 Komplek Nagoya Newtown Blok T No.15 Jalan Kompleks Nagoya City Walk, Lubuk Baja Kota, Kec. Lubuk Baja, Kota Batam, Kepulauan Riau 2944
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: MaxOne Hotel Dharmahusada
📍 Jl. Dharmahusada No.189, Mojo, Kec. Gubeng, Surabaya, Jawa Timur 60285
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: Gets Hotel Malang
📍 Jl. Brigjend Slamet Riadi No.38, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65119
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: favehotel S. Parman - Medan
📍 Jl. S. Parman No.313A, Petisah Hulu, Kec. Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara 20152
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: FOX Lite Hotel Samarinda
📍 Jl. Mayor Jendral S. Parman No.15, Temindung Permai, Kec. Sungai Pinang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75119
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: Aston Inn Pantai Losari - Makassar
📍 Jl. Daeng Tompo No.28-36, Maloku, Kec. Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90112
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Jakarta Hotel HI Jakarta
Bandung Hotel Fave Serela Cihamplas
Yogjakarta Hotel Amaris Maliboro
Bali Swibell Express Kuta Legian
Surabaya Hotel Max One
Malang Hotel Gets
Bali Hotel Swisbel Inn Exsperes Kuta
Makassar Hotel Aston Inn
Balikpapan Hotel Neo
Samarinda Hotel Fox
Batam Hotel BIZ
Medan Hotel Fave Medan
dan Hotel Pilihan Sesuai Request Peserta

