Bimtek Teknik Penyusunan Analisis Beban Kerja (ABK) pada Instansi Pemerintah
INFORMASI ALAMAT & NOMOR TELEPON
Untuk mengirim pesan singkat kepada kami, Anda dapat menghubungi salah satu customer service yang sudah kami cantumkan
KONTAK KAMI
18 Office Park Building, 21th Floor Unit C
Jl. TB Simatupang No. 18, Pasar Minggu
Jakarta Selatan, 12520
info@bimtekedukasi.com
0821-9026-8799
Daftar Isi
TogglePendahuluan
Pengelolaan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang profesional merupakan salah satu prasyarat utama dalam mewujudkan birokrasi yang efektif, efisien, dan berorientasi pada pelayanan publik. Dalam era reformasi birokrasi dan transformasi digital, instansi pemerintah dituntut untuk memiliki jumlah pegawai yang tepat, kompetensi yang sesuai, serta distribusi pekerjaan yang seimbang. Untuk mencapai kondisi tersebut, diperlukan suatu metode yang mampu mengukur kebutuhan pegawai secara objektif dan berdasarkan beban pekerjaan yang nyata.
Salah satu instrumen penting yang digunakan dalam manajemen ASN adalah Analisis Beban Kerja (ABK). Melalui ABK, instansi pemerintah dapat menghitung volume pekerjaan, waktu penyelesaian, standar kemampuan kerja, serta jumlah pegawai yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas organisasi secara optimal.
Tanpa Analisis Beban Kerja yang akurat, organisasi berpotensi mengalami ketimpangan sumber daya manusia, baik dalam bentuk kekurangan pegawai (understaffing) maupun kelebihan pegawai (overstaffing). Kondisi tersebut dapat berdampak pada menurunnya produktivitas, meningkatnya biaya operasional, serta menurunnya kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Oleh karena itu, Bimtek Teknik Penyusunan Analisis Beban Kerja (ABK) pada Instansi Pemerintah menjadi program pengembangan kompetensi yang sangat penting bagi pejabat pengelola kepegawaian, biro organisasi, BKPSDM/BKD, tim reformasi birokrasi, serta seluruh aparatur yang terlibat dalam perencanaan kebutuhan pegawai.
Melalui pelatihan ini, peserta akan memahami konsep dasar Analisis Beban Kerja, regulasi yang melandasi penyusunannya, metode perhitungan, teknik pengumpulan data, hingga implementasi hasil ABK dalam mendukung sistem merit dan reformasi birokrasi.
Pengertian Analisis Beban Kerja (ABK)
Analisis Beban Kerja adalah metode sistematis untuk menghitung jumlah pekerjaan yang harus diselesaikan oleh suatu jabatan atau unit organisasi dalam periode tertentu berdasarkan volume pekerjaan dan standar waktu penyelesaiannya.
Hasil Analisis Beban Kerja digunakan untuk menentukan jumlah pegawai yang dibutuhkan agar seluruh pekerjaan dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien.
Secara sederhana, ABK menjawab beberapa pertanyaan penting berikut.
- Berapa banyak pekerjaan yang harus diselesaikan?
- Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk setiap pekerjaan?
- Berapa jumlah pegawai yang ideal?
- Apakah beban kerja sudah seimbang?
- Apakah terdapat kelebihan atau kekurangan pegawai?
- Bagaimana distribusi pekerjaan antarunit kerja?
Melalui jawaban atas pertanyaan tersebut, organisasi dapat menyusun perencanaan SDM yang lebih akurat dan berbasis data.
Dasar Hukum Penyusunan Analisis Beban Kerja
Penyusunan Analisis Beban Kerja pada instansi pemerintah harus mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan agar hasilnya memiliki legitimasi dan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan.
Beberapa regulasi yang menjadi acuan antara lain:
| Regulasi | Ruang Lingkup |
|---|---|
| Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara | Pengelolaan ASN berbasis sistem merit dan kebutuhan organisasi. |
| Peraturan Pemerintah tentang Manajemen ASN yang berlaku | Pengaturan mengenai kebutuhan pegawai, pengembangan SDM, dan manajemen ASN. |
| Peraturan Menteri PANRB mengenai Analisis Jabatan dan Analisis Beban Kerja | Pedoman teknis penyusunan ABK pada instansi pemerintah. |
| Ketentuan Badan Kepegawaian Negara yang relevan | Pengelolaan data kepegawaian dan perencanaan kebutuhan ASN. |
| Peraturan internal instansi | Penyesuaian pelaksanaan ABK sesuai karakteristik organisasi. |
Pemahaman terhadap regulasi tersebut menjadi landasan penting agar penyusunan ABK berjalan sesuai ketentuan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Mengapa Analisis Beban Kerja Sangat Penting?
Setiap organisasi memiliki target kinerja yang harus dicapai dengan sumber daya yang tersedia. Namun, tanpa pengukuran beban kerja yang tepat, pembagian tugas sering kali menjadi tidak proporsional.
Sebagian pegawai mungkin mengalami beban kerja yang sangat tinggi, sementara pegawai lainnya justru memiliki beban kerja yang relatif ringan. Ketidakseimbangan ini dapat menghambat efektivitas organisasi.
Analisis Beban Kerja menjadi penting karena mampu:
- menentukan jumlah pegawai yang ideal;
- meningkatkan produktivitas organisasi;
- mendukung efisiensi anggaran;
- mengurangi ketimpangan beban kerja;
- meningkatkan kualitas pelayanan publik;
- mendukung reformasi birokrasi;
- menjadi dasar penyusunan formasi ASN.
Dengan demikian, ABK berfungsi sebagai alat manajemen yang membantu organisasi mengambil keputusan berdasarkan data dan kebutuhan riil.
Tujuan Penyusunan Analisis Beban Kerja
Penyusunan ABK memiliki berbagai tujuan strategis yang berkaitan langsung dengan pengelolaan sumber daya manusia aparatur.
Tujuan tersebut antara lain:
- menghitung kebutuhan pegawai secara objektif;
- mengukur volume pekerjaan setiap jabatan;
- mengetahui tingkat efektivitas penggunaan SDM;
- menyeimbangkan distribusi pekerjaan;
- mendukung penyusunan formasi ASN;
- menjadi dasar penataan organisasi;
- meningkatkan produktivitas pegawai;
- mendukung penyusunan Analisis Jabatan;
- memperkuat sistem merit;
- meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Apabila tujuan tersebut tercapai, organisasi akan lebih mudah mengelola sumber daya manusia secara optimal.
Prinsip-Prinsip Penyusunan Analisis Beban Kerja
Agar hasil ABK dapat digunakan sebagai dasar kebijakan, penyusunannya harus memenuhi sejumlah prinsip.
Objektif
Perhitungan dilakukan berdasarkan data pekerjaan yang nyata, bukan berdasarkan perkiraan.
Terukur
Seluruh aktivitas memiliki satuan volume dan waktu penyelesaian yang jelas.
Sistematis
Tahapan penyusunan dilakukan secara berurutan mulai dari identifikasi pekerjaan hingga perhitungan kebutuhan pegawai.
Akurat
Data yang digunakan harus benar, lengkap, dan dapat diverifikasi.
Transparan
Seluruh proses melibatkan unit kerja terkait sehingga hasilnya dapat dipahami dan diterima bersama.
Dinamis
Dokumen ABK perlu diperbarui apabila terjadi perubahan organisasi, proses bisnis, teknologi, atau regulasi.
Komponen Utama Analisis Beban Kerja
Dokumen Analisis Beban Kerja terdiri atas beberapa komponen yang saling berkaitan.
Uraian Kegiatan
Merupakan daftar seluruh aktivitas yang dilakukan oleh pemegang jabatan.
Contohnya:
- menyusun laporan;
- memverifikasi dokumen;
- melakukan koordinasi;
- memberikan pelayanan;
- menyusun kebijakan.
Volume Pekerjaan
Volume pekerjaan menunjukkan jumlah aktivitas yang dilakukan dalam periode tertentu.
Misalnya:
- 500 surat per bulan;
- 120 laporan per tahun;
- 1.000 dokumen per semester.
Norma Waktu
Norma waktu merupakan standar waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan satu unit pekerjaan.
Contohnya:
- 20 menit per dokumen;
- 2 jam per laporan;
- 30 menit per pelayanan.
Waktu Kerja Efektif
Waktu kerja efektif merupakan jumlah waktu yang benar-benar dapat digunakan pegawai untuk melaksanakan pekerjaan setelah dikurangi waktu istirahat, rapat umum, cuti, dan kegiatan lainnya.
Jumlah Pegawai
Berdasarkan volume pekerjaan dan norma waktu, dilakukan perhitungan jumlah pegawai yang dibutuhkan.
Hubungan Analisis Beban Kerja dengan Analisis Jabatan
Analisis Jabatan (Anjab) dan Analisis Beban Kerja (ABK) merupakan dua instrumen yang tidak dapat dipisahkan dalam pengelolaan ASN.
Perbedaannya dapat dilihat pada tabel berikut.
| Analisis Jabatan | Analisis Beban Kerja |
|---|---|
| Menjelaskan isi pekerjaan | Mengukur jumlah pekerjaan |
| Menjelaskan tugas jabatan | Menghitung kebutuhan pegawai |
| Fokus pada karakteristik jabatan | Fokus pada volume pekerjaan |
| Menghasilkan uraian jabatan | Menghasilkan kebutuhan SDM |
| Menjadi dasar ABK | Menggunakan data dari Anjab |
Dengan kata lain, penyusunan ABK harus diawali dengan Analisis Jabatan yang akurat.
Manfaat Analisis Beban Kerja bagi Instansi Pemerintah
Pelaksanaan Analisis Beban Kerja memberikan manfaat yang luas bagi organisasi pemerintah.
| Bidang | Manfaat |
|---|---|
| Perencanaan SDM | Menentukan kebutuhan pegawai secara objektif. |
| Efisiensi Organisasi | Mengurangi pemborosan sumber daya manusia. |
| Produktivitas | Menyeimbangkan beban kerja pegawai. |
| Reformasi Birokrasi | Mendukung penataan organisasi yang lebih efektif. |
| Pelayanan Publik | Mempercepat penyelesaian layanan kepada masyarakat. |
| Anggaran | Mengoptimalkan belanja pegawai sesuai kebutuhan. |
| Manajemen ASN | Mendukung sistem merit dan pengembangan kompetensi. |
Peran ABK dalam Reformasi Birokrasi
Salah satu tujuan utama reformasi birokrasi adalah menciptakan organisasi pemerintah yang ramping, efektif, efisien, dan mampu memberikan pelayanan publik berkualitas. Analisis Beban Kerja berperan penting dalam mewujudkan tujuan tersebut karena menyediakan data yang objektif mengenai distribusi pekerjaan dan kebutuhan sumber daya manusia.
Melalui ABK, instansi pemerintah dapat:
- mengidentifikasi jabatan yang mengalami kelebihan atau kekurangan beban kerja;
- melakukan redistribusi tugas secara lebih proporsional;
- menyusun kebutuhan ASN berdasarkan volume pekerjaan riil;
- meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran belanja pegawai;
- mendukung penyederhanaan birokrasi dan transformasi organisasi.
Tahapan Teknik Penyusunan Analisis Beban Kerja (ABK)
Penyusunan Analisis Beban Kerja (ABK) harus dilakukan secara sistematis agar menghasilkan informasi yang akurat mengenai kebutuhan pegawai pada setiap unit organisasi. Setiap tahapan saling berkaitan dan menjadi dasar dalam menentukan jumlah sumber daya manusia yang diperlukan untuk mencapai target kinerja organisasi.
Secara umum, penyusunan ABK meliputi tahap persiapan, pengumpulan data, pengukuran beban kerja, analisis, verifikasi, hingga penyusunan rekomendasi kebutuhan pegawai.
1. Persiapan Penyusunan ABK
Tahap pertama adalah menyiapkan seluruh kebutuhan yang mendukung proses penyusunan Analisis Beban Kerja.
Kegiatan pada tahap ini meliputi:
- membentuk tim penyusun ABK;
- menetapkan ruang lingkup pekerjaan;
- mengidentifikasi unit organisasi yang akan dianalisis;
- mengumpulkan dokumen pendukung;
- menyusun jadwal kegiatan;
- menyiapkan instrumen pengumpulan data.
Persiapan yang baik akan mempercepat proses analisis dan meningkatkan kualitas hasil perhitungan.
2. Identifikasi Jabatan dan Aktivitas Kerja
Sebelum menghitung beban kerja, seluruh aktivitas yang dilakukan oleh setiap jabatan harus diidentifikasi secara rinci.
Informasi yang dikumpulkan meliputi:
- nama jabatan;
- uraian tugas;
- frekuensi pelaksanaan pekerjaan;
- hasil kerja;
- standar waktu penyelesaian;
- hubungan dengan pekerjaan lainnya.
Tahap ini biasanya mengacu pada dokumen Analisis Jabatan (Anjab) sehingga seluruh aktivitas yang dihitung benar-benar sesuai dengan tugas jabatan.
3. Pengumpulan Data Beban Kerja
Pengumpulan data bertujuan memperoleh informasi mengenai volume pekerjaan dan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan setiap aktivitas.
Data yang dikumpulkan antara lain:
- jumlah pekerjaan per hari;
- jumlah pekerjaan per minggu;
- jumlah pekerjaan per bulan;
- jumlah pekerjaan per tahun;
- standar waktu penyelesaian;
- tingkat kesulitan pekerjaan;
- penggunaan teknologi dalam pekerjaan.
Semakin akurat data yang diperoleh, semakin tepat hasil perhitungan kebutuhan pegawai.
4. Pengukuran Waktu Kerja Efektif
Waktu kerja efektif merupakan jumlah waktu yang benar-benar tersedia bagi pegawai untuk menyelesaikan pekerjaan.
Dalam perhitungan ABK, waktu kerja efektif diperoleh setelah memperhitungkan:
- hari kerja efektif;
- jam kerja;
- waktu istirahat;
- cuti;
- pelatihan;
- rapat umum;
- kegiatan nonproduktif lainnya.
Perhitungan waktu kerja efektif menjadi dasar dalam menentukan kapasitas kerja seorang pegawai.
5. Perhitungan Beban Kerja
Setelah seluruh data tersedia, dilakukan perhitungan beban kerja menggunakan metode yang berlaku.
Komponen utama yang digunakan antara lain:
- volume pekerjaan;
- norma waktu;
- waktu kerja efektif.
Hasil perhitungan menunjukkan:
- jumlah jam kerja yang dibutuhkan;
- tingkat pemanfaatan pegawai;
- kebutuhan pegawai ideal.
6. Analisis dan Penyusunan Rekomendasi
Tahap terakhir adalah menganalisis hasil perhitungan untuk mengetahui apakah terdapat:
- kekurangan pegawai;
- kelebihan pegawai;
- distribusi pekerjaan yang tidak seimbang;
- peluang penyederhanaan proses kerja.
Rekomendasi yang dihasilkan menjadi dasar bagi pimpinan dalam mengambil kebijakan penataan SDM.
Metode Perhitungan Analisis Beban Kerja
Dalam praktiknya, terdapat beberapa metode yang digunakan untuk menghitung beban kerja.
Metode Volume Kerja
Metode ini menghitung jumlah pekerjaan yang harus diselesaikan dalam periode tertentu.
Contoh:
- 2.400 dokumen per tahun.
- Standar penyelesaian 30 menit per dokumen.
Total waktu yang dibutuhkan:
2.400 × 30 menit = 72.000 menit.
Hasil tersebut dibandingkan dengan waktu kerja efektif pegawai.
Metode Norma Waktu
Norma waktu merupakan standar lama penyelesaian setiap aktivitas kerja.
Contoh norma waktu:
| Jenis Pekerjaan | Norma Waktu |
|---|---|
| Verifikasi dokumen | 15 menit |
| Penyusunan laporan | 120 menit |
| Pelayanan administrasi | 20 menit |
| Penyusunan konsep surat | 45 menit |
| Input data | 10 menit |
Norma waktu biasanya diperoleh melalui observasi maupun standar operasional yang telah ditetapkan.
Metode Waktu Kerja Efektif
Metode ini menggunakan kapasitas kerja pegawai sebagai dasar perhitungan kebutuhan SDM.
Misalnya:
- waktu kerja efektif satu pegawai = 72.000 menit per tahun;
- total kebutuhan pekerjaan = 144.000 menit.
Maka kebutuhan pegawai:
144.000 ÷ 72.000 = 2 pegawai.
Teknik Pengumpulan Data Analisis Beban Kerja
Keakuratan ABK sangat dipengaruhi oleh kualitas data yang digunakan. Oleh karena itu, pemilihan teknik pengumpulan data menjadi faktor yang sangat penting.
Observasi Langsung
Tim penyusun mengamati secara langsung aktivitas pekerjaan yang dilakukan oleh pegawai.
Keunggulannya:
- data lebih objektif;
- mengetahui kondisi nyata di lapangan;
- memperoleh gambaran proses kerja secara utuh.
Wawancara
Wawancara dilakukan kepada pemegang jabatan maupun atasan langsung.
Informasi yang diperoleh meliputi:
- aktivitas pekerjaan;
- frekuensi pekerjaan;
- hambatan kerja;
- waktu penyelesaian;
- penggunaan teknologi.
Kuesioner
Kuesioner efektif digunakan apabila jumlah pegawai yang dianalisis cukup banyak.
Keunggulannya:
- hemat waktu;
- mudah direkap;
- dapat menjangkau seluruh unit kerja.
Namun demikian, hasilnya tetap perlu diverifikasi.
Telaah Dokumen
Dokumen yang digunakan sebagai sumber data antara lain:
- Analisis Jabatan;
- SOP;
- proses bisnis;
- laporan kinerja;
- struktur organisasi;
- data kepegawaian;
- laporan pelayanan.
Focus Group Discussion (FGD)
FGD dilakukan apabila terdapat perbedaan persepsi mengenai volume pekerjaan atau standar waktu.
Peserta FGD biasanya terdiri atas:
- pimpinan unit;
- pejabat fungsional;
- bagian organisasi;
- BKPSDM/BKD;
- tim reformasi birokrasi.
Format Dokumen Analisis Beban Kerja
Dokumen ABK umumnya memuat informasi sebagai berikut.
| Komponen | Keterangan |
|---|---|
| Nama Jabatan | Jabatan yang dianalisis |
| Uraian Kegiatan | Aktivitas pekerjaan |
| Volume Kerja | Jumlah pekerjaan dalam periode tertentu |
| Norma Waktu | Waktu penyelesaian per aktivitas |
| Total Waktu | Hasil perkalian volume dan norma waktu |
| Waktu Kerja Efektif | Kapasitas kerja pegawai |
| Kebutuhan Pegawai | Jumlah pegawai yang diperlukan |
Format yang baku memudahkan proses evaluasi maupun pembandingan antarunit kerja.
Peran ABK dalam Perencanaan Kebutuhan ASN
Salah satu manfaat terbesar Analisis Beban Kerja adalah mendukung penyusunan kebutuhan ASN secara objektif.
Melalui ABK, instansi dapat menentukan:
- jumlah pegawai yang ideal;
- distribusi pegawai antarunit;
- kebutuhan rekrutmen;
- kebutuhan redistribusi pegawai;
- kebutuhan pelatihan;
- prioritas pengembangan SDM.
Dengan demikian, kebijakan kepegawaian tidak lagi didasarkan pada perkiraan, tetapi pada hasil analisis yang dapat dipertanggungjawabkan.
Contoh Kasus Nyata
Sebuah dinas pelayanan publik mengalami peningkatan jumlah permohonan layanan setiap tahun. Masyarakat mengeluhkan lamanya waktu penyelesaian dokumen, sementara pegawai merasa beban kerja mereka semakin berat.
Pimpinan kemudian memutuskan melakukan Analisis Beban Kerja.
Langkah-langkah yang dilakukan meliputi:
- identifikasi seluruh jenis layanan;
- penghitungan volume pelayanan selama satu tahun;
- pengukuran waktu penyelesaian setiap layanan;
- perhitungan waktu kerja efektif pegawai;
- analisis kebutuhan SDM.
Hasilnya menunjukkan bahwa unit pelayanan membutuhkan tambahan tiga pegawai karena volume pekerjaan meningkat hampir 40% dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain penambahan pegawai, instansi juga melakukan:
- digitalisasi proses pelayanan;
- penyederhanaan SOP;
- redistribusi tugas antarpegawai;
- peningkatan kompetensi pelayanan.
Setelah implementasi rekomendasi ABK, waktu penyelesaian layanan turun secara signifikan dan tingkat kepuasan masyarakat meningkat.
| Sebelum ABK | Setelah ABK |
|---|---|
| Pegawai kekurangan tenaga | Jumlah pegawai lebih proporsional |
| Antrean panjang | Pelayanan lebih cepat |
| Beban kerja tidak merata | Distribusi pekerjaan lebih seimbang |
| Produktivitas rendah | Produktivitas meningkat |
| Keluhan masyarakat tinggi | Kepuasan masyarakat meningkat |
Kendala dalam Penyusunan Analisis Beban Kerja
Walaupun metode ABK telah tersedia, implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan.
Data Volume Kerja Tidak Lengkap
Sebagian unit belum memiliki dokumentasi pekerjaan yang baik.
Solusi:
- membangun sistem pencatatan digital;
- melakukan observasi langsung;
- memperkuat dokumentasi pekerjaan.
Norma Waktu Belum Terstandar
Perbedaan cara kerja antarpegawai menyebabkan waktu penyelesaian pekerjaan menjadi bervariasi.
Solusi:
- melakukan pengukuran waktu secara objektif;
- menggunakan standar operasional prosedur (SOP);
- menetapkan norma waktu melalui kesepakatan organisasi.
Resistensi terhadap Evaluasi
Sebagian pegawai menganggap ABK sebagai alat untuk menambah beban pekerjaan atau mengurangi jumlah pegawai.
Solusi:
- melakukan sosialisasi mengenai tujuan ABK;
- melibatkan pegawai dalam proses penyusunan;
- mengedepankan prinsip transparansi.
Perubahan Organisasi
Restrukturisasi organisasi dapat mengubah jenis pekerjaan sehingga hasil ABK perlu diperbarui.
Solusi:
- melakukan review ABK secara berkala;
- mengintegrasikan ABK dengan perubahan proses bisnis.
Keterbatasan Kompetensi Tim Penyusun
Tim penyusun belum sepenuhnya memahami metodologi penghitungan beban kerja.
Solusi:
- mengikuti Bimtek Teknik Penyusunan Analisis Beban Kerja (ABK);
- melakukan pendampingan teknis;
- memanfaatkan pedoman resmi dan aplikasi pendukung.
Implementasi Hasil Analisis Beban Kerja (ABK) di Instansi Pemerintah
Hasil Analisis Beban Kerja (ABK) akan memberikan manfaat optimal apabila diimplementasikan secara konsisten dalam proses pengambilan keputusan di bidang manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN). ABK tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi juga menjadi instrumen strategis untuk mendukung perencanaan SDM, penataan organisasi, dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Implementasi ABK harus dilakukan secara terintegrasi dengan berbagai sistem manajemen ASN sehingga hasil analisis benar-benar menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan organisasi.
Beberapa langkah implementasi ABK yang dapat dilakukan antara lain:
- Menetapkan dokumen ABK sebagai pedoman resmi instansi.
- Mengintegrasikan ABK dengan Analisis Jabatan (Anjab).
- Menyusun kebutuhan pegawai berdasarkan hasil perhitungan ABK.
- Menyesuaikan distribusi pegawai antarunit kerja.
- Menjadi dasar penyusunan usulan formasi ASN.
- Mendukung evaluasi efektivitas organisasi.
- Melakukan pembaruan ABK secara berkala sesuai perubahan proses bisnis.
Dengan implementasi tersebut, instansi pemerintah dapat memastikan bahwa kebutuhan pegawai dihitung secara objektif, efisien, dan sesuai dengan target kinerja organisasi.
Hubungan Analisis Beban Kerja dengan Peta Jabatan
Peta Jabatan menggambarkan susunan jabatan dalam organisasi beserta jumlah pegawai yang dibutuhkan pada setiap jabatan. Informasi tersebut tidak dapat disusun secara akurat tanpa hasil Analisis Beban Kerja.
ABK berperan dalam:
- menentukan jumlah pegawai pada setiap jabatan;
- mengidentifikasi kekurangan pegawai;
- mengetahui kelebihan pegawai;
- mendukung redistribusi pegawai;
- membantu penyusunan struktur organisasi yang lebih efektif.
Dengan demikian, Peta Jabatan menjadi representasi visual dari kebutuhan pegawai berdasarkan hasil Analisis Beban Kerja.
Integrasi ABK dengan Sistem Merit ASN
Penerapan sistem merit mengharuskan seluruh kebijakan pengelolaan ASN didasarkan pada kebutuhan organisasi, kompetensi, dan kinerja.
Analisis Beban Kerja mendukung sistem merit melalui:
- penyusunan formasi ASN yang objektif;
- penempatan pegawai berdasarkan kebutuhan riil;
- pemerataan beban kerja;
- pengembangan kompetensi sesuai kebutuhan organisasi;
- penyusunan pola karier ASN;
- peningkatan efektivitas organisasi.
Dengan adanya ABK, keputusan terkait penambahan maupun pengurangan pegawai dapat dilakukan secara transparan dan berbasis data.
Peran ABK dalam Manajemen Talenta ASN
Manajemen talenta bertujuan memastikan bahwa organisasi memiliki pegawai yang kompeten untuk menduduki jabatan strategis. Analisis Beban Kerja menjadi salah satu sumber informasi dalam proses tersebut.
Melalui ABK, instansi dapat:
- mengidentifikasi jabatan prioritas;
- mengetahui kebutuhan kompetensi;
- menentukan prioritas pengembangan pegawai;
- merancang suksesi jabatan;
- mengoptimalkan distribusi talenta.
Integrasi ABK dengan manajemen talenta akan menghasilkan organisasi yang lebih adaptif terhadap perubahan.
Pemanfaatan Teknologi Digital dalam Penyusunan ABK
Transformasi digital telah membawa perubahan signifikan dalam pengelolaan sumber daya manusia di sektor publik. Penyusunan ABK yang sebelumnya dilakukan secara manual kini dapat didukung oleh berbagai aplikasi dan sistem informasi.
Manfaat penggunaan teknologi antara lain:
- mempercepat pengumpulan data;
- mengurangi kesalahan perhitungan;
- memudahkan pembaruan data;
- menghasilkan laporan secara otomatis;
- mendukung analisis berbasis data (data analytics);
- mempermudah integrasi dengan sistem informasi kepegawaian.
Pemanfaatan teknologi juga meningkatkan transparansi dan efisiensi dalam proses penyusunan maupun evaluasi ABK.
Best Practices Penyusunan Analisis Beban Kerja
Beberapa instansi pemerintah telah berhasil menerapkan ABK sebagai dasar pengambilan keputusan strategis. Praktik terbaik berikut dapat dijadikan referensi.
1. Integrasi dengan Analisis Jabatan
Penyusunan ABK selalu diawali dengan pembaruan dokumen Analisis Jabatan sehingga seluruh aktivitas yang dihitung sesuai dengan tugas jabatan.
2. Penggunaan Data Aktual
Volume pekerjaan dihitung berdasarkan data riil, bukan perkiraan atau asumsi.
3. Evaluasi Berkala
ABK diperbarui secara berkala mengikuti perubahan regulasi, struktur organisasi, dan proses bisnis.
4. Pelibatan Seluruh Unit Kerja
Proses penyusunan melibatkan pimpinan unit, pejabat fungsional, BKPSDM/BKD, biro organisasi, dan tim reformasi birokrasi.
5. Pemanfaatan Sistem Informasi
Instansi menggunakan aplikasi digital sehingga proses perhitungan lebih cepat, akurat, dan mudah dipantau.
Indikator Keberhasilan Implementasi ABK
Keberhasilan Analisis Beban Kerja tidak hanya dilihat dari tersusunnya dokumen, tetapi juga dari dampaknya terhadap peningkatan kinerja organisasi.
| Indikator | Hasil yang Diharapkan |
|---|---|
| Ketepatan kebutuhan pegawai | Jumlah ASN sesuai kebutuhan organisasi |
| Distribusi pekerjaan | Beban kerja lebih seimbang |
| Produktivitas pegawai | Kinerja meningkat |
| Efisiensi anggaran | Belanja pegawai lebih optimal |
| Pelayanan publik | Waktu pelayanan lebih cepat |
| Penataan organisasi | Struktur lebih efektif |
| Reformasi birokrasi | Tata kelola SDM semakin profesional |
Evaluasi terhadap indikator tersebut perlu dilakukan secara periodik agar hasil ABK tetap relevan dengan kondisi organisasi.
Rekomendasi Pelaksanaan Bimtek Teknik Penyusunan ABK
Agar pelaksanaan bimbingan teknis menghasilkan dampak yang nyata, instansi pemerintah perlu memperhatikan beberapa rekomendasi berikut.
Sebelum Pelatihan
- Melakukan analisis kebutuhan pelatihan.
- Menentukan peserta yang berperan dalam penyusunan ABK.
- Menyiapkan dokumen organisasi sebagai bahan praktik.
- Menetapkan target implementasi setelah pelatihan.
Selama Pelatihan
- Menggunakan pendekatan berbasis praktik.
- Melaksanakan simulasi perhitungan ABK.
- Membahas studi kasus dari instansi pemerintah.
- Menggunakan aplikasi atau perangkat pendukung perhitungan.
Setelah Pelatihan
- Menyusun rencana aksi implementasi.
- Melakukan pendampingan teknis.
- Mengevaluasi hasil penerapan ABK.
- Memperbarui dokumen sesuai perkembangan organisasi.
Pendekatan tersebut membantu memastikan bahwa kompetensi yang diperoleh peserta benar-benar diterapkan dalam lingkungan kerja.
Contoh Implementasi Nyata
Sebuah dinas kesehatan di tingkat kabupaten mengalami peningkatan jumlah layanan administrasi akibat bertambahnya fasilitas kesehatan dan program pelayanan masyarakat. Meskipun jumlah pegawai tetap, volume pekerjaan meningkat secara signifikan sehingga beberapa proses administrasi mengalami keterlambatan.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pimpinan dinas memutuskan melakukan Analisis Beban Kerja secara menyeluruh.
Tahapan yang dilakukan meliputi:
- inventarisasi seluruh jenis pekerjaan;
- pengumpulan data volume layanan selama satu tahun;
- pengukuran waktu penyelesaian setiap aktivitas;
- perhitungan waktu kerja efektif;
- analisis kebutuhan pegawai.
Hasil ABK menunjukkan bahwa beberapa unit mengalami kekurangan tenaga, sedangkan unit lain memiliki beban kerja yang relatif rendah.
Berdasarkan hasil tersebut, instansi melakukan:
- redistribusi pegawai antarunit;
- penyederhanaan proses administrasi;
- digitalisasi layanan internal;
- penyusunan usulan kebutuhan ASN pada formasi berikutnya.
Dalam beberapa bulan setelah implementasi, waktu penyelesaian layanan menjadi lebih cepat, beban kerja pegawai lebih merata, dan kepuasan masyarakat terhadap pelayanan meningkat.
Kesimpulan
Analisis Beban Kerja merupakan instrumen strategis dalam manajemen Aparatur Sipil Negara yang berfungsi mengukur volume pekerjaan dan menentukan kebutuhan pegawai secara objektif. Melalui penyusunan ABK yang sistematis dan sesuai regulasi, instansi pemerintah dapat meningkatkan efektivitas organisasi, mengoptimalkan penggunaan sumber daya manusia, serta mendukung penyelenggaraan pelayanan publik yang berkualitas.
Bimtek Teknik Penyusunan Analisis Beban Kerja (ABK) pada Instansi Pemerintah memberikan pemahaman komprehensif mengenai konsep, regulasi, metode perhitungan, teknik pengumpulan data, hingga implementasi hasil ABK dalam mendukung reformasi birokrasi. Peserta tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga memperoleh keterampilan praktis dalam menghitung kebutuhan pegawai berdasarkan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ke depan, ABK akan semakin penting seiring berkembangnya transformasi digital, penerapan sistem merit, dan meningkatnya tuntutan terhadap efektivitas birokrasi. Oleh karena itu, setiap instansi pemerintah perlu menjadikan Analisis Beban Kerja sebagai proses yang berkelanjutan, selalu diperbarui sesuai perkembangan organisasi, serta diintegrasikan dengan Analisis Jabatan, Peta Jabatan, dan manajemen talenta untuk mewujudkan tata kelola SDM yang profesional dan adaptif.
FAQ
1. Apa yang dimaksud dengan Analisis Beban Kerja (ABK)?
Analisis Beban Kerja adalah metode untuk menghitung volume pekerjaan, waktu penyelesaian, dan kebutuhan pegawai berdasarkan beban kerja nyata pada setiap jabatan atau unit organisasi.
2. Mengapa ABK penting bagi instansi pemerintah?
ABK membantu menentukan kebutuhan ASN secara objektif, menyeimbangkan distribusi pekerjaan, meningkatkan produktivitas, mendukung efisiensi anggaran, dan memperkuat reformasi birokrasi.
3. Siapa yang perlu mengikuti Bimtek Teknik Penyusunan ABK?
Bimtek ini ditujukan bagi pejabat pengelola kepegawaian, BKPSDM/BKD, biro organisasi, bagian SDM, tim reformasi birokrasi, perencana kebutuhan pegawai, serta pejabat yang terlibat dalam pengelolaan sumber daya manusia.
4. Apa hubungan Analisis Beban Kerja dengan Analisis Jabatan?
Analisis Jabatan menjelaskan tugas dan fungsi suatu jabatan, sedangkan Analisis Beban Kerja menghitung volume pekerjaan dan menentukan jumlah pegawai yang dibutuhkan berdasarkan tugas tersebut.
5. Bagaimana cara menghitung kebutuhan pegawai melalui ABK?
Perhitungan dilakukan dengan membandingkan total waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan dengan waktu kerja efektif yang dimiliki seorang pegawai dalam periode tertentu.
6. Kapan Analisis Beban Kerja perlu diperbarui?
ABK perlu diperbarui apabila terjadi perubahan struktur organisasi, proses bisnis, teknologi, regulasi, atau perubahan volume pekerjaan yang signifikan.
7. Apa manfaat mengikuti Bimtek Teknik Penyusunan ABK?
Peserta akan memahami teknik pengumpulan data, metode perhitungan beban kerja, penyusunan dokumen ABK, analisis kebutuhan pegawai, serta implementasi hasil ABK dalam mendukung manajemen ASN yang profesional.
Lokasi: HI Hotel Senen
📍 Jl. Pasar Senen No.3 Jakarta Pusat 10410
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: Serela Cihampelas Hotel Bandun
📍 Jl. Cihampelas No.147, Cipaganti, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat 40131
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: Swiss-Belexpress Kuta Legian
📍 Jl. Legian Gg. Troppozone, Lingkungan Pelasa, Kuta, Kec. Kuta, Kabupaten Badung, Bali 80361
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: Hotel NEO+ - Bp
📍 Jl. Mayjend Sutoyo No.67, Gunungsari Ulu, Kec. Balikpapan Tengah, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur 7612
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: Biz Hotel - Batam
📍 Komplek Nagoya Newtown Blok T No.15 Jalan Kompleks Nagoya City Walk, Lubuk Baja Kota, Kec. Lubuk Baja, Kota Batam, Kepulauan Riau 2944
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: MaxOne Hotel Dharmahusada
📍 Jl. Dharmahusada No.189, Mojo, Kec. Gubeng, Surabaya, Jawa Timur 60285
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: Gets Hotel Malang
📍 Jl. Brigjend Slamet Riadi No.38, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65119
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: favehotel S. Parman - Medan
📍 Jl. S. Parman No.313A, Petisah Hulu, Kec. Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara 20152
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: FOX Lite Hotel Samarinda
📍 Jl. Mayor Jendral S. Parman No.15, Temindung Permai, Kec. Sungai Pinang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75119
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: Aston Inn Pantai Losari - Makassar
📍 Jl. Daeng Tompo No.28-36, Maloku, Kec. Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90112
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Jakarta Hotel HI Jakarta
Bandung Hotel Fave Serela Cihamplas
Yogjakarta Hotel Amaris Maliboro
Bali Swibell Express Kuta Legian
Surabaya Hotel Max One
Malang Hotel Gets
Bali Hotel Swisbel Inn Exsperes Kuta
Makassar Hotel Aston Inn
Balikpapan Hotel Neo
Samarinda Hotel Fox
Batam Hotel BIZ
Medan Hotel Fave Medan
dan Hotel Pilihan Sesuai Request Peserta

