Bimtek Pelayanan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko (OSS RBA) Terbaru 2026-2027
INFORMASI ALAMAT & NOMOR TELEPON
Untuk mengirim pesan singkat kepada kami, Anda dapat menghubungi salah satu customer service yang sudah kami cantumkan
KONTAK KAMI
18 Office Park Building, 21th Floor Unit C
Jl. TB Simatupang No. 18, Pasar Minggu
Jakarta Selatan, 12520
info@bimtekedukasi.com
0821-9026-8799
Daftar Isi
TogglePendahuluan
Percepatan investasi menjadi salah satu prioritas utama pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Untuk mewujudkan iklim investasi yang sehat, pemerintah terus melakukan reformasi sistem perizinan melalui penerapan Online Single Submission Risk Based Approach (OSS RBA). Sistem ini menjadi fondasi utama dalam penyelenggaraan perizinan berusaha yang lebih sederhana, cepat, transparan, dan terintegrasi.
Memasuki tahun 2026, implementasi OSS RBA mengalami berbagai penyempurnaan untuk menyesuaikan perkembangan regulasi, transformasi digital pemerintahan, serta kebutuhan dunia usaha yang semakin dinamis. Penyempurnaan tersebut mencakup integrasi sistem lintas kementerian dan pemerintah daerah, peningkatan kualitas pelayanan digital, penyederhanaan proses verifikasi, serta penguatan pengawasan berbasis risiko.
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) memiliki peran sentral sebagai penyelenggara pelayanan perizinan di daerah. Aparatur DPMPTSP dituntut mampu memahami regulasi terbaru, menguasai penggunaan sistem OSS RBA, serta memberikan pelayanan yang profesional kepada masyarakat dan pelaku usaha.
Melalui Bimtek Pelayanan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko (OSS RBA) Terbaru 2026, peserta memperoleh pemahaman menyeluruh mengenai kebijakan terbaru, mekanisme pelayanan, klasifikasi risiko usaha, integrasi sistem digital, hingga strategi peningkatan kualitas pelayanan publik.
Artikel ini disusun sebagai pillar content yang membahas OSS RBA secara komprehensif sehingga dapat menjadi referensi utama bagi ASN, DPMPTSP, pelaku usaha, konsultan, maupun pihak lain yang terlibat dalam penyelenggaraan perizinan berusaha.
Mengenal OSS RBA Terbaru 2026
OSS RBA merupakan sistem perizinan berusaha elektronik yang menerapkan pendekatan berbasis tingkat risiko setiap kegiatan usaha. Melalui pendekatan ini, jenis perizinan yang harus dipenuhi oleh pelaku usaha ditentukan berdasarkan tingkat risiko kegiatan usaha yang dijalankan.
Konsep ini memberikan kemudahan karena tidak semua jenis usaha harus melalui prosedur perizinan yang sama. Semakin rendah tingkat risiko usaha, semakin sederhana pula persyaratan yang harus dipenuhi.
Penyempurnaan OSS RBA tahun 2026 diarahkan untuk mendukung:
- percepatan investasi nasional;
- peningkatan kualitas pelayanan publik;
- integrasi data antarinstansi;
- transparansi proses perizinan;
- kemudahan berusaha (Ease of Doing Business);
- peningkatan kepastian hukum;
- digitalisasi pelayanan pemerintah;
- pengawasan berbasis risiko yang lebih efektif.
Dengan sistem yang semakin terintegrasi, pelaku usaha dapat mengurus berbagai perizinan melalui satu portal elektronik tanpa harus mengunjungi banyak instansi.
Mengapa OSS RBA Menjadi Pilar Reformasi Perizinan?
Sebelum diterapkannya OSS RBA, proses perizinan sering kali menghadapi berbagai kendala, seperti prosedur yang panjang, persyaratan yang berlapis, serta koordinasi antarinstansi yang belum optimal. Kondisi tersebut menyebabkan waktu pengurusan izin menjadi lebih lama dan meningkatkan biaya administrasi.
OSS RBA hadir sebagai solusi untuk mengatasi berbagai permasalahan tersebut melalui penyederhanaan proses bisnis perizinan.
Beberapa perubahan signifikan yang dihasilkan antara lain:
| Sebelum OSS RBA | Setelah OSS RBA |
|---|---|
| Proses manual | Seluruh proses dilakukan secara elektronik |
| Banyak dokumen | Persyaratan disesuaikan dengan tingkat risiko |
| Waktu pelayanan panjang | Proses lebih cepat |
| Data tersebar | Data terintegrasi |
| Pengawasan administratif | Pengawasan berbasis risiko |
| Pelayanan berbeda antar daerah | Standar pelayanan nasional |
Perubahan ini memberikan manfaat tidak hanya bagi pemerintah, tetapi juga bagi dunia usaha yang membutuhkan kepastian dalam memulai maupun mengembangkan kegiatan bisnis.
Landasan Hukum Pelayanan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko
Pelaksanaan OSS RBA didasarkan pada berbagai ketentuan peraturan perundang-undangan yang menjadi dasar hukum penyelenggaraan perizinan berusaha di Indonesia.
Beberapa regulasi penting yang menjadi acuan meliputi:
- Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang.
- Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko beserta ketentuan pelaksanaannya yang masih berlaku dan pembaruan kebijakan teknis yang diterbitkan pemerintah.
- Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha di Daerah.
- Peraturan Presiden mengenai penyelenggaraan OSS dan transformasi digital pemerintahan.
- Peraturan Menteri Investasi/Kepala BKPM terkait tata cara pelayanan OSS RBA.
- Ketentuan sektoral dari kementerian teknis sesuai bidang usaha.
Pemahaman terhadap regulasi tersebut menjadi kompetensi dasar yang wajib dimiliki oleh petugas pelayanan DPMPTSP.
Tujuan Implementasi OSS RBA Tahun 2026
Pemerintah terus melakukan penyempurnaan OSS RBA dengan tujuan meningkatkan efektivitas pelayanan perizinan sekaligus mendukung pertumbuhan investasi nasional.
Tujuan implementasi OSS RBA antara lain:
- mempercepat proses penerbitan perizinan;
- meningkatkan kualitas pelayanan publik;
- menciptakan kepastian hukum bagi pelaku usaha;
- menyederhanakan prosedur administrasi;
- meningkatkan transparansi proses pelayanan;
- mengintegrasikan data lintas instansi;
- mengurangi duplikasi persyaratan;
- memperkuat pengawasan berbasis risiko;
- meningkatkan daya saing investasi Indonesia;
- mendukung transformasi digital pemerintahan.
Dengan tujuan tersebut, OSS RBA menjadi instrumen penting dalam mewujudkan birokrasi yang lebih modern dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Prinsip Dasar Perizinan Berusaha Berbasis Risiko
Pendekatan berbasis risiko mengubah paradigma pelayanan perizinan dari yang sebelumnya berorientasi pada jenis usaha menjadi berorientasi pada tingkat risiko kegiatan usaha.
Prinsip utama yang diterapkan meliputi:
Berbasis Tingkat Risiko
Setiap kegiatan usaha dinilai berdasarkan tingkat risiko terhadap kesehatan, keselamatan, lingkungan hidup, dan pemanfaatan sumber daya.
Proporsional
Persyaratan perizinan disesuaikan dengan tingkat risiko sehingga tidak memberatkan pelaku usaha dengan risiko rendah.
Efisien
Proses pelayanan dilakukan secara elektronik sehingga mengurangi waktu, biaya, dan penggunaan dokumen fisik.
Transparan
Seluruh tahapan pelayanan dapat dipantau secara daring oleh pemohon.
Akuntabel
Setiap proses memiliki jejak digital (audit trail) yang dapat dipertanggungjawabkan.
Terintegrasi
Seluruh data pelayanan terkoneksi dengan berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.
Peran Strategis DPMPTSP dalam OSS RBA
DPMPTSP menjadi ujung tombak pelayanan perizinan di daerah. Selain memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat, DPMPTSP juga berfungsi sebagai koordinator penyelenggaraan perizinan yang terintegrasi dengan sistem OSS.
Peran utama DPMPTSP meliputi:
- memberikan layanan konsultasi perizinan;
- memfasilitasi penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB);
- melakukan verifikasi persyaratan sesuai kewenangan;
- mengintegrasikan pelayanan dengan perangkat daerah teknis;
- memberikan pendampingan kepada pelaku usaha;
- melakukan pembinaan terhadap pelaku usaha;
- memonitor kepatuhan pelaksanaan izin;
- meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui inovasi digital.
Dengan peran tersebut, DPMPTSP menjadi salah satu aktor penting dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif.
Klasifikasi Risiko dalam OSS RBA
Salah satu karakteristik utama OSS RBA adalah klasifikasi tingkat risiko kegiatan usaha. Penilaian risiko dilakukan berdasarkan berbagai aspek, seperti potensi bahaya terhadap kesehatan, keselamatan, lingkungan, serta pemanfaatan sumber daya.
Risiko Rendah
Kegiatan usaha dengan dampak minimal terhadap masyarakat dan lingkungan.
Persyaratan utama:
- Nomor Induk Berusaha (NIB).
Risiko Menengah Rendah
Selain memperoleh NIB, pelaku usaha wajib membuat pernyataan pemenuhan standar usaha.
Risiko Menengah Tinggi
Pelaku usaha harus memperoleh NIB dan Sertifikat Standar yang telah diverifikasi sesuai ketentuan.
Risiko Tinggi
Kegiatan usaha memerlukan:
- Nomor Induk Berusaha (NIB);
- Persetujuan pemerintah;
- Izin usaha sesuai sektor;
- Persyaratan teknis tambahan;
- Pengawasan intensif.
Tabel Tingkat Risiko Perizinan Berusaha
| Tingkat Risiko | Dokumen Utama | Pengawasan |
|---|---|---|
| Rendah | Nomor Induk Berusaha (NIB) | Minimal |
| Menengah Rendah | NIB + Pernyataan Standar | Berkala |
| Menengah Tinggi | NIB + Sertifikat Standar Terverifikasi | Intensif |
| Tinggi | NIB + Izin + Persetujuan Teknis | Sangat Intensif |
Pendekatan ini memastikan bahwa pengawasan pemerintah difokuskan pada kegiatan usaha yang memiliki dampak lebih besar, sementara usaha berisiko rendah memperoleh kemudahan dalam memulai usahanya.
Alur Pelayanan Perizinan Berusaha Melalui OSS RBA
Secara umum, proses pelayanan perizinan melalui OSS RBA terdiri atas beberapa tahapan yang saling terintegrasi.
Tahapan tersebut meliputi:
- Registrasi akun pelaku usaha.
- Pengisian data identitas perusahaan.
- Validasi data melalui sistem.
- Penentuan KBLI sesuai kegiatan usaha.
- Penentuan tingkat risiko usaha.
- Penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB).
- Pemenuhan persyaratan dasar sesuai sektor.
- Pemenuhan Sertifikat Standar atau izin sektor apabila dipersyaratkan.
- Verifikasi oleh instansi berwenang.
- Pelaksanaan kegiatan usaha.
- Pengawasan dan evaluasi berbasis risiko.
Alur yang terdigitalisasi ini memungkinkan seluruh proses berjalan lebih cepat, terdokumentasi dengan baik, dan mudah dipantau oleh pemohon maupun instansi pemerintah.
Manfaat OSS RBA bagi Pemerintah, Pelaku Usaha, dan Masyarakat
Penerapan OSS RBA memberikan manfaat yang luas bagi berbagai pemangku kepentingan.
Bagi Pemerintah
- meningkatkan efektivitas pelayanan;
- mempercepat proses administrasi;
- memperkuat integrasi data nasional;
- meningkatkan akuntabilitas;
- mempermudah pengawasan;
- mendukung reformasi birokrasi.
Bagi Pelaku Usaha
- proses perizinan lebih sederhana;
- biaya administrasi lebih efisien;
- kepastian waktu pelayanan;
- kemudahan memperoleh NIB;
- akses layanan secara daring selama 24 jam;
- peningkatan kepastian hukum dalam menjalankan usaha.
Bagi Masyarakat
- meningkatnya investasi yang berdampak pada penciptaan lapangan kerja;
- pelayanan publik yang lebih transparan;
- pertumbuhan ekonomi daerah;
- meningkatnya kualitas layanan pemerintahan.
Dengan manfaat tersebut, OSS RBA menjadi instrumen penting dalam memperkuat daya saing investasi Indonesia sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan berbasis digital.
Persyaratan Dasar dalam Pelayanan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko
Salah satu keunggulan OSS RBA adalah penyederhanaan proses perizinan melalui penerapan persyaratan dasar yang terintegrasi. Sebelum memperoleh izin operasional atau izin komersial sesuai bidang usaha, pelaku usaha wajib memenuhi persyaratan dasar yang telah ditentukan berdasarkan tingkat risiko dan karakteristik kegiatan usahanya.
Persyaratan dasar ini bertujuan memastikan bahwa kegiatan usaha tidak hanya memenuhi aspek administratif, tetapi juga memperhatikan keselamatan, kesehatan masyarakat, tata ruang, dan kelestarian lingkungan.
Secara umum, persyaratan dasar meliputi:
- Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR);
- Persetujuan Lingkungan;
- Persetujuan Bangunan Gedung (PBG);
- Sertifikat Laik Fungsi (SLF) apabila dipersyaratkan;
- Persetujuan teknis sesuai sektor usaha;
- Sertifikat Standar;
- Nomor Induk Berusaha (NIB).
Seluruh persyaratan tersebut diproses secara terintegrasi melalui OSS RBA sehingga mengurangi duplikasi dokumen dan mempercepat pelayanan.
Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai Identitas Pelaku Usaha
Nomor Induk Berusaha (NIB) merupakan identitas resmi pelaku usaha yang diterbitkan melalui sistem OSS RBA. NIB menjadi dokumen utama yang digunakan dalam berbagai aktivitas usaha.
Fungsi NIB antara lain:
- identitas pelaku usaha;
- tanda daftar perusahaan;
- akses kepabeanan bagi usaha tertentu;
- identitas dalam pelayanan pemerintah;
- dasar pengajuan perizinan lanjutan;
- data utama dalam pengawasan berbasis risiko.
Melalui OSS RBA, penerbitan NIB dapat dilakukan secara elektronik dalam waktu yang relatif singkat apabila seluruh data telah lengkap dan valid.
Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR)
Salah satu persyaratan dasar yang sangat penting adalah Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR). Dokumen ini memastikan bahwa lokasi kegiatan usaha sesuai dengan rencana tata ruang yang berlaku.
Tujuan KKPR meliputi:
- menjamin kepastian lokasi usaha;
- menghindari konflik pemanfaatan ruang;
- mendukung pembangunan berkelanjutan;
- melindungi kawasan lindung;
- memberikan kepastian investasi.
Integrasi KKPR dengan OSS RBA mempercepat proses validasi lokasi usaha karena memanfaatkan data spasial yang telah terhubung dengan sistem pemerintah.
Persetujuan Lingkungan
Setiap kegiatan usaha yang memiliki dampak terhadap lingkungan wajib memenuhi ketentuan lingkungan sesuai tingkat risikonya.
Dokumen yang dapat dipersyaratkan meliputi:
- AMDAL;
- UKL-UPL;
- SPPL;
- Persetujuan lingkungan sesuai ketentuan sektor.
Melalui integrasi OSS RBA, proses verifikasi dokumen lingkungan menjadi lebih transparan serta dapat dipantau secara elektronik oleh pelaku usaha.
Persetujuan Bangunan Gedung (PBG)
Dalam banyak jenis usaha, pembangunan gedung menjadi bagian penting dari kegiatan operasional. Oleh karena itu, pelaku usaha wajib memenuhi ketentuan mengenai Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
Tujuan PBG meliputi:
- menjamin keselamatan bangunan;
- memastikan kesesuaian fungsi bangunan;
- memenuhi standar teknis konstruksi;
- mendukung tata ruang daerah;
- meningkatkan keamanan masyarakat.
OSS RBA mendukung integrasi data PBG dengan pemerintah daerah sehingga proses pelayanan menjadi lebih cepat.
Sertifikat Standar
Untuk kegiatan usaha dengan tingkat risiko menengah, pemerintah menerapkan mekanisme Sertifikat Standar.
Sertifikat Standar merupakan pernyataan atau bukti bahwa pelaku usaha telah memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah.
Jenis Sertifikat Standar meliputi:
- pernyataan mandiri;
- sertifikat yang memerlukan verifikasi;
- sertifikat sektoral;
- sertifikat teknis sesuai bidang usaha.
Penerapan Sertifikat Standar memberikan fleksibilitas bagi pelaku usaha tanpa mengurangi aspek pengawasan.
Integrasi OSS RBA dengan Sistem Pemerintahan Digital
Salah satu kekuatan utama OSS RBA adalah kemampuannya mengintegrasikan berbagai sistem pelayanan pemerintah.
Integrasi tersebut meliputi:
| Sistem | Fungsi |
|---|---|
| Dukcapil | Validasi identitas |
| DJP | Validasi NPWP |
| ATR/BPN | Data pertanahan dan tata ruang |
| KLHK | Persetujuan lingkungan |
| Pemerintah Daerah | Pelayanan teknis daerah |
| Kementerian Teknis | Persetujuan sektoral |
| INSW | Layanan ekspor-impor |
| OSS RBA | Integrasi seluruh pelayanan |
Dengan integrasi tersebut, masyarakat tidak perlu menginput data yang sama secara berulang.
Digitalisasi Pelayanan Perizinan
Transformasi digital menjadi fondasi utama pelayanan perizinan modern.
Digitalisasi memberikan berbagai keuntungan seperti:
- pelayanan tanpa tatap muka;
- proses lebih cepat;
- dokumen elektronik;
- tanda tangan digital;
- pembayaran elektronik;
- pelacakan status permohonan;
- dashboard monitoring;
- notifikasi otomatis.
Digitalisasi juga meningkatkan transparansi karena seluruh proses dapat dipantau secara real time.
Peran DPMPTSP dalam Pelayanan OSS RBA
DPMPTSP memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan pelayanan OSS RBA berjalan optimal.
Peran tersebut meliputi:
Pelayanan Konsultasi
Memberikan pendampingan kepada masyarakat mengenai proses perizinan.
Verifikasi
Melakukan pemeriksaan terhadap persyaratan sesuai kewenangan.
Koordinasi
Menghubungkan berbagai perangkat daerah yang terlibat dalam pelayanan.
Pembinaan
Mendukung pelaku usaha dalam memenuhi kewajiban perizinan.
Monitoring
Melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan izin usaha.
Standar Pelayanan OSS RBA
Standar pelayanan harus disusun secara jelas agar memberikan kepastian kepada masyarakat.
Komponen standar pelayanan meliputi:
| Komponen | Penjelasan |
|---|---|
| Persyaratan | Dokumen yang diperlukan |
| Mekanisme | Tahapan pelayanan |
| Jangka waktu | Lama penyelesaian |
| Biaya | Tarif resmi |
| Produk layanan | Dokumen yang diterbitkan |
| Penanganan pengaduan | Mekanisme penyelesaian keluhan |
Standar pelayanan menjadi dasar dalam melakukan evaluasi kualitas pelayanan publik.
Kompetensi SDM Pelayanan Perizinan
Keberhasilan implementasi OSS RBA tidak hanya ditentukan oleh aplikasi, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia.
Kompetensi yang harus dimiliki petugas meliputi:
- pemahaman regulasi;
- penguasaan OSS RBA;
- pelayanan prima;
- komunikasi publik;
- literasi digital;
- problem solving;
- pengelolaan data;
- keamanan informasi;
- pelayanan konsultatif.
Pelatihan secara berkala menjadi faktor penting dalam meningkatkan profesionalisme aparatur.
Strategi Peningkatan Kualitas Pelayanan Perizinan
Untuk meningkatkan kualitas pelayanan OSS RBA, beberapa strategi dapat diterapkan.
Di antaranya:
- penyederhanaan SOP;
- digitalisasi seluruh proses;
- peningkatan kompetensi SDM;
- optimalisasi pusat layanan informasi;
- integrasi data lintas instansi;
- pemanfaatan dashboard monitoring;
- survei kepuasan masyarakat;
- evaluasi berkala terhadap standar pelayanan;
- inovasi pelayanan berbasis teknologi.
Monitoring dan Evaluasi Pelayanan OSS RBA
Monitoring dilakukan untuk memastikan bahwa pelayanan berjalan sesuai standar.
Beberapa indikator yang digunakan meliputi:
- waktu penyelesaian izin;
- jumlah permohonan;
- tingkat keberhasilan penerbitan izin;
- jumlah pengaduan;
- tingkat kepuasan masyarakat;
- kepatuhan terhadap SOP;
- efektivitas penggunaan sistem digital.
Evaluasi secara berkala memungkinkan pemerintah melakukan perbaikan berkelanjutan terhadap kualitas pelayanan.
Tantangan Implementasi OSS RBA Tahun 2026
Walaupun sistem OSS RBA terus berkembang, implementasinya masih menghadapi sejumlah tantangan.
Beberapa tantangan tersebut antara lain:
- keterbatasan infrastruktur teknologi di beberapa daerah;
- kesiapan SDM yang belum merata;
- perubahan regulasi yang dinamis;
- integrasi data lintas instansi yang kompleks;
- keamanan siber;
- literasi digital masyarakat;
- sinkronisasi data sektoral;
- keterbatasan anggaran digitalisasi.
Mengatasi tantangan tersebut membutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan.
Strategi Mengatasi Tantangan Implementasi
Untuk mendukung keberhasilan OSS RBA tahun 2026, beberapa strategi dapat dilakukan, yaitu:
- meningkatkan pelatihan teknis bagi aparatur DPMPTSP;
- memperkuat infrastruktur jaringan dan pusat data;
- meningkatkan keamanan sistem informasi;
- menyusun SOP yang adaptif terhadap perubahan regulasi;
- mengoptimalkan integrasi antarplatform pemerintah;
- memperluas layanan konsultasi digital bagi pelaku usaha;
- melakukan sosialisasi OSS RBA secara berkelanjutan.
Contoh Kasus Nyata
Sebuah pemerintah kabupaten dengan potensi investasi sektor manufaktur menghadapi kendala tingginya waktu penyelesaian izin usaha. Sebelum optimalisasi OSS RBA, rata-rata penerbitan izin memerlukan waktu 10–14 hari kerja karena proses verifikasi dilakukan secara manual dan melibatkan banyak perangkat daerah.
Setelah dilakukan integrasi OSS RBA dengan sistem pelayanan daerah, penggunaan tanda tangan elektronik, digitalisasi dokumen, serta penyederhanaan SOP, waktu pelayanan turun menjadi sekitar 3–5 hari kerja untuk jenis usaha yang telah memenuhi seluruh persyaratan.
Selain percepatan waktu pelayanan, jumlah kunjungan langsung ke kantor DPMPTSP menurun karena sebagian besar proses dilakukan secara daring. Pelaku usaha dapat memantau status permohonan melalui dashboard OSS, menerima notifikasi otomatis, serta mengunggah dokumen secara elektronik tanpa harus datang ke kantor.
Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan indeks kepuasan masyarakat, berkurangnya jumlah pengaduan terkait keterlambatan pelayanan, serta meningkatnya minat investasi di daerah tersebut. Keberhasilan ini menjadi contoh bahwa digitalisasi pelayanan perizinan mampu meningkatkan efisiensi birokrasi sekaligus memberikan kepastian bagi dunia usaha.
Indikator Kinerja Pelayanan OSS RBA
| Indikator | Target |
|---|---|
| Waktu penyelesaian izin | Semakin cepat |
| Kepuasan masyarakat | Meningkat |
| Jumlah layanan digital | Bertambah |
| Pengaduan pelayanan | Menurun |
| Kepatuhan SOP | ≥ 95% |
| Integrasi data | Optimal |
| Efisiensi biaya operasional | Meningkat |
| Persentase izin selesai tepat waktu | Maksimal |
| Tingkat pemanfaatan OSS RBA | Meningkat setiap tahun |
Melalui indikator tersebut, DPMPTSP dapat mengukur efektivitas implementasi OSS RBA sekaligus menyusun langkah perbaikan yang berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik dan kemudahan berusaha.
Strategi Implementasi OSS RBA Tahun 2026
Keberhasilan implementasi Pelayanan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko (OSS RBA) tidak hanya bergantung pada kecanggihan sistem informasi, tetapi juga pada kesiapan organisasi, kualitas sumber daya manusia, kepatuhan terhadap regulasi, serta sinergi antarinstansi. Oleh karena itu, setiap pemerintah daerah, khususnya DPMPTSP, perlu memiliki strategi implementasi yang terencana dan berkelanjutan.
Strategi yang dapat diterapkan meliputi:
- menyusun roadmap implementasi OSS RBA sesuai kebutuhan daerah;
- memperkuat koordinasi antara DPMPTSP dengan perangkat daerah teknis;
- meningkatkan kompetensi aparatur melalui pelatihan dan sertifikasi;
- mempercepat digitalisasi seluruh proses pelayanan;
- mengoptimalkan pemanfaatan dashboard monitoring;
- memperkuat pengawasan berbasis risiko;
- meningkatkan literasi digital bagi pelaku usaha;
- mengembangkan inovasi pelayanan berbasis teknologi;
- melakukan evaluasi dan perbaikan proses bisnis secara berkala.
Dengan strategi tersebut, pemerintah daerah dapat meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mempercepat realisasi investasi.
Roadmap Transformasi Digital Pelayanan Perizinan
Transformasi digital membutuhkan perencanaan yang sistematis agar implementasinya berjalan efektif dan berkelanjutan. Roadmap berikut dapat menjadi acuan bagi DPMPTSP dalam mengembangkan pelayanan OSS RBA.
| Tahapan | Fokus Kegiatan |
|---|---|
| Tahap 1 | Evaluasi proses bisnis pelayanan |
| Tahap 2 | Penyusunan SOP digital |
| Tahap 3 | Integrasi OSS dengan aplikasi daerah |
| Tahap 4 | Peningkatan kapasitas SDM |
| Tahap 5 | Implementasi layanan digital penuh |
| Tahap 6 | Monitoring dan evaluasi berbasis data |
| Tahap 7 | Pengembangan inovasi pelayanan |
Roadmap ini membantu memastikan setiap tahapan transformasi berjalan secara bertahap, terukur, dan sesuai target organisasi.
Inovasi Pelayanan Perizinan Berbasis Digital
Perkembangan teknologi membuka peluang besar bagi pemerintah untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih modern. Beberapa inovasi yang dapat diterapkan dalam pelayanan OSS RBA antara lain:
- Portal layanan terpadu, sehingga seluruh jenis layanan dapat diakses melalui satu platform.
- Layanan konsultasi virtual, yang memungkinkan masyarakat memperoleh pendampingan tanpa harus datang ke kantor.
- Chatbot berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk menjawab pertanyaan umum selama 24 jam.
- Dashboard monitoring yang menampilkan progres setiap permohonan secara real time.
- Notifikasi otomatis melalui email atau pesan singkat mengenai status permohonan.
- Tanda tangan elektronik tersertifikasi untuk mempercepat penerbitan dokumen.
- Arsip digital yang memudahkan pencarian dan penyimpanan dokumen.
- Aplikasi mobile agar pelaku usaha dapat mengakses layanan melalui telepon pintar.
- Analisis data (data analytics) untuk mendukung pengambilan keputusan dan evaluasi pelayanan.
Inovasi-inovasi tersebut akan meningkatkan efisiensi pelayanan sekaligus memberikan pengalaman layanan yang lebih baik bagi masyarakat.
Peran Pemerintah Daerah dalam Mendukung OSS RBA
Keberhasilan OSS RBA tidak dapat dilepaskan dari peran aktif pemerintah daerah. DPMPTSP bersama perangkat daerah lainnya perlu membangun kolaborasi yang kuat agar pelayanan perizinan berjalan optimal.
Peran pemerintah daerah meliputi:
- menyusun kebijakan pelayanan yang selaras dengan regulasi nasional;
- menyediakan infrastruktur teknologi informasi;
- meningkatkan kapasitas aparatur;
- mempercepat integrasi data antarperangkat daerah;
- melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan pelaku usaha;
- memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan izin;
- mendorong inovasi pelayanan publik;
- mengembangkan budaya kerja yang berorientasi pada pelayanan prima.
Kolaborasi yang baik akan mempercepat proses pelayanan sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Optimalisasi Pengawasan Berbasis Risiko
Pendekatan berbasis risiko tidak hanya diterapkan pada proses penerbitan izin, tetapi juga pada tahap pengawasan. Pengawasan dilakukan secara proporsional sesuai tingkat risiko kegiatan usaha sehingga sumber daya pemerintah dapat dimanfaatkan secara lebih efektif.
Beberapa prinsip pengawasan berbasis risiko meliputi:
- fokus pada kegiatan usaha berisiko tinggi;
- penggunaan data elektronik sebagai dasar pengawasan;
- pemanfaatan laporan berkala dari pelaku usaha;
- inspeksi lapangan secara selektif;
- koordinasi dengan kementerian dan lembaga teknis;
- evaluasi kepatuhan terhadap ketentuan perizinan.
Melalui pengawasan yang tepat sasaran, pemerintah dapat menjaga keseimbangan antara kemudahan berusaha dan perlindungan kepentingan publik.
Pengukuran Kinerja Pelayanan OSS RBA
Evaluasi terhadap kualitas pelayanan menjadi bagian penting dalam peningkatan layanan secara berkelanjutan. Pengukuran kinerja dapat dilakukan melalui indikator berikut:
| Indikator | Ukuran Keberhasilan |
|---|---|
| Waktu penyelesaian izin | Semakin singkat |
| Kepuasan masyarakat | Nilai SKM meningkat |
| Jumlah layanan digital | Terus bertambah |
| Pengaduan masyarakat | Menurun |
| Kepatuhan terhadap SOP | Meningkat |
| Tingkat integrasi sistem | Optimal |
| Persentase izin selesai tepat waktu | Meningkat |
| Realisasi investasi | Bertambah |
Hasil pengukuran ini menjadi dasar bagi DPMPTSP dalam menyusun program peningkatan kualitas pelayanan.
Tips Sukses Implementasi OSS RBA di DPMPTSP
Agar implementasi OSS RBA berjalan optimal, terdapat beberapa langkah yang dapat diterapkan oleh pemerintah daerah:
- membangun komitmen pimpinan terhadap transformasi digital;
- memperkuat koordinasi lintas sektor;
- melakukan pelatihan rutin bagi aparatur;
- menyusun SOP yang sederhana dan mudah dipahami;
- mengoptimalkan penggunaan teknologi informasi;
- memberikan layanan konsultasi yang responsif;
- memanfaatkan hasil survei kepuasan masyarakat sebagai bahan evaluasi;
- memperkuat keamanan sistem informasi;
- melakukan pembaruan aplikasi secara berkala;
- mengembangkan budaya inovasi dalam pelayanan publik.
Peluang OSS RBA dalam Mendukung Investasi Nasional
Implementasi OSS RBA memberikan dampak positif terhadap peningkatan investasi di Indonesia. Dengan proses perizinan yang lebih sederhana dan transparan, pelaku usaha memperoleh kepastian hukum dan kemudahan dalam memulai maupun mengembangkan usaha.
Manfaat yang dirasakan antara lain:
- meningkatnya minat investor;
- percepatan realisasi investasi;
- terbukanya lapangan kerja baru;
- peningkatan pendapatan daerah;
- pertumbuhan ekonomi yang lebih merata;
- meningkatnya daya saing daerah dalam menarik investasi.
Dengan demikian, OSS RBA menjadi salah satu instrumen strategis dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional.
Kesimpulan
Transformasi pelayanan perizinan melalui Online Single Submission Risk Based Approach (OSS RBA) merupakan langkah strategis pemerintah dalam mewujudkan pelayanan publik yang modern, efisien, transparan, dan berorientasi pada kemudahan berusaha. Pendekatan berbasis risiko memungkinkan penyederhanaan proses perizinan tanpa mengabaikan aspek keselamatan, kesehatan, lingkungan, serta kepastian hukum.
Bagi DPMPTSP, implementasi OSS RBA menuntut peningkatan kompetensi aparatur, penguatan infrastruktur digital, integrasi sistem, serta inovasi pelayanan yang berkelanjutan. Melalui Bimtek Pelayanan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko (OSS RBA) Terbaru 2026, peserta akan memperoleh pemahaman komprehensif mengenai regulasi, mekanisme pelayanan, pengawasan berbasis risiko, hingga strategi peningkatan kualitas pelayanan publik.
Dengan penerapan OSS RBA yang optimal, pemerintah daerah dapat meningkatkan kualitas pelayanan, mempercepat investasi, memperkuat reformasi birokrasi, serta menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif dan berdaya saing.
FAQ
1. Apa yang dimaksud dengan OSS RBA?
OSS RBA (Online Single Submission Risk Based Approach) adalah sistem perizinan berusaha secara elektronik yang menggunakan pendekatan tingkat risiko sebagai dasar penentuan jenis perizinan dan pengawasan terhadap kegiatan usaha.
2. Apa manfaat utama OSS RBA bagi pelaku usaha?
OSS RBA memberikan kemudahan dalam memperoleh perizinan, mempercepat proses administrasi, mengurangi persyaratan yang tidak diperlukan, meningkatkan kepastian hukum, serta memungkinkan seluruh proses dilakukan secara daring.
3. Siapa yang perlu mengikuti Bimtek Pelayanan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko (OSS RBA) Terbaru 2026?
Bimtek ini sangat relevan bagi aparatur DPMPTSP, perangkat daerah teknis, pejabat pengawas, administrator OSS, konsultan perizinan, pelaku usaha, serta pihak lain yang terlibat dalam penyelenggaraan perizinan berusaha.
4. Apa perbedaan perizinan berbasis risiko dengan sistem perizinan sebelumnya?
Pada sistem sebelumnya, sebagian besar kegiatan usaha melalui prosedur yang relatif seragam. Dalam OSS RBA, persyaratan dan pengawasan disesuaikan dengan tingkat risiko usaha sehingga proses menjadi lebih sederhana, cepat, dan proporsional.
5. Mengapa kompetensi SDM sangat penting dalam implementasi OSS RBA?
Karena keberhasilan OSS RBA tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kemampuan aparatur dalam memahami regulasi, mengoperasikan sistem, memberikan konsultasi kepada masyarakat, dan menyelesaikan permasalahan pelayanan secara profesional.
6. Bagaimana cara mengukur keberhasilan implementasi OSS RBA?
Keberhasilan dapat diukur melalui berbagai indikator, seperti percepatan waktu pelayanan, meningkatnya kepuasan masyarakat, berkurangnya jumlah pengaduan, meningkatnya penggunaan layanan digital, serta bertambahnya realisasi investasi.
7. Mengapa OSS RBA penting bagi pemerintah daerah?
OSS RBA membantu pemerintah daerah meningkatkan kualitas pelayanan publik, mempercepat investasi, memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis digital, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Daftarkan Instansi Anda Sekarang dan Tingkatkan Kompetensi Aparatur melalui Bimtek OSS RBA Terbaru 2026.
Lokasi: HI Hotel Senen
📍 Jl. Pasar Senen No.3 Jakarta Pusat 10410
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: Serela Cihampelas Hotel Bandun
📍 Jl. Cihampelas No.147, Cipaganti, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat 40131
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: Swiss-Belexpress Kuta Legian
📍 Jl. Legian Gg. Troppozone, Lingkungan Pelasa, Kuta, Kec. Kuta, Kabupaten Badung, Bali 80361
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: Hotel NEO+ - Bp
📍 Jl. Mayjend Sutoyo No.67, Gunungsari Ulu, Kec. Balikpapan Tengah, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur 7612
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: Biz Hotel - Batam
📍 Komplek Nagoya Newtown Blok T No.15 Jalan Kompleks Nagoya City Walk, Lubuk Baja Kota, Kec. Lubuk Baja, Kota Batam, Kepulauan Riau 2944
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: MaxOne Hotel Dharmahusada
📍 Jl. Dharmahusada No.189, Mojo, Kec. Gubeng, Surabaya, Jawa Timur 60285
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: Gets Hotel Malang
📍 Jl. Brigjend Slamet Riadi No.38, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65119
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: favehotel S. Parman - Medan
📍 Jl. S. Parman No.313A, Petisah Hulu, Kec. Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara 20152
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: FOX Lite Hotel Samarinda
📍 Jl. Mayor Jendral S. Parman No.15, Temindung Permai, Kec. Sungai Pinang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75119
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: Aston Inn Pantai Losari - Makassar
📍 Jl. Daeng Tompo No.28-36, Maloku, Kec. Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90112
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Jakarta Hotel HI Jakarta
Bandung Hotel Fave Serela Cihamplas
Yogjakarta Hotel Amaris Maliboro
Bali Swibell Express Kuta Legian
Surabaya Hotel Max One
Malang Hotel Gets
Bali Hotel Swisbel Inn Exsperes Kuta
Makassar Hotel Aston Inn
Balikpapan Hotel Neo
Samarinda Hotel Fox
Batam Hotel BIZ
Medan Hotel Fave Medan
dan Hotel Pilihan Sesuai Request Peserta

