Training Procurement Risk Management dan Supply Chain Resilience: Strategi Mengelola Risiko Pengadaan dan Membangun Rantai Pasok Tangguh 2026-2027
INFORMASI ALAMAT & NOMOR TELEPON
Untuk mengirim pesan singkat kepada kami, Anda dapat menghubungi salah satu customer service yang sudah kami cantumkan
KONTAK KAMI
18 Office Park Building, 21th Floor Unit C
Jl. TB Simatupang No. 18, Pasar Minggu
Jakarta Selatan, 12520
info@bimtekedukasi.com
0821-9026-8799
Daftar Isi
ToggleMemahami Pentingnya Procurement Risk Management dan Supply Chain Resilience
Pengadaan barang dan jasa merupakan salah satu fungsi penting dalam menjaga keberlangsungan operasional organisasi. Procurement tidak lagi hanya berkaitan dengan aktivitas mencari pemasok, meminta penawaran harga, melakukan negosiasi, menerbitkan purchase order, atau memastikan barang tiba sesuai jadwal. Dalam lingkungan bisnis dan pemerintahan yang semakin kompleks, procurement harus mampu mengidentifikasi, mengendalikan, dan merespons berbagai risiko yang dapat mengganggu pencapaian tujuan organisasi.
Gangguan rantai pasok dapat muncul dari berbagai sumber. Perubahan harga bahan baku, keterlambatan pengiriman, kegagalan supplier, masalah kualitas, bencana alam, konflik geopolitik, serangan siber, perubahan regulasi, gangguan transportasi, hingga ketergantungan terhadap satu pemasok dapat memberikan dampak signifikan terhadap operasional.
Kondisi tersebut menjadikan Training Procurement Risk Management dan Supply Chain Resilience semakin relevan bagi organisasi yang ingin membangun sistem pengadaan yang tidak hanya efisien, tetapi juga tangguh terhadap ketidakpastian.
Procurement Risk Management berfokus pada proses mengidentifikasi, menilai, mengendalikan, dan memonitor risiko yang berkaitan dengan aktivitas pengadaan. Sementara itu, Supply Chain Resilience berorientasi pada kemampuan rantai pasok untuk mengantisipasi gangguan, merespons perubahan, mempertahankan fungsi kritis, dan kembali beroperasi secara efektif setelah terjadi gangguan.
Keduanya memiliki hubungan yang sangat erat.
Pengadaan yang memiliki sistem manajemen risiko kuat dapat membantu organisasi mengurangi kemungkinan terjadinya gangguan. Sebaliknya, supply chain resilience memastikan organisasi memiliki kemampuan untuk tetap beroperasi ketika risiko tersebut benar-benar terjadi.
Dengan demikian, procurement modern perlu bergeser dari pendekatan cost-focused procurement menjadi pendekatan yang mempertimbangkan:
- Cost
- Quality
- Delivery
- Compliance
- Supplier capability
- Business continuity
- Risk exposure
- Resilience
- Total Cost of Ownership
- Long-term value
Apa Itu Procurement Risk Management?
Procurement Risk Management adalah pendekatan sistematis untuk mengidentifikasi dan mengelola risiko yang dapat memengaruhi proses pengadaan mulai dari tahap perencanaan kebutuhan hingga pengelolaan supplier dan kontrak.
Risiko procurement dapat muncul sebelum kontrak ditandatangani maupun setelah kontrak berjalan.
Contohnya, organisasi mungkin memilih supplier berdasarkan harga terendah. Namun, supplier tersebut ternyata memiliki kapasitas produksi terbatas. Ketika permintaan meningkat, supplier tidak mampu memenuhi kebutuhan sehingga terjadi keterlambatan pengiriman.
Dalam situasi tersebut, harga pembelian yang rendah belum tentu menghasilkan biaya keseluruhan yang rendah.
Organisasi mungkin harus menanggung:
- Biaya keterlambatan produksi.
- Biaya pengiriman ekspres.
- Biaya penyimpanan tambahan.
- Biaya penggantian supplier.
- Biaya administrasi.
- Kehilangan pelanggan.
- Penurunan reputasi.
- Gangguan operasional.
Karena itu, procurement risk management tidak hanya melihat risiko berdasarkan harga transaksi, tetapi mempertimbangkan keseluruhan eksposur risiko.
Tujuan Procurement Risk Management
Secara umum, procurement risk management bertujuan untuk:
- Mengidentifikasi risiko sejak tahap perencanaan.
- Menilai kemungkinan dan dampak risiko.
- Menentukan prioritas risiko.
- Menetapkan strategi mitigasi.
- Mengurangi potensi kerugian.
- Menjaga kontinuitas pasokan.
- Meningkatkan kualitas supplier management.
- Memperkuat pengendalian kontrak.
- Meningkatkan transparansi proses procurement.
- Mendukung pencapaian tujuan organisasi.
Apa Itu Supply Chain Resilience?
Supply Chain Resilience adalah kemampuan rantai pasok untuk menghadapi gangguan, beradaptasi terhadap perubahan, mempertahankan operasi penting, dan melakukan pemulihan setelah terjadi disruption.
Rantai pasok yang resilient bukan berarti rantai pasok yang tidak pernah mengalami gangguan.
Justru, organisasi yang resilient adalah organisasi yang memiliki kemampuan untuk:
Anticipate → Absorb → Respond → Recover → Adapt
Artinya, organisasi harus mampu:
- Mengantisipasi potensi gangguan.
- Menyerap dampak gangguan.
- Merespons secara cepat.
- Memulihkan operasi.
- Belajar dan beradaptasi agar lebih kuat di masa depan.
Pendekatan ini sangat penting karena risiko rantai pasok tidak selalu dapat dihilangkan.
Yang dapat dilakukan organisasi adalah mengurangi kemungkinan terjadinya risiko dan memperkecil dampaknya ketika risiko terjadi.
Hubungan Procurement Risk Management dengan Supply Chain Resilience
Procurement merupakan salah satu titik strategis dalam supply chain.
Keputusan procurement mengenai supplier, kontrak, spesifikasi, harga, lokasi sumber barang, lead time, volume pembelian, hingga mekanisme pembayaran dapat memengaruhi ketahanan seluruh rantai pasok.
Hubungannya dapat digambarkan sebagai berikut:
| Procurement Risk Management | Supply Chain Resilience |
|---|---|
| Identifikasi risiko supplier | Meningkatkan kesiapan menghadapi disruption |
| Supplier assessment | Memastikan supplier memiliki kapasitas |
| Contract risk management | Memperkuat perlindungan organisasi |
| Alternative sourcing | Mengurangi ketergantungan |
| Risk monitoring | Mendeteksi perubahan lebih awal |
| Business continuity planning | Menjaga operasional |
| Supplier diversification | Mengurangi single point of failure |
Dengan kata lain, procurement risk management merupakan salah satu fondasi supply chain resilience.
Mengapa Risiko Pengadaan Semakin Kompleks?
Dunia procurement menghadapi perubahan yang sangat cepat. Organisasi tidak hanya menghadapi risiko konvensional seperti keterlambatan pengiriman, tetapi juga risiko baru yang berkembang akibat digitalisasi dan globalisasi.
Beberapa faktor yang meningkatkan kompleksitas procurement risk antara lain:
Globalisasi Supplier
Banyak organisasi memperoleh barang dan bahan baku dari supplier yang berada di berbagai negara.
Keuntungannya adalah organisasi dapat memperoleh harga kompetitif dan akses terhadap teknologi tertentu.
Namun, ketergantungan pada supplier global juga meningkatkan exposure terhadap:
- Perubahan geopolitik.
- Gangguan pelabuhan.
- Hambatan perdagangan.
- Perubahan kurs.
- Perubahan regulasi.
- Bencana alam.
- Krisis energi.
- Gangguan transportasi internasional.
Volatilitas Harga
Harga komoditas, energi, bahan baku, transportasi, dan komponen tertentu dapat berubah secara signifikan.
Jika kontrak procurement tidak dirancang dengan baik, perubahan harga dapat meningkatkan biaya pengadaan dan mengganggu anggaran.
Ketergantungan pada Supplier Tertentu
Single sourcing dapat memberikan keuntungan dari sisi volume discount dan hubungan supplier.
Namun, strategi tersebut menciptakan risiko konsentrasi.
Apabila supplier utama mengalami masalah, organisasi dapat kehilangan sumber pasokan secara signifikan.
Digitalisasi Supply Chain
Digitalisasi memberikan efisiensi, tetapi juga menghasilkan risiko baru.
Contohnya:
- Cyberattack.
- Ransomware.
- Data breach.
- Gangguan sistem ERP.
- Manipulasi data.
- Vendor technology failure.
Oleh karena itu, supplier assessment perlu mempertimbangkan aspek keamanan informasi untuk supplier yang memiliki akses terhadap sistem dan data organisasi.
Jenis-Jenis Risiko dalam Procurement
Risk identification merupakan salah satu materi utama dalam Training Procurement Risk Management dan Supply Chain Resilience.
Berikut beberapa kategori risiko yang perlu dipahami.
| Jenis Risiko | Contoh |
|---|---|
| Supplier Risk | Supplier gagal memenuhi kontrak |
| Quality Risk | Produk tidak memenuhi spesifikasi |
| Delivery Risk | Pengiriman terlambat |
| Cost Risk | Harga bahan baku meningkat |
| Financial Risk | Supplier mengalami kesulitan keuangan |
| Compliance Risk | Supplier tidak memenuhi regulasi |
| Contract Risk | Klausul kontrak tidak melindungi kepentingan organisasi |
| Geopolitical Risk | Konflik atau pembatasan perdagangan |
| Logistics Risk | Gangguan transportasi |
| Cyber Risk | Serangan terhadap sistem supplier |
| ESG Risk | Masalah lingkungan atau sosial |
| Demand Risk | Perubahan kebutuhan secara tiba-tiba |
| Operational Risk | Gangguan proses internal |
| Concentration Risk | Ketergantungan pada satu supplier |
Supplier Risk Management
Supplier merupakan salah satu sumber risiko terbesar dalam procurement.
Oleh karena itu, supplier tidak cukup dinilai berdasarkan harga.
Organisasi perlu membangun sistem supplier risk assessment yang komprehensif.
Aspek Penilaian Supplier
Beberapa aspek yang dapat digunakan antara lain:
- Kinerja keuangan.
- Kapasitas produksi.
- Kualitas produk.
- Delivery performance.
- Kapasitas teknologi.
- Sistem manajemen.
- Kepatuhan regulasi.
- Pengalaman.
- Ketergantungan terhadap subcontractor.
- Lokasi fasilitas produksi.
- Business continuity plan.
- Cybersecurity.
- ESG performance.
- Kemampuan melakukan recovery.
Supplier dengan nilai pembelian kecil tetapi memiliki dampak besar terhadap operasional harus tetap diperhatikan.
Karena itu, supplier risk tidak selalu sebanding dengan nilai transaksi.
Supplier Segmentation untuk Pengelolaan Risiko
Tidak semua supplier harus mendapatkan perlakuan yang sama.
Organisasi dapat mengelompokkan supplier berdasarkan tingkat kepentingan dan tingkat risiko.
Contohnya:
| Kategori Supplier | Karakteristik | Pendekatan |
|---|---|---|
| Strategic Supplier | Sangat penting dan sulit digantikan | Strategic partnership |
| Critical Supplier | Gangguan berdampak besar | Monitoring intensif |
| Preferred Supplier | Kinerja baik dan risiko relatif rendah | Relationship management |
| Transactional Supplier | Nilai dan risiko rendah | Simplifikasi proses |
Supplier yang masuk kategori critical atau strategic sebaiknya memiliki monitoring yang lebih intensif.
Risk Assessment dalam Procurement
Risk assessment bertujuan menentukan risiko mana yang membutuhkan perhatian lebih dahulu.
Metode sederhana dapat menggunakan dua parameter:
Risk Score = Probability × Impact
Misalnya:
- Probability = 1–5
- Impact = 1–5
Maka skor maksimum adalah 25.
Contoh:
| Risiko | Probability | Impact | Score |
|---|---|---|---|
| Supplier terlambat | 4 | 4 | 16 |
| Harga meningkat | 3 | 4 | 12 |
| Masalah kualitas | 3 | 5 | 15 |
| Cyber incident | 2 | 5 | 10 |
| Administrasi invoice | 2 | 2 | 4 |
Semakin tinggi skor, semakin tinggi prioritas mitigasinya.
Namun, organisasi tidak sebaiknya hanya menggunakan angka secara mekanis. Risiko yang memiliki dampak ekstrem terhadap keselamatan, reputasi, kepatuhan, atau keberlangsungan bisnis dapat membutuhkan perhatian khusus meskipun probabilitasnya rendah.
Risk Matrix dalam Procurement
Risk matrix membantu procurement mengkomunikasikan risiko kepada stakeholder.
Contoh sederhana:
| Dampak / Kemungkinan | Rendah | Sedang | Tinggi |
|---|---|---|---|
| Rendah | Low | Low | Medium |
| Sedang | Low | Medium | High |
| Tinggi | Medium | High | Critical |
Risk matrix dapat digunakan dalam:
- Supplier selection.
- Contract review.
- Sourcing strategy.
- Category strategy.
- Project procurement.
- Supply continuity planning.
Strategi Mitigasi Risiko Pengadaan
Setelah risiko diidentifikasi, organisasi perlu menentukan tindakan mitigasi.
Secara umum terdapat beberapa pendekatan.
Risk Avoidance
Menghindari aktivitas yang memiliki risiko terlalu tinggi.
Contohnya organisasi menghentikan penggunaan supplier tertentu karena hasil due diligence menunjukkan risiko yang tidak dapat diterima.
Risk Reduction
Mengurangi kemungkinan atau dampak risiko.
Contohnya:
- Supplier qualification.
- Quality inspection.
- Dual sourcing.
- Safety stock.
- Supplier audit.
Risk Transfer
Mengalihkan sebagian risiko melalui mekanisme kontraktual atau asuransi.
Contohnya:
- Insurance.
- Performance bond.
- Warranty.
- Indemnity clause.
Risk Acceptance
Risiko diterima karena biaya mitigasi lebih besar daripada dampak potensial atau risiko berada dalam batas toleransi organisasi.
Namun, risk acceptance harus berdasarkan keputusan yang terdokumentasi.
Membangun Supply Chain Resilience
Supply chain resilience tidak dapat dibangun hanya dengan menambah persediaan.
Resilience membutuhkan pendekatan menyeluruh.
Diversifikasi Supplier
Diversifikasi mengurangi ketergantungan pada satu sumber.
Contohnya:
Single Source → Dual Source → Multi Source
Namun, diversifikasi juga memiliki biaya.
Karena itu, organisasi perlu mempertimbangkan keseimbangan antara:
- Cost.
- Risk.
- Quality.
- Capacity.
- Lead time.
Alternative Supplier
Organisasi perlu mengetahui siapa supplier alternatif sebelum disruption terjadi.
Daftar supplier alternatif dapat dikembangkan berdasarkan:
- Kapasitas.
- Lokasi.
- Harga.
- Kualitas.
- Lead time.
- Sertifikasi.
- Financial capability.
Safety Stock
Untuk barang kritis, safety stock dapat digunakan sebagai buffer.
Namun, safety stock yang terlalu tinggi juga menciptakan:
- Holding cost.
- Risiko obsolete.
- Kebutuhan ruang penyimpanan.
- Risiko kerusakan.
Karena itu, safety stock harus ditentukan berdasarkan criticality dan demand variability.
Regionalisasi Sumber Pasokan
Dalam kondisi tertentu, organisasi dapat mempertimbangkan sumber supplier yang lebih dekat secara geografis.
Strategi ini dapat mengurangi risiko:
- Long lead time.
- International logistics disruption.
- Customs disruption.
- Geopolitical uncertainty.
Business Continuity dalam Procurement
Procurement harus menjadi bagian dari business continuity planning.
Organisasi perlu mengetahui barang, jasa, supplier, dan proses mana yang bersifat kritis.
Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah membuat daftar:
- Critical materials.
- Critical services.
- Critical suppliers.
- Critical logistics routes.
- Critical systems.
- Critical contractual dependencies.
Selanjutnya, organisasi menentukan skenario disruption dan responsnya.
Contohnya:
| Skenario | Dampak | Respons |
|---|---|---|
| Supplier utama berhenti | Pasokan terhenti | Aktivasi supplier alternatif |
| Pelabuhan terganggu | Pengiriman terlambat | Alih rute logistik |
| Harga bahan baku naik | Cost increase | Negosiasi dan alternative sourcing |
| Sistem supplier down | Order terganggu | Manual contingency process |
| Bencana alam | Fasilitas supplier terganggu | Relokasi sumber pasokan |
Procurement Contract Risk Management
Kontrak merupakan instrumen penting untuk mengendalikan risiko procurement.
Kontrak yang terlalu sederhana dapat menyebabkan organisasi kesulitan ketika terjadi disruption.
Beberapa aspek yang perlu diperhatikan antara lain:
- Scope of work.
- Specification.
- Service level.
- Delivery requirement.
- Acceptance criteria.
- Warranty.
- Penalty atau remedy.
- Force majeure.
- Change management.
- Price adjustment.
- Termination.
- Business continuity.
- Disaster recovery.
- Confidentiality.
- Data protection.
- Audit rights.
Klausul kontrak harus disesuaikan dengan jenis barang, jasa, supplier, dan tingkat risiko.
Early Warning System untuk Procurement
Sistem manajemen risiko yang baik tidak hanya bereaksi ketika masalah terjadi.
Procurement perlu membangun early warning indicators.
Contohnya:
- Supplier mulai terlambat mengirim.
- Defect rate meningkat.
- Supplier sering meminta perubahan jadwal.
- Lead time semakin panjang.
- Harga bahan baku meningkat.
- Supplier mengalami masalah cash flow.
- Rating kredit menurun.
- Kapasitas produksi menurun.
- Pergantian manajemen supplier meningkat.
- Supplier mengalami insiden cybersecurity.
Early warning indicator membantu procurement mengambil tindakan sebelum masalah menjadi krisis.
Procurement Risk Dashboard
Digitalisasi memungkinkan organisasi membuat procurement risk dashboard.
Dashboard dapat menampilkan:
| Indikator | Status |
|---|---|
| Supplier Risk Score | Monitoring |
| Delivery Performance | Warning |
| Quality Performance | Stable |
| Contract Expiry | Alert |
| Single Source Exposure | High |
| Price Volatility | Warning |
| Supplier Financial Health | Monitoring |
| Critical Item Coverage | Stable |
Dashboard membantu procurement dan manajemen mengambil keputusan berbasis data.
Total Cost of Risk
Dalam procurement, organisasi sering berfokus pada purchase price.
Padahal, keputusan procurement seharusnya mempertimbangkan Total Cost of Ownership (TCO) dan risiko.
Contohnya:
Supplier A menawarkan harga Rp100 juta dengan lead time 30 hari.
Supplier B menawarkan harga Rp105 juta dengan lead time 15 hari dan tingkat reliability lebih tinggi.
Jika keterlambatan Supplier A berpotensi menghentikan produksi dengan kerugian Rp50 juta per kejadian, maka Supplier B dapat menjadi pilihan yang lebih ekonomis secara keseluruhan.
Hal ini menunjukkan bahwa:
Harga pembelian ≠ biaya total
Konsep yang lebih tepat adalah:
Total Cost = Purchase Cost + Logistics Cost + Quality Cost + Inventory Cost + Risk Cost + Lifecycle Cost
Dengan pendekatan tersebut, procurement dapat membuat keputusan yang lebih strategis.
Teknologi dalam Procurement Risk Management
Transformasi digital membantu organisasi meningkatkan visibilitas risiko.
Beberapa teknologi yang dapat dimanfaatkan antara lain:
- Procurement analytics.
- Spend analytics.
- Supplier performance management.
- ERP.
- E-procurement.
- Artificial intelligence.
- Machine learning.
- Predictive analytics.
- Supplier risk monitoring.
- Contract lifecycle management.
- Digital dashboard.
Teknologi dapat membantu mendeteksi pola yang sulit terlihat melalui analisis manual.
Misalnya, sistem dapat mendeteksi bahwa supplier tertentu mulai mengalami tren keterlambatan pengiriman selama tiga bulan berturut-turut.
Informasi tersebut dapat menjadi early warning bagi procurement.
Peran Data dalam Supply Chain Resilience
Resilience membutuhkan visibility.
Organisasi tidak dapat mengelola sesuatu yang tidak dapat dilihat atau diukur.
Data procurement yang perlu dianalisis antara lain:
- Spend per category.
- Spend per supplier.
- Supplier concentration.
- Lead time.
- On-time delivery.
- Defect rate.
- Contract performance.
- Price movement.
- Supplier financial indicators.
- Inventory coverage.
- Purchase order cycle time.
Dari data tersebut, procurement dapat mengidentifikasi titik lemah dalam supply chain.
Contoh Kasus Nyata: Krisis Chip Semikonduktor
Salah satu contoh nyata mengenai pentingnya supply chain resilience adalah krisis semikonduktor global yang berdampak luas pada berbagai industri, terutama otomotif dan elektronik.
Ketika kapasitas produksi semikonduktor terganggu dan permintaan meningkat, sejumlah perusahaan menghadapi keterbatasan komponen.
Dampaknya antara lain:
- Produksi kendaraan tertunda.
- Waktu tunggu meningkat.
- Harga komponen meningkat.
- Persediaan menjadi semakin strategis.
- Perusahaan melakukan perubahan strategi sourcing.
Kasus tersebut menunjukkan bahwa supplier yang secara langsung terlihat kecil dalam struktur biaya dapat menjadi sangat kritis jika komponennya tidak mudah digantikan.
Pelajaran penting dari kasus tersebut adalah organisasi perlu memahami criticality, bukan hanya nilai pembelian.
Beberapa komponen mungkin memiliki nilai relatif kecil, tetapi apabila tidak tersedia, seluruh proses produksi dapat berhenti.
Contoh Kasus Industri: Gangguan Jalur Pelayaran
Gangguan pada jalur perdagangan internasional juga memberikan pelajaran penting.
Ketika jalur pelayaran terganggu, perusahaan yang terlalu bergantung pada satu rute dapat menghadapi:
- Lead time meningkat.
- Freight cost meningkat.
- Inventory shortage.
- Production delay.
- Customer delivery delay.
Strategi resilience yang dapat dipertimbangkan antara lain:
- Alternative logistics route.
- Alternative port.
- Regional supplier.
- Safety stock.
- Supplier diversification.
- Demand prioritization.
Kasus ini menunjukkan bahwa supply chain resilience harus mempertimbangkan tidak hanya supplier, tetapi juga jaringan logistik.
Contoh Kasus Procurement di Indonesia
Bayangkan sebuah organisasi membutuhkan komponen tertentu yang hanya tersedia dari satu supplier.
Supplier tersebut memiliki harga paling kompetitif sehingga procurement memilih single sourcing.
Pada awalnya strategi tersebut terlihat efisien.
Namun, beberapa bulan kemudian supplier mengalami gangguan produksi akibat kerusakan fasilitas.
Akibatnya:
- Pengiriman tertunda.
- Persediaan menurun.
- Operasional terganggu.
- Organisasi harus mencari supplier darurat.
- Harga pembelian alternatif lebih mahal.
- Biaya ekspedisi meningkat.
Apabila organisasi sebelumnya melakukan supplier risk assessment dan menetapkan alternative supplier, dampak tersebut dapat dikurangi.
Kasus ilustratif ini memperlihatkan bahwa procurement efficiency tanpa risk management dapat menciptakan false efficiency.
Membangun Risk Register Procurement
Risk register merupakan alat penting untuk mendokumentasikan risiko.
Contoh format:
| Risk | Cause | Impact | Probability | Mitigation | Owner |
|---|---|---|---|---|---|
| Supplier failure | Financial problem | Supply disruption | Medium | Alternative supplier | Procurement |
| Quality failure | Process weakness | Rework | Medium | Supplier audit | QA |
| Delivery delay | Capacity shortage | Operational delay | High | Capacity monitoring | Procurement |
| Price increase | Commodity volatility | Cost increase | High | Contract strategy | Category Manager |
| Cyber incident | Weak security | System disruption | Medium | Cyber assessment | IT |
Risk register sebaiknya diperbarui secara berkala.
Key Performance Indicator Procurement Risk
Risk management perlu memiliki indikator kinerja.
Beberapa KPI yang dapat digunakan antara lain:
Supplier Performance
- On-Time Delivery.
- Defect Rate.
- Supplier Lead Time.
- Supplier Responsiveness.
Risk Management
- Percentage of critical suppliers assessed.
- Number of high-risk suppliers.
- Risk mitigation completion rate.
- Supplier risk review frequency.
Resilience
- Critical item coverage.
- Alternative supplier coverage.
- Recovery time.
- Business continuity test completion.
Cost
- Risk-adjusted procurement cost.
- Cost avoidance.
- Emergency procurement cost.
- Logistics premium.
Risk Appetite dalam Procurement
Tidak semua risiko harus dihilangkan.
Organisasi perlu menentukan risk appetite.
Contohnya:
| Area | Risk Appetite |
|---|---|
| Keselamatan | Sangat rendah |
| Compliance | Sangat rendah |
| Critical supply | Rendah |
| Harga | Sedang |
| Administrative process | Sedang |
| Innovation | Lebih terbuka |
Risk appetite membantu procurement menentukan batas risiko yang dapat diterima.
Kompetensi Procurement Professional di Era Resilience
Procurement professional modern membutuhkan kemampuan yang lebih luas.
Kompetensi penting antara lain:
- Procurement strategy.
- Risk management.
- Supplier management.
- Contract management.
- Negotiation.
- Data analytics.
- Financial analysis.
- Category management.
- Supply chain management.
- Business continuity.
- Crisis management.
- Stakeholder management.
Kemampuan analitis menjadi semakin penting karena procurement harus dapat menerjemahkan data menjadi keputusan.
Materi Training Procurement Risk Management dan Supply Chain Resilience
Program Training Procurement Risk Management dan Supply Chain Resilience dapat dirancang untuk memberikan pemahaman konseptual sekaligus kemampuan praktis.
Materi dapat mencakup:
- Konsep procurement risk management.
- Konsep supply chain resilience.
- Risk identification.
- Procurement risk assessment.
- Risk matrix.
- Risk scoring.
- Supplier risk assessment.
- Supplier segmentation.
- Supplier due diligence.
- Financial risk supplier.
- Quality risk.
- Delivery risk.
- Contract risk.
- Price risk.
- Logistics risk.
- Geopolitical risk.
- Cyber supply chain risk.
- ESG-related supply chain risk.
- Supplier diversification.
- Dual sourcing.
- Alternative sourcing.
- Safety stock strategy.
- Business continuity.
- Crisis response.
- Early warning system.
- Procurement risk dashboard.
- Supplier performance monitoring.
- Risk-based contract management.
- Total Cost of Ownership.
- Risk-adjusted procurement decision.
- Procurement risk KPI.
- Penyusunan risk register.
- Penyusunan supplier risk profile.
- Simulasi disruption scenario.
- Penyusunan procurement resilience roadmap.
Metode Pembelajaran Training
Agar peserta tidak hanya memahami teori, training dapat menggunakan kombinasi metode:
- Presentasi interaktif.
- Studi kasus.
- Diskusi kelompok.
- Risk assessment exercise.
- Supplier evaluation simulation.
- Contract risk review.
- Risk matrix exercise.
- Scenario planning.
- Workshop penyusunan risk register.
- Simulasi crisis response.
Pendekatan berbasis praktik akan membantu peserta menghubungkan konsep dengan kondisi procurement di organisasi masing-masing.
Siapa yang Perlu Mengikuti Training?
Training ini relevan bagi berbagai profesional yang terlibat dalam procurement dan supply chain.
Peserta yang dapat mengikuti antara lain:
- Procurement Manager.
- Procurement Officer.
- Purchasing Manager.
- Purchasing Officer.
- Supply Chain Manager.
- Supply Chain Planner.
- Strategic Sourcing Specialist.
- Category Manager.
- Supplier Relationship Manager.
- Contract Manager.
- Risk Manager.
- Internal Auditor.
- Quality Manager.
- Warehouse Manager.
- Logistics Manager.
- Project Manager.
- Manajemen perusahaan.
- Profesional procurement sektor publik.
Training juga relevan bagi organisasi yang sedang melakukan transformasi procurement menuju pendekatan strategic procurement.
Manfaat Mengikuti Training Procurement Risk Management dan Supply Chain Resilience
Peserta diharapkan mampu memperoleh manfaat praktis, seperti:
Meningkatkan Kemampuan Identifikasi Risiko
Peserta memahami bagaimana menemukan risiko sebelum risiko tersebut berubah menjadi masalah operasional.
Meningkatkan Kualitas Supplier Selection
Supplier tidak lagi dinilai hanya berdasarkan harga, tetapi berdasarkan kemampuan, reliability, financial health, compliance, dan risk exposure.
Meningkatkan Supply Continuity
Organisasi dapat membangun strategi untuk mempertahankan ketersediaan barang dan jasa kritis.
Memperkuat Contract Management
Peserta memahami bagaimana risiko dapat diantisipasi melalui desain dan pengelolaan kontrak.
Meningkatkan Pengambilan Keputusan
Keputusan procurement menjadi lebih berbasis data dan risk-adjusted value.
Membangun Procurement yang Resilient
Procurement tidak hanya mengejar efisiensi jangka pendek, tetapi juga ketahanan jangka panjang.
Roadmap Implementasi Procurement Risk Management
Organisasi dapat menggunakan roadmap berikut:
| Tahap | Aktivitas |
|---|---|
| 1 | Menentukan risk governance |
| 2 | Memetakan procurement process |
| 3 | Mengidentifikasi critical category |
| 4 | Melakukan supplier risk assessment |
| 5 | Menyusun risk register |
| 6 | Menentukan risk appetite |
| 7 | Menetapkan mitigation strategy |
| 8 | Menyiapkan alternative sourcing |
| 9 | Membangun monitoring system |
| 10 | Melakukan review berkala |
Implementasi tidak harus dilakukan sekaligus.
Organisasi dapat memulai dari kategori dan supplier yang paling kritis.
Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Procurement Risk Management
Beberapa kesalahan yang perlu dihindari antara lain:
Hanya Fokus pada Harga
Harga rendah tidak selalu berarti procurement yang efisien.
Tidak Melakukan Supplier Due Diligence
Supplier baru langsung digunakan tanpa evaluasi yang memadai.
Tidak Memiliki Supplier Alternatif
Ketergantungan pada single supplier dapat menjadi single point of failure.
Risk Register Tidak Diperbarui
Risk register yang hanya dibuat untuk memenuhi administrasi tidak memberikan manfaat nyata.
Tidak Melibatkan Stakeholder
Procurement risk seharusnya tidak dikelola procurement sendirian.
Fungsi seperti finance, legal, quality, operations, IT, risk management, dan manajemen perlu dilibatkan sesuai kebutuhan.
Tidak Menguji Business Continuity Plan
Rencana kontinjensi yang tidak pernah diuji belum tentu efektif ketika krisis benar-benar terjadi.
Procurement Risk Management sebagai Bagian dari Strategic Procurement
Strategic procurement bertujuan menciptakan value bagi organisasi.
Value tersebut bukan hanya saving.
Value dapat berbentuk:
- Cost efficiency.
- Quality improvement.
- Innovation.
- Supply continuity.
- Risk reduction.
- Compliance.
- Sustainability.
- Operational excellence.
Karena itu, procurement risk management harus menjadi bagian integral dari strategic procurement.
Organisasi yang berhasil menggabungkan cost optimization dengan risk management akan memiliki procurement yang lebih seimbang.
Perbedaan Procurement Efficiency dan Procurement Resilience
Kedua konsep tersebut saling melengkapi.
| Procurement Efficiency | Procurement Resilience |
|---|---|
| Fokus pada efisiensi biaya | Fokus pada ketahanan |
| Mengurangi waste | Mengurangi disruption impact |
| Optimasi proses | Optimasi kemampuan recovery |
| Lean inventory | Strategic buffer |
| Supplier consolidation | Supplier diversification |
| Short-term efficiency | Long-term sustainability |
Organisasi tidak harus memilih salah satunya.
Pendekatan terbaik adalah mencari optimal balance between efficiency and resilience.
Mengukur Tingkat Supply Chain Resilience
Organisasi dapat mengembangkan resilience scorecard.
Beberapa dimensi yang dapat digunakan:
- Supplier diversification.
- Critical supplier coverage.
- Alternative sourcing readiness.
- Inventory resilience.
- Logistics flexibility.
- Visibility.
- Risk monitoring.
- Recovery capability.
- Crisis response.
- Supplier collaboration.
Setiap dimensi dapat diberikan skor dan target peningkatan.
Peran Manajemen dalam Membangun Supply Chain Resilience
Supply chain resilience bukan hanya tanggung jawab procurement.
Manajemen memiliki peran dalam:
- Menetapkan risk appetite.
- Menyediakan anggaran mitigasi.
- Mendukung supplier diversification.
- Menetapkan business continuity policy.
- Mengintegrasikan risk management dengan procurement.
- Mendorong kolaborasi lintas fungsi.
- Mendukung investasi teknologi.
- Menetapkan governance.
Tanpa dukungan manajemen, procurement sering kali kesulitan menjalankan strategi resilience karena beberapa mitigasi membutuhkan biaya tambahan.
Masa Depan Procurement Risk Management
Perkembangan procurement ke depan akan semakin dipengaruhi oleh data, teknologi, ketidakpastian global, dan kebutuhan resilience.
Procurement professional perlu bertransformasi dari:
Buyer → Strategic Business Partner
Perubahan tersebut berarti procurement harus memahami bukan hanya proses pembelian, tetapi juga:
- Business strategy.
- Financial impact.
- Operational risk.
- Supplier ecosystem.
- Technology.
- Market dynamics.
- Sustainability.
- Business continuity.
Artificial intelligence dan predictive analytics juga berpotensi membantu organisasi mendeteksi pola risiko lebih cepat.
Namun, teknologi tetap membutuhkan governance, kualitas data, kompetensi manusia, dan proses pengambilan keputusan yang baik.
Kesimpulan
Training Procurement Risk Management dan Supply Chain Resilience menjadi semakin penting bagi organisasi yang menghadapi lingkungan bisnis dengan tingkat ketidakpastian tinggi.
Procurement modern tidak cukup hanya menghasilkan harga pembelian yang rendah. Procurement harus memastikan bahwa barang dan jasa yang dibutuhkan tersedia pada waktu yang tepat, dengan kualitas yang tepat, dari supplier yang mampu memenuhi kebutuhan secara berkelanjutan.
Procurement Risk Management memberikan kerangka untuk mengidentifikasi dan mengendalikan risiko. Sementara itu, Supply Chain Resilience memberikan kemampuan kepada organisasi untuk mengantisipasi, merespons, memulihkan, dan beradaptasi terhadap disruption.
Strategi seperti supplier diversification, alternative sourcing, supplier risk assessment, contract risk management, early warning system, business continuity planning, dan digital risk monitoring dapat membantu organisasi membangun rantai pasok yang lebih tangguh.
Pada akhirnya, tujuan procurement bukan sekadar buying at the lowest price, tetapi menciptakan the best value at an acceptable level of risk.
Organisasi yang mampu mengintegrasikan efisiensi, risk management, supplier collaboration, technology, dan resilience akan memiliki fondasi procurement yang lebih kuat dalam menghadapi perubahan dan gangguan di masa depan.
FAQ Training Procurement Risk Management dan Supply Chain Resilience
Apa yang dimaksud dengan Procurement Risk Management?
Procurement Risk Management adalah proses sistematis untuk mengidentifikasi, menilai, mengendalikan, dan memonitor risiko yang berkaitan dengan aktivitas pengadaan barang dan jasa, termasuk risiko supplier, harga, kualitas, kontrak, delivery, compliance, dan operasional.
Apa hubungan Procurement Risk Management dengan Supply Chain Resilience?
Procurement Risk Management membantu organisasi mengurangi dan mengendalikan risiko pengadaan, sedangkan Supply Chain Resilience berfokus pada kemampuan organisasi untuk menghadapi, merespons, memulihkan, dan beradaptasi terhadap gangguan rantai pasok.
Mengapa supplier risk assessment penting?
Supplier risk assessment membantu organisasi mengetahui kemampuan dan potensi risiko supplier sebelum risiko tersebut mengganggu operasional. Penilaian dapat mencakup aspek keuangan, kapasitas, kualitas, delivery, compliance, teknologi, cybersecurity, dan business continuity.
Apakah supplier diversification selalu lebih baik?
Tidak selalu. Diversifikasi supplier dapat mengurangi concentration risk, tetapi juga dapat meningkatkan kompleksitas pengelolaan dan biaya. Strategi tersebut perlu disesuaikan dengan criticality, market condition, cost, quality, dan kebutuhan organisasi.
Apa saja risiko utama dalam procurement?
Risiko utama meliputi supplier failure, keterlambatan pengiriman, masalah kualitas, kenaikan harga, risiko kontrak, risiko finansial supplier, risiko logistik, risiko geopolitik, cybersecurity, compliance, dan ketergantungan terhadap supplier tertentu.
Siapa yang cocok mengikuti Training Procurement Risk Management dan Supply Chain Resilience?
Training cocok bagi procurement, purchasing, strategic sourcing, category management, supply chain, logistics, contract management, risk management, internal audit, quality, project management, serta manajemen yang terlibat dalam pengambilan keputusan procurement.
Apa hasil yang diharapkan setelah mengikuti training?
Peserta diharapkan mampu mengidentifikasi procurement risk, melakukan supplier risk assessment, menyusun risk register, menentukan strategi mitigasi, mengembangkan supplier resilience, membuat early warning indicator, dan menyusun strategi menghadapi supply chain disruption.
Tingkatkan Kompetensi Procurement Anda Sekarang
Lokasi: HI Hotel Senen
📍 Jl. Pasar Senen No.3 Jakarta Pusat 10410
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: Serela Cihampelas Hotel Bandun
📍 Jl. Cihampelas No.147, Cipaganti, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat 40131
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: Swiss-Belexpress Kuta Legian
📍 Jl. Legian Gg. Troppozone, Lingkungan Pelasa, Kuta, Kec. Kuta, Kabupaten Badung, Bali 80361
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: Hotel NEO+ - Bp
📍 Jl. Mayjend Sutoyo No.67, Gunungsari Ulu, Kec. Balikpapan Tengah, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur 7612
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: Biz Hotel - Batam
📍 Komplek Nagoya Newtown Blok T No.15 Jalan Kompleks Nagoya City Walk, Lubuk Baja Kota, Kec. Lubuk Baja, Kota Batam, Kepulauan Riau 2944
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: MaxOne Hotel Dharmahusada
📍 Jl. Dharmahusada No.189, Mojo, Kec. Gubeng, Surabaya, Jawa Timur 60285
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: Gets Hotel Malang
📍 Jl. Brigjend Slamet Riadi No.38, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65119
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: favehotel S. Parman - Medan
📍 Jl. S. Parman No.313A, Petisah Hulu, Kec. Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara 20152
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: FOX Lite Hotel Samarinda
📍 Jl. Mayor Jendral S. Parman No.15, Temindung Permai, Kec. Sungai Pinang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75119
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: Aston Inn Pantai Losari - Makassar
📍 Jl. Daeng Tompo No.28-36, Maloku, Kec. Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90112
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Jakarta Hotel HI Jakarta
Bandung Hotel Fave Serela Cihamplas
Yogjakarta Hotel Amaris Maliboro
Bali Swibell Express Kuta Legian
Surabaya Hotel Max One
Malang Hotel Gets
Bali Hotel Swisbel Inn Exsperes Kuta
Makassar Hotel Aston Inn
Balikpapan Hotel Neo
Samarinda Hotel Fox
Batam Hotel BIZ
Medan Hotel Fave Medan
dan Hotel Pilihan Sesuai Request Peserta

