Training Manajemen Risiko dan Tanggap Darurat di Laboratorium 2026-2027: Panduan Lengkap Meningkatkan Keselamatan dan Kesiapsiagaan Laboratorium
INFORMASI ALAMAT & NOMOR TELEPON
Untuk mengirim pesan singkat kepada kami, Anda dapat menghubungi salah satu customer service yang sudah kami cantumkan
KONTAK KAMI
18 Office Park Building, 21th Floor Unit C
Jl. TB Simatupang No. 18, Pasar Minggu
Jakarta Selatan, 12520
info@bimtekedukasi.com
0821-9026-8799
Daftar Isi
ToggleLaboratorium merupakan salah satu lingkungan kerja yang memiliki tingkat kompleksitas tinggi karena melibatkan berbagai aktivitas teknis, penggunaan bahan berbahaya, pengoperasian instrumen khusus, serta proses penelitian dan pengujian yang membutuhkan tingkat ketelitian tinggi.
Memasuki periode 2026-2027, kebutuhan terhadap sistem keselamatan laboratorium semakin meningkat seiring berkembangnya teknologi laboratorium, bertambahnya jenis bahan yang digunakan, serta meningkatnya tuntutan standar keselamatan kerja di berbagai sektor industri dan pemerintahan.
Training Manajemen Risiko dan Tanggap Darurat di Laboratorium menjadi salah satu program penting untuk memastikan seluruh personel laboratorium memiliki kemampuan dalam mengenali potensi bahaya, melakukan pengendalian risiko, serta mengambil tindakan cepat ketika terjadi keadaan darurat.
Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada teori keselamatan kerja, tetapi juga memberikan pemahaman praktis mengenai bagaimana membangun budaya keselamatan, menerapkan prosedur operasional standar (SOP), menggunakan alat pelindung diri (APD), serta menjalankan prosedur penyelamatan ketika terjadi insiden.
Laboratorium yang menerapkan sistem manajemen risiko secara baik mampu mengurangi kemungkinan kecelakaan kerja, meningkatkan efisiensi operasional, dan menjaga kualitas hasil pengujian maupun penelitian.
Pentingnya Training Manajemen Risiko dan Tanggap Darurat di Laboratorium 2026-2027
Setiap aktivitas laboratorium memiliki potensi risiko yang harus dikendalikan. Risiko tersebut dapat berasal dari bahan kimia, bahan biologis, peralatan mekanik, listrik, suhu ekstrem, tekanan tinggi, maupun faktor manusia.
Banyak kecelakaan laboratorium terjadi bukan hanya karena adanya bahaya, tetapi karena kurangnya pemahaman terhadap cara mengidentifikasi dan mengendalikan bahaya tersebut.
Melalui Training Manajemen Risiko dan Tanggap Darurat di Laboratorium, peserta akan memahami bagaimana melakukan pendekatan pencegahan sebelum kecelakaan terjadi.
Beberapa alasan utama pentingnya pelatihan ini antara lain:
- Meningkatkan kemampuan identifikasi potensi bahaya di laboratorium.
- Mengurangi risiko kecelakaan akibat kesalahan prosedur kerja.
- Meningkatkan kesiapan menghadapi kondisi darurat.
- Membantu penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
- Meningkatkan kepatuhan terhadap SOP laboratorium.
- Membentuk budaya kerja aman dan bertanggung jawab.
Keselamatan laboratorium bukan hanya tanggung jawab petugas keselamatan atau kepala laboratorium, tetapi menjadi kewajiban seluruh personel yang melakukan aktivitas di dalam area laboratorium.
Pengertian Manajemen Risiko Laboratorium
Manajemen risiko laboratorium adalah proses terstruktur untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, mengendalikan, dan memantau risiko yang muncul dari aktivitas laboratorium.
Tujuan utama manajemen risiko adalah mencegah terjadinya kejadian yang dapat menyebabkan:
- Cedera terhadap pekerja.
- Kerusakan fasilitas dan peralatan.
- Gangguan operasional.
- Pencemaran lingkungan.
- Kerugian finansial.
- Penurunan kualitas hasil penelitian atau pengujian.
Dalam penerapannya, manajemen risiko menggunakan pendekatan sistematis agar setiap potensi bahaya dapat dikendalikan sejak awal.
Tahapan utama manajemen risiko laboratorium meliputi:
| Tahapan | Penjelasan |
|---|---|
| Identifikasi Bahaya | Menemukan sumber bahaya dari aktivitas, bahan, dan peralatan laboratorium |
| Penilaian Risiko | Mengukur tingkat kemungkinan dan dampak suatu bahaya |
| Pengendalian Risiko | Menentukan tindakan pencegahan dan perlindungan |
| Implementasi | Menerapkan prosedur keselamatan dalam aktivitas kerja |
| Evaluasi | Melakukan pemeriksaan efektivitas pengendalian risiko |
Pendekatan ini memungkinkan laboratorium membuat sistem keselamatan yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Peran Training dalam Membangun Budaya Keselamatan Laboratorium
Budaya keselamatan tidak dapat terbentuk hanya melalui pemasangan tanda peringatan atau penyediaan APD. Budaya keselamatan harus dibangun melalui kebiasaan, pemahaman, dan kedisiplinan seluruh pengguna laboratorium.
Training Manajemen Risiko dan Tanggap Darurat membantu mengubah pola kerja dari pendekatan reaktif menjadi pendekatan preventif.
Pendekatan reaktif berarti organisasi baru bertindak setelah kecelakaan terjadi. Sementara pendekatan preventif berfokus pada pencegahan melalui identifikasi risiko sebelum kejadian.
Melalui pelatihan, peserta akan memahami:
- Cara mengenali kondisi tidak aman.
- Cara melaporkan potensi bahaya.
- Cara menggunakan APD dengan benar.
- Cara menangani bahan berbahaya.
- Cara melakukan evakuasi ketika terjadi keadaan darurat.
- Cara memberikan pertolongan awal.
Dengan meningkatnya kompetensi personel, risiko kecelakaan dapat ditekan secara signifikan.
Ruang Lingkup Training Manajemen Risiko dan Tanggap Darurat Laboratorium
Program training ini biasanya mencakup berbagai materi yang berkaitan dengan keselamatan operasional laboratorium.
Materi utama yang dibahas antara lain:
| Materi Training | Kompetensi yang Diperoleh |
|---|---|
| Dasar-Dasar K3 Laboratorium | Memahami prinsip keselamatan kerja |
| Identifikasi Bahaya | Mengenali sumber risiko di area kerja |
| Penilaian Risiko | Melakukan analisis tingkat risiko |
| Pengendalian Bahaya | Menentukan metode mitigasi yang tepat |
| Penggunaan APD | Memilih dan menggunakan perlindungan diri |
| Penanganan Bahan Berbahaya | Mengelola bahan kimia dan biologis secara aman |
| Prosedur Darurat | Merespons insiden secara cepat dan tepat |
| Simulasi Evakuasi | Melakukan tindakan penyelamatan saat keadaan darurat |
Materi tersebut dirancang agar peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menerapkannya dalam aktivitas laboratorium sehari-hari.
Jenis-Jenis Risiko dalam Laboratorium yang Perlu Dikendalikan
Laboratorium memiliki karakteristik risiko yang berbeda dibandingkan lingkungan kerja lainnya. Aktivitas yang melibatkan bahan kimia, sampel biologis, instrumen analisis, serta proses pengujian tertentu membutuhkan pengendalian risiko yang terencana.
Dalam Training Manajemen Risiko dan Tanggap Darurat di Laboratorium 2026-2027, peserta akan mempelajari bahwa setiap bahaya harus dikenali sejak awal agar dapat dilakukan tindakan pencegahan yang tepat.
Secara umum, risiko di laboratorium dapat dikelompokkan menjadi beberapa kategori utama, yaitu risiko kimia, biologis, fisik, ergonomi, listrik, kebakaran, dan risiko akibat faktor manusia.
Risiko Kimia di Laboratorium
Risiko kimia merupakan salah satu jenis bahaya terbesar dalam aktivitas laboratorium. Banyak laboratorium menggunakan bahan kimia dengan karakteristik berbeda, mulai dari bahan korosif, beracun, mudah terbakar, reaktif, hingga bahan yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan jangka panjang.
Contoh bahan yang memiliki risiko tinggi:
- Asam kuat seperti asam sulfat dan asam klorida.
- Basa kuat seperti natrium hidroksida.
- Pelarut organik yang mudah terbakar.
- Bahan oksidator.
- Bahan kimia beracun.
- Gas bertekanan.
Bahaya yang dapat terjadi akibat penggunaan bahan kimia antara lain:
- Luka bakar kimia.
- Keracunan akibat paparan.
- Iritasi mata dan kulit.
- Kebakaran.
- Ledakan akibat reaksi tidak terkendali.
- Pencemaran lingkungan.
Pengendalian risiko kimia dapat dilakukan melalui beberapa langkah:
| Pengendalian | Penerapan |
|---|---|
| Eliminasi | Mengurangi penggunaan bahan berbahaya jika tersedia alternatif yang lebih aman |
| Substitusi | Mengganti bahan berisiko tinggi dengan bahan yang lebih rendah risikonya |
| Rekayasa Teknik | Menggunakan lemari asam, ventilasi, dan sistem pengaman |
| Administratif | Membuat SOP, pelabelan bahan, dan pelatihan pekerja |
| APD | Menggunakan sarung tangan, kacamata keselamatan, masker, dan pakaian pelindung |
Pemahaman terhadap karakteristik bahan kimia menjadi faktor penting dalam mencegah kecelakaan.
Risiko Biologis di Laboratorium
Laboratorium yang menangani sampel biologis memiliki potensi paparan terhadap mikroorganisme yang dapat menyebabkan penyakit atau kontaminasi.
Risiko biologis sering ditemukan pada:
- Laboratorium mikrobiologi.
- Laboratorium kesehatan.
- Laboratorium penelitian biologi.
- Laboratorium pengujian makanan.
- Laboratorium lingkungan.
Beberapa sumber bahaya biologis meliputi:
- Bakteri patogen.
- Virus.
- Jamur.
- Sampel darah atau cairan tubuh.
- Limbah biologis.
Tindakan pengendalian risiko biologis meliputi:
- Menggunakan prosedur kerja aseptik.
- Mengikuti tingkat keamanan biologis yang sesuai.
- Melakukan dekontaminasi alat dan area kerja.
- Menggunakan alat pelindung diri.
- Mengelola limbah biologis sesuai prosedur.
Kesalahan kecil seperti tidak mencuci tangan setelah bekerja atau membuang limbah biologis secara tidak benar dapat meningkatkan risiko kontaminasi.
Risiko Fisik di Laboratorium
Risiko fisik berasal dari kondisi lingkungan kerja, peralatan, maupun proses operasional laboratorium.
Beberapa contoh risiko fisik:
| Sumber Risiko | Dampak |
|---|---|
| Pecahan kaca | Luka sayatan dan cedera tangan |
| Suhu tinggi | Luka bakar |
| Suhu rendah ekstrem | Kerusakan jaringan tubuh |
| Mesin berputar | Cedera mekanik |
| Kebisingan alat | Gangguan pendengaran |
| Radiasi | Gangguan kesehatan akibat paparan |
Peralatan laboratorium seperti oven, autoklaf, sentrifus, spektrometer, dan instrumen lainnya harus digunakan sesuai prosedur.
Kesalahan penggunaan alat dapat menyebabkan kerusakan instrumen maupun kecelakaan terhadap operator.
Risiko Kebakaran dan Ledakan di Laboratorium
Kebakaran menjadi salah satu kondisi darurat yang paling sering menjadi perhatian dalam sistem keselamatan laboratorium.
Penyebab kebakaran dapat berasal dari:
- Penyimpanan bahan mudah terbakar yang tidak sesuai.
- Percikan api dari peralatan listrik.
- Reaksi kimia eksoterm.
- Kebocoran gas.
- Penggunaan sumber panas tanpa pengawasan.
Jenis kebakaran di laboratorium dapat berbeda tergantung sumber bahan yang terbakar.
| Kelas Kebakaran | Sumber Api | Contoh |
|---|---|---|
| Kelas A | Bahan padat | Kertas, plastik, kayu |
| Kelas B | Cairan mudah terbakar | Alkohol, pelarut organik |
| Kelas C | Gas atau listrik | Gas laboratorium, peralatan listrik |
| Kelas D | Logam tertentu | Magnesium, natrium |
Karena karakteristik kebakaran berbeda, penggunaan alat pemadam api harus disesuaikan dengan jenis kebakaran.
Risiko Ergonomi di Laboratorium
Faktor ergonomi sering kali kurang diperhatikan karena dianggap bukan risiko utama. Namun, aktivitas laboratorium yang dilakukan secara berulang dapat menyebabkan gangguan kesehatan.
Contoh faktor ergonomi:
- Duduk terlalu lama saat melakukan analisis.
- Posisi mikroskop yang tidak sesuai.
- Gerakan berulang saat menggunakan pipet.
- Mengangkat peralatan berat.
- Area kerja yang tidak nyaman.
Dampak yang dapat terjadi:
- Nyeri punggung.
- Cedera otot.
- Kelelahan.
- Penurunan konsentrasi kerja.
Penerapan ergonomi membantu meningkatkan kenyamanan sekaligus mengurangi risiko kesalahan kerja.
Metode Identifikasi Bahaya di Laboratorium
Salah satu kompetensi utama dalam Training Manajemen Risiko dan Tanggap Darurat di Laboratorium adalah kemampuan melakukan identifikasi bahaya.
Identifikasi bahaya merupakan proses menemukan sumber risiko sebelum menyebabkan kecelakaan.
Beberapa metode yang umum digunakan antara lain:
Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC)
HIRADC merupakan metode yang banyak digunakan dalam sistem manajemen K3.
Tahapan HIRADC meliputi:
- Mengidentifikasi aktivitas pekerjaan.
- Menentukan potensi bahaya.
- Menilai tingkat risiko.
- Menentukan pengendalian.
- Melakukan evaluasi berkala.
Contoh sederhana:
| Aktivitas | Bahaya | Risiko | Pengendalian |
|---|---|---|---|
| Penggunaan pelarut kimia | Uap beracun | Gangguan pernapasan | Menggunakan lemari asam |
| Pemanasan bahan | Suhu tinggi | Luka bakar | Menggunakan sarung tangan tahan panas |
| Pemindahan bahan kimia | Tumpahan | Paparan kulit | Menggunakan wadah sekunder |
Job Safety Analysis (JSA)
JSA adalah metode analisis keselamatan berdasarkan langkah pekerjaan.
Metode ini membantu memahami:
- Apa pekerjaan yang dilakukan.
- Bahaya pada setiap tahapan.
- Cara kerja yang paling aman.
Contohnya pada proses preparasi sampel:
| Tahapan Kerja | Potensi Bahaya | Tindakan Pencegahan |
|---|---|---|
| Menimbang bahan | Paparan bahan kimia | Gunakan APD |
| Melarutkan bahan | Reaksi kimia | Ikuti prosedur pencampuran |
| Penyimpanan sampel | Salah label | Gunakan sistem identifikasi |
Risk Matrix atau Matriks Risiko
Risk Matrix digunakan untuk menentukan tingkat prioritas pengendalian risiko berdasarkan kemungkinan kejadian dan dampaknya.
Penilaian biasanya menggunakan dua faktor:
- Likelihood (kemungkinan terjadi).
- Severity (tingkat keparahan).
Contoh:
| Kemungkinan | Dampak | Tingkat Risiko |
|---|---|---|
| Rendah | Ringan | Risiko rendah |
| Sedang | Sedang | Risiko menengah |
| Tinggi | Berat | Risiko tinggi |
Semakin tinggi tingkat risiko, semakin cepat tindakan pengendalian harus dilakukan.
Hierarki Pengendalian Risiko Laboratorium
Pengendalian risiko tidak hanya dilakukan dengan penggunaan APD. Dalam sistem keselamatan modern, terdapat hierarki pengendalian risiko yang harus diterapkan.
Urutan pengendalian dari yang paling efektif:
Eliminasi
Menghilangkan sumber bahaya dari aktivitas kerja.
Contoh:
- Menghapus penggunaan bahan kimia yang tidak diperlukan.
- Mengurangi proses yang berpotensi menghasilkan bahaya.
Substitusi
Mengganti bahan atau metode dengan pilihan yang lebih aman.
Contoh:
- Menggunakan bahan kimia dengan tingkat toksisitas lebih rendah.
- Menggunakan metode analisis alternatif.
Pengendalian Rekayasa
Menggunakan teknologi atau desain fasilitas untuk mengurangi paparan.
Contoh:
- Lemari asam.
- Sistem ventilasi.
- Pelindung mesin.
- Alarm keselamatan.
Pengendalian Administratif
Mengatur cara kerja agar lebih aman.
Contoh:
- SOP laboratorium.
- Jadwal inspeksi.
- Pelatihan keselamatan.
- Sistem izin kerja.
Alat Pelindung Diri (APD)
APD menjadi perlindungan terakhir ketika bahaya masih belum dapat sepenuhnya dikendalikan.
Contoh APD laboratorium:
- Jas laboratorium.
- Kacamata keselamatan.
- Sarung tangan.
- Masker.
- Pelindung wajah.
- Sepatu keselamatan.
Contoh Penerapan Manajemen Risiko di Laboratorium
Salah satu contoh penerapan manajemen risiko dapat dilihat pada laboratorium pengujian kualitas bahan kimia.
Sebuah laboratorium melakukan analisis menggunakan pelarut organik yang mudah terbakar.
Risiko yang ditemukan:
- Uap pelarut dapat terhirup pekerja.
- Terdapat potensi kebakaran.
- Penyimpanan bahan belum sesuai klasifikasi.
Tindakan perbaikan yang dilakukan:
- Memindahkan proses ke area dengan ventilasi lebih baik.
- Menyediakan lemari penyimpanan bahan mudah terbakar.
- Memberikan pelatihan penggunaan APD.
- Melakukan simulasi kondisi darurat.
Hasilnya, risiko paparan dapat dikurangi dan kesiapan pekerja menghadapi keadaan darurat meningkat.
Sistem Tanggap Darurat Laboratorium
Tanggap darurat laboratorium merupakan bagian penting dalam sistem keselamatan kerja karena kecelakaan dapat terjadi meskipun berbagai tindakan pencegahan telah diterapkan.
Sistem tanggap darurat bertujuan memastikan setiap personel laboratorium mampu memberikan respons yang cepat, tepat, dan terkoordinasi ketika terjadi insiden.
Dalam Training Manajemen Risiko dan Tanggap Darurat di Laboratorium 2026-2027, peserta akan mempelajari bagaimana membangun kesiapan menghadapi berbagai kondisi darurat, mulai dari kebakaran, tumpahan bahan kimia, paparan bahan berbahaya, hingga kecelakaan akibat penggunaan peralatan laboratorium.
Sistem tanggap darurat yang baik harus mencakup beberapa elemen utama:
| Komponen Sistem Darurat | Fungsi |
|---|---|
| Identifikasi Kondisi Darurat | Mengenali jenis dan tingkat bahaya |
| Prosedur Respons | Menentukan tindakan yang harus dilakukan |
| Jalur Evakuasi | Memastikan proses penyelamatan berjalan aman |
| Tim Tanggap Darurat | Menentukan personel yang bertanggung jawab |
| Peralatan Darurat | Menyediakan alat pendukung penyelamatan |
| Komunikasi Darurat | Memastikan informasi dapat disampaikan dengan cepat |
| Evaluasi Pasca Insiden | Mencegah kejadian serupa terulang |
Laboratorium yang memiliki sistem tanggap darurat yang jelas akan lebih siap menghadapi situasi kritis dan mampu meminimalkan dampak kecelakaan.
Tujuan Sistem Tanggap Darurat Laboratorium
Penerapan sistem tanggap darurat bertujuan untuk:
- Melindungi keselamatan pekerja dan pengguna laboratorium.
- Mengurangi dampak kecelakaan.
- Mencegah penyebaran bahaya.
- Mempercepat proses penyelamatan.
- Mengurangi kerusakan fasilitas.
- Memastikan aktivitas laboratorium dapat kembali berjalan dengan aman.
Kecepatan respons menjadi faktor penting dalam kondisi darurat. Semakin cepat tindakan dilakukan, semakin kecil kemungkinan dampak berkembang menjadi lebih besar.
Prosedur Menghadapi Kebakaran di Laboratorium
Kebakaran laboratorium memiliki karakteristik khusus karena sering melibatkan bahan kimia mudah terbakar, gas, dan peralatan listrik.
Ketika terjadi kebakaran, tindakan pertama yang harus dilakukan adalah menjaga keselamatan diri dan orang di sekitar.
Langkah umum menghadapi kebakaran laboratorium:
- Tetap tenang dan segera mengenali sumber api.
- Aktifkan alarm kebakaran apabila tersedia.
- Informasikan kejadian kepada personel sekitar.
- Matikan sumber energi jika aman dilakukan.
- Gunakan alat pemadam api sesuai jenis kebakaran.
- Lakukan evakuasi apabila api tidak dapat dikendalikan.
- Hubungi tim tanggap darurat.
Penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR)
APAR merupakan salah satu perlengkapan penting dalam laboratorium.
Namun, penggunaan APAR harus dilakukan dengan benar.
Metode penggunaan APAR yang umum dikenal adalah PASS:
| Tahapan | Tindakan |
|---|---|
| Pull | Menarik pin pengaman APAR |
| Aim | Mengarahkan nozzle ke sumber api |
| Squeeze | Menekan tuas pemadam |
| Sweep | Menyapu arah semprotan dari sisi ke sisi |
Penggunaan APAR harus mempertimbangkan jenis kebakaran. Kesalahan memilih media pemadam dapat memperbesar risiko.
Contohnya, penggunaan air pada kebakaran akibat bahan kimia tertentu atau listrik dapat menyebabkan kondisi semakin berbahaya.
Penanganan Tumpahan Bahan Kimia di Laboratorium
Tumpahan bahan kimia merupakan salah satu insiden yang sering terjadi di laboratorium.
Tumpahan kecil sekalipun harus ditangani dengan benar karena beberapa bahan dapat menghasilkan uap berbahaya, reaksi kimia, atau menyebabkan luka pada kulit.
Langkah Penanganan Tumpahan Kimia
Prosedur umum penanganan tumpahan:
- Identifikasi jenis bahan yang tumpah.
- Periksa informasi keselamatan bahan melalui Safety Data Sheet (SDS).
- Gunakan APD yang sesuai.
- Batasi akses area tumpahan.
- Gunakan spill kit apabila tersedia.
- Bersihkan sesuai prosedur.
- Buang limbah hasil pembersihan sesuai aturan.
Tabel berikut menunjukkan contoh respons berdasarkan jenis bahan:
| Jenis Bahan | Risiko | Tindakan Awal |
|---|---|---|
| Asam kuat | Korosif | Gunakan bahan penetral sesuai prosedur |
| Pelarut mudah terbakar | Kebakaran | Jauhkan sumber api |
| Bahan beracun | Paparan kesehatan | Gunakan perlindungan pernapasan sesuai kebutuhan |
| Bahan biologis | Kontaminasi | Lakukan dekontaminasi |
Personel laboratorium tidak boleh melakukan pembersihan tumpahan tanpa memahami karakteristik bahan tersebut.
Penanganan Paparan Bahan Berbahaya
Paparan bahan berbahaya dapat terjadi melalui beberapa jalur:
- Kontak dengan kulit.
- Percikan ke mata.
- Terhirup melalui saluran pernapasan.
- Tertelan secara tidak sengaja.
Setiap laboratorium harus memiliki prosedur pertolongan pertama yang jelas.
Tindakan Awal Paparan Kimia
Apabila bahan kimia mengenai kulit:
- Segera lepaskan pakaian yang terkontaminasi.
- Bilas area terkena dengan air mengalir.
- Jangan menunda pertolongan.
- Laporkan kejadian kepada penanggung jawab.
Apabila mengenai mata:
- Gunakan eyewash station.
- Bilas mata sesuai prosedur.
- Segera lakukan pemeriksaan medis bila diperlukan.
Apabila terhirup:
- Pindahkan korban ke area dengan udara segar.
- Pantau kondisi korban.
- Hubungi bantuan medis.
Peralatan Darurat yang Wajib Tersedia di Laboratorium
Kesiapan laboratorium tidak hanya bergantung pada kemampuan personel, tetapi juga ketersediaan fasilitas pendukung.
Beberapa peralatan darurat yang umum diperlukan:
| Peralatan | Fungsi |
|---|---|
| APAR | Memadamkan kebakaran awal |
| Eyewash Station | Membilas mata dari paparan bahan |
| Safety Shower | Membersihkan tubuh dari bahan berbahaya |
| Spill Kit | Menangani tumpahan bahan |
| Kotak P3K | Pertolongan pertama |
| Alarm Darurat | Memberikan peringatan |
| Jalur Evakuasi | Mengarahkan penyelamatan |
Pemeriksaan rutin terhadap peralatan darurat sangat penting agar alat selalu siap digunakan saat dibutuhkan.
Simulasi Tanggap Darurat Laboratorium
Simulasi atau drill merupakan metode efektif untuk menguji kesiapan sistem tanggap darurat.
Banyak organisasi memiliki prosedur tertulis, tetapi belum tentu seluruh personel memahami cara menerapkannya dalam situasi nyata.
Melalui simulasi, peserta dapat:
- Memahami jalur evakuasi.
- Mengenali tugas masing-masing.
- Melatih komunikasi saat kondisi panik.
- Menguji efektivitas prosedur darurat.
- Menemukan kelemahan sistem keselamatan.
Contoh simulasi yang dapat dilakukan:
- Simulasi kebakaran laboratorium.
- Simulasi tumpahan bahan kimia.
- Simulasi evakuasi gedung.
- Simulasi kecelakaan kerja.
- Simulasi pertolongan pertama.
Hasil evaluasi simulasi dapat digunakan untuk memperbaiki sistem keselamatan laboratorium.
Contoh Kasus Nyata Insiden Laboratorium dan Pembelajaran Keselamatan
Kasus Kebakaran Akibat Penyimpanan Bahan Kimia Tidak Sesuai
Sebuah laboratorium penelitian mengalami kebakaran akibat penyimpanan bahan kimia mudah terbakar yang ditempatkan dekat sumber panas.
Penyebab utama kejadian:
- Tidak adanya pemisahan bahan berdasarkan karakteristik bahaya.
- Kurangnya inspeksi penyimpanan bahan.
- Personel belum memahami klasifikasi bahan kimia.
Dampak kejadian:
- Kerusakan fasilitas laboratorium.
- Gangguan aktivitas penelitian.
- Risiko cedera terhadap pekerja.
Pembelajaran dari kasus tersebut:
- Penyimpanan bahan harus mengikuti klasifikasi risiko.
- Pelatihan keselamatan harus dilakukan secara berkala.
- Inspeksi laboratorium harus menjadi kegiatan rutin.
Kasus Tumpahan Bahan Kimia Akibat Kesalahan Prosedur
Dalam sebuah aktivitas analisis, terjadi tumpahan bahan kimia karena wadah tidak ditutup dengan benar saat pemindahan.
Faktor penyebab:
- Prosedur kerja tidak dijalankan secara konsisten.
- Kurangnya perhatian terhadap detail keselamatan.
- Tidak menggunakan wadah sekunder.
Perbaikan yang dilakukan:
- Pelatihan ulang prosedur kerja.
- Evaluasi SOP.
- Peningkatan pengawasan penggunaan bahan kimia.
Kasus tersebut menunjukkan bahwa faktor manusia menjadi salah satu elemen penting dalam keselamatan laboratorium.
Peran Kompetensi Personel dalam Pencegahan Kecelakaan Laboratorium
Peralatan keselamatan yang lengkap tidak akan efektif tanpa kompetensi personel yang memadai.
Personel laboratorium harus memiliki kemampuan:
- Mengenali bahaya.
- Mengikuti prosedur kerja aman.
- Menggunakan alat keselamatan.
- Melaporkan kondisi tidak aman.
- Mengambil tindakan awal saat darurat.
Training Manajemen Risiko dan Tanggap Darurat di Laboratorium membantu memastikan setiap individu memiliki kemampuan yang sesuai dengan tanggung jawabnya.
Implementasi Training Manajemen Risiko dan Tanggap Darurat di Laboratorium 2026-2027
Penerapan Training Manajemen Risiko dan Tanggap Darurat di Laboratorium 2026-2027 merupakan langkah strategis bagi organisasi yang ingin meningkatkan standar keselamatan kerja dan memastikan seluruh aktivitas laboratorium berjalan sesuai prinsip K3.
Program pelatihan tidak hanya memberikan pemahaman teori mengenai bahaya laboratorium, tetapi juga membangun kemampuan praktis dalam menghadapi berbagai kondisi yang berpotensi mengganggu keselamatan operasional.
Implementasi training yang efektif perlu disesuaikan dengan karakteristik laboratorium, jenis aktivitas, bahan yang digunakan, serta tingkat risiko yang dimiliki.
Setiap laboratorium memiliki kebutuhan yang berbeda. Laboratorium kimia akan memiliki fokus risiko yang berbeda dengan laboratorium mikrobiologi, laboratorium kesehatan, atau laboratorium industri.
Oleh karena itu, program training perlu dirancang berdasarkan kebutuhan organisasi dan kondisi lapangan.
Tahapan Pelaksanaan Training Laboratorium
Agar pelatihan berjalan efektif, terdapat beberapa tahapan yang perlu dilakukan.
| Tahapan | Kegiatan |
|---|---|
| Analisis Kebutuhan | Mengidentifikasi kebutuhan keselamatan berdasarkan aktivitas laboratorium |
| Penyusunan Materi | Menentukan topik sesuai tingkat risiko |
| Pelaksanaan Training | Penyampaian teori dan praktik keselamatan |
| Simulasi | Melatih respons menghadapi kondisi darurat |
| Evaluasi | Mengukur pemahaman dan kemampuan peserta |
| Tindak Lanjut | Melakukan perbaikan sistem keselamatan |
Tahapan tersebut membantu memastikan bahwa training tidak hanya menjadi kegiatan formal, tetapi memberikan perubahan nyata dalam budaya kerja.
Materi Utama Training Manajemen Risiko dan Tanggap Darurat Laboratorium
Program training yang komprehensif biasanya mencakup beberapa materi utama.
Dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Laboratorium
Materi ini memberikan pemahaman mengenai prinsip dasar keselamatan kerja di laboratorium.
Peserta akan memahami:
- Konsep dasar K3.
- Peran setiap individu dalam keselamatan kerja.
- Faktor penyebab kecelakaan.
- Pentingnya budaya keselamatan.
- Tanggung jawab pengguna laboratorium.
Pemahaman dasar ini menjadi fondasi sebelum peserta mempelajari aspek teknis manajemen risiko.
Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko
Peserta akan dilatih untuk melakukan identifikasi bahaya menggunakan pendekatan yang sistematis.
Materi mencakup:
- Identifikasi sumber bahaya.
- Analisis tingkat risiko.
- Penyusunan matriks risiko.
- Penentuan prioritas pengendalian.
- Evaluasi efektivitas tindakan pencegahan.
Kemampuan ini membantu organisasi mengurangi risiko sebelum terjadi kecelakaan.
Pengendalian Risiko Laboratorium
Peserta mempelajari bagaimana memilih metode pengendalian yang tepat berdasarkan tingkat risiko.
Pengendalian dapat dilakukan melalui:
- Penghilangan sumber bahaya.
- Penggantian bahan atau metode kerja.
- Perbaikan fasilitas.
- Penerapan SOP.
- Penggunaan APD.
Pendekatan ini membantu menciptakan sistem kerja yang lebih aman dan efektif.
Prosedur Tanggap Darurat
Materi tanggap darurat berfokus pada kesiapan menghadapi kejadian tidak terduga.
Peserta mempelajari:
- Prosedur evakuasi.
- Penanganan kebakaran.
- Penanganan tumpahan bahan kimia.
- Penanganan paparan bahan berbahaya.
- Pertolongan pertama.
- Komunikasi saat keadaan darurat.
Target Peserta Training Manajemen Risiko dan Tanggap Darurat Laboratorium
Training ini dapat diikuti oleh berbagai pihak yang terlibat dalam aktivitas laboratorium.
Peserta yang sesuai antara lain:
- Kepala laboratorium.
- Supervisor laboratorium.
- Teknisi laboratorium.
- Analis laboratorium.
- Peneliti.
- Mahasiswa yang melakukan aktivitas laboratorium.
- Petugas K3.
- Manajemen fasilitas.
- Personel pendukung laboratorium.
Pelatihan ini juga relevan bagi organisasi yang ingin meningkatkan kepatuhan terhadap standar keselamatan kerja.
Manfaat Mengikuti Training Manajemen Risiko dan Tanggap Darurat di Laboratorium
Mengikuti training memberikan berbagai manfaat bagi individu maupun organisasi.
Manfaat Bagi Individu
Peserta akan mendapatkan kemampuan untuk:
- Mengenali potensi bahaya.
- Melakukan pekerjaan secara lebih aman.
- Menggunakan APD dengan benar.
- Menghadapi situasi darurat.
- Mengurangi kesalahan kerja.
- Meningkatkan kompetensi profesional.
Manfaat Bagi Organisasi
Bagi institusi atau perusahaan, manfaatnya antara lain:
- Mengurangi angka kecelakaan kerja.
- Meningkatkan produktivitas.
- Mengurangi kerusakan fasilitas.
- Memperkuat sistem K3.
- Meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi.
- Membangun budaya keselamatan.
Tabel berikut menunjukkan hubungan antara training dan peningkatan keselamatan:
| Sebelum Training | Setelah Training |
|---|---|
| Kurang memahami risiko | Mampu mengenali potensi bahaya |
| Respons darurat belum terarah | Memahami prosedur tanggap darurat |
| Penggunaan APD belum optimal | Menggunakan APD sesuai risiko |
| SOP kurang diterapkan | Lebih disiplin menjalankan prosedur |
| Kesadaran keselamatan rendah | Budaya keselamatan meningkat |
Evaluasi Keberhasilan Training Laboratorium
Evaluasi menjadi bagian penting untuk mengetahui apakah training memberikan dampak nyata.
Metode evaluasi dapat dilakukan melalui:
Evaluasi Pengetahuan
Dilakukan melalui:
- Pre-test sebelum pelatihan.
- Post-test setelah pelatihan.
- Diskusi studi kasus.
Tujuannya untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta.
Evaluasi Praktik
Dilakukan melalui:
- Simulasi penggunaan APAR.
- Praktik penggunaan APD.
- Simulasi evakuasi.
- Penanganan kondisi darurat.
Evaluasi praktik membantu memastikan peserta mampu menerapkan ilmu yang diperoleh.
Evaluasi Implementasi
Evaluasi lanjutan dilakukan dengan melihat penerapan di tempat kerja.
Indikator yang dapat digunakan:
- Penurunan kejadian kecelakaan.
- Kepatuhan penggunaan APD.
- Peningkatan pelaporan bahaya.
- Perbaikan prosedur kerja.
Tantangan Penerapan Manajemen Risiko Laboratorium
Walaupun sistem keselamatan sudah dirancang dengan baik, penerapannya masih dapat menghadapi berbagai tantangan.
Beberapa tantangan umum antara lain:
Kurangnya Kesadaran Keselamatan
Sebagian pekerja masih menganggap keselamatan sebagai formalitas.
Solusinya:
- Melakukan edukasi rutin.
- Memberikan contoh penerapan keselamatan.
- Mendorong keterlibatan seluruh personel.
Kurangnya Disiplin terhadap SOP
SOP yang baik tidak akan efektif jika tidak diterapkan.
Solusinya:
- Melakukan inspeksi rutin.
- Memberikan pengawasan.
- Melakukan evaluasi kepatuhan.
Keterbatasan Fasilitas
Beberapa laboratorium menghadapi kendala fasilitas keselamatan.
Solusinya:
- Melakukan analisis prioritas kebutuhan.
- Mengembangkan rencana peningkatan fasilitas.
- Mengoptimalkan sumber daya yang tersedia.
Kesimpulan Training Manajemen Risiko dan Tanggap Darurat di Laboratorium 2026-2027
Training Manajemen Risiko dan Tanggap Darurat di Laboratorium 2026-2027 merupakan program penting dalam membangun sistem keselamatan kerja yang efektif, terstruktur, dan berkelanjutan.
Laboratorium bukan hanya membutuhkan peralatan modern, tetapi juga membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dalam mengelola risiko.
Melalui pelatihan yang tepat, peserta mampu:
- Mengidentifikasi berbagai jenis bahaya laboratorium.
- Melakukan penilaian risiko secara sistematis.
- Menerapkan pengendalian risiko.
- Menggunakan APD dengan benar.
- Menangani kondisi darurat secara cepat dan tepat.
- Membangun budaya keselamatan di lingkungan kerja.
Keselamatan laboratorium merupakan investasi jangka panjang yang memberikan perlindungan terhadap manusia, fasilitas, lingkungan, dan keberlangsungan operasional organisasi.
FAQ Training Manajemen Risiko dan Tanggap Darurat di Laboratorium
Apa tujuan utama Training Manajemen Risiko dan Tanggap Darurat di Laboratorium?
Tujuan utama training adalah meningkatkan kemampuan peserta dalam mengenali bahaya, mengendalikan risiko, dan melakukan tindakan yang tepat ketika terjadi kondisi darurat di laboratorium.
Siapa saja yang perlu mengikuti training ini?
Training dapat diikuti oleh kepala laboratorium, analis, teknisi, peneliti, petugas K3, supervisor, mahasiswa praktikum, dan seluruh personel yang bekerja di lingkungan laboratorium.
Apa saja risiko yang dipelajari dalam training?
Materi mencakup risiko kimia, biologis, fisik, ergonomi, listrik, kebakaran, serta risiko akibat faktor manusia.
Mengapa manajemen risiko penting dalam laboratorium?
Manajemen risiko membantu mencegah kecelakaan dengan cara mengidentifikasi bahaya sebelum terjadi insiden dan menentukan langkah pengendalian yang tepat.
Apakah training membahas simulasi keadaan darurat?
Ya. Training biasanya mencakup simulasi seperti penanganan kebakaran, tumpahan bahan kimia, evakuasi, dan penggunaan peralatan keselamatan.
Apa manfaat training bagi perusahaan atau institusi?
Training membantu meningkatkan budaya keselamatan, mengurangi kecelakaan kerja, meningkatkan kepatuhan K3, serta menjaga kelancaran operasional laboratorium.
Seberapa sering training keselamatan laboratorium perlu dilakukan?
Pelatihan sebaiknya dilakukan secara berkala, terutama ketika terdapat perubahan prosedur kerja, penggunaan bahan baru, perubahan fasilitas, atau evaluasi menunjukkan adanya kebutuhan peningkatan kompetensi.
Tingkatkan Kompetensi Keselamatan Laboratorium Anda
Ikuti Training Manajemen Risiko dan Tanggap Darurat di Laboratorium 2026-2027 untuk membangun lingkungan kerja yang lebih aman, profesional, dan siap menghadapi berbagai kondisi darurat.
Daftar Training Sekarang, Tingkatkan Kompetensi Tim Anda, Wujudkan Laboratorium Aman dan Berstandar
Lokasi: HI Hotel Senen
📍 Jl. Pasar Senen No.3 Jakarta Pusat 10410
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: Serela Cihampelas Hotel Bandun
📍 Jl. Cihampelas No.147, Cipaganti, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat 40131
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: Swiss-Belexpress Kuta Legian
📍 Jl. Legian Gg. Troppozone, Lingkungan Pelasa, Kuta, Kec. Kuta, Kabupaten Badung, Bali 80361
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: Hotel NEO+ - Bp
📍 Jl. Mayjend Sutoyo No.67, Gunungsari Ulu, Kec. Balikpapan Tengah, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur 7612
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: Biz Hotel - Batam
📍 Komplek Nagoya Newtown Blok T No.15 Jalan Kompleks Nagoya City Walk, Lubuk Baja Kota, Kec. Lubuk Baja, Kota Batam, Kepulauan Riau 2944
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: MaxOne Hotel Dharmahusada
📍 Jl. Dharmahusada No.189, Mojo, Kec. Gubeng, Surabaya, Jawa Timur 60285
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: Gets Hotel Malang
📍 Jl. Brigjend Slamet Riadi No.38, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65119
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: favehotel S. Parman - Medan
📍 Jl. S. Parman No.313A, Petisah Hulu, Kec. Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara 20152
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: FOX Lite Hotel Samarinda
📍 Jl. Mayor Jendral S. Parman No.15, Temindung Permai, Kec. Sungai Pinang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75119
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: Aston Inn Pantai Losari - Makassar
📍 Jl. Daeng Tompo No.28-36, Maloku, Kec. Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90112
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Jakarta Hotel HI Jakarta
Bandung Hotel Fave Serela Cihamplas
Yogjakarta Hotel Amaris Maliboro
Bali Swibell Express Kuta Legian
Surabaya Hotel Max One
Malang Hotel Gets
Bali Hotel Swisbel Inn Exsperes Kuta
Makassar Hotel Aston Inn
Balikpapan Hotel Neo
Samarinda Hotel Fox
Batam Hotel BIZ
Medan Hotel Fave Medan
dan Hotel Pilihan Sesuai Request Peserta

