Bimtek Kepemimpinan Situasional untuk Meningkatkan Produktivitas ASN 2026-2027
INFORMASI ALAMAT & NOMOR TELEPON
Untuk mengirim pesan singkat kepada kami, Anda dapat menghubungi salah satu customer service yang sudah kami cantumkan
KONTAK KAMI
18 Office Park Building, 21th Floor Unit C
Jl. TB Simatupang No. 18, Pasar Minggu
Jakarta Selatan, 12520
info@bimtekedukasi.com
0821-9026-8799
Daftar Isi
ToggleMeta Deskripsi:
Bimtek Kepemimpinan Situasional untuk meningkatkan produktivitas ASN melalui strategi memimpin sesuai kondisi, kompetensi, dan kebutuhan organisasi.
Meta Tag:
Kepemimpinan Situasional, Produktivitas ASN, Leadership Pemerintah, Manajemen ASN
Kata Kunci Fokus:
Bimtek Kepemimpinan Situasional, Kepemimpinan Situasional ASN, Produktivitas ASN Pemerintah, Leadership Aparatur Pemerintah
Bimtek Kepemimpinan Situasional untuk Meningkatkan Produktivitas ASN
Pendahuluan
Organisasi pemerintahan saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Perubahan regulasi, perkembangan teknologi digital, tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang cepat, serta kebutuhan akan birokrasi yang profesional membuat aparatur pemerintah harus mampu beradaptasi secara berkelanjutan.
Dalam kondisi tersebut, kualitas kepemimpinan menjadi salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan organisasi. Pemimpin tidak hanya dituntut mampu mengarahkan pekerjaan, tetapi juga harus memahami karakter, kompetensi, motivasi, dan kebutuhan setiap anggota tim.
Setiap ASN memiliki tingkat kemampuan dan kesiapan kerja yang berbeda. Ada pegawai yang membutuhkan arahan lebih banyak karena masih dalam tahap belajar, sementara pegawai lain sudah memiliki kompetensi tinggi sehingga membutuhkan ruang untuk berinovasi dan mengambil tanggung jawab lebih besar.
Pendekatan kepemimpinan yang sama kepada seluruh pegawai sering kali tidak memberikan hasil optimal. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan kepemimpinan yang fleksibel dan mampu menyesuaikan dengan kondisi individu maupun organisasi.
Salah satu pendekatan yang relevan untuk lingkungan pemerintahan adalah Kepemimpinan Situasional (Situational Leadership).
Kepemimpinan situasional merupakan gaya kepemimpinan yang menekankan kemampuan pemimpin dalam menyesuaikan pendekatan kepemimpinan berdasarkan tingkat kesiapan, kompetensi, dan motivasi pegawai yang dipimpin.
Melalui pendekatan ini, seorang pemimpin dapat menentukan kapan harus memberikan instruksi, kapan melakukan pembinaan, kapan memberikan dukungan, serta kapan memberikan delegasi penuh kepada ASN.
Dalam konteks peningkatan produktivitas ASN, kepemimpinan situasional membantu menciptakan lingkungan kerja yang lebih efektif, meningkatkan motivasi pegawai, mempercepat pengembangan kompetensi, dan mendorong tercapainya target organisasi.
Melalui Bimtek Kepemimpinan Situasional untuk Meningkatkan Produktivitas ASN, peserta akan memahami bagaimana menerapkan gaya kepemimpinan yang adaptif, membangun hubungan kerja yang efektif, mengoptimalkan potensi pegawai, serta meningkatkan kinerja organisasi pemerintah.
Pengertian Kepemimpinan Situasional
Kepemimpinan situasional adalah pendekatan kepemimpinan yang menekankan bahwa tidak ada satu gaya kepemimpinan yang paling efektif untuk semua kondisi.
Efektivitas kepemimpinan bergantung pada:
- Kondisi organisasi.
- Tingkat kemampuan pegawai.
- Tingkat motivasi bawahan.
- Kompleksitas pekerjaan.
- Perubahan lingkungan kerja.
Seorang pemimpin situasional mampu membaca situasi dan memilih pendekatan yang paling tepat.
Sebagai contoh:
- ASN baru membutuhkan arahan dan pendampingan lebih intensif.
- ASN yang sudah berpengalaman membutuhkan kepercayaan dan ruang pengambilan keputusan.
- Tim yang sedang menghadapi perubahan membutuhkan dukungan dan komunikasi lebih kuat.
Dengan demikian, pemimpin tidak hanya menggunakan satu gaya kepemimpinan, tetapi mampu berpindah gaya sesuai kebutuhan.
Konsep Dasar Situational Leadership
Konsep kepemimpinan situasional pertama kali dikembangkan oleh Paul Hersey dan Kenneth Blanchard melalui teori Situational Leadership.
Teori ini menjelaskan bahwa efektivitas seorang pemimpin ditentukan oleh kemampuan menyesuaikan perilaku kepemimpinan dengan tingkat kesiapan bawahan.
Dalam konsep ini terdapat dua dimensi utama kepemimpinan:
Perilaku Pengarahan (Directive Behavior)
Perilaku pengarahan berkaitan dengan sejauh mana pemimpin memberikan instruksi, menjelaskan tugas, menetapkan standar kerja, dan mengawasi pelaksanaan pekerjaan.
Contoh perilaku pengarahan:
- Menjelaskan prosedur kerja.
- Memberikan target yang jelas.
- Menentukan langkah kerja.
- Memberikan instruksi teknis.
Pendekatan ini biasanya diperlukan bagi pegawai yang masih membutuhkan banyak bimbingan.
Perilaku Dukungan (Supportive Behavior)
Perilaku dukungan berkaitan dengan kemampuan pemimpin memberikan motivasi, mendengarkan pendapat, membangun kepercayaan, dan menciptakan hubungan kerja yang positif.
Contoh perilaku dukungan:
- Memberikan apresiasi.
- Membantu menyelesaikan hambatan.
- Memberikan kesempatan berdiskusi.
- Membangun rasa percaya diri pegawai.
Pendekatan ini penting untuk meningkatkan keterlibatan dan motivasi ASN.
Pentingnya Kepemimpinan Situasional bagi ASN
Lingkungan kerja pemerintahan memiliki karakteristik yang beragam. Setiap perangkat daerah, unit kerja, dan individu ASN memiliki kebutuhan yang berbeda.
Karena itu, pemimpin pemerintahan membutuhkan kemampuan adaptasi dalam memimpin.
Beberapa alasan pentingnya kepemimpinan situasional bagi ASN antara lain:
Meningkatkan Produktivitas Kerja
Pemimpin yang mampu menyesuaikan gaya kepemimpinan dapat membantu ASN bekerja lebih efektif.
Produktivitas meningkat karena:
- Tugas lebih dipahami.
- Dukungan tersedia saat dibutuhkan.
- Pegawai merasa dihargai.
- Potensi individu lebih berkembang.
Mengoptimalkan Kompetensi ASN
Setiap ASN memiliki tingkat kompetensi yang berbeda.
Kepemimpinan situasional membantu pemimpin:
- Mengidentifikasi kebutuhan pengembangan pegawai.
- Memberikan pelatihan yang tepat.
- Menentukan tingkat tanggung jawab.
- Mengembangkan potensi individu.
Meningkatkan Motivasi Pegawai
Pegawai yang mendapatkan pendekatan kepemimpinan sesuai kebutuhannya akan lebih termotivasi.
Pemimpin dapat meningkatkan motivasi melalui:
- Pengakuan terhadap prestasi.
- Pemberian tanggung jawab.
- Kesempatan berkembang.
- Komunikasi yang positif.
Mendukung Reformasi Birokrasi
Reformasi birokrasi membutuhkan ASN yang profesional, adaptif, dan berorientasi kinerja.
Kepemimpinan situasional mendukung reformasi birokrasi melalui:
- Peningkatan budaya kerja.
- Penguatan kinerja organisasi.
- Pengembangan kompetensi ASN.
- Peningkatan kualitas pelayanan publik.
Hubungan Kepemimpinan Situasional dengan Produktivitas ASN
Produktivitas ASN tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh kualitas kepemimpinan yang diterapkan dalam organisasi.
Pemimpin yang memahami kondisi pegawai dapat menciptakan lingkungan kerja yang mendukung pencapaian kinerja.
Hubungan tersebut dapat dilihat melalui tabel berikut:
| Aspek Kepemimpinan | Dampak terhadap Produktivitas ASN |
|---|---|
| Pemberian arahan yang tepat | Pekerjaan lebih terarah |
| Dukungan pemimpin | Motivasi meningkat |
| Delegasi tanggung jawab | Kreativitas berkembang |
| Coaching dan mentoring | Kompetensi meningkat |
| Komunikasi efektif | Kesalahan kerja berkurang |
| Evaluasi berkala | Kinerja lebih terkontrol |
Dengan pendekatan situasional, pemimpin dapat menciptakan keseimbangan antara kebutuhan organisasi dan kebutuhan pengembangan pegawai.
Karakteristik Pemimpin Situasional
Pemimpin situasional memiliki karakteristik yang membedakannya dari gaya kepemimpinan konvensional.
Fleksibel dalam Memimpin
Pemimpin mampu menyesuaikan pendekatan berdasarkan situasi yang dihadapi.
Tidak semua masalah dapat diselesaikan dengan cara yang sama.
Mampu Membaca Kondisi Pegawai
Pemimpin harus memahami:
- Tingkat kompetensi.
- Pengalaman kerja.
- Motivasi.
- Hambatan yang dihadapi pegawai.
Pemahaman tersebut menjadi dasar dalam menentukan gaya kepemimpinan.
Komunikatif
Komunikasi menjadi kunci dalam kepemimpinan situasional.
Pemimpin harus mampu:
- Memberikan arahan.
- Mendengarkan masukan.
- Memberikan umpan balik.
- Menjelaskan harapan organisasi.
Berorientasi pada Pengembangan SDM
Pemimpin situasional tidak hanya mengejar hasil jangka pendek, tetapi juga membangun kemampuan pegawai untuk berkembang.
Mampu Memberikan Kepercayaan
Ketika pegawai memiliki kompetensi dan kesiapan tinggi, pemimpin perlu memberikan ruang untuk mengambil keputusan.
Kepercayaan meningkatkan:
- Rasa tanggung jawab.
- Kepemilikan terhadap pekerjaan.
- Kreativitas.
- Inovasi.
Tujuan Penerapan Kepemimpinan Situasional di Instansi Pemerintah
Penerapan kepemimpinan situasional memiliki berbagai tujuan strategis.
| Tujuan | Dampak |
|---|---|
| Menyesuaikan gaya kepemimpinan | Hubungan kerja lebih efektif |
| Meningkatkan kompetensi ASN | Kualitas SDM meningkat |
| Mendorong produktivitas | Target organisasi tercapai |
| Membangun motivasi | Keterlibatan pegawai meningkat |
| Mengembangkan kemandirian ASN | Tanggung jawab meningkat |
| Menciptakan budaya kerja positif | Organisasi lebih adaptif |
Manfaat Kepemimpinan Situasional bagi Organisasi Pemerintah
Implementasi kepemimpinan situasional memberikan manfaat besar bagi instansi pemerintah.
Manfaat tersebut meliputi:
- Meningkatkan efektivitas kepemimpinan.
- Mempercepat pengembangan ASN.
- Meningkatkan kualitas pelayanan publik.
- Mengurangi konflik dalam organisasi.
- Meningkatkan kerja sama tim.
- Mendorong inovasi.
- Memperkuat budaya kinerja.
Dengan pendekatan kepemimpinan yang tepat, organisasi pemerintah dapat mengoptimalkan sumber daya manusia dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan.
Model Kepemimpinan Situasional Hersey dan Blanchard
Salah satu konsep kepemimpinan situasional yang paling banyak digunakan dalam pengembangan organisasi adalah model yang dikembangkan oleh Paul Hersey dan Kenneth Blanchard. Model ini menjelaskan bahwa pemimpin harus mampu menyesuaikan gaya kepemimpinannya berdasarkan tingkat kesiapan atau kematangan anggota organisasi.
Dalam lingkungan pemerintahan, model ini sangat relevan karena ASN memiliki latar belakang, pengalaman, kompetensi, dan tingkat kemandirian yang berbeda-beda.
Menurut model Hersey dan Blanchard, kesiapan pegawai dipengaruhi oleh dua faktor utama:
- Kemampuan (competence), yaitu pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman dalam menjalankan pekerjaan.
- Komitmen (commitment), yaitu motivasi, kepercayaan diri, dan kemauan untuk menyelesaikan tugas.
Pemimpin yang efektif tidak memperlakukan semua ASN dengan cara yang sama, tetapi menyesuaikan pendekatan berdasarkan kondisi masing-masing individu.
Empat Gaya Kepemimpinan Situasional
Model kepemimpinan situasional membagi gaya kepemimpinan menjadi empat pendekatan utama, yaitu Directing, Coaching, Supporting, dan Delegating.
| Gaya Kepemimpinan | Fokus Utama | Kondisi ASN yang Sesuai |
|---|---|---|
| Directing | Memberikan arahan dan instruksi jelas | ASN baru atau belum memiliki pengalaman |
| Coaching | Mengarahkan sekaligus memberikan dukungan | ASN mulai berkembang tetapi masih membutuhkan bimbingan |
| Supporting | Memberikan dukungan dan kepercayaan | ASN memiliki kemampuan tetapi membutuhkan motivasi |
| Delegating | Memberikan tanggung jawab penuh | ASN kompeten dan mandiri |
Directing (Mengarahkan)
Gaya Directing digunakan ketika pegawai membutuhkan arahan yang jelas dan pengawasan lebih intensif.
Pada tahap ini, pemimpin berperan sebagai instruktur yang membantu pegawai memahami pekerjaan.
Karakteristik gaya Directing:
- Memberikan instruksi rinci.
- Menjelaskan standar kerja.
- Menetapkan target secara spesifik.
- Melakukan pengawasan lebih sering.
- Memberikan evaluasi langsung.
Contoh penerapan dalam pemerintahan:
Seorang kepala bidang memiliki ASN baru yang ditugaskan mengelola aplikasi administrasi keuangan. Karena belum memahami sistem tersebut, pemimpin memberikan arahan langkah demi langkah, menjelaskan prosedur kerja, serta melakukan monitoring secara berkala.
Tujuan utama gaya ini bukan untuk membatasi kreativitas, tetapi membangun dasar kemampuan agar pegawai dapat bekerja secara mandiri.
Coaching (Membimbing)
Gaya Coaching digunakan ketika pegawai mulai memiliki kemampuan dasar, tetapi masih membutuhkan dukungan dan motivasi.
Pemimpin tidak hanya memberikan instruksi, tetapi juga berdiskusi dan membantu pegawai menemukan solusi.
Karakteristik gaya Coaching:
- Memberikan arahan sekaligus kesempatan berdiskusi.
- Menjelaskan alasan di balik keputusan.
- Memberikan umpan balik.
- Mendorong pengembangan kemampuan.
- Membangun kepercayaan diri.
Contoh penerapan:
ASN yang sudah memahami tugas pelayanan publik diberikan tanggung jawab lebih besar untuk mengelola program inovasi pelayanan. Pemimpin memberikan arahan awal, tetapi juga membuka ruang diskusi agar pegawai mampu mengembangkan ide baru.
Supporting (Mendukung)
Gaya Supporting diterapkan kepada pegawai yang sudah memiliki kemampuan cukup baik, tetapi membutuhkan dukungan psikologis atau motivasi.
Dalam tahap ini, pemimpin lebih banyak berperan sebagai fasilitator.
Karakteristik gaya Supporting:
- Memberikan kepercayaan.
- Mendengarkan pendapat pegawai.
- Menghargai kontribusi.
- Memberikan dukungan moral.
- Melibatkan pegawai dalam pengambilan keputusan.
Contoh:
Seorang pejabat struktural memiliki tim ASN yang sudah berpengalaman dalam penyusunan program kerja. Pemimpin tidak lagi memberikan instruksi detail, tetapi lebih fokus memberikan dukungan dan memastikan hambatan dapat diselesaikan.
Delegating (Mendelegasikan)
Gaya Delegating diberikan kepada ASN yang memiliki kompetensi tinggi dan mampu bekerja secara mandiri.
Pemimpin memberikan kewenangan lebih besar agar pegawai dapat mengambil keputusan dan bertanggung jawab terhadap hasil pekerjaan.
Karakteristik gaya Delegating:
- Memberikan kepercayaan penuh.
- Mengurangi pengawasan langsung.
- Memberikan ruang inovasi.
- Menyerahkan tanggung jawab pekerjaan.
Contoh:
Seorang ASN senior yang telah memiliki pengalaman panjang dalam pengelolaan proyek diberikan kewenangan untuk memimpin tim pelaksana tanpa harus mendapatkan arahan detail setiap saat.
Tingkat Kesiapan ASN dalam Kepemimpinan Situasional
Keberhasilan penerapan kepemimpinan situasional bergantung pada kemampuan pemimpin membaca tingkat kesiapan ASN.
Tingkat kesiapan tersebut dapat dibagi menjadi empat kategori.
| Tingkat Kesiapan | Karakteristik ASN | Gaya Kepemimpinan |
|---|---|---|
| R1 | Kemampuan rendah, motivasi belum stabil | Directing |
| R2 | Mulai memiliki kemampuan tetapi masih membutuhkan dukungan | Coaching |
| R3 | Kompetensi baik tetapi membutuhkan motivasi | Supporting |
| R4 | Kompetensi dan komitmen tinggi | Delegating |
ASN Tingkat R1: Membutuhkan Arahan Tinggi
ASN pada tingkat ini biasanya:
- Baru memasuki lingkungan kerja.
- Belum memahami prosedur.
- Membutuhkan pendampingan.
- Kurang percaya diri.
Pemimpin harus memberikan:
- Instruksi jelas.
- Pelatihan dasar.
- Pendampingan kerja.
- Evaluasi rutin.
ASN Tingkat R2: Membutuhkan Pengembangan
ASN pada tahap ini mulai memahami pekerjaan tetapi masih menghadapi beberapa kendala.
Pemimpin perlu:
- Memberikan coaching.
- Membantu penyelesaian masalah.
- Memberikan motivasi.
- Mengembangkan keterampilan.
ASN Tingkat R3: Membutuhkan Dukungan
ASN tingkat R3 memiliki kemampuan yang baik, tetapi terkadang membutuhkan dorongan agar lebih percaya diri.
Pemimpin berperan untuk:
- Memberikan apresiasi.
- Melibatkan dalam pengambilan keputusan.
- Memberikan ruang inovasi.
ASN Tingkat R4: Siap Diberikan Delegasi
ASN tingkat R4 merupakan pegawai yang:
- Kompeten.
- Mandiri.
- Memiliki motivasi tinggi.
- Bertanggung jawab.
Pemimpin dapat memberikan:
- Kepercayaan penuh.
- Kewenangan lebih luas.
- Kesempatan memimpin.
Strategi Implementasi Kepemimpinan Situasional di Instansi Pemerintah
Penerapan kepemimpinan situasional membutuhkan strategi yang terencana agar memberikan dampak terhadap produktivitas ASN.
Melakukan Pemetaan Kompetensi ASN
Langkah pertama adalah memahami kondisi sumber daya manusia yang tersedia.
Pemetaan dapat dilakukan melalui:
- Evaluasi kinerja.
- Penilaian kompetensi.
- Analisis kebutuhan pelatihan.
- Pengamatan perilaku kerja.
Dengan pemetaan tersebut, pemimpin dapat menentukan pendekatan kepemimpinan yang tepat.
Membangun Budaya Coaching
Coaching menjadi salah satu metode penting dalam meningkatkan kapasitas ASN.
Budaya coaching membantu:
- Mengembangkan kemampuan pegawai.
- Meningkatkan penyelesaian masalah.
- Membangun komunikasi dua arah.
- Meningkatkan rasa tanggung jawab.
Pemimpin tidak hanya memberikan perintah, tetapi membantu pegawai berkembang.
Memberikan Umpan Balik Berkala
Feedback membantu ASN mengetahui:
- Kelebihan yang perlu dipertahankan.
- Kekurangan yang perlu diperbaiki.
- Target yang harus dicapai.
Umpan balik yang efektif harus:
- Spesifik.
- Berdasarkan fakta.
- Bersifat membangun.
- Diberikan secara konsisten.
Mendorong Kemandirian ASN
Tujuan akhir kepemimpinan situasional adalah menciptakan ASN yang mampu bekerja mandiri.
Pemimpin harus secara bertahap mengurangi ketergantungan pegawai terhadap arahan langsung.
Strategi yang dapat dilakukan:
- Memberikan tanggung jawab bertahap.
- Memberikan kesempatan mengambil keputusan.
- Mendorong inovasi.
- Menghargai inisiatif.
Kompetensi Pemimpin Situasional
Agar mampu menerapkan kepemimpinan situasional, seorang pemimpin pemerintah harus memiliki beberapa kompetensi utama.
Kemampuan Diagnostik
Pemimpin harus mampu membaca situasi dan memahami kebutuhan pegawai.
Kemampuan ini mencakup:
- Mengidentifikasi tingkat kompetensi ASN.
- Memahami motivasi pegawai.
- Menentukan gaya kepemimpinan yang sesuai.
Kemampuan Adaptasi
Pemimpin harus fleksibel dalam mengubah pendekatan kepemimpinan.
Contohnya:
- Memberikan instruksi kepada ASN baru.
- Melakukan coaching kepada ASN berkembang.
- Memberikan delegasi kepada ASN ahli.
Kemampuan Komunikasi Interpersonal
Komunikasi menjadi dasar hubungan antara pemimpin dan pegawai.
Pemimpin perlu mampu:
- Mendengarkan secara aktif.
- Memberikan arahan jelas.
- Menyampaikan kritik secara konstruktif.
- Membangun kepercayaan.
Kemampuan Pengembangan SDM
Pemimpin situasional harus berorientasi pada peningkatan kualitas ASN.
Hal ini dilakukan melalui:
- Mentoring.
- Coaching.
- Pelatihan.
- Pemberian pengalaman kerja.
Peran Kepemimpinan Situasional dalam Reformasi Birokrasi
Reformasi birokrasi membutuhkan perubahan budaya kerja ASN dari pola kerja administratif menuju pola kerja berbasis kinerja.
Kepemimpinan situasional mendukung reformasi birokrasi melalui:
| Area Reformasi | Kontribusi Kepemimpinan Situasional |
|---|---|
| Profesionalisme ASN | Pengembangan kompetensi pegawai |
| Budaya kerja | Membangun perilaku kerja positif |
| Kinerja organisasi | Penyesuaian gaya kepemimpinan dengan kebutuhan |
| Inovasi | Memberikan ruang kreativitas |
| Pelayanan publik | Mendorong ASN berorientasi masyarakat |
Pemimpin yang mampu menerapkan kepemimpinan situasional dapat menciptakan organisasi pemerintah yang lebih adaptif dan produktif.
Indikator Produktivitas ASN
Produktivitas ASN dapat diukur melalui beberapa indikator berikut:
| Indikator | Penjelasan |
|---|---|
| Kualitas pekerjaan | Tingkat ketepatan dan hasil pekerjaan |
| Efisiensi kerja | Kemampuan menyelesaikan tugas dengan sumber daya optimal |
| Ketepatan waktu | Penyelesaian pekerjaan sesuai target |
| Inovasi | Kemampuan menghasilkan perbaikan kerja |
| Kerja sama | Kemampuan berkolaborasi dalam tim |
| Tanggung jawab | Komitmen terhadap tugas dan organisasi |
Tantangan Implementasi Kepemimpinan Situasional
Meskipun efektif, penerapan kepemimpinan situasional memiliki beberapa tantangan.
Beberapa tantangan tersebut meliputi:
- Pemimpin belum mampu membaca karakter pegawai.
- Budaya birokrasi yang masih hierarkis.
- Keterbatasan kemampuan coaching pimpinan.
- Perbedaan motivasi antar ASN.
- Kurangnya evaluasi kepemimpinan.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, organisasi perlu meningkatkan kapasitas pemimpin melalui pelatihan dan pengembangan kompetensi.
Strategi Mengatasi Hambatan dalam Penerapan Kepemimpinan Situasional
Penerapan kepemimpinan situasional di lingkungan pemerintah membutuhkan komitmen dan kemampuan adaptasi dari para pemimpin. Meskipun pendekatan ini efektif dalam meningkatkan produktivitas ASN, terdapat berbagai hambatan yang dapat mengurangi keberhasilannya.
Hambatan tersebut tidak hanya berasal dari pemimpin, tetapi juga dari budaya organisasi, sistem kerja, dan kesiapan sumber daya manusia.
Oleh karena itu, diperlukan strategi yang tepat agar kepemimpinan situasional dapat diterapkan secara optimal.
Meningkatkan Kemampuan Pemimpin dalam Membaca Situasi
Salah satu tantangan utama dalam kepemimpinan situasional adalah kemampuan pemimpin dalam menentukan gaya kepemimpinan yang sesuai.
Tidak semua pemimpin mampu mengidentifikasi apakah seorang ASN membutuhkan arahan, dukungan, atau sudah siap diberikan kewenangan penuh.
Strategi yang dapat dilakukan:
- Melakukan evaluasi kompetensi ASN secara berkala.
- Memahami karakter dan gaya kerja pegawai.
- Melakukan komunikasi langsung dengan anggota tim.
- Menggunakan data kinerja sebagai dasar pengambilan keputusan.
Pemimpin yang mampu memahami kondisi pegawai akan lebih mudah menentukan pendekatan kepemimpinan yang efektif.
Mengubah Pola Kepemimpinan Tradisional
Sebagian organisasi pemerintah masih menerapkan pola kepemimpinan yang bersifat satu arah, yaitu pemimpin memberikan perintah dan bawahan menjalankan tugas.
Pola tersebut tidak selalu efektif dalam menghadapi kebutuhan organisasi modern.
Kepemimpinan situasional mendorong perubahan menuju kepemimpinan yang:
- Lebih fleksibel.
- Mengutamakan komunikasi.
- Memberikan ruang inovasi.
- Mengembangkan potensi pegawai.
- Berorientasi pada hasil.
Perubahan pola pikir pemimpin menjadi faktor penting agar ASN dapat berkembang secara optimal.
Membangun Budaya Coaching dan Mentoring
Banyak pemimpin masih berfokus pada penyelesaian tugas tanpa memberikan perhatian terhadap pengembangan pegawai.
Padahal, produktivitas ASN dalam jangka panjang sangat dipengaruhi oleh kemampuan organisasi dalam mengembangkan sumber daya manusia.
Budaya coaching membantu pemimpin:
- Mengidentifikasi potensi pegawai.
- Membantu ASN menemukan solusi.
- Meningkatkan rasa percaya diri.
- Membangun hubungan kerja yang positif.
Melalui coaching, pemimpin tidak hanya menjadi pemberi instruksi, tetapi juga menjadi pembimbing dan pengembang talenta ASN.
Memperkuat Komunikasi Internal
Komunikasi yang buruk dapat menyebabkan kesalahpahaman dalam penerapan kepemimpinan situasional.
Pemimpin harus memastikan bahwa ASN memahami:
- Tujuan pekerjaan.
- Harapan organisasi.
- Peran masing-masing individu.
- Standar kinerja yang harus dicapai.
Komunikasi yang efektif dapat dilakukan melalui:
- Rapat koordinasi.
- Forum diskusi.
- Evaluasi kinerja.
- Konsultasi individu.
- Penyampaian umpan balik.
Contoh Kasus Nyata Implementasi Kepemimpinan Situasional di Pemerintah
Kasus Peningkatan Kinerja Unit Pelayanan Publik
Sebuah organisasi perangkat daerah mengalami penurunan kualitas pelayanan masyarakat. Hasil evaluasi menunjukkan beberapa masalah:
- Pegawai baru belum memahami prosedur pelayanan.
- Pegawai senior mulai kehilangan motivasi.
- Koordinasi antarpegawai kurang efektif.
- Inovasi pelayanan belum berkembang.
Pimpinan kemudian menerapkan pendekatan kepemimpinan situasional.
Tahap Pertama: Pemetaan Kondisi ASN
Pimpinan melakukan identifikasi terhadap kondisi setiap pegawai.
Hasil pemetaan:
| Kelompok ASN | Kondisi | Pendekatan Pemimpin |
|---|---|---|
| ASN baru | Belum memahami sistem pelayanan | Directing |
| ASN berkembang | Memiliki kemampuan dasar | Coaching |
| ASN berpengalaman | Kompeten tetapi membutuhkan motivasi | Supporting |
| ASN ahli | Mampu bekerja mandiri | Delegating |
Tahap Kedua: Penyesuaian Gaya Kepemimpinan
Pimpinan menerapkan gaya yang berbeda:
- Memberikan instruksi kepada ASN baru mengenai standar pelayanan.
- Melakukan coaching kepada ASN yang membutuhkan pengembangan.
- Memberikan dukungan kepada pegawai berpengalaman.
- Mendelegasikan inovasi pelayanan kepada ASN yang kompeten.
Tahap Ketiga: Evaluasi Hasil
Setelah penerapan kepemimpinan situasional, terjadi beberapa perubahan:
| Sebelum Implementasi | Setelah Implementasi |
|---|---|
| Pegawai kurang memahami peran | Tugas lebih jelas |
| Motivasi kerja rendah | Keterlibatan meningkat |
| Inovasi pelayanan terbatas | Muncul ide perbaikan layanan |
| Koordinasi kurang efektif | Kerja sama meningkat |
| Penyelesaian pekerjaan lambat | Produktivitas meningkat |
Kasus tersebut menunjukkan bahwa satu gaya kepemimpinan tidak dapat diterapkan kepada seluruh ASN. Pemimpin harus mampu menyesuaikan pendekatan berdasarkan kebutuhan pegawai.
Peran Bimtek Kepemimpinan Situasional untuk Meningkatkan Produktivitas ASN
Dalam menghadapi tuntutan birokrasi modern, pemimpin pemerintah perlu memiliki kompetensi kepemimpinan yang adaptif.
Salah satu upaya pengembangan kompetensi tersebut dilakukan melalui Bimtek Kepemimpinan Situasional untuk Meningkatkan Produktivitas ASN.
Program bimtek ini dirancang untuk memberikan pemahaman dan keterampilan praktis kepada aparatur dalam menerapkan gaya kepemimpinan sesuai kondisi organisasi.
Melalui bimtek ini, peserta tidak hanya mempelajari teori kepemimpinan, tetapi juga mendapatkan kemampuan praktis dalam mengelola tim, meningkatkan motivasi pegawai, dan membangun budaya kerja produktif.
Tujuan Bimtek Kepemimpinan Situasional
Pelaksanaan bimtek memiliki beberapa tujuan utama:
- Memahami konsep dasar kepemimpinan situasional.
- Meningkatkan kemampuan pemimpin dalam membaca kondisi ASN.
- Mengembangkan kemampuan adaptasi kepemimpinan.
- Meningkatkan keterampilan coaching dan mentoring.
- Mendorong peningkatan produktivitas ASN.
- Membentuk pemimpin pemerintahan yang fleksibel dan efektif.
Materi Bimtek Kepemimpinan Situasional
Materi yang diberikan dalam program Bimtek Kepemimpinan Situasional meliputi:
Konsep Dasar Kepemimpinan Situasional
Pembahasan mencakup:
- Pengertian leadership situasional.
- Prinsip dasar kepemimpinan adaptif.
- Faktor yang memengaruhi efektivitas pemimpin.
- Hubungan pemimpin dan bawahan.
Analisis Tingkat Kesiapan ASN
Peserta mempelajari cara:
- Mengidentifikasi kompetensi pegawai.
- Mengukur tingkat kesiapan kerja.
- Menentukan pendekatan kepemimpinan.
- Mengembangkan potensi ASN.
Penerapan Empat Gaya Kepemimpinan Situasional
Materi meliputi praktik:
- Directing.
- Coaching.
- Supporting.
- Delegating.
Peserta diberikan studi kasus untuk menentukan gaya kepemimpinan yang tepat berdasarkan kondisi organisasi.
Teknik Coaching dan Mentoring ASN
Peserta mempelajari:
- Teknik komunikasi coaching.
- Memberikan feedback efektif.
- Membantu penyelesaian masalah.
- Mengembangkan kinerja pegawai.
Strategi Meningkatkan Produktivitas ASN
Materi membahas:
- Pengelolaan kinerja individu.
- Motivasi kerja.
- Pengembangan budaya organisasi.
- Peningkatan efektivitas tim.
Manfaat Mengikuti Bimtek Kepemimpinan Situasional
Manfaat bagi Pimpinan
- Meningkatkan kemampuan memimpin tim.
- Mampu menyesuaikan gaya kepemimpinan.
- Lebih efektif dalam mengambil keputusan.
- Meningkatkan kemampuan pengembangan pegawai.
Manfaat bagi ASN
- Mendapatkan arahan sesuai kebutuhan.
- Lebih termotivasi dalam bekerja.
- Memiliki kesempatan berkembang.
- Meningkatkan kompetensi profesional.
Manfaat bagi Instansi Pemerintah
- Produktivitas organisasi meningkat.
- Hubungan kerja lebih harmonis.
- Kinerja pelayanan publik lebih baik.
- Budaya kerja semakin positif.
- Reformasi birokrasi lebih mudah diwujudkan.
FAQ Kepemimpinan Situasional untuk ASN
Apa yang dimaksud dengan kepemimpinan situasional?
Kepemimpinan situasional adalah pendekatan kepemimpinan yang menyesuaikan gaya memimpin berdasarkan kemampuan, kesiapan, dan kebutuhan individu atau tim yang dipimpin.
Mengapa ASN membutuhkan kepemimpinan situasional?
Karena ASN memiliki tingkat pengalaman, kompetensi, dan motivasi yang berbeda. Pendekatan situasional membantu pemimpin memberikan perlakuan yang sesuai agar produktivitas meningkat.
Apa saja gaya utama dalam kepemimpinan situasional?
Empat gaya utama yaitu Directing, Coaching, Supporting, dan Delegating.
Siapa yang perlu mengikuti Bimtek Kepemimpinan Situasional?
Bimtek ini cocok bagi pejabat struktural, pejabat fungsional, pimpinan unit kerja, koordinator tim, dan ASN yang memiliki tanggung jawab dalam pengelolaan organisasi.
Bagaimana kepemimpinan situasional meningkatkan produktivitas ASN?
Dengan memberikan arahan, dukungan, dan kewenangan sesuai kebutuhan pegawai sehingga ASN dapat bekerja lebih efektif dan berkembang.
Apa hubungan kepemimpinan situasional dengan reformasi birokrasi?
Kepemimpinan situasional mendukung reformasi birokrasi melalui pengembangan ASN yang profesional, adaptif, inovatif, dan berorientasi kinerja.
Kesimpulan
Kepemimpinan situasional merupakan salah satu pendekatan kepemimpinan yang sangat relevan untuk diterapkan dalam organisasi pemerintah modern.
Perbedaan karakter, kompetensi, dan pengalaman ASN membuat pemimpin tidak dapat menggunakan satu gaya kepemimpinan untuk semua kondisi. Pemimpin harus mampu menyesuaikan pendekatan agar setiap pegawai mendapatkan dukungan yang sesuai.
Melalui penerapan kepemimpinan situasional, organisasi pemerintah dapat meningkatkan produktivitas ASN, memperkuat budaya kerja, mengembangkan kompetensi pegawai, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Bimtek Kepemimpinan Situasional menjadi langkah strategis bagi instansi pemerintah dalam mencetak pemimpin yang adaptif, komunikatif, dan mampu mengoptimalkan potensi sumber daya manusia.
Tingkatkan Kompetensi Kepemimpinan ASN Menuju Organisasi Pemerintah yang Produktif
Lokasi: HI Hotel Senen
📍 Jl. Pasar Senen No.3 Jakarta Pusat 10410
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: Serela Cihampelas Hotel Bandun
📍 Jl. Cihampelas No.147, Cipaganti, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat 40131
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: Swiss-Belexpress Kuta Legian
📍 Jl. Legian Gg. Troppozone, Lingkungan Pelasa, Kuta, Kec. Kuta, Kabupaten Badung, Bali 80361
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: Hotel NEO+ - Bp
📍 Jl. Mayjend Sutoyo No.67, Gunungsari Ulu, Kec. Balikpapan Tengah, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur 7612
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: Biz Hotel - Batam
📍 Komplek Nagoya Newtown Blok T No.15 Jalan Kompleks Nagoya City Walk, Lubuk Baja Kota, Kec. Lubuk Baja, Kota Batam, Kepulauan Riau 2944
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: MaxOne Hotel Dharmahusada
📍 Jl. Dharmahusada No.189, Mojo, Kec. Gubeng, Surabaya, Jawa Timur 60285
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: Gets Hotel Malang
📍 Jl. Brigjend Slamet Riadi No.38, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65119
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: favehotel S. Parman - Medan
📍 Jl. S. Parman No.313A, Petisah Hulu, Kec. Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara 20152
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: FOX Lite Hotel Samarinda
📍 Jl. Mayor Jendral S. Parman No.15, Temindung Permai, Kec. Sungai Pinang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75119
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: Aston Inn Pantai Losari - Makassar
📍 Jl. Daeng Tompo No.28-36, Maloku, Kec. Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90112
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Jakarta Hotel HI Jakarta
Bandung Hotel Fave Serela Cihamplas
Yogjakarta Hotel Amaris Maliboro
Bali Swibell Express Kuta Legian
Surabaya Hotel Max One
Malang Hotel Gets
Bali Hotel Swisbel Inn Exsperes Kuta
Makassar Hotel Aston Inn
Balikpapan Hotel Neo
Samarinda Hotel Fox
Batam Hotel BIZ
Medan Hotel Fave Medan
dan Hotel Pilihan Sesuai Request Peserta

