Bimtek Pengelolaan APBN dan PNBP pada PTN sebagai BLU 2026–2027
INFORMASI ALAMAT & NOMOR TELEPON
Untuk mengirim pesan singkat kepada kami, Anda dapat menghubungi salah satu customer service yang sudah kami cantumkan
KONTAK KAMI
18 Office Park Building, 21th Floor Unit C
Jl. TB Simatupang No. 18, Pasar Minggu
Jakarta Selatan, 12520
info@bimtekedukasi.com
0821-9026-8799
Daftar Isi
TogglePerguruan Tinggi Negeri (PTN) yang menerapkan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum (BLU) memiliki karakteristik tata kelola keuangan yang berbeda dengan satuan kerja pemerintah pada umumnya. PTN-BLU tetap menjadi bagian dari sistem keuangan negara dan memperoleh dukungan anggaran dari APBN, tetapi juga memiliki sumber pendapatan yang berasal dari layanan dan sumber lain yang dikategorikan sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Kombinasi antara APBN dan PNBP pada PTN sebagai BLU membuat pengelolaan keuangan membutuhkan pemahaman yang komprehensif. Pengelola tidak hanya dituntut memahami bagaimana dana APBN dialokasikan dan dibelanjakan, tetapi juga harus mampu mengelola pendapatan BLU, melakukan pencatatan dan pengesahan, menyusun perencanaan pendapatan dan belanja, serta memastikan seluruh transaksi dapat dipertanggungjawabkan.
Untuk periode 2026–2027, aspek regulasi menjadi semakin penting. Salah satu pembaruan utama adalah Peraturan Menteri Keuangan Nomor 76 Tahun 2025, yaitu perubahan kedua atas PMK Nomor 129/PMK.05/2020 tentang Pedoman Pengelolaan Badan Layanan Umum. Regulasi tersebut antara lain menyempurnakan ketentuan mengenai Rencana Strategis Bisnis, RBA, pendapatan dan belanja BLU, hibah, rekening, pengendalian intern, Dewan Pengawas, Komite Audit, remunerasi, serta kontrak kinerja.
Dalam kerangka tersebut, Bimtek Pengelolaan APBN dan PNBP pada PTN sebagai BLU 2026–2027 menjadi relevan untuk meningkatkan kompetensi pimpinan perguruan tinggi, pejabat pengelola keuangan, perencana, pejabat perbendaharaan, pengelola PNBP, unit pengadaan, SPI, pengelola aset, dan staf administrasi keuangan.
Memahami PTN sebagai Badan Layanan Umum
BLU merupakan instansi pemerintah yang dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan menerapkan pola pengelolaan keuangan yang memberikan fleksibilitas tertentu.
Kerangka utama pengelolaan keuangan BLU terdapat dalam PP Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum, yang kemudian diubah melalui PP Nomor 74 Tahun 2012. PP Nomor 23 Tahun 2005 masih berstatus berlaku dengan perubahan tersebut.
Dalam konteks PTN, penerapan pola BLU ditujukan agar perguruan tinggi dapat menyelenggarakan pelayanan pendidikan dan layanan pendukung secara lebih fleksibel dengan tetap mempertahankan prinsip akuntabilitas sebagai bagian dari pengelolaan keuangan negara.
Layanan PTN-BLU dapat berkaitan dengan:
- pendidikan dan pembelajaran;
- penelitian;
- pengabdian kepada masyarakat;
- layanan laboratorium;
- rumah sakit pendidikan;
- pelatihan dan sertifikasi;
- pemanfaatan fasilitas;
- kerja sama;
- layanan profesional;
- layanan akademik dan pendukung lainnya.
Fleksibilitas tersebut bukan berarti PTN-BLU bebas dari ketentuan pengelolaan keuangan negara. Fleksibilitas tetap harus disertai:
- transparansi;
- akuntabilitas;
- pengendalian internal;
- manajemen risiko;
- efisiensi;
- efektivitas;
- kepatuhan;
- pencatatan dan pelaporan.
Memahami APBN dan PNBP pada PTN-BLU
Salah satu hal paling penting dalam pengelolaan keuangan PTN-BLU adalah memahami perbedaan antara dana APBN dan pendapatan PNBP.
Secara sederhana:
APBN merupakan sumber pendanaan yang berasal dari alokasi anggaran negara.
PNBP merupakan penerimaan negara yang berasal dari berbagai sumber selain penerimaan perpajakan dan hibah, termasuk pendapatan tertentu yang diterima oleh satuan kerja BLU sesuai ketentuan.
Dalam informasi resmi DJPb, dana operasional BLU dapat berasal dari APBN/APBD, pendapatan jasa layanan kepada masyarakat, hibah, hasil kerja sama, dan hasil usaha lainnya. DJPb juga menjelaskan bahwa pendapatan dari jasa layanan, hibah tertentu, serta kerja sama dan hasil usaha lainnya merupakan PNBP bagi satker BLU.
Perbedaan karakteristik tersebut perlu dipahami karena mekanisme pengelolaan dan pengesahannya tidak sepenuhnya sama.
Sumber Dana pada PTN-BLU
Secara umum, sumber dana operasional BLU dapat berasal dari beberapa kategori.
| Sumber Dana | Karakteristik |
|---|---|
| APBN | Berasal dari alokasi anggaran negara |
| Pendapatan jasa layanan | Berasal dari layanan yang diberikan BLU |
| Hibah | Dapat berupa hibah terikat atau tidak terikat sesuai ketentuan |
| Kerja sama | Hasil kerja sama dengan pihak lain |
| Hasil usaha lainnya | Termasuk jenis penerimaan yang diperbolehkan |
| Penerimaan lain yang sah | Sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan |
PMK 76 Tahun 2025 menyebutkan kategori pendapatan BLU yang meliputi pendapatan jasa layanan, hibah, hasil kerja sama dan/atau hasil usaha lainnya, penerimaan lain yang sah, serta penerimaan anggaran yang bersumber dari RM. Regulasi tersebut juga mengatur perlakuan dan pengesahan pendapatan BLU.
Karakteristik Dana APBN pada PTN-BLU
Dana APBN yang diterima PTN-BLU tetap berada dalam kerangka pelaksanaan APBN.
DJPb menjelaskan bahwa penerimaan yang berasal dari otorisasi kredit anggaran kementerian/lembaga dijamin ketersediaannya dalam dokumen pelaksanaan anggaran. Dana tersebut dapat digunakan untuk belanja operasional maupun belanja investasi sesuai ketentuan.
Dalam praktiknya, pengelolaan dana APBN melibatkan:
- perencanaan;
- penganggaran;
- penetapan alokasi;
- DIPA;
- pelaksanaan kegiatan;
- pengajuan pembayaran;
- SPM;
- pengujian KPPN;
- SP2D;
- pencatatan;
- pelaporan;
- evaluasi.
Karena itu, pengelola keuangan PTN-BLU harus memahami mekanisme perbendaharaan negara, bukan hanya mekanisme internal perguruan tinggi.
Karakteristik PNBP pada PTN-BLU
PNBP pada PTN-BLU memiliki karakteristik yang berbeda dari dana APBN.
Dalam penjelasan resmi DJPb, pendapatan dari jasa layanan, hibah tertentu, hasil kerja sama, dan hasil usaha lainnya merupakan PNBP bagi satker BLU dan dapat digunakan untuk kegiatan operasional BLU tanpa terlebih dahulu disetorkan ke rekening kas negara, dengan mekanisme pengesahan kepada KPPN.
Hal inilah yang menjadi salah satu karakteristik penting fleksibilitas BLU.
Namun, fleksibilitas penggunaan tersebut tetap harus disertai:
- pencatatan;
- pengesahan;
- pelaporan;
- pertanggungjawaban;
- pengendalian;
- kesesuaian dengan RBA;
- kepatuhan terhadap regulasi.
Dengan demikian, PNBP yang dikelola BLU bukan berarti penerimaan yang berada di luar sistem APBN.
Hubungan APBN, PNBP dan Fleksibilitas BLU
Hubungan ketiganya dapat digambarkan secara sederhana:
APBN → Alokasi Anggaran → Pelaksanaan Belanja
sementara:
PNBP BLU → Pendapatan Layanan → Pengelolaan dan Belanja BLU → Pengesahan
Kedua sumber tersebut kemudian mendukung tujuan utama PTN-BLU, yaitu penyelenggaraan pelayanan pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, dan layanan pendukung.
Fleksibilitas BLU memungkinkan pendapatan tertentu dikelola dan digunakan untuk menunjang operasional tanpa mengikuti pola satuan kerja biasa secara penuh, tetapi tetap dalam sistem pertanggungjawaban keuangan negara.
Landasan Regulasi Pengelolaan APBN dan PNBP PTN-BLU
Beberapa regulasi yang perlu menjadi perhatian antara lain:
| Regulasi | Fokus |
|---|---|
| PP Nomor 23 Tahun 2005 | Pengelolaan Keuangan BLU |
| PP Nomor 74 Tahun 2012 | Perubahan atas PP 23 Tahun 2005 |
| PMK 129/PMK.05/2020 | Pedoman Pengelolaan BLU |
| PMK 202/PMK.05/2022 | Perubahan pedoman BLU |
| PMK 76 Tahun 2025 | Perubahan kedua pedoman BLU |
| Ketentuan APBN tahun berjalan | Pelaksanaan anggaran |
| Ketentuan perbendaharaan | Pelaksanaan pembayaran dan pengesahan |
PMK 76 Tahun 2025 diterbitkan untuk menyempurnakan berbagai ketentuan yang sebelumnya belum menyesuaikan kebutuhan pengelolaan BLU, termasuk aspek RSB, pendapatan dan belanja, hibah, Dewan Pengawas, remunerasi, serta tata kelola.
Pembaruan Penting melalui PMK 76 Tahun 2025
PMK 76 Tahun 2025 perlu menjadi perhatian dalam penyusunan kebijakan internal PTN-BLU untuk periode 2026–2027.
Beberapa pokok perubahan mencakup:
- persyaratan penetapan dan pencabutan PPK-BLU;
- Rencana Strategis Bisnis;
- analisis RBA;
- target PNBP;
- pendapatan jasa layanan;
- hibah;
- registrasi hibah;
- rekening operasional hibah;
- pengelolaan pendapatan;
- pengelolaan belanja;
- Dewan Pengawas;
- Komite Audit;
- remunerasi;
- kontrak kinerja;
- insentif kinerja;
- sistem pengendalian intern;
- pengelolaan investasi jangka pendek.
Salah satu aspek penting adalah bahwa analisis RBA menghasilkan informasi minimal mengenai target PNBP BLU, rencana belanja, dan kesesuaian RBA dengan RSB sebagai dasar penyusunan alokasi anggaran BLU.
Hal ini menunjukkan bahwa PNBP bukan sekadar angka penerimaan, tetapi harus terintegrasi dengan perencanaan strategis dan kebutuhan belanja.
Perencanaan PNBP melalui RSB dan RBA
Pengelolaan PNBP yang baik dimulai dari perencanaan.
PTN-BLU perlu memproyeksikan:
- sumber pendapatan;
- volume layanan;
- tarif;
- tren penerimaan;
- risiko pendapatan;
- kebutuhan belanja;
- kebutuhan kas;
- target kinerja.
Rencana tersebut kemudian perlu dikaitkan dengan RSB dan RBA.
Peran RSB
Rencana Strategis Bisnis memberikan arah strategis lima tahunan BLU.
Peran RBA
RBA menerjemahkan strategi tersebut ke dalam rencana bisnis dan anggaran tahunan.
Peran DIPA
DIPA menjadi dokumen pelaksanaan anggaran untuk bagian anggaran negara yang dialokasikan melalui APBN.
Dengan demikian:
RSB → RBA → Target PNBP & Rencana Belanja → DIPA/Anggaran → Pelaksanaan → Pelaporan
Integrasi ini penting agar target PNBP tidak dibuat secara terpisah dari kemampuan layanan dan strategi perguruan tinggi.
Menyusun Target PNBP PTN-BLU
Target PNBP harus disusun secara realistis dan berbasis data.
Beberapa faktor yang dapat dipertimbangkan:
- jumlah mahasiswa;
- volume layanan;
- kapasitas laboratorium;
- jumlah peserta pelatihan;
- kapasitas rumah sakit pendidikan;
- kontrak kerja sama;
- pemanfaatan fasilitas;
- tren penerimaan tahun sebelumnya;
- kebijakan tarif;
- kondisi pasar layanan;
- risiko perubahan permintaan.
Target yang terlalu tinggi dapat menyebabkan deviasi besar antara rencana dan realisasi.
Sebaliknya, target yang terlalu rendah dapat membuat kapasitas pendapatan dan layanan tidak tergambarkan secara optimal.
Karena itu, penyusunan target perlu menggunakan data historis dan asumsi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Pengelolaan Pendapatan Jasa Layanan
Pendapatan jasa layanan dapat menjadi salah satu komponen utama PNBP pada PTN-BLU.
Contohnya dapat berupa:
- layanan pendidikan tertentu;
- pelatihan;
- sertifikasi;
- jasa laboratorium;
- layanan kesehatan;
- penggunaan fasilitas;
- jasa penelitian;
- layanan konsultansi sesuai ketentuan;
- kerja sama layanan.
Setiap pendapatan harus memiliki dasar yang jelas dan dicatat secara tepat.
Pengelola perlu memastikan bahwa:
- layanan benar-benar diberikan;
- tarif memiliki dasar;
- penerimaan masuk melalui mekanisme yang benar;
- transaksi dicatat;
- pendapatan direkonsiliasi;
- pengesahan dilakukan sesuai ketentuan;
- penggunaan dana dapat dipertanggungjawabkan.
Pengesahan PNBP pada BLU
Salah satu karakteristik penting pengelolaan PNBP BLU adalah adanya mekanisme pengesahan pendapatan dan belanja kepada KPPN.
PMK 76 Tahun 2025 menyatakan bahwa pendapatan dari kategori tertentu, seperti jasa layanan, hibah tertentu, hasil kerja sama/hasil usaha lainnya, dan penerimaan lain yang sah, dilaporkan sebagai PNBP K/L dan dipertanggungjawabkan melalui pengesahan pendapatan kepada KPPN, dengan pengecualian tertentu, termasuk hibah dalam bentuk barang, jasa, dan/atau surat berharga.
Dalam praktik pelayanan KPPN pada 2026, dokumen SP3B BLU disampaikan secara elektronik melalui aplikasi SAKTI untuk proses penerbitan SP2B BLU. KPPN melakukan penelitian kelengkapan, kebenaran, dan pengujian dokumen sebelum proses pengesahan.
Alur sederhananya:
Pendapatan/Belanja BLU → Pencatatan Internal → SP3B BLU → KPPN → Pengujian → SP2B BLU → Tercatat dalam Sistem Pemerintah
Memahami SP3B dan SP2B BLU
SP3B BLU
SP3B BLU merupakan dokumen yang digunakan satuan kerja BLU untuk mengajukan pengesahan pendapatan dan belanja kepada KPPN.
SP2B BLU
SP2B BLU merupakan dokumen pengesahan yang diterbitkan setelah proses pengujian terhadap pengajuan tersebut.
KPPN pada 2026 menetapkan layanan penerbitan SP2B BLU dengan persyaratan antara lain ADK SP3B BLU dan dokumen SP3B beserta lampiran pendukung. Penyampaian dilakukan secara elektronik melalui SAKTI.
Karena itu, pengelola PTN-BLU perlu memastikan data transaksi internal telah siap sebelum pengajuan pengesahan.
Mekanisme Pengelolaan APBN pada PTN-BLU
Untuk dana yang bersumber dari APBN, mekanisme pengelolaan tetap mengikuti siklus pelaksanaan anggaran negara.
Secara sederhana:
- anggaran ditetapkan;
- alokasi tersedia dalam dokumen pelaksanaan;
- kegiatan dilaksanakan;
- tagihan muncul;
- dokumen pembayaran diverifikasi;
- SPM disusun;
- SPM diajukan;
- KPPN melakukan pengujian;
- SP2D diterbitkan;
- pembayaran dilakukan;
- transaksi dicatat;
- pertanggungjawaban dan pelaporan dilakukan.
DJPb menjelaskan bahwa dana APBN/APBD pada BLU digunakan untuk belanja operasional dan investasi, sedangkan pembayarannya dilakukan melalui mekanisme pengajuan SPM kepada KPPN.
Perbedaan Mekanisme APBN dan PNBP BLU
| Aspek | APBN | PNBP BLU |
|---|---|---|
| Sumber | Alokasi anggaran negara | Pendapatan BLU yang merupakan PNBP sesuai ketentuan |
| Dasar penggunaan | Dokumen pelaksanaan anggaran | RBA dan ketentuan BLU |
| Mekanisme utama | Pembayaran melalui SPM/SP2D | Penggunaan sesuai fleksibilitas BLU dan pengesahan |
| KPPN | Pengujian pembayaran | Pengesahan pendapatan dan belanja |
| Dokumen penting | DIPA, SPM, SP2D | SP3B, SP2B dan dokumen pendukung |
| Karakteristik | Anggaran negara | Pendapatan layanan/sumber lain BLU |
| Fleksibilitas | Mengikuti ketentuan APBN | Memiliki fleksibilitas sesuai ketentuan BLU |
Perbedaan tersebut penting agar pengelola tidak mencampuradukkan prosedur dana APBN dengan PNBP BLU.
Pengelolaan PNBP dan Prinsip Fleksibilitas BLU
Fleksibilitas merupakan salah satu karakteristik utama BLU.
Namun, fleksibilitas perlu dipahami sebagai fleksibilitas yang diatur, bukan kebebasan tanpa batas.
Dalam pengelolaan PNBP, PTN-BLU perlu menjaga keseimbangan antara:
Fleksibilitas → Akuntabilitas → Pengendalian → Kinerja
Penggunaan PNBP harus tetap dikaitkan dengan pelayanan yang menjadi tujuan pembentukan BLU.
Pengelolaan Hibah sebagai Bagian dari PNBP
Hibah merupakan salah satu sumber pendapatan BLU yang perlu dikelola secara tertib.
PMK 76 Tahun 2025 mengatur hibah dalam bentuk uang, barang, jasa, dan/atau surat berharga serta membedakan hibah terikat dan tidak terikat. Regulasi tersebut juga mengatur mekanisme registrasi hibah.
Hibah terikat digunakan sesuai peruntukannya.
Sementara itu, hibah tidak terikat digunakan untuk kegiatan operasional layanan sesuai ketentuan. PMK 76 Tahun 2025 juga mengatur bahwa hibah tidak terikat tidak digunakan untuk pembayaran remunerasi.
Karena itu, pengelola hibah perlu memahami secara rinci sifat dan persyaratan masing-masing hibah.
Pengelolaan Kas dari PNBP BLU
Salah satu keuntungan pengelolaan BLU adalah adanya fleksibilitas tertentu dalam pengelolaan pendapatan dan kas.
Namun, fleksibilitas tersebut perlu diikuti dengan pengendalian kas yang kuat.
PTN-BLU perlu memiliki:
- proyeksi arus kas;
- rekonsiliasi rekening;
- pembatasan akses;
- otorisasi transaksi;
- pemantauan saldo;
- dokumentasi;
- pelaporan;
- kebijakan investasi apabila relevan dan diperbolehkan.
PMK 76 Tahun 2025 juga menyempurnakan ketentuan investasi jangka pendek, termasuk kebijakan, batas penempatan, pengawasan, pelaporan, dan rencana investasi tahunan.
Pengelolaan Belanja yang Bersumber dari PNBP
PNBP BLU yang telah tersedia dapat mendukung pelaksanaan kegiatan sesuai RBA dan ketentuan yang berlaku.
Belanja dapat digunakan untuk mendukung:
- kegiatan pendidikan;
- penelitian;
- pengabdian masyarakat;
- operasional layanan;
- pemeliharaan fasilitas;
- pengembangan laboratorium;
- teknologi informasi;
- pengembangan SDM;
- kegiatan layanan lainnya.
Pengelola harus memastikan belanja memiliki hubungan yang jelas dengan kegiatan dan target layanan.
Pengendalian Internal APBN dan PNBP
Pengelolaan dua sumber dana dengan karakteristik berbeda membutuhkan sistem pengendalian yang memadai.
Pengendalian dapat mencakup:
Pemisahan Fungsi
Fungsi penerimaan, pencatatan, pembayaran, verifikasi, dan pemeriksaan perlu diatur secara tepat.
Otorisasi
Setiap transaksi harus memperoleh persetujuan sesuai kewenangan.
Rekonsiliasi
Data transaksi internal perlu direkonsiliasi dengan data perbankan dan sistem pemerintah.
Dokumentasi
Dokumen harus tersedia dan mudah ditelusuri.
Monitoring
Realisasi APBN dan PNBP perlu dipantau secara berkala.
Peran SPI dalam Pengelolaan APBN dan PNBP
SPI memiliki peran penting dalam memastikan tata kelola keuangan berjalan sesuai kebijakan.
SPI dapat melakukan:
- audit internal;
- reviu;
- evaluasi;
- pemantauan;
- konsultasi;
- penilaian risiko;
- pengujian kepatuhan;
- monitoring tindak lanjut.
Area yang dapat menjadi fokus pengawasan antara lain:
- penerimaan mahasiswa;
- jasa laboratorium;
- kerja sama;
- hibah;
- pengadaan;
- pembayaran;
- kas;
- aset;
- remunerasi;
- penggunaan PNBP.
Risiko Pengelolaan APBN dan PNBP
| Risiko | Dampak | Pengendalian |
|---|---|---|
| Target PNBP tidak realistis | Deviasi penerimaan | Forecasting |
| Pendapatan tidak tercatat | Data keuangan tidak akurat | Rekonsiliasi |
| Pengesahan terlambat | Ketidaktertiban pelaporan | Kalender pengesahan |
| Salah klasifikasi pendapatan | Kesalahan pelaporan | Review akuntansi |
| Belanja tidak sesuai RBA | Risiko kepatuhan | Verifikasi |
| Dokumen kurang | Pengajuan ditolak | Checklist |
| Rekening tidak terkontrol | Risiko transaksi | Segregasi akses |
| Hibah tidak sesuai peruntukan | Risiko administratif | Monitoring hibah |
| Konflik kepentingan | Risiko integritas | Deklarasi |
| PNBP tidak optimal | Kinerja pendapatan rendah | Analisis layanan |
Contoh Kasus Nyata: Pengesahan Pendapatan dan Belanja BLU
Dalam praktik layanan KPPN, satker BLU mengajukan SP3B BLU secara elektronik melalui SAKTI. KPPN kemudian melakukan penelitian atas kelengkapan dan kebenaran dokumen beserta dokumen pendukung.
Jika dokumen tidak memenuhi persyaratan, pengajuan dapat ditolak dan alasan penolakan disampaikan melalui sistem. Jika memenuhi persyaratan, proses dilanjutkan untuk penerbitan SP2B BLU. Prosedur tersebut tercantum dalam standar layanan KPPN yang berlaku pada 2026.
Contoh tersebut menunjukkan bahwa fleksibilitas BLU tetap memiliki mekanisme pertanggungjawaban kepada sistem perbendaharaan negara.
Contoh Kasus PTN-BLU: Pendapatan Jasa Laboratorium
Sebuah PTN-BLU memiliki laboratorium yang memberikan layanan pengujian kepada masyarakat dan industri.
Dalam satu tahun, laboratorium menghasilkan pendapatan layanan.
Agar tata kelolanya baik, PTN perlu memastikan:
- tarif layanan memiliki dasar;
- transaksi layanan tercatat;
- penerimaan masuk melalui mekanisme yang ditentukan;
- pendapatan diklasifikasikan dengan benar;
- data direkonsiliasi;
- pendapatan dilaporkan;
- dilakukan pengesahan sesuai ketentuan;
- penggunaan dana mendukung kegiatan yang direncanakan.
Dengan mekanisme tersebut, pendapatan laboratorium tidak hanya menjadi penerimaan, tetapi menjadi bagian dari siklus perencanaan, pelaksanaan, dan pertanggungjawaban BLU.
Contoh Kasus PTN-BLU: Target PNBP dan RBA
Sebuah PTN-BLU memperkirakan pendapatan dari pelatihan profesional akan meningkat karena adanya peningkatan permintaan.
Pengelola kemudian memasukkan proyeksi tersebut ke dalam perencanaan pendapatan.
Namun, sebelum target ditetapkan, dilakukan analisis:
- jumlah peserta tahun sebelumnya;
- kapasitas instruktur;
- tren permintaan;
- kapasitas ruangan;
- tarif;
- biaya pelaksanaan;
- risiko pembatalan;
- kontrak yang sudah tersedia.
Dengan demikian, target PNBP tidak sekadar menggunakan asumsi pertumbuhan, tetapi berdasarkan data dan kapasitas layanan.
Contoh Kasus PTN-BLU: APBN dan PNBP Mendukung Kegiatan yang Berbeda
Misalnya sebuah program pengembangan fasilitas pendidikan membutuhkan pembiayaan dari APBN, sementara biaya operasional layanan pendukungnya menggunakan pendapatan BLU sesuai RBA.
Dalam kondisi tersebut, pengelola harus memahami sumber dana masing-masing dan memastikan transaksi tidak tercampur secara administratif.
Perencanaan yang baik dapat menunjukkan:
| Kebutuhan | Sumber Dana |
|---|---|
| Belanja yang dialokasikan melalui APBN | APBN |
| Operasional layanan BLU | PNBP BLU sesuai ketentuan |
| Program hibah tertentu | Hibah |
| Kegiatan kerja sama | Pendapatan kerja sama sesuai ketentuan |
Pembagian tersebut membantu menjaga akuntabilitas dan memudahkan pelaporan.
Strategi Optimalisasi Pengelolaan APBN dan PNBP
PTN-BLU dapat melakukan beberapa strategi.
1. Memperkuat Forecasting PNBP
Gunakan data historis dan analisis kapasitas layanan untuk menyusun target.
2. Mengintegrasikan RSB dan RBA
Pastikan target PNBP mendukung strategi perguruan tinggi.
3. Membuat Kalender Pengesahan
Tetapkan jadwal internal untuk memastikan pengesahan tidak terlambat.
4. Memperkuat Rekonsiliasi
Rekonsiliasi dilakukan secara berkala antara:
- sistem keuangan internal;
- rekening bank;
- data penerimaan;
- data pengesahan;
- sistem pemerintah.
5. Memperkuat Pengendalian Pendapatan
Pastikan seluruh transaksi layanan tercatat dan dapat ditelusuri.
6. Mengembangkan Dashboard Keuangan
Dashboard dapat menampilkan:
- target PNBP;
- realisasi;
- persentase pencapaian;
- tren penerimaan;
- belanja;
- saldo kas;
- proyeksi;
- capaian output.
Checklist Pengelolaan APBN dan PNBP PTN-BLU
| Aspek | Pertanyaan | Status |
|---|---|---|
| RSB | Apakah target pendapatan sesuai strategi? | ☐ |
| RBA | Apakah target PNBP realistis? | ☐ |
| APBN | Apakah anggaran tersedia? | ☐ |
| DIPA | Apakah kegiatan sesuai alokasi? | ☐ |
| PNBP | Apakah seluruh penerimaan tercatat? | ☐ |
| Tarif | Apakah tarif memiliki dasar? | ☐ |
| Rekening | Apakah transaksi dapat ditelusuri? | ☐ |
| Pengesahan | Apakah pengesahan dilakukan tepat waktu? | ☐ |
| Belanja | Apakah sesuai RBA? | ☐ |
| Hibah | Apakah registrasi dan penggunaan sesuai? | ☐ |
| Akuntansi | Apakah transaksi tercatat tepat? | ☐ |
| Rekonsiliasi | Apakah data telah direkonsiliasi? | ☐ |
| SPI | Apakah risiko telah diperiksa? | ☐ |
| Kinerja | Apakah dana menghasilkan output? | ☐ |
Tantangan Pengelolaan APBN dan PNBP 2026–2027
Beberapa tantangan yang perlu diantisipasi PTN-BLU meliputi:
Perubahan Regulasi
Perubahan kebijakan membutuhkan pembaruan SOP dan kompetensi.
Kompleksitas Sumber Pendanaan
APBN, PNBP, hibah, dan kerja sama memiliki karakteristik yang berbeda.
Akurasi Target PNBP
Target harus realistis dan didukung data.
Integrasi Sistem
Data penerimaan, pengeluaran, akuntansi, aset, dan kinerja harus terintegrasi.
Pengendalian Fleksibilitas
Semakin besar fleksibilitas, semakin penting kontrol internal.
Orientasi Kinerja
Pengelolaan dana perlu dikaitkan dengan hasil pelayanan.
Kompetensi SDM dalam Pengelolaan APBN dan PNBP
SDM PTN-BLU perlu menguasai beberapa kompetensi utama:
- regulasi BLU;
- regulasi APBN;
- PNBP;
- perencanaan;
- RSB;
- RBA;
- DIPA;
- perbendaharaan;
- SPM;
- SP2B;
- akuntansi;
- pelaporan;
- pengadaan;
- pengelolaan kas;
- hibah;
- pengendalian internal;
- manajemen risiko;
- audit internal.
Penguasaan tersebut penting karena pengelolaan APBN dan PNBP saling berhubungan dalam operasional PTN-BLU.
Materi Bimtek Pengelolaan APBN dan PNBP pada PTN-BLU
Program bimtek dapat mencakup:
- Kebijakan pengelolaan keuangan negara.
- Konsep PTN sebagai BLU.
- Kerangka regulasi BLU.
- Update PMK 76 Tahun 2025.
- Konsep APBN dan PNBP.
- Sumber pendapatan BLU.
- Perencanaan target PNBP.
- Penyusunan RSB.
- Penyusunan RBA.
- Hubungan RSB, RBA, dan DIPA.
- Mekanisme pelaksanaan APBN.
- Pengelolaan pendapatan jasa layanan.
- Pengelolaan hibah.
- Pengelolaan kerja sama.
- Pengesahan pendapatan dan belanja BLU.
- SP3B dan SP2B BLU.
- Pengelolaan kas.
- Pengelolaan belanja.
- Pengadaan.
- Akuntansi dan pelaporan.
- Pengendalian internal.
- Manajemen risiko.
- Peran SPI.
- Kontrak kinerja.
- Studi kasus pengelolaan APBN dan PNBP.
Sasaran Peserta
Bimtek Pengelolaan APBN dan PNBP pada PTN sebagai BLU 2026–2027 dapat ditujukan kepada:
- pimpinan PTN-BLU;
- wakil pimpinan bidang keuangan;
- pejabat pengelola keuangan;
- pejabat perbendaharaan;
- pengelola PNBP;
- pengelola RBA;
- pengelola DIPA;
- perencana;
- staf keuangan;
- pengelola pendapatan;
- pengelola hibah;
- unit pengadaan;
- pengelola aset;
- SPI;
- auditor internal;
- pengelola kerja sama;
- pejabat administrasi yang terkait dengan keuangan.
Manfaat Mengikuti Bimtek
Peserta diharapkan mampu:
- memahami hubungan APBN dan PNBP;
- memahami karakteristik keuangan PTN-BLU;
- menyusun target PNBP berbasis data;
- memahami RSB dan RBA;
- memahami hubungan RBA dengan DIPA;
- memahami mekanisme pengesahan pendapatan dan belanja;
- memahami SP3B dan SP2B BLU;
- meningkatkan pengendalian penerimaan;
- memperkuat pengelolaan kas;
- meningkatkan kualitas pelaporan;
- mengidentifikasi risiko;
- memperkuat pengawasan internal;
- meningkatkan akuntabilitas pengelolaan dana.
FAQ Pengelolaan APBN dan PNBP pada PTN-BLU
1. Apa perbedaan APBN dan PNBP pada PTN-BLU?
APBN merupakan alokasi anggaran negara, sedangkan PNBP pada BLU berasal dari pendapatan tertentu seperti jasa layanan, hibah, kerja sama, hasil usaha lainnya, dan penerimaan lain yang sah sesuai ketentuan. Keduanya memiliki mekanisme pengelolaan yang berbeda.
2. Apakah PNBP PTN-BLU harus disetor seluruhnya ke kas negara sebelum digunakan?
Dalam mekanisme BLU, pendapatan tertentu yang merupakan PNBP dapat digunakan secara langsung untuk kegiatan operasional BLU sesuai ketentuan, tanpa terlebih dahulu disetorkan ke rekening kas negara, tetapi tetap harus dipertanggungjawabkan melalui mekanisme pengesahan kepada KPPN.
3. Apa fungsi SP3B dan SP2B BLU?
SP3B BLU digunakan oleh satker BLU dalam proses pengajuan pengesahan pendapatan dan belanja kepada KPPN, sedangkan SP2B BLU merupakan dokumen pengesahan yang diterbitkan setelah pengajuan tersebut diuji dan memenuhi persyaratan. Pada 2026, proses pengajuan dilakukan secara elektronik melalui SAKTI.
4. Apa regulasi penting untuk pengelolaan APBN dan PNBP PTN-BLU 2026–2027?
Salah satu regulasi utama adalah PMK 76 Tahun 2025 yang merupakan perubahan kedua atas PMK 129/PMK.05/2020 tentang Pedoman Pengelolaan BLU. Regulasi tersebut memperbarui sejumlah aspek pendapatan, belanja, RSB, RBA, hibah, tata kelola, dan pengendalian BLU.
5. Apakah PNBP harus dimasukkan dalam RBA?
Ya, target PNBP merupakan bagian penting dalam perencanaan BLU. PMK 76 Tahun 2025 menyebutkan bahwa analisis RBA menghasilkan informasi minimal mengenai target PNBP BLU, rencana belanja, dan kesesuaian RBA dengan RSB.
6. Apakah hibah termasuk pendapatan BLU?
Hibah termasuk salah satu kategori pendapatan BLU. Perlakuannya bergantung pada bentuk dan sifat hibah, termasuk apakah hibah tersebut terikat atau tidak terikat. Ketentuan mengenai hibah dan registrasinya diperbarui melalui PMK 76 Tahun 2025.
7. Siapa yang perlu mengikuti bimtek pengelolaan APBN dan PNBP PTN-BLU?
Program ini relevan bagi pimpinan PTN-BLU, pejabat keuangan, pengelola PNBP, pengelola RBA dan DIPA, pejabat perbendaharaan, perencana, unit pengadaan, pengelola hibah, pengelola aset, SPI, auditor internal, dan staf yang terlibat dalam pengelolaan keuangan.
Kesimpulan
Pengelolaan APBN dan PNBP pada PTN sebagai BLU 2026–2027 membutuhkan pemahaman yang terintegrasi antara sistem APBN, karakteristik PNBP, fleksibilitas BLU, perencanaan, pelaksanaan anggaran, pengesahan, akuntansi, pelaporan, pengendalian internal, dan pencapaian kinerja.
APBN memberikan dukungan anggaran negara untuk pelaksanaan program dan kegiatan, sedangkan PNBP BLU memberikan sumber pendapatan yang dapat dikelola dengan fleksibilitas tertentu sesuai ketentuan. Keduanya harus dikelola secara tertib dan tidak dipandang sebagai dua sistem yang sepenuhnya terpisah.
PMK 76 Tahun 2025 menjadi salah satu pembaruan penting dalam tata kelola BLU. Regulasi tersebut memperkuat keterkaitan RSB, RBA, target PNBP, rencana belanja, pendapatan, hibah, pengendalian intern, serta aspek tata kelola lainnya.
Di sisi pelaksanaan, mekanisme pengesahan pendapatan dan belanja BLU melalui SP3B dan SP2B tetap menjadi bagian penting dalam memastikan transaksi PNBP dan belanja BLU tercatat serta dipertanggungjawabkan dalam sistem pemerintah. Standar layanan KPPN pada 2026 menunjukkan bahwa proses tersebut dilakukan secara elektronik melalui SAKTI.
Dengan pemahaman yang tepat, PTN-BLU dapat mengelola APBN dan PNBP secara lebih tertib, transparan, akuntabel, efektif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas layanan pendidikan.
Tingkatkan kompetensi pengelola PTN-BLU dalam mengelola APBN dan PNBP sesuai ketentuan terbaru 2026–2027, memperkuat pengendalian keuangan, dan membangun tata kelola perguruan tinggi yang akuntabel, fleksibel, profesional, dan berorientasi pada kinerja.
Lokasi: HI Hotel Senen
📍 Jl. Pasar Senen No.3 Jakarta Pusat 10410
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: Serela Cihampelas Hotel Bandun
📍 Jl. Cihampelas No.147, Cipaganti, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat 40131
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: Swiss-Belexpress Kuta Legian
📍 Jl. Legian Gg. Troppozone, Lingkungan Pelasa, Kuta, Kec. Kuta, Kabupaten Badung, Bali 80361
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: Hotel NEO+ - Bp
📍 Jl. Mayjend Sutoyo No.67, Gunungsari Ulu, Kec. Balikpapan Tengah, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur 7612
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: Biz Hotel - Batam
📍 Komplek Nagoya Newtown Blok T No.15 Jalan Kompleks Nagoya City Walk, Lubuk Baja Kota, Kec. Lubuk Baja, Kota Batam, Kepulauan Riau 2944
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: MaxOne Hotel Dharmahusada
📍 Jl. Dharmahusada No.189, Mojo, Kec. Gubeng, Surabaya, Jawa Timur 60285
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: Gets Hotel Malang
📍 Jl. Brigjend Slamet Riadi No.38, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65119
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: favehotel S. Parman - Medan
📍 Jl. S. Parman No.313A, Petisah Hulu, Kec. Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara 20152
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: FOX Lite Hotel Samarinda
📍 Jl. Mayor Jendral S. Parman No.15, Temindung Permai, Kec. Sungai Pinang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75119
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: Aston Inn Pantai Losari - Makassar
📍 Jl. Daeng Tompo No.28-36, Maloku, Kec. Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90112
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Jakarta Hotel HI Jakarta
Bandung Hotel Fave Serela Cihamplas
Yogjakarta Hotel Amaris Maliboro
Bali Swibell Express Kuta Legian
Surabaya Hotel Max One
Malang Hotel Gets
Bali Hotel Swisbel Inn Exsperes Kuta
Makassar Hotel Aston Inn
Balikpapan Hotel Neo
Samarinda Hotel Fox
Batam Hotel BIZ
Medan Hotel Fave Medan
dan Hotel Pilihan Sesuai Request Peserta

