Training SCADA Data Acquisition, Historian dan Real-Time Monitoring: Strategi Meningkatkan Efisiensi Operasional Industri 2026–2027

INFORMASI ALAMAT & NOMOR TELEPON

Untuk mengirim pesan singkat kepada kami, Anda dapat menghubungi salah satu customer service yang sudah kami cantumkan

KONTAK KAMI

18 Office Park Building, 21th Floor Unit C
Jl. TB Simatupang No. 18, Pasar Minggu
Jakarta Selatan, 12520

info@bimtekedukasi.com

0821-9026-8799

384 Orang sedang melihat halaman ini
Deskripsi

Daftar Isi

Training SCADA Data Acquisition, Historian dan Real-Time Monitoring untuk Industri Modern

Perkembangan teknologi otomasi industri mendorong perusahaan untuk mengelola data operasional secara lebih cepat, akurat, dan terintegrasi. Dalam lingkungan industri modern, data menjadi salah satu aset penting untuk mendukung pengambilan keputusan, meningkatkan produktivitas, menjaga keselamatan kerja, serta mengurangi risiko gangguan operasional. Salah satu teknologi yang berperan besar dalam proses tersebut adalah Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA).

Training SCADA Data Acquisition, Historian dan Real-Time Monitoring merupakan program pelatihan yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi tenaga teknis dan profesional dalam memahami sistem akuisisi data, pengelolaan histori data, serta pemantauan proses industri secara real-time. Program ini membahas bagaimana data dari perangkat lapangan dikumpulkan, dikirimkan, disimpan, divisualisasikan, dan dianalisis untuk mendukung kegiatan operasional.

Penerapan SCADA banyak ditemukan pada sektor minyak dan gas, pembangkit listrik, manufaktur, pertambangan, pengolahan air, petrokimia, hingga infrastruktur utilitas. Pada sektor-sektor tersebut, kemampuan untuk memantau kondisi peralatan dan proses produksi secara berkelanjutan sangat penting untuk menjaga keandalan sistem.

Melalui pelatihan ini, peserta mempelajari hubungan antara sensor, transmitter, Remote Terminal Unit (RTU), Programmable Logic Controller (PLC), jaringan komunikasi industri, SCADA server, historian, dan Human-Machine Interface (HMI). Peserta juga mempelajari cara membaca tren operasional, memahami alarm, mengevaluasi kualitas data, serta mengidentifikasi indikasi gangguan berdasarkan informasi historis.

Dengan pemahaman yang terstruktur, organisasi dapat mengoptimalkan penggunaan data operasional sebagai dasar untuk meningkatkan efisiensi, mengurangi downtime, dan memperkuat strategi pemeliharaan berbasis kondisi.

Apa Itu SCADA Data Acquisition, Historian dan Real-Time Monitoring?

SCADA Data Acquisition, Historian dan Real-Time Monitoring merupakan tiga komponen kemampuan yang saling melengkapi dalam sistem pemantauan dan pengawasan proses industri.

Data acquisition berfungsi mengumpulkan data dari peralatan lapangan. Historian menyimpan data operasional secara berurutan berdasarkan waktu. Sementara itu, real-time monitoring menampilkan kondisi aktual proses agar operator dapat mengetahui perubahan parameter dan mengambil tindakan sesuai prosedur.

Ketiganya membentuk alur informasi yang membantu perusahaan memahami kondisi operasional, baik pada saat ini maupun berdasarkan riwayat sebelumnya.

Pengertian SCADA

SCADA adalah sistem yang digunakan untuk melakukan pengawasan, pengumpulan data, visualisasi, dan dalam konfigurasi tertentu pengendalian proses industri dari lokasi terpusat atau melalui infrastruktur komunikasi.

SCADA memungkinkan operator memantau berbagai parameter, seperti:

  • Tekanan pada jalur perpipaan.
  • Temperatur mesin dan peralatan proses.
  • Debit aliran fluida.
  • Level cairan dalam tangki.
  • Status pompa, motor, dan katup.
  • Konsumsi energi listrik.
  • Status komunikasi perangkat lapangan.
  • Alarm dan kondisi abnormal.

Data tersebut dapat ditampilkan melalui layar HMI atau workstation operator. Apabila sistem dikonfigurasi untuk pengendalian, operator yang memiliki otorisasi juga dapat memberikan perintah tertentu melalui sistem, sesuai interlock, prosedur keselamatan, dan batas kewenangan yang ditetapkan.

Pengertian Data Acquisition

Data acquisition adalah proses memperoleh data dari perangkat lapangan dan mengirimkannya ke sistem pemantauan.

Proses ini dapat melibatkan sensor, transmitter, PLC, RTU, modul input/output, jaringan komunikasi, dan perangkat lunak SCADA. Data yang dikumpulkan bisa berupa nilai analog, status digital, nilai terhitung, maupun informasi diagnostik.

Contohnya, sensor tekanan pada pipa menghasilkan sinyal yang dibaca oleh PLC. PLC kemudian mengirimkan nilai tekanan tersebut ke SCADA melalui jaringan komunikasi. Operator dapat melihat tekanan aktual pada layar monitoring.

Keandalan data acquisition dipengaruhi oleh ketepatan sensor, konfigurasi kanal input, kalibrasi, kualitas komunikasi, sinkronisasi waktu, dan pengaturan pembacaan data.

Pengertian SCADA Historian

SCADA historian merupakan sistem penyimpanan data proses yang dirancang untuk merekam nilai parameter operasional berdasarkan waktu. Historian memungkinkan pengguna menelusuri kondisi proses pada periode tertentu, membandingkan performa antarsif, dan menganalisis kejadian yang sudah berlangsung.

Berbeda dari tampilan monitoring yang berfokus pada kondisi terkini, historian menyediakan konteks historis untuk evaluasi operasional.

Data yang dapat disimpan meliputi:

  • Temperatur dan tekanan proses.
  • Debit produksi.
  • Konsumsi energi.
  • Status operasi peralatan.
  • Perubahan setpoint.
  • Alarm dan event.
  • Nilai kualitas produk.
  • Status komunikasi dan diagnostik tertentu.

Kebijakan penyimpanan perlu mempertimbangkan frekuensi pencatatan, kebutuhan analisis, kapasitas infrastruktur, kualitas data, serta persyaratan retensi perusahaan.

Pengertian Real-Time Monitoring

Real-time monitoring adalah pemantauan kondisi proses berdasarkan data yang diperbarui secara berkelanjutan dengan latensi yang sesuai kebutuhan operasional.

Dalam praktik industri, istilah real-time tidak selalu berarti pembaruan tanpa jeda. Waktu pembaruan bergantung pada karakteristik proses, kemampuan perangkat, jaringan komunikasi, konfigurasi SCADA, dan kebutuhan pengguna.

Untuk pemantauan level tangki atau temperatur ruangan, interval pembaruan tertentu mungkin sudah memadai. Namun, untuk fungsi proteksi keselamatan atau kontrol proses yang membutuhkan respons deterministik, sistem khusus yang dirancang sesuai persyaratan waktu respons harus digunakan. SCADA monitoring biasa tidak otomatis menggantikan sistem kontrol atau sistem proteksi keselamatan.

Mengapa Training SCADA Data Acquisition, Historian dan Real-Time Monitoring Penting?

Kompleksitas proses industri membuat pengelolaan data tidak cukup hanya dengan menampilkan angka pada layar operator. Data harus memiliki kualitas yang baik, tersedia pada waktu yang tepat, tersimpan secara konsisten, dan dapat digunakan untuk mendukung keputusan operasional.

Pelatihan ini membantu peserta memahami hubungan antara teknologi, proses bisnis, dan kebutuhan operasional.

Meningkatkan Akurasi Data Operasional

Keputusan yang baik memerlukan data yang dapat dipercaya. Kesalahan penskalaan analog, konfigurasi satuan, pemetaan tag, atau pembacaan sensor dapat menghasilkan informasi yang menyesatkan.

Sebagai contoh, pembacaan tekanan yang seharusnya ditampilkan dalam bar dapat salah ditafsirkan karena konfigurasi engineering unit tidak sesuai. Kesalahan tersebut berpotensi menyebabkan operator mengambil tindakan yang tidak tepat.

Melalui pelatihan, peserta mempelajari prinsip validasi data, pemeriksaan rentang pengukuran, identifikasi nilai tidak wajar, dan penanganan data berkualitas buruk.

Mempercepat Respons terhadap Gangguan

Pemantauan secara real-time membantu operator mengenali perubahan kondisi proses lebih cepat. Alarm yang dikonfigurasi secara tepat dapat memberikan peringatan ketika suatu parameter mendekati batas operasi.

Akan tetapi, efektivitas alarm bergantung pada kualitas desain, prioritas, batas aktivasi, prosedur respons, dan kemampuan operator dalam memahami konteks kejadian.

Training membantu peserta memahami cara membaca alarm, membedakan alarm penting dari gangguan komunikasi, serta menelusuri perubahan parameter sebelum dan sesudah kejadian.

Mendukung Pemeliharaan Berbasis Kondisi

Data historis dapat digunakan untuk mengidentifikasi perubahan performa peralatan sebelum terjadi kerusakan besar.

Misalnya, peningkatan bertahap temperatur bearing motor atau perubahan pola arus listrik dapat menjadi indikator yang perlu diperiksa lebih lanjut. Indikator tersebut bukan bukti tunggal bahwa kerusakan pasti terjadi, tetapi dapat digunakan untuk menentukan kebutuhan inspeksi dan analisis teknis.

Dengan memanfaatkan historian, tim pemeliharaan dapat membandingkan kondisi normal dan abnormal serta menyusun strategi pemeriksaan berdasarkan bukti operasional.

Meningkatkan Efisiensi Energi dan Produksi

Data yang tercatat secara konsisten memungkinkan perusahaan menganalisis konsumsi energi, waktu operasi, waktu berhenti, dan variasi proses.

Hasil analisis dapat digunakan untuk mengidentifikasi pemborosan, mengevaluasi kestabilan produksi, dan menyusun rekomendasi perbaikan yang terukur.

Memperkuat Pengambilan Keputusan

Historian membantu manajemen dan tim teknis memahami hubungan antara perubahan parameter proses dengan hasil operasional.

Dengan demikian, evaluasi tidak hanya bergantung pada laporan manual atau ingatan operator, tetapi dapat didukung oleh data bertimestamp yang relevan dan telah diperiksa kualitasnya.

Arsitektur Sistem SCADA Data Acquisition

Arsitektur SCADA terdiri atas beberapa lapisan yang saling berhubungan. Desain aktual dapat berbeda berdasarkan ukuran fasilitas, kebutuhan kontrol, standar perusahaan, dan teknologi yang digunakan.

Secara umum, alur sistem dimulai dari perangkat lapangan, dilanjutkan dengan pengendali, jaringan komunikasi, server SCADA, historian, serta aplikasi visualisasi dan analisis.

Lapisan Field Instrument

Lapisan field instrument mencakup perangkat yang mengukur kondisi fisik proses.

Contohnya meliputi:

  • Sensor temperatur.
  • Pressure transmitter.
  • Flowmeter.
  • Level transmitter.
  • Sensor getaran.
  • Meter energi.
  • Limit switch.
  • Sensor status peralatan.

Perangkat tersebut menghasilkan sinyal yang dapat berupa sinyal analog, sinyal digital, atau data digital melalui protokol komunikasi.

Ketepatan hasil pengukuran sangat bergantung pada pemilihan instrumen, instalasi, kalibrasi, kondisi lingkungan, dan pemeliharaan.

Lapisan PLC dan RTU

PLC dan RTU berfungsi mengumpulkan sinyal lapangan serta menjalankan fungsi kontrol atau komunikasi sesuai desain sistem.

PLC umumnya digunakan dalam otomasi mesin dan proses lokal. RTU banyak dimanfaatkan pada sistem yang tersebar secara geografis, seperti jaringan distribusi air, fasilitas energi, dan infrastruktur perpipaan.

Keduanya dapat berkomunikasi dengan SCADA melalui protokol yang sesuai.

Pemilihan perangkat perlu mempertimbangkan jumlah input/output, kecepatan pemrosesan, kemampuan komunikasi, kondisi lingkungan, redundansi, dukungan teknis, dan kebutuhan ekspansi.

Lapisan Jaringan Komunikasi

Jaringan komunikasi menghubungkan perangkat lapangan dengan sistem pengawasan.

Teknologi yang dapat digunakan antara lain Ethernet industri, serat optik, jaringan radio, seluler, serta media komunikasi lain sesuai kondisi lapangan.

Protokol komunikasi yang umum ditemukan dalam ekosistem otomasi mencakup Modbus, DNP3, OPC UA, dan protokol industri lainnya.

Tidak semua protokol cocok untuk setiap aplikasi. Pemilihannya harus mempertimbangkan interoperabilitas, keamanan, latensi, keandalan, dukungan perangkat, dan kebutuhan data.

Lapisan SCADA Server dan HMI

SCADA server mengelola komunikasi dengan perangkat, memproses data, serta menyediakan informasi bagi aplikasi operator dan sistem lain yang diizinkan.

HMI menampilkan kondisi proses melalui grafik, indikator, tren, alarm, dan status peralatan.

Desain tampilan sebaiknya mengutamakan keterbacaan, konsistensi simbol, hierarki informasi, serta kemudahan operator dalam mengenali kondisi abnormal.

Lapisan Historian dan Analitik

Lapisan historian menyimpan data proses berdasarkan waktu. Data ini kemudian dapat digunakan oleh aplikasi pelaporan, dashboard, analisis performa, dan sistem pendukung keputusan.

Integrasi harus memperhatikan hak akses, kualitas data, batas jaringan, beban sistem, dan kebutuhan ketersediaan layanan.

Proses Data Acquisition dalam Sistem SCADA

Data acquisition bukan sekadar memindahkan nilai dari sensor ke layar. Prosesnya mencakup konfigurasi, pembacaan, validasi, pengiriman, pemrosesan, dan penyimpanan data.

Identifikasi Sumber Data

Langkah pertama adalah menentukan parameter yang perlu dipantau.

Misalnya, sebuah fasilitas pengolahan air memerlukan data tekanan pompa, debit air, level reservoir, kualitas air, status motor, dan konsumsi energi.

Setiap parameter harus memiliki tujuan pengukuran yang jelas agar sistem tidak dibebani oleh data yang tidak relevan.

Konfigurasi Tag

Tag merupakan identitas variabel yang mewakili suatu nilai atau status dalam sistem.

Contoh penamaan tag antara lain:

  • PUMP01_RUN_STATUS.
  • TANK01_LEVEL.
  • PIPE01_PRESSURE.
  • FLOW01_RATE.
  • MOTOR01_TEMPERATURE.

Standar penamaan sebaiknya konsisten dan disertai dokumentasi lokasi, satuan, rentang pengukuran, sumber data, serta deskripsi fungsi.

Pengumpulan dan Pengiriman Data

PLC atau RTU membaca sinyal lapangan sesuai konfigurasi. Data kemudian dikirim ke SCADA melalui protokol komunikasi yang ditentukan.

Pada tahap ini, tim teknis perlu memperhatikan interval pembacaan, waktu respons, beban jaringan, kualitas koneksi, serta mekanisme pemulihan setelah komunikasi terputus.

Validasi dan Pemeriksaan Kualitas Data

Data yang diterima perlu diperiksa sebelum digunakan untuk analisis.

Pemeriksaan dapat meliputi:

  • Kesesuaian nilai dengan rentang pengukuran.
  • Status komunikasi perangkat.
  • Validitas timestamp.
  • Konsistensi satuan.
  • Identifikasi nilai tetap yang tidak wajar.
  • Deteksi nilai kosong atau terlambat.
  • Pemeriksaan perubahan nilai yang tidak masuk akal.

Nilai yang tidak valid sebaiknya ditandai sesuai mekanisme kualitas data sistem, bukan langsung dianggap sebagai kondisi proses yang sebenarnya.

Visualisasi dan Penyimpanan

Data yang telah diterima ditampilkan pada HMI atau dashboard serta disimpan ke historian sesuai kebutuhan.

Pengaturan pencatatan harus memperhitungkan resolusi waktu, kapasitas penyimpanan, kebutuhan investigasi, dan jenis analisis yang akan dilakukan.

Memahami SCADA Historian dan Pengelolaan Data Historis

Historian merupakan komponen penting untuk mengubah data operasional menjadi informasi yang berguna. Tanpa penyimpanan historis yang baik, perusahaan mungkin hanya dapat melihat kondisi saat ini tanpa memahami bagaimana kondisi tersebut terbentuk.

Fungsi Utama Historian

Historian memiliki beberapa fungsi penting, yaitu:

  1. Merekam perubahan parameter proses.
  2. Menyimpan data berdasarkan waktu.
  3. Mendukung penelusuran kejadian operasional.
  4. Membantu perbandingan performa antarperiode.
  5. Menyediakan data untuk laporan produksi.
  6. Mendukung analisis energi dan efisiensi.
  7. Menjadi sumber data bagi evaluasi pemeliharaan.

Time-Series Data

Sebagian besar data historian berbentuk time-series, yaitu nilai yang dikaitkan dengan waktu pengukuran atau pencatatan.

Contohnya:

Waktu Tekanan Pipa Temperatur Motor Status Pompa
08.00 4,2 bar 65°C Beroperasi
08.05 4,3 bar 66°C Beroperasi
08.10 4,5 bar 68°C Beroperasi
08.15 4,8 bar 72°C Beroperasi
08.20 5,1 bar 76°C Beroperasi

Catatan: tabel ini merupakan ilustrasi data hipotetis, bukan rekaman dari fasilitas industri tertentu.

Dari tabel tersebut, peserta dapat belajar mengenali kecenderungan kenaikan tekanan dan temperatur. Namun, kesimpulan operasional harus mempertimbangkan batas desain, kondisi beban, akurasi instrumen, serta parameter lain yang relevan.

Strategi Penyimpanan Data

Penyimpanan historian perlu dirancang berdasarkan tujuan penggunaan.

Data dengan kebutuhan analisis cepat mungkin memerlukan resolusi tinggi, sedangkan laporan jangka panjang dapat menggunakan agregasi yang sesuai.

Strategi penyimpanan dapat meliputi:

  • Penyimpanan data mentah sesuai kebutuhan proses.
  • Pencatatan berdasarkan perubahan nilai atau interval waktu.
  • Agregasi data untuk laporan berkala.
  • Kebijakan retensi berdasarkan kebutuhan operasional.
  • Pencadangan dan pengujian pemulihan data.
  • Pengawasan kapasitas penyimpanan.
  • Pengelolaan akses dan integritas data.

Kompresi atau pengurangan resolusi tidak boleh menghilangkan informasi penting yang dibutuhkan untuk investigasi gangguan, audit, atau analisis keselamatan.

Integrasi Historian dengan Sistem Lain

Data historian dapat diintegrasikan dengan sistem pelaporan produksi, aplikasi analisis energi, Enterprise Resource Planning (ERP), Manufacturing Execution System (MES), atau platform analitik.

Integrasi harus dilakukan berdasarkan kebutuhan yang jelas dan prinsip keamanan. Sistem perusahaan tidak seharusnya diberi akses langsung tanpa pengendalian ke jaringan kontrol yang sensitif.

Pendekatan yang baik mencakup segmentasi jaringan, penggunaan gateway yang sesuai, pengaturan hak akses, pencatatan aktivitas, serta pengujian integrasi sebelum diterapkan pada lingkungan produksi.

Real-Time Monitoring untuk Pengawasan Proses Industri

Real-time monitoring membantu operator memahami kondisi proses saat berlangsung. Informasi yang ditampilkan harus relevan, akurat, dan mudah dipahami agar mendukung respons yang tepat.

Dashboard Operasional

Dashboard merupakan tampilan yang menggabungkan beberapa parameter penting dalam satu layar.

Dashboard dapat menampilkan:

  • Status keseluruhan fasilitas.
  • Kondisi peralatan utama.
  • Nilai parameter proses.
  • Tren perubahan parameter.
  • Daftar alarm aktif.
  • Status komunikasi.
  • Indikator produksi dan konsumsi energi.

Dashboard yang efektif tidak harus menampilkan semua data sekaligus. Informasi sebaiknya disusun berdasarkan prioritas operasional dan kebutuhan pengguna.

Alarm dan Event Monitoring

Alarm memberikan peringatan ketika suatu kondisi memenuhi kriteria yang telah ditentukan. Event merekam kejadian atau perubahan status, misalnya pompa mulai beroperasi atau komunikasi perangkat terputus.

Perancangan alarm harus menghindari terlalu banyak peringatan yang tidak relevan. Alarm yang berlebihan dapat menurunkan kemampuan operator untuk mengenali kondisi yang benar-benar penting.

Praktik yang baik meliputi:

  • Penetapan prioritas alarm.
  • Penggunaan batas alarm berdasarkan analisis proses.
  • Dokumentasi tindakan yang harus dilakukan.
  • Peninjauan alarm berulang.
  • Pemantauan alarm yang tidak ditangani.
  • Pengujian konfigurasi setelah perubahan sistem.

Trend Monitoring

Trend membantu operator memahami perubahan parameter dari waktu ke waktu.

Contohnya, grafik tekanan dan debit dapat digunakan untuk menilai kestabilan proses, sedangkan grafik temperatur dan arus motor dapat membantu mengidentifikasi perubahan kondisi peralatan.

Interpretasi trend perlu memperhatikan interval waktu, kualitas data, kondisi operasi, dan hubungan antartag.

Monitoring Multi-Lokasi

Untuk organisasi yang mengelola beberapa fasilitas, SCADA dapat menyediakan pemantauan terpusat terhadap lokasi yang tersebar.

Contohnya meliputi jaringan distribusi air, stasiun pompa, gardu, fasilitas produksi minyak dan gas, serta infrastruktur energi.

Pemantauan terpusat memudahkan perbandingan kondisi antarlokasi. Namun, desain harus mempertimbangkan keterbatasan komunikasi, operasi lokal saat koneksi terputus, dan kebutuhan keamanan setiap fasilitas.

Materi Training SCADA Data Acquisition, Historian dan Real-Time Monitoring

Program pelatihan sebaiknya disusun secara bertahap, mulai dari konsep dasar hingga praktik konfigurasi dan analisis data.

Modul Materi Pembelajaran Kompetensi yang Dikembangkan
Modul 1 Konsep SCADA dan otomasi industri Memahami arsitektur SCADA
Modul 2 Sensor, transmitter, PLC, dan RTU Memahami sumber data lapangan
Modul 3 Dasar data acquisition Mengidentifikasi alur pengumpulan data
Modul 4 Tag database dan konfigurasi parameter Mengelola identitas data
Modul 5 Protokol komunikasi industri Memahami komunikasi antarsistem
Modul 6 Konfigurasi historian Memahami penyimpanan data historis
Modul 7 Real-time monitoring dan HMI Membaca dashboard dan trend
Modul 8 Alarm dan event management Mengevaluasi kondisi abnormal
Modul 9 Analisis trend dan kualitas data Menafsirkan perubahan parameter
Modul 10 Keamanan dan keandalan sistem Memahami kontrol akses dan kontinuitas
Modul 11 Studi kasus industri Menerapkan analisis pada skenario operasional
Modul 12 Evaluasi dan rencana implementasi Menyusun rekomendasi perbaikan

Praktik Data Acquisition

Peserta dapat melakukan simulasi pengumpulan data dari sensor atau PLC ke aplikasi SCADA. Praktik meliputi pembuatan tag, penentuan satuan, pengaturan interval pembacaan, serta pemeriksaan kualitas komunikasi.

Latihan dilakukan pada lingkungan simulasi atau perangkat pelatihan yang tidak terhubung dengan proses produksi kritis.

Praktik Historian

Peserta mempelajari perekaman data berdasarkan waktu, pengaturan interval penyimpanan, penelusuran histori, serta pembuatan grafik tren.

Latihan dapat mencakup identifikasi data yang hilang, perbedaan timestamp, dan perubahan parameter yang tidak biasa.

Praktik Real-Time Monitoring

Peserta menyusun dashboard sederhana untuk menampilkan status pompa, tekanan, temperatur, debit, dan alarm.

Selanjutnya, peserta mempelajari cara menghubungkan tampilan monitoring dengan kebutuhan operator serta mengevaluasi apakah informasi yang disajikan sudah cukup jelas untuk mendukung keputusan.

Praktik Analisis Gangguan

Dalam simulasi, peserta menerima data tekanan yang meningkat, temperatur motor yang berubah, atau status komunikasi yang tidak stabil.

Peserta kemudian diminta untuk:

  1. Memastikan validitas data.
  2. Memeriksa urutan waktu kejadian.
  3. Membandingkan parameter terkait.
  4. Mengidentifikasi kemungkinan penyebab.
  5. Menentukan informasi tambahan yang diperlukan.
  6. Menyusun rekomendasi tindak lanjut sesuai prosedur.

Contoh Kasus Nyata dan Simulasi Implementasi SCADA

Penerapan SCADA untuk pemantauan proses telah digunakan secara luas pada berbagai sektor industri dan utilitas. Namun, contoh berikut merupakan skenario ilustratif berbasis kondisi operasional yang umum, bukan klaim tentang perusahaan atau proyek tertentu.

Studi Kasus 1: Monitoring Pompa pada Instalasi Pengolahan Air

Sebuah instalasi pengolahan air mengalami perubahan tekanan yang sulit ditelusuri karena pencatatan manual hanya dilakukan beberapa kali dalam satu sif.

Operator sering mengetahui adanya perubahan setelah debit distribusi menurun. Tim teknis juga kesulitan menentukan apakah perubahan berasal dari pompa, katup, sensor, atau kondisi jaringan.

Organisasi kemudian merancang sistem pemantauan yang mengumpulkan data tekanan, debit, status motor, dan level reservoir. Data tersebut ditampilkan melalui SCADA dan disimpan dalam historian.

Tahapan implementasi:

  • Menentukan parameter utama yang harus dipantau.
  • Memeriksa instrumen dan kualitas sinyal.
  • Mengonfigurasi tag pada SCADA.
  • Menyusun dashboard kondisi pompa.
  • Menyimpan data berdasarkan timestamp.
  • Membandingkan tekanan dan debit saat kondisi normal.
  • Menetapkan prosedur pemeriksaan ketika parameter menyimpang.

Setelah data terkumpul, tim dapat memeriksa apakah penurunan debit bertepatan dengan perubahan tekanan, pergantian status pompa, atau gangguan komunikasi.

Manfaat yang ditargetkan adalah peningkatan keterlacakan kejadian, percepatan analisis gangguan, dan perbaikan kualitas laporan operasional. Besarnya peningkatan kinerja harus dibuktikan melalui pengukuran sebelum dan sesudah implementasi.

Studi Kasus 2: Pemantauan Temperatur Motor pada Pabrik Manufaktur

Sebuah fasilitas manufaktur ingin meningkatkan keandalan motor pada lini produksi. Sebelumnya, teknisi mencatat temperatur melalui inspeksi berkala.

Pendekatan tersebut dapat melewatkan perubahan yang terjadi di antara jadwal inspeksi.

Perusahaan kemudian memanfaatkan data temperatur, arus listrik, status operasi, dan jam kerja motor untuk membangun histori kondisi peralatan.

Langkah analisis:

  1. Mengumpulkan data temperatur dan arus.
  2. Menentukan kondisi operasi normal.
  3. Membandingkan data berdasarkan beban dan waktu operasi.
  4. Mengidentifikasi kenaikan temperatur yang berulang.
  5. Memeriksa kualitas instrumen dan kemungkinan penyebab teknis.
  6. Menjadwalkan inspeksi berdasarkan hasil evaluasi.

Historian membantu tim pemeliharaan menelusuri kapan perubahan terjadi dan apakah perubahan tersebut berulang pada kondisi beban tertentu.

Data monitoring tidak menggantikan inspeksi fisik, analisis vibrasi, atau metode diagnostik lain yang diperlukan. Data digunakan sebagai dasar untuk menentukan pemeriksaan lanjutan.

Studi Kasus 3: Pengawasan Tekanan pada Fasilitas Minyak dan Gas

Pada fasilitas minyak dan gas, pemantauan tekanan, temperatur, laju aliran, dan status peralatan berperan penting dalam menjaga operasi sesuai batas yang ditetapkan.

Skenario ilustratif berikut menggambarkan fasilitas yang memerlukan penelusuran kejadian setelah alarm tekanan aktif.

Dengan memanfaatkan SCADA dan historian, tim dapat memeriksa perubahan tekanan sebelum alarm, status pompa atau kompresor, kondisi katup, serta event komunikasi yang terjadi pada periode yang sama.

Analisis tersebut membantu membedakan kemungkinan gangguan proses dari masalah instrumen atau komunikasi. Keputusan operasional tetap harus mengikuti prosedur fasilitas, analisis bahaya, dan kewenangan personel.

Integrasi SCADA Historian dengan Sistem Operasional Lain

Integrasi data memungkinkan organisasi memanfaatkan informasi operasional di luar ruang kontrol.

Integrasi dengan MES

Manufacturing Execution System membantu mengelola pelaksanaan produksi. Data SCADA dapat digunakan untuk memberikan informasi mengenai status mesin, waktu operasi, waktu berhenti, dan parameter proses.

Integrasi ini mendukung evaluasi performa produksi dan penelusuran kondisi yang memengaruhi hasil proses.

Integrasi dengan ERP

ERP mengelola proses bisnis seperti perencanaan sumber daya, persediaan, biaya, dan administrasi.

Data operasional dari SCADA dapat digunakan untuk mendukung laporan pemakaian energi, pemanfaatan mesin, atau konsumsi sumber daya. Integrasi perlu menggunakan jalur pertukaran data yang terkendali agar tidak mengganggu jaringan kontrol.

Integrasi dengan Sistem Manajemen Pemeliharaan

Sistem manajemen pemeliharaan dapat menggunakan indikator dari historian untuk membantu menentukan prioritas inspeksi atau perawatan.

Misalnya, perubahan parameter peralatan dapat menghasilkan rekomendasi pemeriksaan. Pembuatan work order otomatis hanya sebaiknya dilakukan setelah logika, otorisasi, dan mekanisme validasinya diuji.

Integrasi dengan Dashboard Manajemen

Dashboard manajemen dapat menyajikan indikator seperti tingkat ketersediaan peralatan, konsumsi energi per unit produksi, frekuensi gangguan, dan tren downtime.

Indikator harus mempunyai definisi, periode pengukuran, sumber data, serta metode perhitungan yang konsisten.

Keamanan Siber dalam Sistem SCADA

Sistem SCADA merupakan bagian dari Operational Technology (OT). Gangguan terhadap sistem OT dapat memengaruhi keselamatan, kontinuitas produksi, kualitas produk, dan ketersediaan layanan.

Karena itu, pelatihan SCADA perlu mencakup dasar-dasar keamanan siber industri.

Segmentasi Jaringan

Jaringan kontrol sebaiknya dipisahkan secara terencana dari jaringan teknologi informasi umum. Pertukaran data antara jaringan OT dan IT perlu melewati mekanisme yang sesuai dengan analisis risiko.

Pengelolaan Hak Akses

Akses pengguna harus mengikuti prinsip kebutuhan minimum. Akun individual, autentikasi yang sesuai, pengelolaan akun istimewa, dan pencatatan aktivitas membantu meningkatkan akuntabilitas.

Pengamanan Komunikasi

Organisasi perlu mengevaluasi kemampuan keamanan protokol yang digunakan, perlindungan koneksi jarak jauh, dan risiko akses dari perangkat yang tidak dikelola.

Tidak semua protokol industri memiliki kemampuan keamanan bawaan yang sama. Kontrol tambahan mungkin diperlukan berdasarkan arsitektur dan risiko.

Backup dan Pemulihan

Konfigurasi SCADA, database tag, histori yang diperlukan, dan komponen sistem penting perlu memiliki mekanisme pencadangan serta prosedur pemulihan yang telah diuji.

Backup yang belum pernah diuji tidak menjamin sistem dapat dipulihkan ketika terjadi insiden.

Manajemen Perubahan

Perubahan konfigurasi, pembaruan perangkat lunak, penambahan tag, atau perubahan jaringan harus mengikuti prosedur pengendalian perubahan.

Pengujian sebaiknya dilakukan pada lingkungan yang sesuai sebelum perubahan diterapkan pada sistem produksi.

Tantangan Implementasi SCADA Data Acquisition dan Historian

Walaupun memiliki banyak manfaat, implementasi SCADA dapat menghadapi sejumlah tantangan.

Tantangan Dampak Potensial Pendekatan Penanganan
Data tidak akurat Analisis dan keputusan keliru Kalibrasi dan validasi data
Gangguan komunikasi Data terlambat atau hilang Diagnosis jaringan dan pemantauan status koneksi
Tag tidak konsisten Kesulitan integrasi dan analisis Standarisasi penamaan
Historian terlalu penuh Biaya dan kapasitas meningkat Kebijakan retensi dan pengelolaan penyimpanan
Alarm berlebihan Operator kesulitan menentukan prioritas Evaluasi dan rasionalisasi alarm
Dashboard terlalu kompleks Informasi penting sulit ditemukan Desain berorientasi tugas operator
Integrasi tidak aman Risiko terhadap jaringan OT Segmentasi dan kontrol akses
Kurangnya kompetensi Pemanfaatan sistem tidak optimal Pelatihan dan prosedur kerja
Dokumentasi tidak lengkap Pemeliharaan lebih sulit Pengelolaan dokumentasi teknis

Penanganan tantangan harus disesuaikan dengan karakteristik fasilitas. Tidak ada satu konfigurasi yang cocok untuk seluruh organisasi.

Strategi Mengoptimalkan Kinerja SCADA

Agar sistem memberikan manfaat berkelanjutan, organisasi perlu mengelola teknologi, manusia, dan prosedur secara terpadu.

Menetapkan KPI yang Terukur

Kinerja implementasi dapat dievaluasi menggunakan indikator yang sesuai dengan tujuan organisasi.

Contohnya:

  • Persentase ketersediaan data.
  • Jumlah data hilang atau tidak valid.
  • Waktu rata-rata untuk mengidentifikasi gangguan.
  • Frekuensi alarm berulang.
  • Durasi downtime peralatan.
  • Konsumsi energi per unit produksi.
  • Persentase tag yang memiliki dokumentasi lengkap.

Setiap KPI perlu mempunyai definisi, metode perhitungan, baseline, target, dan periode evaluasi. Target sebaiknya ditetapkan berdasarkan kondisi aktual, bukan angka yang dipilih tanpa dasar.

Melakukan Audit Kualitas Data

Audit kualitas data membantu memastikan bahwa informasi yang disimpan sesuai dengan kondisi proses.

Audit dapat mencakup pemeriksaan tag, satuan, timestamp, frekuensi pencatatan, nilai tidak wajar, dan konsistensi sumber data.

Hasil audit menjadi dasar untuk menentukan prioritas perbaikan.

Mengembangkan Kompetensi Tim

Penggunaan SCADA melibatkan operator, instrument engineer, teknisi PLC, administrator sistem, personel OT cybersecurity, serta tim pemeliharaan.

Pelatihan lintas fungsi membantu setiap pihak memahami alur data dan tanggung jawabnya.

Melakukan Evaluasi Berkala

Evaluasi berkala diperlukan untuk menilai apakah sistem masih sesuai dengan kebutuhan operasional.

Evaluasi dapat dilakukan ketika terjadi perubahan proses, penambahan perangkat, peningkatan kapasitas produksi, atau munculnya kebutuhan analisis baru.

Manfaat Training SCADA Data Acquisition, Historian dan Real-Time Monitoring bagi Peserta

Training ini dirancang untuk memberikan pemahaman konseptual sekaligus kemampuan teknis yang dapat digunakan dalam kegiatan operasional.

Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu:

  1. Memahami prinsip kerja dan arsitektur sistem SCADA.
  2. Mengidentifikasi sumber data dari sensor, PLC, dan RTU.
  3. Menjelaskan alur data acquisition.
  4. Memahami konfigurasi tag dan parameter pengukuran.
  5. Mengenali prinsip komunikasi industri.
  6. Memahami cara kerja SCADA historian.
  7. Menelusuri data historis berdasarkan waktu.
  8. Membaca grafik trend dan dashboard monitoring.
  9. Mengidentifikasi indikasi gangguan berdasarkan data.
  10. Memahami dasar keamanan jaringan OT.
  11. Menyusun rekomendasi peningkatan kualitas data.
  12. Mendukung evaluasi kinerja sistem pemantauan industri.

Kompetensi yang diperoleh bergantung pada pengalaman awal peserta, kedalaman materi, fasilitas praktik, serta durasi pelatihan.

Siapa yang Perlu Mengikuti Training SCADA?

Pelatihan ini relevan bagi personel yang terlibat dalam otomasi, pengawasan proses, pengelolaan data industri, dan pemeliharaan peralatan.

Peserta yang direkomendasikan meliputi:

  • Instrument Engineer.
  • Control System Engineer.
  • Automation Engineer.
  • Electrical Engineer.
  • PLC dan SCADA Programmer.
  • Operator ruang kontrol.
  • Teknisi instrumentasi.
  • Teknisi pemeliharaan.
  • Engineer produksi.
  • Personel sistem informasi industri.
  • Personel OT cybersecurity.
  • Supervisor dan manajer operasional.
  • Tim reliability dan asset management.

Pelatihan dapat disesuaikan untuk peserta pemula maupun personel berpengalaman. Bagi peserta yang baru mengenal SCADA, materi sebaiknya dimulai dari konsep instrumentasi dan arsitektur sistem. Bagi peserta berpengalaman, materi dapat difokuskan pada integrasi historian, analisis data, troubleshooting, dan optimasi sistem.

Metode Pelaksanaan Training SCADA

Agar pembelajaran lebih efektif, pelatihan dapat menggabungkan beberapa metode.

Pembelajaran Konseptual

Instruktur menjelaskan arsitektur SCADA, data acquisition, historian, komunikasi industri, serta real-time monitoring menggunakan diagram dan contoh penerapan.

Demonstrasi Teknis

Instruktur memperlihatkan alur data dari perangkat lapangan atau simulator hingga tampil pada HMI dan historian.

Praktik dan Simulasi

Peserta menjalankan latihan konfigurasi tag, pemantauan trend, penelusuran histori, dan identifikasi masalah berdasarkan skenario.

Diskusi Studi Kasus

Peserta mengevaluasi contoh kejadian operasional dan menyusun rekomendasi berdasarkan data yang tersedia.

Evaluasi Kompetensi

Evaluasi dapat dilakukan melalui tes pemahaman, praktik teknis, analisis data, dan penyusunan rencana implementasi di tempat kerja.

FAQ Training SCADA Data Acquisition, Historian dan Real-Time Monitoring

1. Apa yang dimaksud dengan Training SCADA Data Acquisition, Historian dan Real-Time Monitoring?

Training SCADA Data Acquisition, Historian dan Real-Time Monitoring adalah pelatihan untuk memahami proses pengumpulan data industri, penyimpanan data historis, serta pemantauan kondisi proses secara berkelanjutan. Materi mencakup arsitektur SCADA, PLC, RTU, tag database, komunikasi industri, historian, dashboard, alarm, dan analisis trend.

2. Siapa yang cocok mengikuti pelatihan SCADA ini?

Pelatihan cocok bagi engineer otomasi, instrumentasi, teknisi PLC, operator ruang kontrol, teknisi pemeliharaan, engineer produksi, personel OT, dan supervisor operasional. Materi dapat disesuaikan dengan tingkat pengalaman dan kebutuhan organisasi.

3. Apa perbedaan data acquisition dan historian?

Data acquisition merupakan proses mengumpulkan data dari perangkat lapangan dan mengirimkannya ke sistem. Historian merupakan sistem yang menyimpan data tersebut berdasarkan waktu agar dapat ditelusuri, dibandingkan, dan dianalisis pada kemudian hari.

4. Apa manfaat real-time monitoring dalam industri?

Real-time monitoring membantu operator mengetahui kondisi proses, memantau perubahan parameter, mengenali alarm, dan mengevaluasi status peralatan. Penerapan yang tepat dapat mendukung respons gangguan, meningkatkan keterlacakan kejadian, dan membantu efisiensi operasional.

5. Apakah pelatihan mencakup praktik konfigurasi SCADA?

Pelatihan dapat mencakup praktik konfigurasi tag, pengumpulan data, pengaturan historian, pembacaan trend, dashboard, dan analisis gangguan. Bentuk praktik bergantung pada kurikulum, perangkat lunak, simulator, dan fasilitas yang disediakan penyelenggara.

6. Apakah SCADA historian dapat diintegrasikan dengan sistem lain?

Ya. Historian dapat diintegrasikan dengan sistem pelaporan, MES, ERP, aplikasi analitik, dan sistem pemeliharaan. Integrasi perlu dirancang dengan mempertimbangkan kompatibilitas, kualitas data, keamanan siber, dan pemisahan jaringan kontrol dari jaringan bisnis.

7. Bagaimana cara memilih program Training SCADA yang tepat?

Pilih program yang memiliki kurikulum sesuai kebutuhan industri, instruktur berpengalaman, praktik teknis yang relevan, materi keamanan OT, studi kasus, serta evaluasi kompetensi. Pastikan penyelenggara menjelaskan perangkat atau simulator yang digunakan dan kompetensi yang ditargetkan.

Kesimpulan

Training SCADA Data Acquisition, Historian dan Real-Time Monitoring merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kemampuan personel dalam mengelola informasi operasional industri. Pengumpulan data yang akurat, penyimpanan histori yang konsisten, serta pemantauan proses yang efektif dapat membantu organisasi meningkatkan keterlacakan kejadian, mempercepat analisis gangguan, dan mendukung keputusan berbasis data.

Penerapan teknologi SCADA tidak hanya bergantung pada perangkat keras dan perangkat lunak. Keberhasilan implementasi juga dipengaruhi oleh kualitas instrumen, desain jaringan, tata kelola data, keamanan sistem, dokumentasi, dan kompetensi personel.

Dengan pelatihan yang terstruktur, peserta dapat memahami hubungan antara data lapangan, PLC, RTU, SCADA server, historian, dan dashboard monitoring. Pengetahuan tersebut dapat menjadi dasar untuk mengembangkan sistem pemantauan yang lebih andal dan sesuai dengan kebutuhan operasional.

Bagi organisasi yang ingin meningkatkan efisiensi produksi, memperkuat keandalan peralatan, dan mengoptimalkan pemanfaatan data industri, pengembangan kompetensi SCADA merupakan investasi penting dalam transformasi digital.

Tingkatkan Kompetensi SCADA dan Optimalkan Data Operasional Industri Anda

Ikuti Training SCADA Data Acquisition, Historian dan Real-Time Monitoring untuk memperdalam pemahaman tentang akuisisi data, pengelolaan historian, pemantauan real-time, dan analisis proses industri.

Hubungi penyelenggara pelatihan untuk mendapatkan informasi jadwal, kurikulum, metode pembelajaran, serta program yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan atau instansi Anda.

Jadwal, Lokasi & Biaya
Jadwal Bimtek & Training
Pusat Edukasi Indonesia menyelenggarakan Kegiatan Bimbingan Teknis dan Pendidikan Pelatihan yang dilaksanakan pada :

Lokasi: HI Hotel Senen

📍 Jl. Pasar Senen No.3 Jakarta Pusat 10410

Hari Tanggal / Bulan
Rabu - Kamis 14 - 15 Januari 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Januari 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Januari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Februari 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Februari 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Februari 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Februari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Maret 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Maret 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Maret 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Maret 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 April 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 April 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 April 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 April 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 April 2026
Rabu - Kamis 6 - 7 Mei 2026
Rabu - Kamis 13 - 14 Mei 2026
Rabu - Kamis 20 - 21 Mei 2026
Rabu - Kamis 27 - 28 Mei 2026
Rabu - Kamis 3 - 4 Juni 2026
Rabu - Kamis 10 - 11 Juni 2026
Rabu - Kamis 17 - 18 Juni 2026
Rabu - Kamis 24 - 25 Juni 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 Juli 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 Juli 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 Juli 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 Juli 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 Juli 2026
Rabu - Kamis 5 - 6 Agustus 2026
Rabu - Kamis 12 - 13 Agustus 2026
Rabu - Kamis 19 - 20 Agustus 2026
Rabu - Kamis 26 - 27 Agustus 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 September 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 September 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 September 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 September 2026
Rabu - Kamis 30 - 1 Oktober 2026
Rabu - Kamis 7 - 8 Oktober 2026
Rabu - Kamis 14 - 15 Oktober 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Oktober 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Oktober 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 November 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 November 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 November 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 November 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 Desember 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 Desember 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 Desember 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 Desember 2026
Rabu - Kamis 30 - 31 Desember 2026

Lokasi: Serela Cihampelas Hotel Bandun

📍 Jl. Cihampelas No.147, Cipaganti, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat 40131

Hari Tanggal / Bulan
Rabu - Kamis 14 - 15 Januari 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Januari 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Januari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Februari 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Februari 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Februari 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Februari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Maret 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Maret 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Maret 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Maret 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 April 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 April 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 April 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 April 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 April 2026
Rabu - Kamis 6 - 7 Mei 2026
Rabu - Kamis 13 - 14 Mei 2026
Rabu - Kamis 20 - 21 Mei 2026
Rabu - Kamis 27 - 28 Mei 2026
Rabu - Kamis 3 - 4 Juni 2026
Rabu - Kamis 10 - 11 Juni 2026
Rabu - Kamis 17 - 18 Juni 2026
Rabu - Kamis 24 - 25 Juni 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 Juli 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 Juli 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 Juli 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 Juli 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 Juli 2026
Rabu - Kamis 5 - 6 Agustus 2026
Rabu - Kamis 12 - 13 Agustus 2026
Rabu - Kamis 19 - 20 Agustus 2026
Rabu - Kamis 26 - 27 Agustus 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 September 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 September 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 September 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 September 2026
Rabu - Kamis 30 - 1 Oktober 2026
Rabu - Kamis 7 - 8 Oktober 2026
Rabu - Kamis 14 - 15 Oktober 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Oktober 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Oktober 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 November 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 November 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 November 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 November 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 Desember 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 Desember 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 Desember 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 Desember 2026
Rabu - Kamis 30 - 31 Desember 2026

Lokasi: Swiss-Belexpress Kuta Legian

📍 Jl. Legian Gg. Troppozone, Lingkungan Pelasa, Kuta, Kec. Kuta, Kabupaten Badung, Bali 80361

Hari Tanggal / Bulan
Rabu - Kamis 14 - 15 Januari 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Januari 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Januari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Februari 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Februari 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Februari 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Februari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Maret 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Maret 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Maret 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Maret 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 April 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 April 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 April 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 April 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 April 2026
Rabu - Kamis 6 - 7 Mei 2026
Rabu - Kamis 13 - 14 Mei 2026
Rabu - Kamis 20 - 21 Mei 2026
Rabu - Kamis 27 - 28 Mei 2026
Rabu - Kamis 3 - 4 Juni 2026
Rabu - Kamis 10 - 11 Juni 2026
Rabu - Kamis 17 - 18 Juni 2026
Rabu - Kamis 24 - 25 Juni 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 Juli 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 Juli 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 Juli 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 Juli 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 Juli 2026
Rabu - Kamis 5 - 6 Agustus 2026
Rabu - Kamis 12 - 13 Agustus 2026
Rabu - Kamis 19 - 20 Agustus 2026
Rabu - Kamis 26 - 27 Agustus 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 September 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 September 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 September 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 September 2026
Rabu - Kamis 30 - 1 Oktober 2026
Rabu - Kamis 7 - 8 Oktober 2026
Rabu - Kamis 14 - 15 Oktober 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Oktober 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Oktober 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 November 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 November 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 November 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 November 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 Desember 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 Desember 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 Desember 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 Desember 2026
Rabu - Kamis 30 - 31 Desember 2026

Lokasi: Hotel NEO+ - Bp

📍 Jl. Mayjend Sutoyo No.67, Gunungsari Ulu, Kec. Balikpapan Tengah, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur 7612

Hari Tanggal / Bulan
Rabu - Kamis 14 - 15 Januari 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Januari 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Januari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Februari 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Februari 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Februari 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Februari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Maret 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Maret 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Maret 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Maret 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 April 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 April 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 April 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 April 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 April 2026
Rabu - Kamis 6 - 7 Mei 2026
Rabu - Kamis 13 - 14 Mei 2026
Rabu - Kamis 20 - 21 Mei 2026
Rabu - Kamis 27 - 28 Mei 2026
Rabu - Kamis 3 - 4 Juni 2026
Rabu - Kamis 10 - 11 Juni 2026
Rabu - Kamis 17 - 18 Juni 2026
Rabu - Kamis 24 - 25 Juni 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 Juli 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 Juli 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 Juli 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 Juli 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 Juli 2026
Rabu - Kamis 5 - 6 Agustus 2026
Rabu - Kamis 12 - 13 Agustus 2026
Rabu - Kamis 19 - 20 Agustus 2026
Rabu - Kamis 26 - 27 Agustus 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 September 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 September 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 September 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 September 2026
Rabu - Kamis 30 - 1 Oktober 2026
Rabu - Kamis 7 - 8 Oktober 2026
Rabu - Kamis 14 - 15 Oktober 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Oktober 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Oktober 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 November 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 November 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 November 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 November 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 Desember 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 Desember 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 Desember 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 Desember 2026
Rabu - Kamis 30 - 31 Desember 2026
Hari Tanggal / Bulan
Rabu - Kamis 14 - 15 Januari 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Januari 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Januari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Februari 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Februari 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Februari 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Februari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Maret 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Maret 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Maret 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Maret 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 April 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 April 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 April 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 April 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 April 2026
Rabu - Kamis 6 - 7 Mei 2026
Rabu - Kamis 13 - 14 Mei 2026
Rabu - Kamis 20 - 21 Mei 2026
Rabu - Kamis 27 - 28 Mei 2026
Rabu - Kamis 3 - 4 Juni 2026
Rabu - Kamis 10 - 11 Juni 2026
Rabu - Kamis 17 - 18 Juni 2026
Rabu - Kamis 24 - 25 Juni 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 Juli 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 Juli 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 Juli 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 Juli 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 Juli 2026
Rabu - Kamis 5 - 6 Agustus 2026
Rabu - Kamis 12 - 13 Agustus 2026
Rabu - Kamis 19 - 20 Agustus 2026
Rabu - Kamis 26 - 27 Agustus 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 September 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 September 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 September 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 September 2026
Rabu - Kamis 30 - 1 Oktober 2026
Rabu - Kamis 7 - 8 Oktober 2026
Rabu - Kamis 14 - 15 Oktober 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Oktober 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Oktober 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 November 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 November 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 November 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 November 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 Desember 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 Desember 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 Desember 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 Desember 2026
Rabu - Kamis 30 - 31 Desember 2026

Lokasi: Biz Hotel - Batam

📍 Komplek Nagoya Newtown Blok T No.15 Jalan Kompleks Nagoya City Walk, Lubuk Baja Kota, Kec. Lubuk Baja, Kota Batam, Kepulauan Riau 2944

Hari Tanggal / Bulan
Rabu - Kamis 14 - 15 Januari 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Januari 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Januari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Februari 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Februari 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Februari 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Februari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Maret 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Maret 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Maret 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Maret 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 April 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 April 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 April 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 April 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 April 2026
Rabu - Kamis 6 - 7 Mei 2026
Rabu - Kamis 13 - 14 Mei 2026
Rabu - Kamis 20 - 21 Mei 2026
Rabu - Kamis 27 - 28 Mei 2026
Rabu - Kamis 3 - 4 Juni 2026
Rabu - Kamis 10 - 11 Juni 2026
Rabu - Kamis 17 - 18 Juni 2026
Rabu - Kamis 24 - 25 Juni 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 Juli 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 Juli 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 Juli 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 Juli 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 Juli 2026
Rabu - Kamis 5 - 6 Agustus 2026
Rabu - Kamis 12 - 13 Agustus 2026
Rabu - Kamis 19 - 20 Agustus 2026
Rabu - Kamis 26 - 27 Agustus 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 September 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 September 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 September 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 September 2026
Rabu - Kamis 30 - 1 Oktober 2026
Rabu - Kamis 7 - 8 Oktober 2026
Rabu - Kamis 14 - 15 Oktober 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Oktober 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Oktober 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 November 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 November 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 November 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 November 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 Desember 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 Desember 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 Desember 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 Desember 2026
Rabu - Kamis 30 - 31 Desember 2026

Lokasi: MaxOne Hotel Dharmahusada

📍 Jl. Dharmahusada No.189, Mojo, Kec. Gubeng, Surabaya, Jawa Timur 60285

Hari Tanggal / Bulan
Rabu - Kamis 14 - 15 Januari 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Januari 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Januari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Februari 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Februari 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Februari 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Februari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Maret 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Maret 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Maret 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Maret 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 April 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 April 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 April 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 April 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 April 2026
Rabu - Kamis 6 - 7 Mei 2026
Rabu - Kamis 13 - 14 Mei 2026
Rabu - Kamis 20 - 21 Mei 2026
Rabu - Kamis 27 - 28 Mei 2026
Rabu - Kamis 3 - 4 Juni 2026
Rabu - Kamis 10 - 11 Juni 2026
Rabu - Kamis 17 - 18 Juni 2026
Rabu - Kamis 24 - 25 Juni 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 Juli 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 Juli 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 Juli 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 Juli 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 Juli 2026
Rabu - Kamis 5 - 6 Agustus 2026
Rabu - Kamis 12 - 13 Agustus 2026
Rabu - Kamis 19 - 20 Agustus 2026
Rabu - Kamis 26 - 27 Agustus 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 September 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 September 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 September 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 September 2026
Rabu - Kamis 30 - 1 Oktober 2026
Rabu - Kamis 7 - 8 Oktober 2026
Rabu - Kamis 14 - 15 Oktober 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Oktober 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Oktober 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 November 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 November 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 November 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 November 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 Desember 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 Desember 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 Desember 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 Desember 2026
Rabu - Kamis 30 - 31 Desember 2026

Lokasi: Gets Hotel Malang

📍 Jl. Brigjend Slamet Riadi No.38, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65119

Hari Tanggal / Bulan
Rabu - Kamis 14 - 15 Januari 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Januari 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Januari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Februari 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Februari 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Februari 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Februari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Maret 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Maret 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Maret 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Maret 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 April 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 April 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 April 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 April 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 April 2026
Rabu - Kamis 6 - 7 Mei 2026
Rabu - Kamis 13 - 14 Mei 2026
Rabu - Kamis 20 - 21 Mei 2026
Rabu - Kamis 27 - 28 Mei 2026
Rabu - Kamis 3 - 4 Juni 2026
Rabu - Kamis 10 - 11 Juni 2026
Rabu - Kamis 17 - 18 Juni 2026
Rabu - Kamis 24 - 25 Juni 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 Juli 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 Juli 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 Juli 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 Juli 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 Juli 2026
Rabu - Kamis 5 - 6 Agustus 2026
Rabu - Kamis 12 - 13 Agustus 2026
Rabu - Kamis 19 - 20 Agustus 2026
Rabu - Kamis 26 - 27 Agustus 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 September 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 September 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 September 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 September 2026
Rabu - Kamis 30 - 1 Oktober 2026
Rabu - Kamis 7 - 8 Oktober 2026
Rabu - Kamis 14 - 15 Oktober 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Oktober 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Oktober 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 November 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 November 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 November 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 November 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 Desember 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 Desember 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 Desember 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 Desember 2026
Rabu - Kamis 30 - 31 Desember 2026

Lokasi: favehotel S. Parman - Medan

📍 Jl. S. Parman No.313A, Petisah Hulu, Kec. Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara 20152

Hari Tanggal / Bulan
Rabu - Kamis 14 - 15 Januari 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Januari 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Januari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Februari 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Februari 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Februari 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Februari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Maret 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Maret 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Maret 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Maret 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 April 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 April 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 April 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 April 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 April 2026
Rabu - Kamis 6 - 7 Mei 2026
Rabu - Kamis 13 - 14 Mei 2026
Rabu - Kamis 20 - 21 Mei 2026
Rabu - Kamis 27 - 28 Mei 2026
Rabu - Kamis 3 - 4 Juni 2026
Rabu - Kamis 10 - 11 Juni 2026
Rabu - Kamis 17 - 18 Juni 2026
Rabu - Kamis 24 - 25 Juni 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 Juli 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 Juli 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 Juli 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 Juli 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 Juli 2026
Rabu - Kamis 5 - 6 Agustus 2026
Rabu - Kamis 12 - 13 Agustus 2026
Rabu - Kamis 19 - 20 Agustus 2026
Rabu - Kamis 26 - 27 Agustus 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 September 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 September 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 September 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 September 2026
Rabu - Kamis 30 - 1 Oktober 2026
Rabu - Kamis 7 - 8 Oktober 2026
Rabu - Kamis 14 - 15 Oktober 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Oktober 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Oktober 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 November 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 November 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 November 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 November 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 Desember 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 Desember 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 Desember 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 Desember 2026
Rabu - Kamis 30 - 31 Desember 2026

Lokasi: FOX Lite Hotel Samarinda

📍 Jl. Mayor Jendral S. Parman No.15, Temindung Permai, Kec. Sungai Pinang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75119

Hari Tanggal / Bulan
Rabu - Kamis 14 - 15 Januari 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Januari 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Januari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Februari 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Februari 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Februari 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Februari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Maret 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Maret 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Maret 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Maret 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 April 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 April 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 April 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 April 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 April 2026
Rabu - Kamis 6 - 7 Mei 2026
Rabu - Kamis 13 - 14 Mei 2026
Rabu - Kamis 20 - 21 Mei 2026
Rabu - Kamis 27 - 28 Mei 2026
Rabu - Kamis 3 - 4 Juni 2026
Rabu - Kamis 10 - 11 Juni 2026
Rabu - Kamis 17 - 18 Juni 2026
Rabu - Kamis 24 - 25 Juni 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 Juli 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 Juli 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 Juli 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 Juli 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 Juli 2026
Rabu - Kamis 5 - 6 Agustus 2026
Rabu - Kamis 12 - 13 Agustus 2026
Rabu - Kamis 19 - 20 Agustus 2026
Rabu - Kamis 26 - 27 Agustus 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 September 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 September 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 September 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 September 2026
Rabu - Kamis 30 - 1 Oktober 2026
Rabu - Kamis 7 - 8 Oktober 2026
Rabu - Kamis 14 - 15 Oktober 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Oktober 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Oktober 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 November 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 November 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 November 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 November 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 Desember 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 Desember 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 Desember 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 Desember 2026
Rabu - Kamis 30 - 31 Desember 2026

Lokasi: Aston Inn Pantai Losari - Makassar

📍 Jl. Daeng Tompo No.28-36, Maloku, Kec. Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90112

Hari Tanggal / Bulan
Rabu - Kamis 14 - 15 Januari 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Januari 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Januari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Februari 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Februari 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Februari 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Februari 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 Maret 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 Maret 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 Maret 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 Maret 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 April 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 April 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 April 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 April 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 April 2026
Rabu - Kamis 6 - 7 Mei 2026
Rabu - Kamis 13 - 14 Mei 2026
Rabu - Kamis 20 - 21 Mei 2026
Rabu - Kamis 27 - 28 Mei 2026
Rabu - Kamis 3 - 4 Juni 2026
Rabu - Kamis 10 - 11 Juni 2026
Rabu - Kamis 17 - 18 Juni 2026
Rabu - Kamis 24 - 25 Juni 2026
Rabu - Kamis 1 - 2 Juli 2026
Rabu - Kamis 8 - 9 Juli 2026
Rabu - Kamis 15 - 16 Juli 2026
Rabu - Kamis 22 - 23 Juli 2026
Rabu - Kamis 29 - 30 Juli 2026
Rabu - Kamis 5 - 6 Agustus 2026
Rabu - Kamis 12 - 13 Agustus 2026
Rabu - Kamis 19 - 20 Agustus 2026
Rabu - Kamis 26 - 27 Agustus 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 September 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 September 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 September 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 September 2026
Rabu - Kamis 30 - 1 Oktober 2026
Rabu - Kamis 7 - 8 Oktober 2026
Rabu - Kamis 14 - 15 Oktober 2026
Rabu - Kamis 21 - 22 Oktober 2026
Rabu - Kamis 28 - 29 Oktober 2026
Rabu - Kamis 4 - 5 November 2026
Rabu - Kamis 11 - 12 November 2026
Rabu - Kamis 18 - 19 November 2026
Rabu - Kamis 25 - 26 November 2026
Rabu - Kamis 2 - 3 Desember 2026
Rabu - Kamis 9 - 10 Desember 2026
Rabu - Kamis 16 - 17 Desember 2026
Rabu - Kamis 23 - 24 Desember 2026
Rabu - Kamis 30 - 31 Desember 2026
Hubungi kami untuk lokasi pelaksanaan bimtek & training terdekat, kami melayani beberapa kota besar diantaranya:

Jakarta Hotel HI Jakarta
Bandung Hotel Fave Serela Cihamplas
Yogjakarta Hotel Amaris Maliboro
Bali Swibell Express Kuta Legian
Surabaya Hotel Max One
Malang Hotel Gets
Bali Hotel Swisbel Inn Exsperes Kuta
Makassar Hotel Aston Inn
Balikpapan Hotel Neo
Samarinda Hotel Fox
Batam Hotel BIZ
Medan Hotel Fave Medan

dan Hotel Pilihan Sesuai Request Peserta

TANPA PENGINAPAN
Rp. 4.000.000
Mengikuti kelas tatap muka selama 2 hari.
Modul materi dan softcopy materi
Bimtek kit & Tas eksklusif
Sertifikat pelatihan.
Makan siang selama kegiatan berlangsung.
Coffebreak sebanyak 2 kali selama kegiatan berlangsung.
PENGINAPAN (Twin Sharing)
Rp. 5.000.000
Mengikuti kelas tatap muka selama 2 hari.
Modul materi dan softcopy materi
Bimtek kit & Tas eksklusif
Sertifikat pelatihan.
Menginap 1 kamar untuk 2 orang, selama 4 hari 3 malam.
Sarapan pagi dan Makan siang Selama Kegiatan Berlangsung.
Coffebreak sebanyak 2 kali selama kegiatan berlangsung.
PENGINAPAN (Suite Room)
Rp. 5.500.000
Mengikuti kelas tatap muka selama 2 hari.
Modul materi dan softcopy materi
Bimtek kit dan Tas eksklusif
Sertifikat pelatihan.
Menginap 1 kamar untuk 1 orang, selama 4 hari 3 malam.
Sarapan pagi, Makan siang dan Makan malam selama kegiatan berlangsung.
Coffebreak sebanyak 2 kali selama kegiatan berlangsung.