Training SCADA Communication Protocol: Modbus, OPC UA, Ethernet/IP dan Profibus 2026-2027
INFORMASI ALAMAT & NOMOR TELEPON
Untuk mengirim pesan singkat kepada kami, Anda dapat menghubungi salah satu customer service yang sudah kami cantumkan
KONTAK KAMI
18 Office Park Building, 21th Floor Unit C
Jl. TB Simatupang No. 18, Pasar Minggu
Jakarta Selatan, 12520
info@bimtekedukasi.com
0821-9026-8799
Daftar Isi
ToggleDalam sistem industrial automation, kemampuan perangkat untuk berkomunikasi secara akurat, cepat, dan andal merupakan salah satu fondasi utama keberhasilan proses otomasi. Programmable Logic Controller (PLC), Remote Terminal Unit (RTU), Human Machine Interface (HMI), sensor, actuator, Variable Frequency Drive (VFD), Remote I/O, hingga SCADA harus dapat bertukar data melalui jaringan komunikasi yang sesuai. Karena itu, pemahaman terhadap SCADA Communication Protocol menjadi kompetensi penting bagi engineer, teknisi, automation specialist, system integrator, dan profesional IT/OT.
Training SCADA Communication Protocol: Modbus, OPC UA, Ethernet/IP dan Profibus dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai prinsip komunikasi dalam sistem SCADA dan industrial automation. Pembahasan mencakup karakteristik protokol, arsitektur komunikasi, addressing, data exchange, konfigurasi perangkat, troubleshooting, integrasi PLC-SCADA, hingga aspek reliability dan cybersecurity.
Empat teknologi yang menjadi fokus utama adalah Modbus, OPC UA, Ethernet/IP dan Profibus. Masing-masing mempunyai karakteristik, mekanisme komunikasi, kelebihan, keterbatasan, dan penggunaan yang berbeda. Modbus dikenal luas karena kesederhanaan dan kompatibilitasnya, OPC UA banyak digunakan untuk interoperabilitas dan pertukaran data antar sistem, Ethernet/IP memanfaatkan jaringan Ethernet untuk industrial communication, sedangkan Profibus merupakan teknologi fieldbus yang telah lama digunakan dalam berbagai instalasi industri.
Penguasaan protokol tersebut membantu organisasi membangun sistem komunikasi yang lebih terstruktur, mengurangi communication failure, mempercepat troubleshooting, dan meningkatkan kualitas data yang diterima SCADA.
Mengapa SCADA Communication Protocol Penting dalam Industrial Automation?
SCADA pada dasarnya membutuhkan sumber data dari berbagai perangkat lapangan. Data temperatur, tekanan, flow, level, status motor, kecepatan mesin, alarm, energi, hingga production counter harus dikirim dari perangkat kontrol menuju supervisory system.
Tanpa komunikasi yang baik, SCADA tidak dapat menjalankan fungsi monitoring dan supervisory secara optimal.
Komunikasi industri berperan dalam:
- Mengirim data sensor menuju PLC atau RTU.
- Mengirim command dari SCADA ke PLC.
- Menghubungkan PLC dengan HMI.
- Menghubungkan PLC dengan SCADA server.
- Mengintegrasikan perangkat field instrumentation.
- Mengirim data menuju historian.
- Menghubungkan sistem kontrol dengan database.
- Mendukung integrasi antara OT dan IT.
- Menyediakan data untuk reporting dan analytics.
- Memungkinkan remote monitoring dan centralized supervision.
Kesalahan pemilihan atau konfigurasi protocol dapat menyebabkan berbagai masalah, seperti data tidak muncul, nilai tidak sesuai, komunikasi intermittent, timeout, packet loss, atau perangkat tidak dapat saling mengenali.
Oleh sebab itu, seorang SCADA engineer tidak cukup hanya memahami software SCADA. Ia juga harus memahami bagaimana data bergerak dari field device sampai ke supervisory layer.
Konsep Dasar SCADA Communication
SCADA Communication adalah mekanisme pertukaran informasi antara perangkat kontrol, perangkat lapangan, server, workstation, dan aplikasi supervisory.
Secara sederhana, aliran data dapat digambarkan sebagai:
Sensor/Instrument → PLC/RTU → Industrial Network → SCADA Server → HMI/Workstation → Historian/Database
Pada sistem yang lebih kompleks, data dapat diteruskan ke:
SCADA → Edge/IoT Gateway → Data Platform → MES → ERP/Cloud
Setiap lapisan dapat menggunakan teknologi komunikasi yang berbeda.
Contohnya:
| Lapisan | Perangkat | Teknologi Komunikasi |
|---|---|---|
| Field | Sensor, transmitter, actuator | Analog, digital, fieldbus |
| Control | PLC, RTU | Modbus, Profibus, Ethernet/IP |
| Supervisory | SCADA Server | OPC UA, TCP/IP |
| Data | Historian, database | SQL, OPC UA, API |
| Enterprise | MES/ERP | API, database, middleware |
Karena itu, komunikasi SCADA bukan hanya tentang satu protocol. Dalam sistem nyata, beberapa protocol dapat digunakan secara bersamaan.
Apa yang Dimaksud dengan Protocol dalam Sistem SCADA?
Protocol adalah seperangkat aturan yang mengatur bagaimana perangkat mengirim, menerima, memahami, dan memproses data.
Protocol menentukan hal-hal seperti:
- Format data.
- Struktur pesan.
- Addressing.
- Device identification.
- Data type.
- Error checking.
- Communication timing.
- Request dan response.
- Session atau connection.
- Mechanism untuk mendeteksi error.
Dalam komunikasi industri, protocol harus dipilih berdasarkan kebutuhan sistem.
Beberapa pertimbangan utama adalah:
- Jenis perangkat yang digunakan.
- Vendor perangkat.
- Jarak komunikasi.
- Kecepatan komunikasi.
- Jumlah device.
- Kebutuhan deterministic communication.
- Topologi jaringan.
- Kebutuhan interoperability.
- Existing infrastructure.
- Security requirement.
- Kemudahan maintenance.
- Biaya implementasi.
Mengenal Modbus dalam SCADA
Modbus merupakan salah satu protocol komunikasi industri yang sangat dikenal dan banyak digunakan untuk menghubungkan PLC, meter, sensor, controller, inverter, RTU, dan SCADA.
Salah satu alasan Modbus tetap populer adalah desainnya yang relatif sederhana dan dukungan perangkat yang luas.
Modbus dapat ditemukan dalam beberapa implementasi, termasuk:
- Modbus RTU.
- Modbus ASCII.
- Modbus TCP.
Modbus RTU
Modbus RTU umumnya digunakan pada jaringan serial, terutama RS-485.
Karakteristiknya antara lain:
- Menggunakan komunikasi serial.
- Umumnya menggunakan RS-485.
- Mendukung komunikasi multi-drop.
- Struktur data relatif sederhana.
- Banyak digunakan pada legacy system.
- Cocok untuk perangkat dengan kebutuhan data relatif sederhana.
Dalam implementasi Modbus RTU, engineer perlu memperhatikan:
- Baud rate.
- Parity.
- Stop bit.
- Slave address.
- Wiring.
- Termination.
- Polaritas komunikasi.
- Grounding.
- Jarak kabel.
Kesalahan kecil pada parameter komunikasi dapat membuat perangkat tidak dapat berkomunikasi.
Modbus TCP
Modbus TCP membawa komunikasi Modbus melalui jaringan Ethernet dan TCP/IP.
Hal ini memungkinkan perangkat Modbus berkomunikasi melalui infrastruktur jaringan Ethernet.
Contoh arsitektur:
SCADA Server → Ethernet Switch → PLC/Modbus Gateway → Field Device
Keunggulan Modbus TCP antara lain:
- Menggunakan Ethernet.
- Integrasi relatif sederhana.
- Mudah digunakan pada jaringan IP.
- Cocok untuk monitoring.
- Mendukung komunikasi antar perangkat melalui jaringan industri.
Namun, Modbus TCP tetap harus dirancang dengan mempertimbangkan segmentasi jaringan dan keamanan karena penggunaan Ethernet tidak otomatis berarti sistem aman.
Addressing pada Modbus
Salah satu aspek penting dalam training SCADA communication adalah memahami addressing.
Modbus mengenal beberapa kelompok data seperti:
| Jenis Data | Fungsi Umum |
|---|---|
| Coils | Digital output |
| Discrete Inputs | Digital input |
| Input Registers | Data input |
| Holding Registers | Data yang dapat dibaca/ditulis |
Dalam praktik, engineer harus memastikan bahwa alamat di PLC sesuai dengan mapping pada SCADA.
Kesalahan mapping dapat menyebabkan SCADA membaca:
- Tag yang salah.
- Nilai yang salah.
- Register kosong.
- Data dengan scaling yang tidak sesuai.
Selain address, data type juga perlu diperhatikan.
Misalnya sebuah nilai dari PLC dapat berupa:
- Boolean.
- Integer.
- Unsigned integer.
- 32-bit integer.
- Float.
- Double.
- String.
Untuk nilai floating point, byte order atau word order juga harus diperhatikan ketika perangkat menggunakan representasi yang berbeda.
Mengenal OPC UA untuk SCADA
OPC UA atau Open Platform Communications Unified Architecture merupakan teknologi komunikasi yang dirancang untuk interoperabilitas dan pertukaran data antar sistem.
OPC UA banyak digunakan sebagai communication layer antara:
- PLC.
- SCADA.
- HMI.
- Historian.
- MES.
- Database.
- IIoT platform.
- Enterprise applications.
Salah satu kekuatan OPC UA adalah kemampuannya membawa informasi tidak hanya sebagai nilai mentah, tetapi juga sebagai data yang memiliki struktur dan metadata.
Mengapa OPC UA Penting?
Dalam lingkungan industri modern, organisasi sering menggunakan perangkat dari banyak vendor.
Tanpa mekanisme interoperabilitas, integrasi menjadi lebih kompleks.
OPC UA membantu menyediakan pendekatan komunikasi yang lebih terstruktur.
Beberapa karakteristik penting OPC UA meliputi:
- Platform independence.
- Structured information modeling.
- Client-server communication.
- Dukungan security.
- Authentication.
- Encryption.
- Certificate-based security.
- Interoperability.
- Data modeling.
OPC UA sangat relevan ketika organisasi ingin menghubungkan control system dengan sistem tingkat atas.
OPC UA Client dan Server
Dalam arsitektur OPC UA, terdapat konsep client dan server.
Contohnya:
PLC/SCADA Data Source → OPC UA Server → OPC UA Client → Application
OPC UA Server menyediakan data dan layanan, sedangkan client mengakses data tersebut sesuai kebutuhan.
SCADA dapat berperan sebagai OPC UA client yang mengambil data dari server.
Namun, pada arsitektur tertentu, SCADA juga dapat menyediakan data melalui OPC UA server sehingga sistem lain dapat mengambil informasi dari SCADA.
OPC UA dan Data Modeling
Salah satu perbedaan penting OPC UA dibandingkan protocol yang sangat sederhana adalah kemampuannya merepresentasikan hubungan dan struktur data.
Misalnya sebuah sistem pompa dapat memiliki:
- Pump ID.
- Status.
- Running feedback.
- Speed.
- Pressure.
- Current.
- Alarm.
- Maintenance status.
Informasi tersebut dapat disusun menjadi struktur data yang lebih bermakna.
Hal ini sangat bermanfaat ketika SCADA harus terintegrasi dengan sistem analytics, MES, atau platform digital.
Mengenal Ethernet/IP
EtherNet/IP adalah industrial communication protocol yang menggunakan standar Ethernet dan TCP/IP serta Common Industrial Protocol (CIP).
EtherNet/IP banyak digunakan dalam lingkungan automation dan control system.
Teknologi ini dapat digunakan untuk komunikasi antara:
- PLC.
- Remote I/O.
- Drives.
- HMI.
- Industrial controller.
- Safety devices.
- Automation equipment.
Salah satu karakteristik pentingnya adalah pemanfaatan Ethernet sebagai media jaringan.
Keunggulan EtherNet/IP
Beberapa keunggulan EtherNet/IP antara lain:
- Menggunakan infrastruktur Ethernet.
- Mendukung integrasi berbagai perangkat.
- Cocok untuk industrial automation.
- Mendukung komunikasi real-time tertentu melalui mekanisme CIP.
- Mendukung berbagai jenis perangkat automation.
- Memudahkan integrasi dengan jaringan Ethernet industri.
Namun, desain jaringan tetap harus mempertimbangkan traffic, topology, switch capability, redundancy, latency, dan cybersecurity.
EtherNet/IP dan CIP
CIP atau Common Industrial Protocol merupakan bagian penting dari EtherNet/IP.
CIP memungkinkan perangkat berbagi informasi menggunakan model komunikasi dan object tertentu.
Dalam implementasi, engineer perlu memahami:
- Device identity.
- Connection.
- Assembly.
- Input/output data.
- Explicit messaging.
- Implicit messaging.
- Network configuration.
Pemahaman tersebut membantu engineer melakukan integrasi PLC dan perangkat automation secara lebih efektif.
Mengenal Profibus
Profibus adalah teknologi fieldbus yang banyak digunakan pada sistem otomasi industri, terutama pada instalasi yang membutuhkan komunikasi antara controller dan field devices.
Varian yang dikenal antara lain:
- PROFIBUS DP.
- PROFIBUS PA.
PROFIBUS DP
PROFIBUS DP banyak digunakan untuk komunikasi antara controller dan distributed devices.
Contohnya:
- Remote I/O.
- Drives.
- PLC.
- Motor control.
- Automation devices.
PROFIBUS PA
PROFIBUS PA banyak digunakan dalam process automation dan lingkungan yang membutuhkan komunikasi dengan field instrumentation.
Perangkat yang dapat terhubung antara lain:
- Pressure transmitter.
- Flow transmitter.
- Temperature transmitter.
- Level transmitter.
- Process instruments.
Karena karakteristik instalasinya, engineer harus memahami desain segment, termination, power, addressing, dan device configuration.
Perbandingan Modbus, OPC UA, EtherNet/IP dan Profibus
Memahami perbedaan setiap protocol merupakan bagian penting dari Training SCADA Communication Protocol.
| Aspek | Modbus | OPC UA | EtherNet/IP | Profibus |
|---|---|---|---|---|
| Media umum | Serial/Ethernet | Ethernet/IP | Ethernet | Fieldbus |
| Fokus | Data exchange sederhana | Interoperability | Industrial automation | Field communication |
| Kompleksitas | Rendah | Menengah–tinggi | Menengah | Menengah |
| Struktur data | Relatif sederhana | Kaya dan terstruktur | Object-oriented/CIP | Device/process oriented |
| Penggunaan | PLC, meter, inverter | SCADA, MES, IT/OT | PLC, I/O, drives | PLC, remote I/O, instrumentation |
| Legacy support | Sangat baik | Baik | Baik | Sangat baik |
| Integrasi IT | Sedang | Tinggi | Sedang | Lebih terbatas |
| Ethernet | Modbus TCP | Ya | Ya | Tidak pada Profibus klasik |
| Security capability | Terbatas secara native | Lebih kuat | Bergantung implementasi | Bergantung arsitektur |
Tabel tersebut menunjukkan bahwa tidak ada satu protocol yang selalu menjadi pilihan terbaik.
Pemilihan protocol harus berdasarkan kebutuhan sistem.
Bagaimana Memilih Communication Protocol yang Tepat?
Pemilihan protocol sebaiknya dilakukan secara sistematis.
1. Identifikasi Perangkat
Buat daftar seluruh perangkat yang akan terhubung:
- PLC.
- SCADA server.
- HMI.
- RTU.
- Sensor.
- Actuator.
- VFD.
- Remote I/O.
- Analyzer.
- Energy meter.
Kemudian identifikasi protocol yang didukung setiap perangkat.
2. Tentukan Kebutuhan Data
Tidak semua perangkat membutuhkan data dengan volume dan kecepatan yang sama.
Contohnya:
| Aplikasi | Kebutuhan |
|---|---|
| Energy meter | Periodic monitoring |
| Motor status | Fast status update |
| Process control | Deterministic communication |
| Historian | High-volume data |
| Enterprise integration | Structured information |
3. Perhatikan Existing Infrastructure
Jika perusahaan sudah memiliki jaringan Profibus yang luas, mengganti seluruh sistem dengan teknologi baru belum tentu ekonomis.
Sebaliknya, proyek baru mungkin lebih fleksibel menggunakan Ethernet-based architecture.
4. Pertimbangkan Lifecycle
Engineer perlu memikirkan:
- Availability spare part.
- Vendor support.
- Skill teknisi.
- Maintenance.
- Expansion.
- Upgrade.
- Migration.
Protocol yang mudah dipasang tetapi sulit dipelihara dalam jangka panjang bukan pilihan yang ideal.
Arsitektur Komunikasi SCADA Modern
Arsitektur modern dapat terdiri dari beberapa layer.
Field Layer
Berisi sensor dan actuator.
Control Layer
Berisi:
- PLC.
- RTU.
- DCS controller.
- Remote I/O.
Supervisory Layer
Berisi:
- SCADA server.
- HMI.
- Engineering workstation.
Information Layer
Berisi:
- Historian.
- Database.
- Reporting server.
- Analytics.
Enterprise Layer
Berisi:
- MES.
- ERP.
- Cloud platform.
- Business intelligence.
Communication protocol dapat berbeda pada setiap layer.
Contoh:
Profibus → PLC → EtherNet/IP → SCADA → OPC UA → Historian/MES
Arsitektur seperti ini menunjukkan mengapa seorang engineer perlu memahami lebih dari satu protocol.
SCADA Tag Mapping
Tag mapping merupakan proses menghubungkan data dari perangkat sumber dengan tag di SCADA.
Misalnya PLC memiliki:
- Motor_01_Status.
- Motor_01_Speed.
- Motor_01_Current.
- Motor_01_Alarm.
SCADA kemudian harus memiliki mapping yang benar terhadap setiap data tersebut.
Kesalahan mapping dapat menyebabkan kondisi serius.
Contohnya:
Tag SCADA “Pump Pressure” ternyata membaca register “Pump Temperature”.
Sistem mungkin tetap menampilkan angka sehingga operator tidak langsung menyadari adanya kesalahan.
Karena itu, proses verifikasi tag sangat penting.
Data Scaling dalam Communication Protocol
Data yang diterima SCADA tidak selalu langsung dalam satuan engineering.
Misalnya PLC mengirim nilai integer 0–10000 yang harus dikonversi menjadi 0–100 bar.
Maka SCADA membutuhkan scaling.
Secara umum:
Engineering Value = Raw Value × Scale + Offset
Engineer harus memahami:
- Raw value.
- Engineering range.
- Unit.
- Offset.
- Scale factor.
- Resolution.
Kesalahan scaling dapat menyebabkan informasi proses terlihat normal tetapi sebenarnya salah.
Communication Troubleshooting
Troubleshooting merupakan kompetensi penting bagi peserta training.
Ketika SCADA tidak menerima data, engineer tidak seharusnya langsung menyimpulkan bahwa SCADA software rusak.
Troubleshooting sebaiknya dilakukan dari layer paling dasar.
Layer 1: Physical
Periksa:
- Power.
- Kabel.
- Connector.
- Switch.
- Termination.
- Signal.
- Link status.
Layer 2: Network
Periksa:
- IP address.
- Subnet.
- VLAN.
- Routing.
- Duplicate IP.
- Network latency.
- Packet loss.
Layer 3: Protocol
Periksa:
- Device address.
- Port.
- Function.
- Register.
- Connection.
- Timeout.
- Polling interval.
Layer 4: SCADA
Periksa:
- Tag configuration.
- Driver.
- OPC connection.
- Data type.
- Scaling.
- Alarm.
- Historian.
Pendekatan berlapis membuat troubleshooting lebih sistematis.
Contoh Kasus Nyata: Integrasi PLC dan SCADA pada Pabrik Manufaktur
Sebuah pabrik manufaktur memiliki beberapa production line.
Setiap line menggunakan PLC untuk mengendalikan:
- Conveyor.
- Motor.
- Pump.
- Temperature controller.
- VFD.
Management ingin seluruh data production line ditampilkan pada SCADA.
Masalahnya, perangkat berasal dari beberapa generasi dan vendor berbeda.
Sebagian perangkat mendukung Modbus TCP, sebagian menggunakan EtherNet/IP, dan beberapa perangkat lama menggunakan serial communication.
Tantangan
SCADA harus mengintegrasikan seluruh data tanpa mengganti semua perangkat existing.
Solusi Arsitektur
Salah satu pendekatan dapat menggunakan:
Legacy Devices → Gateway → Ethernet Network → SCADA
Sementara perangkat native Ethernet dapat terhubung langsung melalui protocol yang sesuai.
OPC UA dapat digunakan sebagai interoperability layer pada bagian tertentu arsitektur jika dibutuhkan.
Hasil yang Diharapkan
Dengan arsitektur yang tepat, perusahaan dapat memperoleh:
- Centralized monitoring.
- Production visibility.
- Alarm monitoring.
- Historical trends.
- Downtime analysis.
- Maintenance data.
Kasus ini menunjukkan pentingnya kemampuan memahami berbagai protocol, bukan hanya satu teknologi.
Contoh Kasus: Water Treatment Plant
Dalam water treatment plant terdapat berbagai parameter proses:
- Flow.
- Pressure.
- Level.
- Turbidity.
- pH.
- Pump status.
- Valve status.
- Chemical dosing.
PLC mengendalikan proses, sementara SCADA digunakan operator untuk monitoring.
Beberapa field devices dapat menggunakan Profibus, sedangkan komunikasi dengan sistem supervisory dapat menggunakan Ethernet dan OPC UA.
Jika komunikasi terganggu, operator dapat kehilangan visibility terhadap parameter penting.
Karena itu, system integrator perlu memastikan:
- Correct device addressing.
- Reliable network.
- Correct tag mapping.
- Proper timeout.
- Alarm communication.
- Redundant architecture jika diperlukan.
Contoh Kasus: Energy Monitoring
Sebuah fasilitas industri ingin memonitor konsumsi listrik secara real-time.
Energy meter mengirim:
- Voltage.
- Current.
- Power factor.
- Active power.
- Reactive power.
- Energy consumption.
Modbus TCP dapat digunakan untuk menghubungkan meter dengan monitoring system.
Data kemudian disimpan ke historian atau database.
Dengan data tersebut, perusahaan dapat melakukan:
- Energy baseline.
- Peak demand analysis.
- Energy efficiency analysis.
- Cost allocation.
- Abnormal consumption detection.
Ini menunjukkan bahwa protocol komunikasi bukan hanya masalah teknis jaringan, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap kualitas data bisnis.
SCADA Communication dan Cybersecurity
Semakin banyak perangkat terhubung ke jaringan, semakin penting aspek cybersecurity.
Industrial communication tidak boleh dirancang hanya berdasarkan kebutuhan konektivitas.
Beberapa prinsip keamanan yang perlu diperhatikan:
- Segmentasi jaringan.
- Firewall.
- Access control.
- Network monitoring.
- Secure remote access.
- Authentication.
- Encryption jika tersedia.
- Certificate management.
- Patch management.
- Backup.
- Logging.
OPC UA memiliki mekanisme keamanan yang lebih modern dibandingkan beberapa protocol industri legacy. Namun, keamanan tetap bergantung pada implementasi dan konfigurasi keseluruhan sistem.
Modbus, misalnya, secara tradisional tidak dirancang dengan fitur security modern yang kuat. Karena itu, penerapannya harus dilindungi melalui arsitektur jaringan yang tepat.
Redundancy dan Communication Reliability
Pada industri yang prosesnya kritis, communication failure dapat menimbulkan dampak besar.
Redundancy dapat diterapkan pada:
- Network.
- Switch.
- Server.
- Communication path.
- Power supply.
- SCADA application.
Namun, redundancy tidak selalu diperlukan pada semua sistem.
Penentuannya harus berdasarkan:
- Criticality.
- Cost.
- Availability requirement.
- Process risk.
- Recovery time.
- Business impact.
Polling dan Communication Load
Pada beberapa protocol, SCADA melakukan polling secara periodik terhadap perangkat.
Jika jumlah tag terlalu banyak dan polling interval terlalu cepat, communication load dapat meningkat.
Contoh masalah:
SCADA → PLC → Request terlalu banyak → Response terlambat → Timeout → Data quality buruk
Karena itu engineer perlu mengoptimalkan:
- Polling interval.
- Tag grouping.
- Scan class.
- Communication priority.
- Data acquisition frequency.
Tidak semua data harus diperbarui setiap 100 milidetik.
Data seperti temperature proses mungkin cukup diperbarui setiap beberapa detik, sedangkan status tertentu mungkin membutuhkan update lebih cepat.
FAT dan SAT untuk Communication System
Communication testing sebaiknya dilakukan sejak Factory Acceptance Test atau FAT.
Beberapa pengujian dapat mencakup:
| Pengujian | Tujuan |
|---|---|
| Device connectivity | Memastikan perangkat terhubung |
| Tag verification | Memastikan data benar |
| Data type test | Memastikan tipe data sesuai |
| Alarm test | Memastikan alarm diterima |
| Communication failure | Menguji respons saat koneksi gagal |
| Recovery test | Memastikan koneksi pulih |
| Performance test | Mengukur response |
| Network test | Memastikan stabilitas jaringan |
Pada Site Acceptance Test atau SAT, pengujian dilakukan dalam kondisi instalasi aktual.
Dokumentasi Communication Engineering
Sistem komunikasi yang tidak terdokumentasi dengan baik akan sulit dipelihara.
Dokumen yang sebaiknya tersedia antara lain:
- Network architecture.
- Network topology.
- IP address list.
- Device list.
- Protocol list.
- Register map.
- Tag list.
- PLC configuration.
- SCADA configuration.
- OPC mapping.
- Communication parameters.
- Alarm mapping.
- Backup configuration.
Dokumentasi juga harus diperbarui setelah perubahan sistem.
Change Management
Perubahan configuration communication dapat berdampak pada banyak sistem.
Misalnya perubahan IP PLC dapat membuat:
- SCADA kehilangan koneksi.
- HMI tidak dapat membaca data.
- Historian berhenti menerima data.
- MES kehilangan source data.
Karena itu setiap perubahan sebaiknya memiliki:
- Change request.
- Impact analysis.
- Approval.
- Backup.
- Implementation plan.
- Testing.
- Rollback plan.
- Documentation update.
Kompetensi yang Diperoleh dari Training SCADA Communication Protocol
Program training idealnya tidak hanya membahas teori protocol.
Peserta perlu mengembangkan kemampuan praktis seperti:
- Membaca architecture diagram.
- Memahami network topology.
- Mengidentifikasi protocol.
- Melakukan device configuration.
- Melakukan tag mapping.
- Membaca register.
- Menguji komunikasi.
- Menganalisis communication error.
- Menggunakan diagnostic tools.
- Memahami OPC UA architecture.
- Mengintegrasikan PLC dengan SCADA.
- Melakukan FAT/SAT communication testing.
- Membuat dokumentasi.
Siapa yang Perlu Mengikuti Training?
Program ini relevan bagi:
- SCADA Engineer.
- Automation Engineer.
- Control Engineer.
- Instrument Engineer.
- Electrical Engineer.
- PLC Programmer.
- System Integrator.
- Maintenance Engineer.
- Automation Technician.
- SCADA Programmer.
- IT/OT Engineer.
- Industrial Network Engineer.
- Engineering Manager.
- Technical Support.
- Project Engineer.
Program juga dapat disesuaikan berdasarkan tingkat kompetensi peserta, mulai dari fundamental hingga advanced.
Materi Training SCADA Communication Protocol
Materi dapat mencakup:
Fundamental SCADA Communication
- Konsep SCADA.
- Industrial automation architecture.
- Communication layer.
- Data flow.
- Client-server architecture.
- Protocol fundamentals.
Modbus
- Modbus RTU.
- Modbus TCP.
- RS-485.
- Addressing.
- Function code.
- Register mapping.
- Data type.
- Scaling.
- Troubleshooting.
OPC UA
- OPC UA architecture.
- Client-server.
- Nodes.
- Data modeling.
- Security.
- Certificate.
- Integration dengan SCADA.
- Integration dengan IT/OT.
EtherNet/IP
- Ethernet fundamentals.
- CIP.
- Device configuration.
- I/O communication.
- Messaging.
- Industrial networking.
- Troubleshooting.
Profibus
- PROFIBUS DP.
- PROFIBUS PA.
- Device addressing.
- Network configuration.
- Termination.
- Diagnostics.
- Troubleshooting.
Integration
- PLC-SCADA integration.
- Tag mapping.
- HMI integration.
- Historian.
- Database.
- Alarm management.
- Reporting.
Reliability dan Security
- Network segmentation.
- Redundancy.
- Communication monitoring.
- Backup.
- Cybersecurity.
- Recovery.
Manfaat Training bagi Perusahaan
Investasi kompetensi communication protocol dapat memberikan dampak terhadap reliability sistem.
Beberapa manfaat yang dapat diperoleh:
- Mengurangi downtime akibat communication failure.
- Mempercepat troubleshooting.
- Meningkatkan akurasi data SCADA.
- Mengurangi kesalahan konfigurasi.
- Meningkatkan kualitas commissioning.
- Mempermudah integrasi perangkat multi-vendor.
- Meningkatkan kemampuan internal engineering team.
- Mendukung digital transformation.
- Memperbaiki kualitas dokumentasi.
- Meningkatkan reliability industrial automation.
Best Practice Implementasi SCADA Communication
Beberapa praktik yang disarankan adalah:
Gunakan Standard Naming
Gunakan struktur penamaan device dan tag yang konsisten.
Dokumentasikan Addressing
Simpan register map dan address list sebagai dokumen resmi.
Pisahkan Network Berdasarkan Fungsi
Gunakan segmentasi yang sesuai antara control network dan enterprise network.
Monitor Communication Health
Jangan hanya memonitor nilai proses. Monitor juga:
- Connection status.
- Timeout.
- Error count.
- Device availability.
- Communication quality.
Lakukan Backup
Backup configuration PLC, SCADA, gateway, network device, dan database.
Uji Sebelum Implementasi
Gunakan FAT atau simulation environment jika memungkinkan.
Hindari Over-Polling
Sesuaikan scan rate dengan kebutuhan proses.
Tantangan Implementasi Communication Protocol
Beberapa tantangan yang sering muncul antara lain:
Multi-Vendor Environment
Perangkat dari berbagai vendor mungkin menggunakan protocol dan implementasi yang berbeda.
Legacy Equipment
Perangkat lama dapat menggunakan technology yang tidak lagi umum pada sistem baru.
Data Mapping
Address dan data type yang berbeda dapat menyebabkan kesalahan interpretasi.
Network Complexity
Semakin banyak perangkat, semakin kompleks jaringan.
Cybersecurity
Konektivitas yang meningkat memperbesar attack surface.
Skill Gap
Tidak semua teknisi memahami PLC, SCADA, protocol, dan industrial networking sekaligus.
Training yang terstruktur membantu mengurangi skill gap tersebut.
SCADA Communication dalam Era Industry 4.0
Industry 4.0 mendorong semakin banyak perangkat industri untuk terhubung dan menghasilkan data.
Arsitektur automation kini dapat berkembang menjadi:
Field Device → PLC → SCADA → Historian → Edge → Analytics → Cloud
Dalam kondisi tersebut, communication protocol menjadi semakin penting.
OPC UA, Ethernet-based communication, MQTT, industrial gateways, dan edge computing dapat digunakan bersama sesuai kebutuhan.
Namun, transformasi digital tidak berarti semua protocol lama harus ditinggalkan.
Dalam banyak fasilitas industri, pendekatan terbaik adalah brownfield integration, yaitu mengintegrasikan perangkat existing dengan teknologi baru secara bertahap.
Hubungan SCADA Communication dengan Data Analytics
Data analytics membutuhkan data yang konsisten dan berkualitas.
Jika communication layer bermasalah, maka analytics juga akan bermasalah.
Misalnya:
Communication Error → Missing Data → Incorrect Historian → Incorrect Analysis → Incorrect Decision
Karena itu, kualitas data analytics sebenarnya dimulai dari level field dan communication.
Beberapa parameter data quality yang perlu diperhatikan:
- Availability.
- Accuracy.
- Timestamp.
- Consistency.
- Completeness.
- Validity.
SCADA engineer memiliki peran penting dalam menjaga kualitas tersebut.
Roadmap Pengembangan Kompetensi
Pengembangan kompetensi dapat dilakukan secara bertahap.
| Level | Kompetensi |
|---|---|
| Basic | Konsep SCADA dan protocol |
| Intermediate | Configuration dan tag mapping |
| Advanced | Integration dan troubleshooting |
| Expert | Architecture, optimization, security |
| Strategic | IT/OT integration dan digital transformation |
Peserta yang sudah memahami PLC sebaiknya memperluas kompetensinya ke SCADA dan industrial networking.
Sebaliknya, SCADA engineer perlu memahami PLC dan instrumentation agar dapat melakukan troubleshooting end-to-end.
Kesimpulan
Training SCADA Communication Protocol: Modbus, OPC UA, Ethernet/IP dan Profibus merupakan program penting bagi profesional yang terlibat dalam industrial automation, control system, SCADA engineering, PLC integration, instrumentation, dan industrial networking.
Modbus menawarkan pendekatan komunikasi yang sederhana dan luas digunakan. OPC UA memberikan kemampuan interoperabilitas dan struktur data yang kuat untuk integrasi modern. EtherNet/IP menyediakan komunikasi berbasis Ethernet yang banyak digunakan dalam industrial automation, sementara Profibus tetap relevan terutama pada berbagai instalasi fieldbus dan sistem legacy.
Memahami keempat teknologi tersebut bukan hanya berarti mengetahui definisi dan karakteristik masing-masing protocol. Engineer perlu mampu memilih protocol yang sesuai, melakukan konfigurasi, memetakan data, menguji komunikasi, melakukan troubleshooting, menjaga reliability, serta mempertimbangkan cybersecurity.
Dalam lingkungan industri modern, komunikasi yang baik menjadi fondasi bagi SCADA, historian, analytics, MES, hingga digital transformation. Semakin kompleks sistem automation, semakin penting pula kompetensi communication engineering.
Dengan pelatihan yang tepat, organisasi dapat meningkatkan kemampuan tim dalam membangun, mengintegrasikan, memelihara, dan melakukan troubleshooting sistem komunikasi SCADA secara lebih sistematis dan profesional.
FAQ
1. Apa itu SCADA Communication Protocol?
SCADA Communication Protocol adalah aturan komunikasi yang digunakan untuk pertukaran data antara SCADA dengan PLC, RTU, sensor, instrument, controller, HMI, dan perangkat industrial automation lainnya.
2. Apa perbedaan Modbus dan OPC UA?
Modbus relatif sederhana dan banyak digunakan untuk pertukaran data register antara perangkat industri. OPC UA menyediakan model data yang lebih terstruktur serta kemampuan interoperabilitas dan security yang lebih modern.
3. Kapan menggunakan Modbus TCP?
Modbus TCP dapat digunakan ketika perangkat mendukung komunikasi Modbus melalui jaringan Ethernet dan kebutuhan sistem sesuai dengan karakteristik protocol tersebut.
4. Apa fungsi EtherNet/IP dalam industrial automation?
EtherNet/IP digunakan untuk komunikasi antara berbagai perangkat automation melalui jaringan Ethernet, termasuk PLC, remote I/O, drives, HMI, dan perangkat industri lainnya.
5. Apa perbedaan Profibus DP dan Profibus PA?
PROFIBUS DP umumnya digunakan untuk komunikasi cepat antara controller dan distributed devices, sedangkan PROFIBUS PA dirancang untuk kebutuhan process automation dan field instrumentation.
6. Apakah satu sistem SCADA dapat menggunakan beberapa protocol?
Ya. Sistem SCADA dapat menggunakan beberapa protocol sekaligus. Misalnya perangkat tertentu menggunakan Modbus, perangkat lain menggunakan EtherNet/IP atau Profibus, sementara OPC UA digunakan sebagai interoperability layer.
7. Mengapa troubleshooting communication harus dilakukan secara berlapis?
Karena communication failure dapat berasal dari physical layer, network, protocol, device configuration, maupun SCADA application. Pemeriksaan berlapis membantu menemukan akar masalah secara lebih cepat dan sistematis.
Tingkatkan kompetensi tim dalam SCADA Communication Protocol dan bangun kemampuan teknis untuk mengintegrasikan Modbus, OPC UA, Ethernet/IP, dan Profibus secara efektif. Hubungi kami untuk mendapatkan informasi program training, materi, jadwal, dan pelaksanaan pelatihan sesuai kebutuhan organisasi Anda.
Lokasi: HI Hotel Senen
📍 Jl. Pasar Senen No.3 Jakarta Pusat 10410
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: Serela Cihampelas Hotel Bandun
📍 Jl. Cihampelas No.147, Cipaganti, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat 40131
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: Swiss-Belexpress Kuta Legian
📍 Jl. Legian Gg. Troppozone, Lingkungan Pelasa, Kuta, Kec. Kuta, Kabupaten Badung, Bali 80361
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: Hotel NEO+ - Bp
📍 Jl. Mayjend Sutoyo No.67, Gunungsari Ulu, Kec. Balikpapan Tengah, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur 7612
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: Biz Hotel - Batam
📍 Komplek Nagoya Newtown Blok T No.15 Jalan Kompleks Nagoya City Walk, Lubuk Baja Kota, Kec. Lubuk Baja, Kota Batam, Kepulauan Riau 2944
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: MaxOne Hotel Dharmahusada
📍 Jl. Dharmahusada No.189, Mojo, Kec. Gubeng, Surabaya, Jawa Timur 60285
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: Gets Hotel Malang
📍 Jl. Brigjend Slamet Riadi No.38, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65119
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: favehotel S. Parman - Medan
📍 Jl. S. Parman No.313A, Petisah Hulu, Kec. Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara 20152
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: FOX Lite Hotel Samarinda
📍 Jl. Mayor Jendral S. Parman No.15, Temindung Permai, Kec. Sungai Pinang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75119
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: Aston Inn Pantai Losari - Makassar
📍 Jl. Daeng Tompo No.28-36, Maloku, Kec. Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90112
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Jakarta Hotel HI Jakarta
Bandung Hotel Fave Serela Cihamplas
Yogjakarta Hotel Amaris Maliboro
Bali Swibell Express Kuta Legian
Surabaya Hotel Max One
Malang Hotel Gets
Bali Hotel Swisbel Inn Exsperes Kuta
Makassar Hotel Aston Inn
Balikpapan Hotel Neo
Samarinda Hotel Fox
Batam Hotel BIZ
Medan Hotel Fave Medan
dan Hotel Pilihan Sesuai Request Peserta

