Training Identifikasi dan Analisis Penyebab Sengketa Hubungan Industrial 2026-2027
INFORMASI ALAMAT & NOMOR TELEPON
Untuk mengirim pesan singkat kepada kami, Anda dapat menghubungi salah satu customer service yang sudah kami cantumkan
KONTAK KAMI
18 Office Park Building, 21th Floor Unit C
Jl. TB Simatupang No. 18, Pasar Minggu
Jakarta Selatan, 12520
info@bimtekedukasi.com
0821-9026-8799
Daftar Isi
ToggleHubungan industrial yang harmonis merupakan salah satu faktor utama dalam menciptakan organisasi yang produktif, stabil, dan berdaya saing. Namun, dalam praktiknya hubungan kerja tidak selalu berjalan sesuai harapan. Perbedaan kepentingan antara pengusaha dan pekerja, perubahan kebijakan perusahaan, ketidakpahaman terhadap regulasi, hingga lemahnya komunikasi sering menjadi pemicu munculnya sengketa hubungan industrial.
Sengketa hubungan industrial tidak hanya berdampak pada terganggunya hubungan kerja, tetapi juga dapat menyebabkan penurunan produktivitas, meningkatnya biaya operasional, hilangnya kepercayaan karyawan, bahkan merusak reputasi perusahaan. Oleh karena itu, kemampuan mengidentifikasi penyebab sengketa sejak dini menjadi salah satu kompetensi yang sangat penting bagi praktisi Human Resources (HR), Industrial Relations (IR), pimpinan perusahaan, supervisor, dan pengurus serikat pekerja.
Melalui Training Identifikasi dan Analisis Penyebab Sengketa Hubungan Industrial, peserta akan mempelajari berbagai faktor penyebab konflik ketenagakerjaan, teknik analisis akar masalah (root cause analysis), strategi pencegahan sengketa, hingga langkah-langkah membangun hubungan industrial yang lebih harmonis dan berkelanjutan.
Artikel ini disusun sebagai konten pilar yang memberikan pembahasan komprehensif mengenai identifikasi dan analisis penyebab sengketa hubungan industrial, sekaligus menjadi referensi bagi perusahaan dalam memperkuat sistem pengelolaan hubungan kerja.
Mengapa Identifikasi Penyebab Sengketa Sangat Penting?
Sebagian besar sengketa hubungan industrial sebenarnya tidak terjadi secara tiba-tiba. Konflik umumnya diawali oleh masalah-masalah kecil yang tidak segera ditangani, kemudian berkembang menjadi perselisihan yang lebih kompleks.
Dengan melakukan identifikasi sejak awal, perusahaan dapat:
- Mencegah konflik berkembang menjadi sengketa.
- Menurunkan risiko gangguan operasional.
- Mempercepat penyelesaian permasalahan.
- Mengurangi biaya penyelesaian sengketa.
- Meningkatkan kepercayaan antara manajemen dan pekerja.
- Memperkuat budaya komunikasi yang sehat.
- Menjaga produktivitas perusahaan.
Pendekatan preventif selalu lebih efektif dibandingkan penyelesaian konflik setelah memasuki proses hukum.
Pengertian Sengketa Hubungan Industrial
Sengketa hubungan industrial adalah perselisihan yang terjadi antara pengusaha atau gabungan pengusaha dengan pekerja, serikat pekerja, atau antarserikat pekerja yang timbul akibat adanya perbedaan pendapat mengenai hak, kepentingan, pemutusan hubungan kerja, maupun hubungan antarserikat pekerja dalam satu perusahaan.
Sengketa dapat muncul karena berbagai faktor, mulai dari perbedaan penafsiran terhadap peraturan, ketidaksesuaian pelaksanaan perjanjian kerja, hingga perubahan kebijakan perusahaan yang tidak dikomunikasikan dengan baik.
Apabila tidak ditangani secara tepat, sengketa dapat berkembang menjadi konflik yang mengganggu stabilitas organisasi.
Tujuan Identifikasi dan Analisis Penyebab Sengketa
Proses identifikasi dan analisis dilakukan bukan untuk mencari pihak yang bersalah, melainkan menemukan akar penyebab masalah sehingga solusi yang diterapkan dapat menyelesaikan persoalan secara menyeluruh.
Beberapa tujuan utamanya meliputi:
Mencegah Terjadinya Konflik Berkepanjangan
Dengan mengetahui penyebab utama suatu permasalahan, perusahaan dapat mengambil tindakan korektif sebelum konflik berkembang menjadi perselisihan yang lebih besar.
Mendukung Pengambilan Keputusan
Analisis yang objektif membantu manajemen mengambil keputusan berdasarkan fakta, bukan asumsi.
Hal ini meningkatkan kualitas penyelesaian masalah sekaligus menjaga kepercayaan seluruh pihak.
Memperbaiki Sistem Manajemen SDM
Hasil analisis sengketa sering kali menunjukkan adanya kelemahan dalam kebijakan atau prosedur perusahaan.
Perbaikan sistem tersebut akan meningkatkan efektivitas pengelolaan sumber daya manusia.
Meningkatkan Hubungan Industrial
Analisis yang dilakukan secara transparan akan memperkuat komunikasi antara manajemen dan pekerja sehingga hubungan kerja menjadi lebih harmonis.
Jenis-Jenis Sengketa Hubungan Industrial
Dalam praktik ketenagakerjaan, sengketa hubungan industrial dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis.
Perselisihan Hak
Perselisihan hak terjadi karena adanya perbedaan pelaksanaan atau penafsiran terhadap hak yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan, perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau Perjanjian Kerja Bersama (PKB).
Contoh:
- Perselisihan mengenai pembayaran upah.
- Perselisihan lembur.
- Perselisihan hak cuti.
- Perselisihan tunjangan.
- Perselisihan fasilitas kerja.
Perselisihan Kepentingan
Perselisihan kepentingan berkaitan dengan perbedaan pendapat dalam penyusunan syarat kerja baru yang belum diatur sebelumnya.
Contoh:
- Negosiasi kenaikan upah.
- Penambahan fasilitas kerja.
- Perubahan jam kerja.
- Penyusunan Perjanjian Kerja Bersama.
Perselisihan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)
Perselisihan ini muncul apabila terdapat perbedaan pendapat mengenai pelaksanaan atau alasan pemutusan hubungan kerja.
Beberapa penyebabnya antara lain:
- Efisiensi perusahaan.
- Pelanggaran disiplin.
- Restrukturisasi organisasi.
- Penutupan perusahaan.
- Ketidaksepakatan mengenai kompensasi.
Perselisihan Antarserikat Pekerja
Jenis sengketa ini terjadi antara serikat pekerja dalam satu perusahaan terkait keanggotaan, pelaksanaan hak organisasi, atau representasi pekerja.
Walaupun tidak selalu melibatkan pengusaha secara langsung, kondisi ini dapat memengaruhi stabilitas hubungan industrial.
Faktor Penyebab Sengketa Hubungan Industrial
Sengketa hubungan industrial biasanya dipengaruhi oleh kombinasi beberapa faktor.
Kurangnya Komunikasi
Komunikasi yang tidak efektif menjadi penyebab paling umum munculnya konflik.
Permasalahan yang sering terjadi antara lain:
- Informasi tidak tersampaikan.
- Kesalahpahaman.
- Kurangnya forum dialog.
- Komunikasi satu arah.
- Penyampaian kebijakan yang tidak jelas.
Ketidakpatuhan terhadap Regulasi
Pelanggaran terhadap ketentuan ketenagakerjaan dapat memicu munculnya sengketa.
Misalnya:
- Pengupahan yang tidak sesuai ketentuan.
- Pelanggaran jam kerja.
- Tidak memenuhi hak cuti.
- Tidak mengikutsertakan pekerja dalam program jaminan sosial.
- Pelaksanaan PHK yang tidak sesuai prosedur.
Ketidakkonsistenan Kebijakan Perusahaan
Kebijakan yang berubah-ubah tanpa dasar yang jelas dapat menimbulkan persepsi ketidakadilan.
Contohnya:
- Perbedaan perlakuan antarpegawai.
- Sistem penilaian kinerja yang tidak transparan.
- Promosi jabatan yang tidak objektif.
- Pemberian sanksi yang tidak konsisten.
Kurangnya Kompetensi Manajerial
Supervisor atau manajer yang belum memiliki kemampuan komunikasi dan kepemimpinan yang baik berpotensi memicu konflik.
Beberapa penyebabnya:
- Pengambilan keputusan yang emosional.
- Kurangnya kemampuan negosiasi.
- Penyampaian instruksi yang kurang jelas.
- Penanganan keluhan yang lambat.
Perubahan Organisasi
Transformasi bisnis sering memunculkan tantangan baru dalam hubungan industrial.
Misalnya:
- Restrukturisasi.
- Digitalisasi.
- Perubahan sistem kerja.
- Penggabungan perusahaan.
- Otomatisasi proses bisnis.
Perubahan tersebut perlu dikelola melalui komunikasi yang terbuka agar tidak menimbulkan resistensi.
Dampak Sengketa Hubungan Industrial terhadap Perusahaan
Apabila sengketa tidak segera diselesaikan, perusahaan dapat mengalami berbagai dampak negatif.
| Dampak | Penjelasan |
|---|---|
| Penurunan produktivitas | Fokus pekerja terganggu akibat konflik. |
| Meningkatnya turnover | Karyawan memilih meninggalkan perusahaan. |
| Gangguan operasional | Aktivitas bisnis menjadi kurang efektif. |
| Biaya penyelesaian sengketa meningkat | Perusahaan mengeluarkan biaya untuk mediasi atau proses hukum. |
| Menurunnya reputasi perusahaan | Citra perusahaan menjadi kurang baik di mata publik. |
| Turunnya motivasi kerja | Semangat dan loyalitas karyawan menurun. |
| Hubungan kerja memburuk | Kepercayaan antara manajemen dan pekerja berkurang. |
Karena itu, perusahaan perlu membangun sistem deteksi dini terhadap potensi sengketa.
Peran Pengusaha dalam Pencegahan Sengketa
Pengusaha memiliki tanggung jawab utama dalam menciptakan lingkungan kerja yang kondusif.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
- Menyusun kebijakan yang jelas.
- Melaksanakan komunikasi secara terbuka.
- Memenuhi hak pekerja sesuai ketentuan.
- Mendorong budaya dialog.
- Menyelesaikan keluhan secara cepat.
- Memberikan pelatihan kepada pimpinan.
- Menjaga konsistensi penerapan aturan.
Komitmen manajemen menjadi faktor penentu keberhasilan pencegahan sengketa.
Peran Pekerja dalam Mencegah Sengketa
Pekerja juga memiliki kontribusi penting dalam menjaga hubungan industrial.
Peran tersebut meliputi:
- Mematuhi peraturan perusahaan.
- Menjalankan pekerjaan secara profesional.
- Menyampaikan aspirasi melalui mekanisme yang tersedia.
- Mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan perbedaan.
- Menjaga komunikasi yang baik dengan atasan dan rekan kerja.
- Menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi.
Partisipasi aktif pekerja akan membantu menciptakan hubungan kerja yang saling menghormati.
Peran Serikat Pekerja dan Pemerintah
Serikat pekerja berperan sebagai mitra strategis perusahaan dalam menjaga keseimbangan hubungan industrial.
Beberapa fungsi serikat pekerja meliputi:
- Menyampaikan aspirasi anggota.
- Membantu penyelesaian perselisihan.
- Memberikan edukasi mengenai hak dan kewajiban pekerja.
- Mendorong dialog yang konstruktif.
Sementara itu, pemerintah berperan melalui:
- Penyusunan regulasi ketenagakerjaan.
- Pembinaan hubungan industrial.
- Pengawasan pelaksanaan peraturan.
- Penyediaan layanan mediasi dan konsiliasi.
- Penyelesaian perselisihan sesuai ketentuan hukum.
Kolaborasi antara pengusaha, pekerja, serikat pekerja, dan pemerintah menjadi fondasi utama dalam mencegah sengketa hubungan industrial.
Mengapa Training Identifikasi dan Analisis Penyebab Sengketa Hubungan Industrial Penting?
Di tengah dinamika dunia kerja yang semakin kompleks, kemampuan mengidentifikasi potensi sengketa sejak dini menjadi kompetensi yang sangat dibutuhkan. Melalui pelatihan ini, peserta akan memperoleh pemahaman mengenai berbagai jenis sengketa, faktor penyebabnya, teknik identifikasi masalah, hingga pendekatan analisis yang dapat digunakan untuk menyusun strategi pencegahan yang efektif.
Pelatihan ini juga membantu perusahaan membangun budaya komunikasi yang lebih baik, meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi ketenagakerjaan, serta memperkuat hubungan industrial yang harmonis dan berkelanjutan.
Teknik Identifikasi Penyebab Sengketa Hubungan Industrial
Identifikasi penyebab sengketa merupakan langkah awal yang sangat penting dalam manajemen hubungan industrial. Tujuannya bukan sekadar mengetahui adanya konflik, tetapi memahami faktor utama yang memicu munculnya perselisihan sehingga perusahaan dapat mengambil tindakan pencegahan maupun penyelesaian yang tepat.
Proses identifikasi harus dilakukan secara sistematis, objektif, dan berbasis data agar keputusan yang diambil benar-benar menyelesaikan akar permasalahan, bukan hanya gejalanya.
Beberapa teknik yang umum digunakan meliputi:
- Observasi kondisi kerja.
- Wawancara dengan pihak terkait.
- Analisis dokumen ketenagakerjaan.
- Survei kepuasan karyawan.
- Forum komunikasi bipartit.
- Audit hubungan industrial.
- Analisis tren keluhan karyawan.
Pendekatan yang komprehensif akan menghasilkan gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi hubungan industrial di perusahaan.
Mengumpulkan Data Secara Objektif
Tahapan pertama dalam analisis sengketa adalah mengumpulkan informasi yang lengkap dan dapat dipertanggungjawabkan.
Data dapat diperoleh dari berbagai sumber, antara lain:
- Perjanjian kerja.
- Peraturan perusahaan.
- Perjanjian Kerja Bersama (PKB).
- Dokumen absensi.
- Slip pengupahan.
- Surat peringatan.
- Hasil evaluasi kinerja.
- Notulen rapat bipartit.
- Laporan pengaduan pekerja.
- Hasil audit internal.
Semakin lengkap data yang dikumpulkan, semakin mudah perusahaan mengidentifikasi akar penyebab konflik.
Melakukan Wawancara dengan Pihak Terkait
Wawancara merupakan metode yang efektif untuk memperoleh informasi yang tidak tercantum dalam dokumen.
Pihak yang dapat diwawancarai meliputi:
- Pekerja.
- Atasan langsung.
- Supervisor.
- HR Manager.
- Industrial Relations Officer.
- Pengurus serikat pekerja.
- Rekan kerja yang mengetahui peristiwa.
Wawancara harus dilakukan secara netral dengan mengedepankan fakta, bukan opini.
Observasi Lingkungan Kerja
Selain dokumen dan wawancara, observasi lapangan memberikan gambaran nyata mengenai kondisi hubungan kerja.
Aspek yang diamati antara lain:
- Pola komunikasi.
- Interaksi antarpegawai.
- Kepatuhan terhadap SOP.
- Disiplin kerja.
- Gaya kepemimpinan.
- Lingkungan kerja.
- Budaya organisasi.
Observasi membantu mengidentifikasi faktor-faktor yang sering luput dari laporan administrasi.
Menggunakan Metode Root Cause Analysis (RCA)
Root Cause Analysis (RCA) merupakan metode yang digunakan untuk menemukan penyebab utama suatu masalah sehingga solusi yang diterapkan dapat bersifat permanen.
Alih-alih hanya menyelesaikan akibatnya, RCA berfokus pada sumber penyebab konflik.
Manfaat RCA antara lain:
- Mengurangi konflik berulang.
- Mempercepat penyelesaian masalah.
- Meningkatkan kualitas keputusan.
- Mendukung perbaikan berkelanjutan.
Teknik 5 Why
Metode 5 Why dilakukan dengan mengajukan pertanyaan “mengapa” secara berulang hingga ditemukan akar penyebab.
Contoh sederhana
Masalah:
Karyawan melakukan aksi protes mengenai lembur.
Mengapa?
Karena pembayaran lembur terlambat.
Mengapa terlambat?
Karena data absensi belum diverifikasi.
Mengapa belum diverifikasi?
Karena supervisor terlambat melakukan persetujuan.
Mengapa terlambat?
Karena tidak ada batas waktu yang jelas.
Mengapa tidak ada batas waktu?
Karena SOP belum diperbarui.
Melalui metode tersebut terlihat bahwa akar masalah bukan berada pada pembayaran lembur, melainkan kelemahan dalam SOP.
Diagram Fishbone (Ishikawa)
Fishbone Diagram membantu mengelompokkan penyebab masalah berdasarkan beberapa kategori.
Kategori yang umum digunakan meliputi:
- Man (SDM)
- Method (Metode kerja)
- Machine (Peralatan)
- Material
- Management
- Environment (Lingkungan kerja)
Pendekatan ini sangat efektif untuk menganalisis konflik yang melibatkan banyak faktor.
Analisis Berdasarkan Jenis Sengketa
Setiap jenis sengketa memerlukan pendekatan analisis yang berbeda.
| Jenis Sengketa | Fokus Analisis |
|---|---|
| Perselisihan Hak | Kepatuhan terhadap regulasi dan perjanjian kerja |
| Perselisihan Kepentingan | Proses negosiasi dan komunikasi |
| Perselisihan PHK | Alasan PHK, prosedur, dan kompensasi |
| Perselisihan Antarserikat | Tata kelola organisasi dan komunikasi |
Dengan memahami karakteristik masing-masing sengketa, perusahaan dapat menentukan strategi penyelesaian yang lebih efektif.
Analisis Faktor Internal Perusahaan
Sebagian besar sengketa dipicu oleh faktor internal organisasi.
Beberapa aspek yang perlu dianalisis meliputi:
Kebijakan SDM
Evaluasi dilakukan terhadap:
- Sistem rekrutmen.
- Pengupahan.
- Promosi.
- Mutasi.
- Disiplin kerja.
- Penilaian kinerja.
Kebijakan yang tidak konsisten sering menjadi penyebab munculnya konflik.
Kepemimpinan
Gaya kepemimpinan sangat memengaruhi hubungan industrial.
Hal-hal yang perlu dievaluasi:
- Cara memberikan instruksi.
- Pengambilan keputusan.
- Kemampuan komunikasi.
- Objektivitas.
- Penyelesaian masalah.
Supervisor yang kurang kompeten sering menjadi sumber konflik di unit kerja.
Budaya Organisasi
Budaya kerja yang kurang sehat dapat memicu ketidakpuasan.
Indikator yang perlu diperhatikan:
- Tingkat kolaborasi.
- Keterbukaan informasi.
- Penghargaan terhadap karyawan.
- Kepercayaan antarpegawai.
- Nilai organisasi.
Analisis Faktor Eksternal
Selain faktor internal, kondisi eksternal juga dapat memengaruhi hubungan industrial.
Beberapa faktor eksternal antara lain:
- Perubahan regulasi ketenagakerjaan.
- Kondisi ekonomi.
- Inflasi.
- Persaingan industri.
- Perkembangan teknologi.
- Perubahan pasar tenaga kerja.
Perusahaan harus mampu menyesuaikan kebijakan internal terhadap perubahan lingkungan bisnis.
Strategi Pencegahan Sengketa Hubungan Industrial
Pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan penyelesaian sengketa setelah konflik berkembang.
Beberapa strategi yang dapat diterapkan adalah sebagai berikut.
Membangun Komunikasi Terbuka
Komunikasi yang baik mengurangi kesalahpahaman.
Program yang dapat dilakukan:
- Morning briefing.
- Town hall meeting.
- Forum bipartit.
- Employee gathering.
- Survei kepuasan.
Menyusun SOP yang Jelas
SOP yang terdokumentasi dengan baik akan mengurangi perbedaan interpretasi.
SOP sebaiknya mencakup:
- Rekrutmen.
- Pengupahan.
- Disiplin kerja.
- Promosi.
- Mutasi.
- PHK.
- Penanganan keluhan.
Melakukan Pelatihan Secara Berkala
Pelatihan meningkatkan pemahaman seluruh pihak mengenai hubungan industrial.
Materi pelatihan dapat mencakup:
- Regulasi ketenagakerjaan.
- Komunikasi.
- Negosiasi.
- Kepemimpinan.
- Penyelesaian konflik.
- Hubungan industrial.
Meningkatkan Peran Bipartit
Lembaga Kerja Sama Bipartit merupakan media komunikasi yang sangat efektif.
Manfaat forum bipartit:
- Menyampaikan aspirasi.
- Membahas kebijakan.
- Menyelesaikan permasalahan.
- Membangun kepercayaan.
Peran Human Resources dan Industrial Relations
Divisi HR dan Industrial Relations memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga stabilitas hubungan kerja.
Perannya meliputi:
- Menyusun kebijakan SDM.
- Mengelola komunikasi.
- Menangani pengaduan.
- Memberikan konsultasi kepada manajemen.
- Menyelenggarakan pelatihan.
- Memastikan kepatuhan terhadap regulasi.
- Melakukan evaluasi hubungan industrial.
HR juga menjadi pihak yang mengoordinasikan penyelesaian sengketa sebelum memasuki tahapan mediasi maupun proses hukum.
Implementasi Sistem Deteksi Dini Sengketa
Perusahaan sebaiknya membangun sistem yang mampu mendeteksi potensi konflik sebelum berkembang menjadi sengketa.
Tahapan implementasi dapat dilakukan sebagai berikut.
| Tahapan | Aktivitas |
|---|---|
| Identifikasi Risiko | Memetakan area yang berpotensi menimbulkan konflik |
| Pengumpulan Data | Mengumpulkan laporan, keluhan, dan hasil evaluasi |
| Analisis | Menentukan akar penyebab menggunakan metode yang sesuai |
| Penyusunan Solusi | Menetapkan tindakan korektif dan preventif |
| Implementasi | Melaksanakan solusi yang telah disepakati |
| Monitoring | Memantau efektivitas penyelesaian |
| Evaluasi | Menyempurnakan kebijakan berdasarkan hasil implementasi |
Sistem ini membantu perusahaan mengelola hubungan industrial secara proaktif.
Contoh Kasus Nyata
Sebuah perusahaan distribusi mengalami peningkatan jumlah pengaduan terkait sistem penilaian kinerja. Banyak karyawan merasa proses promosi jabatan tidak dilakukan secara transparan sehingga muncul ketidakpuasan dan konflik antara pekerja dengan manajemen.
Perusahaan kemudian membentuk tim yang terdiri dari HR, Industrial Relations, dan perwakilan serikat pekerja untuk melakukan identifikasi masalah. Tim melakukan wawancara dengan karyawan, meninjau dokumen penilaian kinerja, mengevaluasi SOP promosi, serta menggunakan metode Root Cause Analysis.
Hasil analisis menunjukkan bahwa penyebab utama bukan terletak pada hasil promosi, melainkan pada tidak adanya standar penilaian yang dipahami secara seragam oleh seluruh supervisor. Selain itu, mekanisme penyampaian hasil evaluasi kepada karyawan belum berjalan secara konsisten.
Sebagai tindak lanjut, perusahaan menyusun indikator kinerja yang lebih objektif, memperbarui SOP promosi, memberikan pelatihan kepada para supervisor mengenai penilaian kinerja dan komunikasi, serta membuka forum konsultasi bagi karyawan yang ingin memperoleh penjelasan terkait hasil evaluasi.
Dalam enam bulan setelah implementasi perbaikan, jumlah keluhan menurun secara signifikan, tingkat kepercayaan karyawan meningkat, dan proses promosi menjadi lebih transparan. Kasus ini menunjukkan bahwa analisis akar penyebab yang tepat dapat menghasilkan solusi yang efektif dan berkelanjutan.
Manfaat Mengikuti Training Identifikasi dan Analisis Penyebab Sengketa Hubungan Industrial
Pelaksanaan Training Identifikasi dan Analisis Penyebab Sengketa Hubungan Industrial memberikan manfaat strategis bagi perusahaan dalam membangun hubungan kerja yang sehat, produktif, dan berkelanjutan. Pelatihan ini tidak hanya membahas penyelesaian sengketa, tetapi juga menekankan pentingnya upaya preventif melalui identifikasi dini terhadap potensi konflik yang dapat mengganggu stabilitas organisasi.
Dengan meningkatnya kompleksitas dunia ketenagakerjaan, perusahaan membutuhkan sumber daya manusia yang mampu memahami penyebab sengketa secara objektif dan mampu merumuskan solusi yang tepat berdasarkan regulasi yang berlaku.
Manfaat bagi Perusahaan
Perusahaan yang memiliki sistem identifikasi dan analisis sengketa yang baik akan memperoleh berbagai manfaat berikut.
- Mengurangi potensi perselisihan hubungan industrial.
- Meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi ketenagakerjaan.
- Mempercepat penyelesaian konflik internal.
- Menurunkan biaya akibat proses penyelesaian sengketa.
- Meningkatkan produktivitas tenaga kerja.
- Memperkuat komunikasi antara manajemen dan pekerja.
- Membangun budaya kerja yang harmonis.
- Menjaga stabilitas operasional perusahaan.
- Meningkatkan citra perusahaan di mata karyawan dan pemangku kepentingan.
Pencegahan konflik melalui identifikasi yang tepat jauh lebih efisien dibandingkan menangani sengketa yang telah berkembang menjadi proses hukum.
Manfaat bagi Peserta
Peserta pelatihan akan memperoleh kompetensi yang dapat diterapkan secara langsung dalam pengelolaan hubungan industrial.
Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu:
- Memahami berbagai jenis sengketa hubungan industrial.
- Mengidentifikasi faktor penyebab konflik secara sistematis.
- Menggunakan metode Root Cause Analysis (RCA).
- Melakukan analisis berdasarkan data dan fakta.
- Menyusun strategi pencegahan sengketa.
- Mengembangkan komunikasi yang lebih efektif.
- Memberikan rekomendasi penyelesaian konflik kepada manajemen.
- Membangun hubungan industrial yang harmonis dan berkelanjutan.
Kompetensi tersebut sangat dibutuhkan oleh praktisi HR, Industrial Relations, pimpinan unit kerja, maupun pengurus serikat pekerja.
Tantangan dalam Identifikasi Penyebab Sengketa
Walaupun metode analisis telah berkembang, implementasinya di perusahaan masih menghadapi berbagai tantangan.
Kurangnya Data yang Akurat
Analisis yang baik memerlukan data yang lengkap.
Namun dalam praktiknya sering ditemukan:
- Dokumen tidak lengkap.
- Data administrasi belum terdigitalisasi.
- Riwayat pengaduan tidak terdokumentasi.
- Informasi yang berbeda antarunit.
Kondisi tersebut dapat menyebabkan kesimpulan yang kurang tepat.
Komunikasi yang Tidak Efektif
Kurangnya komunikasi masih menjadi penyebab utama munculnya konflik.
Permasalahan yang sering ditemui meliputi:
- Informasi tidak tersampaikan.
- Perbedaan persepsi.
- Tidak adanya forum dialog.
- Penyampaian kebijakan yang kurang jelas.
Perusahaan perlu membangun komunikasi dua arah yang terbuka agar potensi sengketa dapat diketahui sejak dini.
Kurangnya Kompetensi SDM
Tidak semua supervisor maupun manajer memiliki kemampuan dalam menangani konflik.
Akibatnya:
- Masalah kecil berkembang menjadi konflik besar.
- Keluhan pekerja tidak segera ditindaklanjuti.
- Penyelesaian dilakukan secara emosional.
- Keputusan kurang objektif.
Pelatihan menjadi solusi untuk meningkatkan kemampuan tersebut.
Perubahan Regulasi
Regulasi ketenagakerjaan terus berkembang mengikuti dinamika ekonomi dan dunia kerja.
Perusahaan harus:
- Memperbarui kebijakan.
- Menyesuaikan SOP.
- Memberikan sosialisasi.
- Melakukan pelatihan berkala.
Pemahaman yang selalu diperbarui akan membantu mengurangi risiko pelanggaran.
Best Practice Pencegahan Sengketa Hubungan Industrial
Perusahaan yang berhasil menjaga hubungan industrial umumnya menerapkan praktik terbaik berikut.
Membangun Sistem Pelaporan yang Mudah Diakses
Karyawan perlu memiliki saluran resmi untuk menyampaikan keluhan.
Media yang dapat digunakan antara lain:
- Portal pengaduan digital.
- Kotak saran.
- Email khusus.
- Forum bipartit.
- Konsultasi HR.
- Hotline internal.
Semakin cepat keluhan diterima, semakin mudah perusahaan melakukan pencegahan.
Melaksanakan Audit Hubungan Industrial
Audit dilakukan untuk memastikan seluruh kebijakan telah diterapkan secara konsisten.
Aspek audit meliputi:
- Kepatuhan regulasi.
- Pengupahan.
- Waktu kerja.
- Administrasi SDM.
- Perjanjian kerja.
- Peraturan perusahaan.
- Implementasi PKB.
Audit berkala membantu menemukan potensi konflik sebelum menjadi sengketa.
Mengembangkan Kompetensi Pimpinan
Pimpinan memiliki pengaruh besar terhadap kualitas hubungan kerja.
Kompetensi yang perlu dikembangkan meliputi:
- Komunikasi.
- Kepemimpinan.
- Negosiasi.
- Penyelesaian konflik.
- Coaching.
- Pengambilan keputusan.
Pimpinan yang kompeten akan mampu menciptakan lingkungan kerja yang lebih kondusif.
Memanfaatkan Teknologi Digital
Transformasi digital dapat membantu meningkatkan efektivitas pengelolaan hubungan industrial.
Teknologi yang dapat dimanfaatkan antara lain:
- Human Resource Information System (HRIS).
- Sistem manajemen dokumen.
- Dashboard hubungan industrial.
- Employee engagement survey.
- Digital complaint management.
- Learning Management System (LMS).
Teknologi membantu perusahaan memperoleh data secara cepat dan akurat.
Peran Training dalam Pencegahan Sengketa
Pelatihan merupakan investasi jangka panjang dalam membangun hubungan industrial yang sehat.
Melalui pelatihan, perusahaan dapat meningkatkan kemampuan seluruh pihak dalam memahami penyebab sengketa dan menyusun langkah pencegahannya.
| Kompetensi | Dampak |
|---|---|
| Analisis masalah | Penyebab sengketa lebih cepat ditemukan |
| Komunikasi | Hubungan kerja semakin terbuka |
| Negosiasi | Penyelesaian konflik lebih efektif |
| Mediasi | Perselisihan dapat diminimalkan |
| Kepemimpinan | Budaya kerja semakin positif |
| Kepatuhan regulasi | Risiko hukum berkurang |
| Root Cause Analysis | Solusi lebih tepat sasaran |
Pelatihan yang dilakukan secara berkelanjutan akan meningkatkan kualitas hubungan industrial di seluruh organisasi.
Strategi Membangun Sistem Pencegahan Sengketa Berkelanjutan
Agar sengketa tidak terus berulang, perusahaan perlu membangun sistem yang berkesinambungan.
Beberapa strategi yang dapat diterapkan meliputi:
- Melakukan pemetaan risiko hubungan industrial.
- Memperbarui kebijakan perusahaan secara berkala.
- Menyelenggarakan pelatihan rutin.
- Memperkuat forum komunikasi bipartit.
- Melaksanakan audit kepatuhan.
- Mengembangkan budaya organisasi yang terbuka.
- Melakukan evaluasi terhadap setiap penyelesaian sengketa.
- Menggunakan hasil analisis sebagai dasar perbaikan sistem.
Pendekatan berkelanjutan akan membantu perusahaan meningkatkan kualitas hubungan kerja dari waktu ke waktu.
FAQ (Frequently Asked Questions)
1. Apa yang dimaksud dengan sengketa hubungan industrial?
Sengketa hubungan industrial adalah perselisihan antara pengusaha dan pekerja, atau antara serikat pekerja dengan pengusaha maupun antarserikat pekerja, yang berkaitan dengan hak, kepentingan, pemutusan hubungan kerja, atau hubungan antarserikat pekerja dalam satu perusahaan.
2. Mengapa identifikasi penyebab sengketa sangat penting?
Karena identifikasi yang tepat membantu perusahaan menemukan akar permasalahan sehingga solusi yang diterapkan dapat mencegah konflik berulang dan meningkatkan kualitas hubungan industrial.
3. Siapa yang perlu mengikuti Training Identifikasi dan Analisis Penyebab Sengketa Hubungan Industrial?
Pelatihan ini direkomendasikan bagi HR Manager, HR Officer, Industrial Relations Officer, Legal Officer, supervisor, manajer, pimpinan perusahaan, pengurus serikat pekerja, konsultan SDM, mediator internal, serta praktisi ketenagakerjaan.
4. Apa saja metode yang digunakan dalam analisis penyebab sengketa?
Metode yang umum digunakan meliputi observasi, wawancara, analisis dokumen, survei, Root Cause Analysis (RCA), metode 5 Why, Fishbone Diagram (Ishikawa), serta evaluasi kebijakan perusahaan.
5. Bagaimana cara mencegah sengketa hubungan industrial?
Pencegahan dapat dilakukan melalui komunikasi yang terbuka, kepatuhan terhadap regulasi, penyusunan SOP yang jelas, forum dialog rutin, audit hubungan industrial, pelatihan berkala, dan penanganan keluhan secara cepat.
6. Apa manfaat Root Cause Analysis dalam hubungan industrial?
Root Cause Analysis membantu perusahaan mengidentifikasi penyebab utama konflik sehingga tindakan perbaikan menjadi lebih tepat sasaran dan mampu mencegah terulangnya permasalahan yang sama.
7. Mengapa pelatihan hubungan industrial perlu dilakukan secara berkala?
Karena regulasi, kondisi bisnis, serta karakteristik tenaga kerja terus berubah. Pelatihan memastikan seluruh pihak memiliki pemahaman yang mutakhir sehingga mampu mengelola hubungan industrial secara efektif.
Kesimpulan
Sengketa hubungan industrial merupakan tantangan yang dapat dihadapi oleh setiap perusahaan, baik skala kecil maupun besar. Sebagian besar sengketa muncul akibat kombinasi berbagai faktor, seperti lemahnya komunikasi, ketidaksesuaian kebijakan, kurangnya pemahaman terhadap regulasi, maupun perubahan organisasi yang tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, kemampuan mengidentifikasi dan menganalisis penyebab sengketa menjadi langkah strategis dalam mencegah konflik yang lebih besar.
Training Identifikasi dan Analisis Penyebab Sengketa Hubungan Industrial memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis mengenai teknik identifikasi masalah, analisis akar penyebab (Root Cause Analysis), penyusunan strategi pencegahan, serta penguatan komunikasi dan kolaborasi antara manajemen, pekerja, dan serikat pekerja. Kompetensi tersebut membantu perusahaan menciptakan lingkungan kerja yang lebih harmonis, produktif, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Dengan menerapkan pendekatan preventif, melakukan evaluasi secara berkala, serta meningkatkan kompetensi seluruh pihak melalui pelatihan, perusahaan dapat membangun sistem hubungan industrial yang berkelanjutan, meminimalkan risiko sengketa, dan meningkatkan daya saing organisasi dalam menghadapi dinamika dunia kerja.
Hubungi Kami Sekarang
Lokasi: HI Hotel Senen
📍 Jl. Pasar Senen No.3 Jakarta Pusat 10410
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: Serela Cihampelas Hotel Bandun
📍 Jl. Cihampelas No.147, Cipaganti, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat 40131
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: Swiss-Belexpress Kuta Legian
📍 Jl. Legian Gg. Troppozone, Lingkungan Pelasa, Kuta, Kec. Kuta, Kabupaten Badung, Bali 80361
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: Hotel NEO+ - Bp
📍 Jl. Mayjend Sutoyo No.67, Gunungsari Ulu, Kec. Balikpapan Tengah, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur 7612
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: Biz Hotel - Batam
📍 Komplek Nagoya Newtown Blok T No.15 Jalan Kompleks Nagoya City Walk, Lubuk Baja Kota, Kec. Lubuk Baja, Kota Batam, Kepulauan Riau 2944
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: MaxOne Hotel Dharmahusada
📍 Jl. Dharmahusada No.189, Mojo, Kec. Gubeng, Surabaya, Jawa Timur 60285
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: Gets Hotel Malang
📍 Jl. Brigjend Slamet Riadi No.38, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65119
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: favehotel S. Parman - Medan
📍 Jl. S. Parman No.313A, Petisah Hulu, Kec. Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara 20152
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: FOX Lite Hotel Samarinda
📍 Jl. Mayor Jendral S. Parman No.15, Temindung Permai, Kec. Sungai Pinang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75119
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Lokasi: Aston Inn Pantai Losari - Makassar
📍 Jl. Daeng Tompo No.28-36, Maloku, Kec. Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90112
| Hari | Tanggal / Bulan |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Januari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Februari 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 Maret 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 April 2026 |
| Rabu - Kamis | 6 - 7 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 13 - 14 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 20 - 21 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 27 - 28 Mei 2026 |
| Rabu - Kamis | 3 - 4 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 10 - 11 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 17 - 18 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 24 - 25 Juni 2026 |
| Rabu - Kamis | 1 - 2 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 8 - 9 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 15 - 16 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 22 - 23 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 29 - 30 Juli 2026 |
| Rabu - Kamis | 5 - 6 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 12 - 13 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 19 - 20 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 26 - 27 Agustus 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 September 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 1 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 7 - 8 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 14 - 15 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 21 - 22 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 28 - 29 Oktober 2026 |
| Rabu - Kamis | 4 - 5 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 11 - 12 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 18 - 19 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 25 - 26 November 2026 |
| Rabu - Kamis | 2 - 3 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 9 - 10 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 16 - 17 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 23 - 24 Desember 2026 |
| Rabu - Kamis | 30 - 31 Desember 2026 |
Jakarta Hotel HI Jakarta
Bandung Hotel Fave Serela Cihamplas
Yogjakarta Hotel Amaris Maliboro
Bali Swibell Express Kuta Legian
Surabaya Hotel Max One
Malang Hotel Gets
Bali Hotel Swisbel Inn Exsperes Kuta
Makassar Hotel Aston Inn
Balikpapan Hotel Neo
Samarinda Hotel Fox
Batam Hotel BIZ
Medan Hotel Fave Medan
dan Hotel Pilihan Sesuai Request Peserta

